I Need A Baby

I Need A Baby
Ch 6 - Plane



Ch 6 - Plane




Setelah beberapa hari tinggal di London dengan jadwal kegiatan yang penuh tanpa istirahat, Elsa segera membuka selimut dan bersiap-siap untuk tidur panjang dalam perjalanan pesawat kembali ke Mediterania. Dia terlanjur berjanji pada ibu angkatnya Lady Viona untuk mengunjunginya sebagai miss Angel.




Tak lupa dia menutup tirai yang mengelilingi tempat duduknya dan tidur dengan nyaman. Biasanya sebagai Elsa dia tak suka membuang uang untuk mendapatkan tiket kelas VIP, namun kali ini sebagai miss Angel minimal dia harus memesan tiket kelas VIP jika dia enggan memakai jet pribadi. Walaupun dia memiliki helikopter, kapal pesiar dan jet pribadi, tapi dia lebih suka menyewakannya daripada memakainya sendiri.



Sementara Rifki yang baru datang di sebelahnya tampak tak terlalu peduli dengan sekitarnya. Dia duduk dengan santai kemudian menyibukkan dirinya dengan setumpuk dokumen di tangannya sambil sesekali meminta tolong pada pramugari untuk meminta minuman. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk merapikan dokumen dan bersiap untuk tidur. Tak lama kemudian, dia pun terlelap.



Beberapa jam kemudian, Elsa membuka tirai. Setengah sadar dia segera berjalan ke toilet.



Sepasang mata yang terlelap tiba-tiba terbuka karena mencium aroma yang telah dikenalnya. Ya, mangsanya memang telah mencoba membingungkannya dengan aroma lavender dan beberapa aroma lain. Namun hal itu tak berlaku baginya, hidungnya terlalu tajam, dia bisa mengenali aroma tubuh dan feromon setiap orang.



Dia menautkan alisnya saat melihat sosok yang dikenalnya baru saja lewat di depannya. Pantas saja malam itu dia merasakan aroma yang cukup familiar, ternyata dia memang mengenal gadis itu.




Tapi dia sedikit heran dengan penampilannya. Karena penampilan gadis itu sangat berbeda dengan penampilan yang biasa dikenalnya. Rifki sempat curiga bahwa gadis itu dan gadis yang dikenalnya adalah dua orang yang berbeda.




Sayangnya setiap orang memiliki aroma tubuh yang berbeda. Tak mungkin dua orang memiliki aroma tubuh yang sama. Itulah mengapa anjing pelacak lebih diandalkan dalam kepolisian.




Rifki bersyukur karena dia memiliki hidung anjing. Walaupun terkadang dia membenci kemampuannya yang satu ini. Karena kemampuan hidung anjingnya, dia bisa mencium darah haid wanita yang menyebalkan dan akan sangat terganggu jika berada dalam satu ruangan dengan wanita yang sedang datang bulan.



Akhirnya aku menemukanmu. Kau tak akan bisa lari dari ku.



Seberkas senyum dan tatapan licik tersirat di wajah Rifki. Dia tahu gadis itu memang sangat licin dan memiliki banyak topeng. Di rumah dan di depan para sahabatnya gadis itu sangat polos, nerd, dan baik hati. Namun siapa sangka Rifki beberapa kali melihatnya berkencan dan menginap di hotel dengan beberapa pria yang berbeda.




Dalam kesehariannya, Rifki terbiasa melihat Elsa menggunakan hijab yang menutupi seluruh lekuk tubuhnya. Karena pakaian yang dikenakannya, Elsa terlihat lebih gemuk dari pada penampilan aslinya.




Melihat tampilannya saat ini dengan gaun hitam yang memeluk erat tubuhnya dengan sangat ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang indah, tanpa sadar Rifki menelan ludah.




Walaupun dia tahu sebenarnya gadis itu memiliki lekuk tubuh yang sangat seksi, biasanya dia tidak pernah tertarik.




Ehm, dia kebetulan pernah memergoki Elsa mandi telanjang di kolam.




Wajah Rifki memerah mengingat tubuh Elsa saat mandi. (Dia masih bersikeras tidak tertarik.)




Hari itu, cuaca panas terik. Rifki berjalan-jalan di hutan belakang rumah. Di tengah hutan terdapat kolam kecil yang sangat jernih airnya. Mendengar suara kecipak air, dia pun diam-diam mendekat.




