
Author's POV
Kevin hanya diam sambil mengerjakan tugas dari gurunya. Kelas Kevin diberikan banyak sekali tugas dari gurunya, karna nanti untuk beberapa hari ke depan ia tidak mengajar di kelasnya.
"Hahh..." Kevin menghela nafasnya.
"Haaahhh, Bu Mira ngasih tugas banyak amat sih?! Untung di kasih libur 3 hari...." keluh Amanda ketika mengerjakan tugas tersebut.
"Ya udah kita kerjain sampai tuntas sekarang, biar nanti kita tinggal nyantai." Kata Kevin yang masih fokus mengerjakan tugasnya.
Kelas begitu ramai karna tak guru, ada yang mengobrol, main hp, mabar bahkan ada yang makan di kelas.
"Buset dah kelasnya berisik banget!" Ucap Amanda, ia menutup kedua telinganya dengan tangannya.
"Ini gimana sih ketua kelasnya?" Lanjutnya.
"Kev! Lu diem aja sih? Jawab dong woy!" Kata Amanda sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kevin.
"Ck, apa?" Ucap Kevin.
"Balik aja yok! 15 menit lagi juga pulang. Mending kita duluan aja" Ajak Amanda.
"Hmm ya udah ayok" jawab Kevin, ia merapikan semua buku-bukunya dan memasukkan nya ke dalam tas.
"Yuk" ajak Amanda lagi.
Amanda melirik Kuro yang sedari tadi menatapnya. Amanda membalas tatapan Kuro seolah berkata, "Aku akan mengurusmu nanti."
...••••...
Kevin kembali ke rumahnya begitu juga dengan Amanda. Kevin sempat mengajak Amanda untuk mampir tapi dia bilang, "Aku tidak ada waktu Kev. Maaf ya?"
Kevin masuk ke dalam rumahnya. Tanpa basa-basi ia langsung pergi ke kamarnya. Ia mendapati Kenzi sedang tidur di tempat tidurnya. Kevin mendekatinya, ia memegang dahi Kenzi, panas.
"Kamu demam ya Ken?" Batin Kevin.
Kevin pergi meninggalkan Kenzi yang masih tidur di kasurnya. Dia pergi ke dapur di lantai satu untuk membuatkan nya bubur dan teh hangat.
"Kenapa dia bisa sakit sih? Perasaan tadi pagi dia masih sehat-sehat aja..." Batin Kevin, dia benar-benar khawatir.
...••••...
"Ken, Ken... bangun dulu yah? Makan." Ucap Kevin membangunkan Kenzi.
"Hmmm...." jawab Kenzi, ia merubah posisinya dari tidur menjadi duduk.
"Makan dulu yah? Badan kamu panas... kamu kenapa sih gak bilang ke aku kalau sakit?" Tanya Kevin.
Kenzi tersenyum mendengar perkataan Kevin.
"Kamu khawatir ya? Maaf..." Jawab Kenzi.
"Hmmm... nih makan dulu." Ucap Kevin sambil menyodorkan mangkok berisi bubur ke arah Kenzi.
"Nggak mau! Suapin!" Kata Kenzi.
"Suapin~" Kata Kenzi lagi.
Blush... pipi Kevin memerah.
"Kenapa malah minta di suapin?" Batin Kevin.
Kevin mengangguk lalu menyodorkan sedoknya ke mulut Kenzi. Kenzi memakan bubur di sendok tersebut, lalu mengunyah nya di dalam mulutnya.
"Enak, kamu yang buat?" Tanya Kenzi yang di jawab anggukan kecil oleh Kevin.
••••
"Udah habis buburnya, nih di minum obatnya." Kata Kevin sambil menyodorkan pil kecil.
"Hmm, makasih ya" Ucap Kenzi sambil tersenyum manis.
Blush, pipi Kevin memerah melihat senyuman Kenzi yang menghangatkan hatinya.
"Ehm" jawab Kevin mengangguk pelan.
Kevin pergi ke dapurnya untuk mencuci mangkok yang tadi di pakai.
"Cepet sembuh ya Ken..." gumam Kevin sambil tersenyum.
...••••...
Selesai mencuci piring, Kevin berniat kembalu ke kamarnya. Tapi, ketukan pintu membuatnya menghentikan kegiatannya.
"Mungkin Amanda..." Batin Kevin.
Kevin berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Ah!"
"Hai Kevin" Ucap Kuro sambil tersenyum manis.
"Uh, Kuro? Ahh! Kau mau masuk?" Tanya Kevin agak canggung.
"Ahh~ Makasih Kev...." Kata Kuro, ia masuk ke dalam rumah Kevin.
"Dari mana kau tau rumahku?" Tanya Kevin.
"Ahh... aku dengar Kenzi sakit, apa itu benar?" Tanya Kuro mengalihkan pembicaraan.
"Emmh, iya" jawab Kevin.
"Di mana dia sekarang?" Tanya Kuro.
"Di lantai 2" Jawab Kevin.
Tanpa basa-basi Kuro langsung naik ke lantai 2 dan pergi ke kamar Kevin.