
...Author's POV...
Kenzi pergi ke lantai 2. Sekarang ini, dia sedang berdiri di depan pintu kamar Kevin. Kenzi ingin sekali mengetuk pintunya, tapi dia memiliki rasa ragu di hatinya.
"Ketuk gak ya?" Kenzi terus mengulangi kalimat tersebut dalam hatinya.
"Ketuk aja lah" batin Kenzi.
Dengan keberanian yang dia miliki, Kenzi mengetuk pintu kamar Kevin.
Tok tok tok
Lalu, Kenzi membuka pintunya perlahan.
"Kev?" Panggil Kenzi.
"Hm?" Jawab Kevin berdehem.
"Aku mau ngobrol boleh gak?" Tanya Kenzi sambil menutup pintu.
"Boleh" jawab Kevin. Sebenarnya Kevin masih merasa canggung, tapi mau bagaimana lagi.
Kemudian, Kenzi duduk di samping Kevin.
"Ahh, gimana ya bilangnya?" Batin Kenzi.
"Kev aku...." Kenzi masih ragu untuk sekedar mengucapkan 'Aku menyukaimu'
"Hmm?"
"A.. aku..."
"Ta- tapi janji ya habis ini kamu gak ngejauhin aku?" Tanya Kenzi.
"Hah? Emangnya kenapa? Ngejauhin?" Tanya Kevin bingung.
Kenzi memegang tangan Kevin erat.
"Eh?" Seketika wajah Kevin memerah.
"A... aku... aku mencintaimu... Kevin" Ucap Kenzi.
Kevin masih mencoba untuk mencerna perkataan Kenzi.
"Ci... cinta?" Tanya Kevin, jujur saat ini dia merasa sangat senang karna cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
"Jika kau tak menyukai ku tidak apa-apa aku-"
Cup, Kevin mengecup bibir Kenzi sekilas.
"A.. aku... aku juga... su.... suka" ucap Kevin terbata-bata, wajahnya sudah semerah tomat.
Grep!
Kenzi memeluk Kevin erat. Rasanya bahagia sekali.
"Hiks... huaaaaaa" Kevin menangis.
"Loh, Kev kamu kenapa?" Tanya Kenzi, ia mengusap-usap air mata di wajah Kevin.
"Jangan nangis, dong." Lanjutnya.
Kevin memeluk Kenzi semakin erat.
"Hiks... aku sayang sama Kenzi.... hiks..." Kevin terus saja menangis.
"Hmm~ iya-iya..." jawab Kenzi, ia mencium pucuk kepala Kevin.
"Hmm" jawab Kevin sambil menganggukan kepalanya.
"Wihhh jadian! Ih anjir, tahan-tahan jangan teriak!" Batin Amanda yang sedari tadi menguping di luar kamar.
...••••...
"Kamu udah ngantuk belum?" Tanya Kenzi.
"Beluuumm." Jawab Kevin sambil menggelengkan kepalanya.
"Bulan sama bintangnya nya cantik ya?" Tanya Kevin.
"Iya, kayak kita..." jawab Kenzi sambil membelai wajah Kevin.
"Tidur yuk." Ajak Kevin.
"Lah, tadi katanya belum ngantuk" kata Kenzi.
"Tapi kan itu tadi bukan sekarang." Kata Kevin sambil memasang wajah cemberutnya.
"Hmm, iya-iya pacarku yang cantiiikk" Ucap Kenzi sambil menyubit pipi Kevin, gemas.
"Ahhh sakit~" Kata Kevin.
"Ya udah yuk tidur" Kata Kenzi.
...••••...
Amanda yang menguping di luar kamar menggigit-gigit jarinya, berharap ada adegan panas yang akan terjadi.
"Ohh ayolah.... apa mereka tidak melakukan 'itu'?" Gumam Amanda sambil menggigit-gigit jari tangannya.
"Hahhh~ sudahlah, toh mereka akan melakukannya seiring berjalannya waktu." Lanjutnya.
•Lanjut pada Kevin dan Kenzi•
"Ken" panggil Kevin.
"Hmm? Apa sayang?" Jawab Kenzi.
Blush... pipi Kevin berubah menjadi merah.
"Ka... kamu udah gak sakit kan?" Tanya Kevin.
"Hmm udah mendingan, kenapa? Kamu khawatir ya?" Kata Kenzi.
"I.. iya...." Jawab Kevin.
"Oh iya. Ken, kamu dari kapan suka sama aku?" Tanya Kevin.
"Dari pertama kali aku ngeliat kamu." Jawab Kenzi.
"Iya pertama kalinya itu kapan?" Tanya Kevin lagi.
"Pas mos SMP. Kamu inget orang yang nabrak kamu gak?" Kata Kenzi.
"Inget, itu kamu?" jawab Kevin.
"Iya. Udahlah, mendingan kita tidur. Aku ngantuk" Kata Kenzi.
"Hmm" Jawab Kevin.
Mereka tidur dengan saling berpelukan.Tak lama kemudian Kevin terlelap dalam tidurnya.
"Sebenarnya pertama kali itu bukan waktu itu Kev. Kita pernah ketemu udah lama banget..." Batin Kenzi