Dia melihat sosok gadis, setengah tubuh telanjang berdiri di kolam, setengah tubuh bagian bawahnya terendam dalam air. Tubuhnya yang basah tampak berkilau dan cantik di bawah sinar matahari menampakkan lekuk tubuh yang selama ini tersembunyi.




Bayangan lekuk indah itu pun berasosiasi dengan bayangan erotis malam itu dan tanpa dia sadari membuat wajahnya memerah.




Sebelumnya jelas Rifki tak pernah tertarik pada gadis player macam Elsa, tak peduli betapa cantik dan seksi nya gadis itu. Dan nampaknya selama ini Elsa pun tak pernah tertarik untuk mengganggunya, mungkin karena Elsa juga tahu bahwa Rifki player. Semacam kode etik sesama player dilarang mengganggu dan dilarang membuka kedok.



Dulu rumah mereka bersebelahan. Elsa juga berteman dengan teman-teman Rifki. Biarpun keduanya sering berkumpul bersama teman-teman yang lain, tapi keduanya tidak bisa dibilang berteman. Karena memang keduanya sama-sama tak ingin mendekat dan tak tertarik dengan urusan masing-masing.



Di dalam bisnis, Elsa pun cenderung menghindari kontak dan konfrontasi dengan Rifki.



Bisa dibilang dalam bahasa jawa "dadio banyu ora nyawik, dadio godong ora nabok" yang artinya jika orang itu menjadi air dia tidak akan pernah membasahi dirinya dengan air itu, sekali pun orang itu menjadi daun dia tidak akan pernah memetiknya. Sama sekali tak ingin bertegur-sapa dan justru lebih suka menghindar.




Apapun alasannya, hal itu membuat Rifki cukup senang dan di untungkan. Sehingga Rifki pun tak pernah terganggu akan hal itu. Namun kali ini Rifki mencoba berpikir keras, apa gerangan yang membuat gadis yang biasa bersikap dingin padanya menyelinap ke kamarnya.



Jika gadis itu memiliki dendam padanya, mengapa justru menghindar dan bersembunyi? Mungkinkah gadis itu memang mengetahui kekuatannya? Tidak mustahil bila gadis itu mengetahui kekuatannya, karena dilihat dari tindakannya malam itu dia sangat berhati-hati.




Tapi, sejak kapan gadis itu menjadi pencuri profesional? (Ehm, pencuri sperma)



Dan bila memang gadis itu mengetahui kekuatannya, mengapa kali ini dia begitu berani mencuri bunga? (Uhuk, mencuri keperawanannya)



Ya bisa dibilang terbalik memang. Biasanya lelaki yang mencuri kemurnian bunga, kali ini wanita yang mencuri kemurnian kumbang. Lalu apa tujuannya?



Apakah dia ingin menjatuhkan namanya, mengancamnya dengan video atau foto?



Atau meminta pertanggung jawaban darinya?



Jika memang ingin mengancamnya, mengapa dia justru menghindar?



Dan mengapa hal ini bisa membuatnya berpikir keras? (Sebenarnya penulis sendiri juga heran)



Begitu banyak pertanyaan muncul dalam benak Rifki hingga dirinya ingin sekali tertawa, menertawakan dirinya sendiri. Ini pertama kalinya dia merasa dipermainkan oleh wanita dan  ingin bermain-main dengan mangsanya.



Biasanya Rifki memang suka bermain-main dengan wanita-wanita pure, yang masih polos dan belum terjamah, tak pernah terpikirkan untuk bermain dengan profesional.




Ya, mangsanya ini selama ini tak pernah menarik perhatiannya. Sangat pandai bersembunyi dibalik topeng-topeng kepribadiannya. Sangat pandai menjaga  image. Sehingga dia harus menangkapnya di depan umum agar dia tak bisa berkutik.



Rifki pun segera menutup tirai tempat duduknya sebelum Elsa kembali dan menutup mata dengan senyuman. Bersembunyi seraya menunggu kelengahan mangsanya untuk menangkapnya.



Mencium aroma manis gadis itu yang menguar di udara memberikan perasaan tenang tersendiri. Rifki ingat, gadis itu memang memiliki aroma yang sangat menenangkan.




Namun kali ini otaknya tak bisa lagi dia ajak kompromi. Bayangan erotis gadis itu terus saja menari dalam kepalanya tanpa bisa dia kendalikan. Tubuh bagian bawahnya menegang dan menginginkan pelampiasan.




