
...Author's POV...
Sudah beberapa hari semenjak Alvin men-stalk Kuro. Menurutnya dia sangat manis. Ia bahkan tidak mempedulikan sifatnya yang menyebalkan. Alvin yakin bahwa ia dapat merubahnya.
Kriiingg... kkriinggg...
Handphone Alvin bergetar dengan nada dering. Ia melihat layar handphonenya. Di sana tertera nama 'Amanda'. Tanpa basa-basi Alvin langsung mengangkat telpon tersebut.
"Ada apa?" Tanya Alvin dingin.
"WOY BANGSUL! LU UDAH LACAK SI KURO BELOM SIH?!" Teriak Amanda dari seberang sana.
"Nenek lampir..." batin Alvin.
"Be- maksudnya uhmm... ada sedikit gangguan..." kata Alvin.
"Gangguan? Gangguan apaan coba? Jangan ngadi-ngadi lu syalan! Ini serius! Tolong cari dia, secepatnya gak pake lama!" Seru Amanda penuh penekanan dari seberang sana.
Tuuut... tuuut.. Amanda mematikan telponnya secara sepihak.
"Haahhh... bisa-bisanya gua lupa sama tugas dari nenek lampir." Gumam Alvin.
...***...
Di sisi lain, Kenzi sedang frustasi menunggu info dari Amanda. Uhk, ingin sekali ia melempar semua barang yang ada di dalam kamarnya.
"Sial, sial, sial!!" Itulah yang ia katakan sedari tadi.
Saat ini Kenzi benar-benar khawatir dengan kondisi Kevin.
"Awas aja nanti Kuro!" Batin Kenzi.
...***...
"Ck, kok gak bisa sih?!!" Gumam Alvin, pasalnya ia tak bisa melacak lokasi Kuro.
"Sial! Kalau begini gimana ketemunya coba?!" Lanjutnya.
Alvin menghela nafasnya sejenak dan memijat pelipisnya.
"Kalau sampai gak ketemu lokasinya bisa meninggoy di penggel Amanda gue..." Batin Alvin.
"Haaahh..." Alvin menghela nafasnya.
Setelah selesai beristirahat sebentar, Alvin terus mengetik-ngetik laptopnya. Wajahnya yang terlihat serius menambahkan kesan Cool padanya dirinya.
"Ck, oh ayolah..." Gumamnya.
Tiba-tiba layar laptop Alvin mati. Lalu muncul kalimat demi kalimat di layarnya.
"**Hai, kau pasti mencari ku iya kan? Oh~ tidak semudah itu. Kau butuh kerja keras ekstra untuk menemukanku. Jadi berusahalah semampu mu, walaupun aku yakin kau takkan bisa melakukannya."
^^^~Kuro**^^^
"Sial!" Ucap Alvin.
Sekarang ia bingung harus bagaimana. Jika Amanda mengetahui ini, habislah riwayatnya.
"Tidak-tidak... ini tidak boleh terjadi! Seorang Alvin menyerah? Tidak mungkin!" Batin Alvin.
Lalu, Alvin mengambil laptopnya yang lain. Sebenarnya ia punya berapa laptop? Jawabannya adalah 12 laptop.
Alvin mengetik-ngetik keyboard laptopnya. Sesekali ia melirik layar laptop tersebut. Ia tersenyum lega ketika mengetahui posisi Kuro.
"Akhirnya ketemu juga." Ucapnya sambil menyeringai.
"Gak sia-sia gua beli laptop banyak." Kata Alvin sambil tersenyum bangga.
Kemudian, Alvin mengambil handphonenya dan segera menelpon Amanda.
Amanda yang sedang membaca Manhwa langsung mengangkat telpon dari Alvin.
"Halo Asep?" Kata Amanda.
"Maaf tapi nama saya Alvin." Kata Alvin, formal.
"Oh iya lupa. Oh iya, gimana soal Kuro? Kamu udah tau di mana dia sekarang?" Tanya Amanda.
"Iya, dia ada di kota G." Jawab Alvin.
"Bagus!" Kata Amanda. Ia akhirnya lega karena akhirnya Alvin mengetahui keberadaan Kuro dan Kevin.
"Oh iya, besok bisa kita bertemu di Cafe XX?" Tanya Alvin.
"Saya-" ucapan Alvin di potong oleh Amanda.
"Udahlah gak usah formal ngomongnya! Gak enak tau gak?" Kata Amanda.
"Haahhh, okeh." Kata Alvin.
"Besok gua mau ngomongin sesuatu." Kata Alvin pada Amanda.
"Hah ngomongin apaan?" Tanya Amanda.
"Udah liat aja besok." Kata Alvin lalu mematikan telponnya.
...***...
Amanda sudah menunggu di Cafe XX, ia duduk sambil menyeruput kopi nya.
"Mana sih tuh anak?" Gumam Amanda.
Amanda melihat jam di handphonenya.
"Cih, telat 2 menit." Kata Amanda.
Tak lama kemudian Alvin muncul dan duduk di hadapan Amanda.
"Telat 7 menit. Ini lu gimana sih? Elu yang ngajakin ketemuan, elu nya juga yang telat." Kata Amanda sambil menunjuk jam di handphonenya.
"Ya maaf atuh..." kata Alvin.
"Terus lu mau ngomongin apa?" Tanya Amanda.
"Itu... gua suka sama Kuro... aneh gak sih?" Kata Alvin sambil menggaruk tengkuknya.
"HAH?" Amanda membelalakkan matanya.
"Bentar-bentar..." Amanda menutup mulutnya.
"Aneh ya?" Tanya Alvin.
"Gue harus seneng apa marah ini ******?!" Batin Amanda.
"Amanda?" Panggil Alvin yang saat ini sangat bingung.
"Lu... lu suka sama Kuro?" Tanya Amanda, ia mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Iya." Jawab Alvin disertai dengan anggukan kepala.
"Bentar-bentar, menurut gua ini gak aneh. BTW, gue Fujoshi. Sopankah begitu hah?" Kata Amanda lalu menyentil jidat Alvin.
"Terus lu gak marah?" Tanya Alvin.
"Nahh bagus lu nanya gitu. Justru gua bingung mau seneng apa kesel." Jawab Amanda.
"Nah mantep gue dapet rencana!" Kata Amanda.
"Lu suka kan sama Kuro?" Tanya Amanda.
Alvin mengangguk cepat.
"Hehehe" Amanda tertawa jahat tapi kedengarannya lucu.
"Punya Bos sengklek bener dah." Batin Alvin.
"Jadi begini..." Amanda menjelaskan rencananya pada Alvin. Alvin hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Nah gitu." Final Amanda.
"Terus, lu baca Manga, Manhwa, Manhua, Anime kalau bisa live actionnya yang genrenya BL. Okeh?" Tanya Amanda. Wajahnya terlihat serius, padahal dia menahan tawa.
"Iya." Jawab Alvin sambil mengangguk.
"Ya udah gua balik dulu. Dadahh~" Pamit Amanda lalu pergi meninggalkan Cafe tersebut.
Alvin masih terpaku di tempatnya. Tiba-tiba ada seorang pelayang yang datang menghampiri Alvin.
"Maaf mas, temen mas belum bayar kopinya." Kata pelayan perempuan itu.
"Bos sialan." Batin Alvin.
-T.B.C