
Kenzi's POV
Namanya Amanda Maulida, yang orang lain ketahui tentang dia adalah dia itu hanya seorang Fujoshi. Tapi tidak, dia bukan hanya seorang Fujoshi. Dia adalah sahabat sekaligus tangan kananku. Aku mempercayai Amanda untuk melindungi Kevin.
Tak ada yang tau soal ini, bahkan Kevin sendiri pun tak tau mengenai hal ini.
...🌻🌻🌻...
Esoknya adalah hari Selasa. Amanda tidak bisa menginap lagi di rumah Kevin dengan alasan harus menjaga rumahnya karna orang tuanya pergu ke luar kota. Padahal tidak, bukan itu alasannya. Amanda mengatakan padaku ia akan mengawasi Kuro.
"Hemm, gak ada Amanda sepi banget yah." Kata Kevin, dia sedang memasak untuk kami.
"Kenapa, hm? Kangen sama Amanda?" Tanyaku.
"Cih, mana ada kangen sama dia." Jawab Kevin, dia memasang wajah cemberutnya.
"Ahh, imutnya..." batinku.
Lalu, aku memeluknya dari belakang.
"Ahh! Ken... Kenzi!! Kamu ngapain? Lepas!" Ucap Kevin.
"Hemm, bentaran doang. Boleh ya?" Tanyaku, berbisik tepat di telinganya.
"Ehmm" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian, ia selesai memasak dan menyiapkan makanannya di meja makan.
"Selamat makan!" Ucap Kevin.
"Sial, kenapa dia imut begitu sih?" Batinku.
Triiingggg, seseorang menelponku. Ku lihat layar Handphoneku, dan ternyata itu Amanda.
"Emmhh, bentar ya Kev... aku angkat telpon dulu?" Kata ku meminta izin.
"Iya.." jawab Kevin sambil menganggukan kepalanya pelan.
...🌻🌻🌻...
"Halo? Kenapa Man?" Tanyaku.
"Ken, lu tau gak? Si Kuro itu ternyata...."
"Hah?! Beneran? Ck, pantes aja. Ok, Man lu terus awasin dia ya. Thanks infonya." Kataku lalu mematikan telponnya.
"Kuro sialan" batinku.
"Ken, udah belum nelponnya? Makan dulu sini!" Kata Kevin, setengah berteriak.
"Hm iya!" Jawabku.
Lalu, aku pergi mengahampiri Kevin.
"Siapa?" Tanya Kevin.
"Gak! Jangan aneh-aneh dah!" Kata Kevin.
"Pfft, iya-iya. Itu tadi Amanda yang telpon." Kata ku sambil menyuap makanan ke mulutku.
"Oh" jawabnya singkat.
...----------------...
Kami berangkat ke sekolah bersama. Sesampainya di sekolah, kami langsung masuk ke kelas.
Author's POV
Kenzi duduk di samping Kuro di meja paling belakang. Kenzi menatap Kuro dengan kebencian.
"Kau kenapa, hm?" Tanya Kuro mendekatkan wajahnya ke wajah Kenzi.
"..." Kenzi tidak menjawab.
"Ohh, ayolah~ jangan dingin gitu dong." Kata Kuro, dari suaranya dia terdengar seperti menggoda Kenzi.
"Diam" kata Kenzi dengan wajah datarnya.
"Cih, kenapa dia bersikap dingin ketika berada di dekatku? Tapi, ketika dia sedang berbicara pada orang sialan itu, dia terlihat sangat senang." Batin Kuro.
...----------------...
Kevin heran dengan sikap Amanda hari ini. Biasanya ketika Kevin memasuki kelas, Amanda tersenyum girang, tapi sekarang Amanda terlihat sangat dingin.
"Man?" Panggil Kevin.
"Hmm" jawab Amanda, kaget.
"Iya kenapa Kev?" Tanya Amanda, dia berusaha untuk tersenyum tapi tidak bisa.
"Kamu kenapa? Lagi sakit? Tumben diem aja. Kamu sehat kan?" Tanya Kevin.
"Ahhh, aku sehat sehat aja kok, cuman..." Amanda tak melanjutkan perkataannya.
"Cuman?" Tanya Kevin.
"Ng nggak apa-apa" Jawab Amanda sambil tersenyum pahit.
"Kev, kamu percaya sama aku gak?" Tanya Amanda.
"Percaya lah. Kenapa?" Jawab Kevin.
"Kev, kamu jangan deket-deket sama Kuro, ya?" Kata Amanda, wajahnya berubah menjadi serius. Ini adalah sisi yang tak pernah ia lihat dari Amanda.
"Ken.. kenapa?" Tanya Kevin.
"A.. aku gak bisa ngasih tau lebih jelasnya. Tapi intinya kamu gak boleh deket sama dia." Jawab Amanda dengan wajah dinginnya.
"Sebenarnya hubungan mereka bertiga apa?" Batin Kevin bertanya-tanya.