Sambil menikmati aroma manis gadis itu, dia pun mengeluarkan batang kemaluannya yang sudah berdiri tegak. Tangan kirinya bergerak naik turun membayangkan bagaimana gadis itu menari di atas tubuhnya. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah hidupnya dia mendapatkan kepuasan diri dengan tangannya.




Rifki menyadari bahwa dirinya tampaknya mulai gila. Ingin rasanya dia kembali memasuki tubuh gadis itu dan memberinya kepuasan.




Begitu pesawat mendarat. Rifki menunggu Elsa keluar sebelum membuka tirai tempat duduknya. Dia berjalan di belakang Elsa, mengikutinya dengan tenang.



Sebagai pemburu profesional dia mencoba untuk mengurangi keberadaannya.






“Selamat datang kembali, Miss.” seorang bodyguard tua menyapa Elsa.




“Terima kasih paman. Bagaimana kabar ibu?”




“Sejak mendengar anda muncul di London seminggu yang lalu beliau sudah sangat menantikan kedatangan anda. Sudah lama beliau merindukan anda.”




“Di mana dia sekarang?”




“Beliau bersama tuan besar menunggu anda di mansion.”




“Baiklah, mari kita langsung menuju ke sana.”




Kemudian mereka berjalan beriringan menuju pintu keluar.




Sebuah mobil Aston Martin telah siap terparkir didepan pintu bersama seorang supir yang membukakan pintu.




Elsa memasuki mobil itu dengan sangat anggun. Seolah dia memang terbiasa dengan segala kemewahan yang ada. Mobil itu pun melaju dengan di iringi beberapa mobil hitam sehingga tampak seperti konvoi pejabat.




Melihat hal itu, Rifki langsung mengangkat telepon dan menghubungi anak buahnya.




“Cari informasi terkait dengan Lady Viona dan putrinya.”




Tak lama kemudian, di dalam mobil Rifki menerima kiriman file yang berisi informasi terkait.




Dikatakan bahwa Lady Viona, cucu dari Mr. Mark. Seorang milyuner yang memiliki beberapa bank swasta memiliki seorang putri bernama Miss Angel. Beberapa foto terlampir memperlihatkan sosok anggun Miss Angel dalam balutan gaun putih berdiri di samping Lady Viona yang mengenakan gaun warna sama.




Rifki mengamati foto tersebut lebih dekat dan membandingkan dengan foto Elsa yang dimilikinya. Jika dirinya belum pernah bertemu sebelumnya pasti akan sangat terkecoh. Wajah dan temperamennya terlihat sangat berbeda. Bahkan postur tubuhnya tampak berbeda. Nampaknya orang itu memang berbakat dalam berakting.




Di kabarkan bahwa saat ini Miss Angel telah mundur dari jabatannya dan tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya. Adapun siapa yang menjadi calon suaminya sampai saat ini belum ada yang mengetahuinya. Hanya dikabarkan bahwa calon suaminya seorang pengusaha dan tidak memperbolehkan dia bekerja.




“Cari cara untuk menyusup sebagai bodyguard.” perintah Rifki.


Rifki berpikir, mungkin dirinya bisa berpura-pura menjadi bodyguard terlebih dahulu untuk menyelidiki situasinya. Kalau perlu dia juga bisa menjadi salah satu sopir atau pelayanannya.


Ah, sejak kapan dirinya mau merendahkan diri untuk mendekati seorang wanita. Itu tidak seperti gayanya yang biasanya.


Jika Angel atau Elsa masih bekerja, mungkin dia bisa menekannya dengan beberapa proyek. Tapi berhubung Angel sudah mengundurkan diri dari jabatannya, hal itu tidak bisa lagi dia lakukan.


Bodoh! Umpatnya dalam hati. Sejak kapan dirinya yang begitu jenius menjadi begitu bodoh dan bingung mencari cara untuk mendapatkan wanita?!



“Maaf Sir, tampaknya hal itu tidak mungkin. Semua bodyguard mansion Lady Viona berasal dari M Corp.” jawab Asistennya menyuarakan hasil penelitiannya.


M Corp? Kelompok tentara bayaran tertua yang berpusat di Mediterania? Nampaknya latar belakang Lady Viona begitu kuat. Tidak mudah untuk mendapatkan kerja sama dari M Corp tapi Lady itu bisa memperkerjakan mereka sebagai bodyguard. Bagaimanapun juga bayaran untuk memperkerjakan M Corp untuk setiap misinya sangat tinggi. Berapa kira-kira uang yang di habiskan hanya untuk bodyguard. Mengingat bahwa keluarga Mark adalah bankir swasta dengan banyak cabang, nampaknya hal itu wajar saja.



