
...Author's POV...
"Emmhhh... mmmhh..." Kevin menangis.
Mulut nya di sumpal oleh kain, matanya di tutup oleh kain, kaki dan tangannya di ikat oleh tali.
"Hiks... ini dimana? Aku takut... Kenzi, tolong aku." Ucap Kevin dalam hati. Ia berharap seseorang akan menolongnya, dan orang itu adalah Kenzi.
...***...
Amanda sedang sibuk men-chat Kenzi. Amanda kesal plus khawatir dengan kondisi Kevin.
"Sialan!" Gumam Amanda.
Ia melempar handphonenya dan berjalan keluar kamarnya. Ia berniat mengganti bajunya dan pergi mengunjungi apartemen bawahan plus bodyguard nya.
...***...
Sesampainya di apartemen Asistennya, Amanda membuka pintunya secara kasar.
"ALVIN!!!" Teriak Amanda.
Alvin yang sedang bermain game online di kamarnya pun kaget.
"Saha sih? Ganggu aja anj!" Batinnya.
Ia membuka pintu dan kaget melihat Amanda sudah duduk di sofa sambil menatapnya tajam.
"Ada apa?" Tanya Alvin dingin.
Namanya Alvin Reza Saputra. Ia adalah salah seorang kepercayaan Amanda. Statusnya masih jomblo, ia tak memiliki ketertarikan pada perempuan. Itu bukan berarti ia menyukai laki-laki.
Alvin selalu berpikir bahwa dirinya adalah seorang aseksual, karena ia sama sekali tidak menyukai laki-laki maupun perempuan. Sampai ia melihat Kuro.
"Kamu tau Kuro kan? Waktu itu gua udah cerita kan soal dia?" Tanya Amanda.
"Iya saya tau." Jawab Alvin, formal.
"Tolong lacak dia. Dia menculik Kevin, awas saja kalau sampai dia gak ketemu!" Ancam Amanda pada Alvin sambil keluar dari apartemennya.
"Haahhh... yang bener aja tuh orang." Gumam Alvin kesal.
Alvin berjalan kembali ke kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya sejenak.
"Kuro, mukanya imut juga." Gumam Alvin sambil tersenyum.
"Imut sih, tapi sayang jahat." Lanjutnya.
"Aku pasti akan segera mendapatkan mu." Ucapnya sambil menyeringai lebar.
...***...
Kevin masih menangis karena ketakutan. Kuro menatapnya dengan tatapan mata yang jahat. Kuro mendekati Kevin dan jongkok di hadapannya.
Kuro mengangkat dagu Kevin dan berkata, "Tenang saja Kevin ku sayang, bentar lagi kamu bakalan nyusul orang tua kamu kok."
Kevin semakin gemetar ketakutan mendengarnya.
"Ya~ suruh siapa kamu jadi pelakor. Ah sudahlah yang penting sebentar lagi Kenzi akan menjadi suamiku, hehe." Lanjutnya.
"Kuro? Kenapa dia melakukan ini? Apa maunya?" Tanya Kevin dalam hatinya.
"Hmm, tapi aku harus membunuh teman mu dulu. Ahh~ siapa ya namanya? Ma... Amanda! Iya namanya Amanda." Kata Kuro membuat Kevin semakin gemetaran.
Kuro membuka penutup mata Kevin. Mata Kevin sembab karena terus menangis.
"Kau rela kan jika dia mati?" Bisik Kuro tepat di telinga Kevin.
Kevin membelalakkan matanya lalu menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu apa kau siap mati demi sahabatmu itu?" Tanya Kuro.
Kevin terdiam, ia tak tau harus menjawab apa.
"Nggak! Jangan sampai Amanda kenapa-kenapa. Tapi Kenzi? Dia... dia gimana sekarang? Aku harus apa sekarang? Apa aku harus menunggu sampai ajal menjemput ku?" Batin Kevin.
...***...
Tik tok tik tok, waktu terus berjalan. Amanda masih menunggu kabar dari Alvin. Ia sesekali melihat jam di dinding.
"Haaahh... semoga kamu gak apa-apa Kev..." gumam Amanda.
"Liat aja nanti itu anak, berani macem- macem sama Kevin gua jamin dia muntah beling." Batin Amanda.
"Tumben lama itu anak. Gak biasanya..." gumam Amanda lagi.
Di tempat lain
Alvin sedang asyik melihat foto-foto Kuro. Ia bahkan melupakan tugas yang di berikan oleh Amanda.
"Kek nya gua lupa sama sesuatu deh. Ah udahlah mungkin gak penting." Ucapnya dan melanjutkan kegiatannya.
-T.B.C