“M Corp?” Rifki melirik seraya menyipitkan matanya.


Tunggu! Sepertinya dia telah melewatkan sesuatu.



“Yes Sir, Miss Angel putri Lady Viona tampaknya adalah Miss Angel dari M Corp.” begitulah analisis asistennya.


Miss Angel dari M Corp adalah eksistensi yang sangat misterius. Selain pasukan inti dari M Corp tidak ada yang mengetahui wajahnya. Data base M Corp tidak pernah melampirkan gambarnya.


Jika Elsa adalah Angel dari M Corp maka tak heran jika dia bisa begitu mudah menyelinap tanpa sepengetahuannya. Tak heran jika anak buahnya gagal menyelidikinya.



Memikirkan hal itu akhirnya Rifki menyadari bahwa selama ini targetnya salah. Orang yang dia cari bukanlah anak buah atau orang yang meminta bantuan Miss Angel tetapi Miss Angel itu sendiri.


Dia bersyukur karena dia memiliki hidung anjing. Jika dia tidak bisa menghafal aroma, bagaimana dia bisa menemukannya secepat ini.



Pantas saja penyelidikannya selama ini tidak membuahkan hasil.


Sudah di pastikan bahwa Angel telah menghapus semua bukti dan keterlibatannya dengan M Corp.



Dia pun tertawa, menertawakan kebodohannya.


"Tarik semua penyelidikan dan perburuan gadis itu. Aku sudah menemukannya. Aku akan menanganinya sendiri." perintah Rifki. Ya, tak perlu membuang tenaga untuk hal-hal yang sudah diketahui secara pasti.



Karena sekarang dia sudah mengetahui identitas aslinya, tak perlu repot-repot mencari. Yang jelas dia tahu seluruh keluarganya. Elsa tak akan pernah meninggalkan ataupun mengorbankan keluarganya. Keluarga adalah kelemahannya.



Nampaknya menangkap hati keluarga Elsa ataupun Angel akan menjadi prioritas utama untuk bisa menangkapnya.



"Siapkan hadiah suplemen vitamin untuk kesehatan orang tua dan juga suplemen kecantikan! Saya akan mengunjungi seseorang nanti malam." Rifki mencoba untuk memikirkan beberapa hadiah yang akan di bawanya malam ini.



"Juga persiapkan cincin pertunangan." tampaknya dia perlu memikirkan hal ini juga. "Oh ya, jangan lupa buket bunga mawar putih."


Asistennya sudah terbiasa menyiapkan berbagai macam hadiah untuk pacar-pacarnya, jadi Rifki tak perlu repot-repot mempersiapkannya sendiri.



Kemudian Rifki mencari kontak yang ada di teleponnya dan membuat panggilan.



"Hallo, Mr. Mark. Apa kabar?" Sapa Rifki dengan nada bahagia.



"Baik, ada yang bisa saya bantu?" Tampaknya Mr. Mark juga sedang dalam suasana yang bahagia.



“Mr. Mark, ini saya Rifki. Apakah penawaran Anda masih berlaku?” tanya Rifki tanpa basa-basi.



“Tentu saja. Kami akan sangat senang menyambut anda. Silahkan datang nanti malam. Kebetulan cucu perempuan ku juga sedang ada di sini." Mr. Mark senang mendengarnya dan tanpa sadar bercerita tentang cucunya. Poor Mr. Mark, dia tidak tahu bahwa orang yang diajaknya berbicara adalah orang yang akan merebut cucunya.



Beberapa waktu lalu Mr. Mark berkali-kali berusaha membuatnya menghadiri makan malam di rumahnya untuk diperkenalkan dengan cucunya tapi dia menolaknya dengan halus.


Tampaknya tidak ada salahnya jika dia menerima tawaran tersebut. Mungkin dia masih memiliki kesempatan untuk untuk mendapatkan cucunya.



Rifki berpikir, mengapa tiba-tiba dia ingin menjadi pewakor (perebut wanita orang)? Jelas-jelas gadis itu dikabarkan akan segera menikah.



Tak masalah jika saat ini Elsa sudah bertunangan dengan siapapun. Bagaimanapun juga dia memiliki banyak cara untuk merebutnya kembali.