
Ch 22 - Cooking Day
Elsa membuat beberapa irisan tipis dari jahe, kunir, temu lawak, serai dan kencur dengan perbandingan tertentu, kemudian dia memasukkan semua bahan tersebut ke dalam kuali tanah liat yang juga baru dibelinya di pasar.
Elsa tahu bahwa untuk merebus jamu, sebaiknya menggunakan kuali dari bahan tanah liat, karena jamu dapat memiliki reaksi kimia dengan panci logam dan dapat membuat panci logam cepat keropos.
Jika tidak menggunakan kuali tanah liat, sebaiknya menggunakan panci yang terbuat dari bahan kaca atau keramik.
Setelah memasukkan semua bahan dan air ke dalam kuali, Elsa menambahkan sedikit cengkeh, adas, dan kapulaga.
Setelah mendidih, Elsa menambahkan sedikit gula merah dan gula batu.
Aroma jamu yang segar memenuhi seluruh ruangan dalam rumah, membuat Rifki sedikit tertarik dan menghirup aroma itu dalam-dalam.
Elsa sangat puas mencium aroma jamu yang telah lama dirindukannya.
Biasanya bapak-bapak sangat suka dengan jamu racikannya, tapi Elsa tidak tahu apakah Rifki akan menyukainya atau tidak.
Tak lama kemudian, Elsa keluar membawa segelas jamu buatannya dan sepiring jajanan pasar yang dibelinya tadi.
Tak lupa dia meletakkan kelapa parut dan kinco dalam mangkuk mangkuk kecil yang terpisah.
Elsa tahu bahwa Rifki dari dulu tidak menyukai makanan pedas, sehingga ada kemungkinan dia punya penyakit lambung, karena itu dia tidak langsung mencampur jajanan pasar dengan kelapa parut.
“Silahkan di coba dulu.” Kata Elsa seraya mengulurkan gelas berisi jamu yang agak sedikit kekuningan.
Rifki pun melepaskan kacamata anti radiasinya dan menerima gelas tersebut.
Dia sedikit mencicipinya.
Rifki merasakan jamu tersebut agak sedikit mirip dengan jamu buatan Mbah Jo yang cukup terkenal di Semarang.
“Hmmm, lumayan.” Komentarnya.
Mengingat dirinya tidak terlalu suka pedas, rasa itu cukup pas di lidahnya.
Rifki tidak tahu dari mana Elsa memperoleh resep tersebut.
Rifki tidak tahu bahwa sebenarnya Elsa dapat mengidentifikasi bahan jamu dari rasa dan aromanya.
Setelah mencoba jamu Mbah Jo, Elsa membuat serangkaian percobaan untuk menyempurnakan rasanya.
Dia kemudian menambahkan beberapa bahan yang digunakannya untuk meningkatkan rasa.
“Apakah kamu pikir aku masih kurang kuat bagimu?” Tanya Rifki menggoda.
Mendengar hal itu wajah Elsa langsung berubah menjadi merah.
Elsa tahu bahwa untuk beberapa pria jahe memiliki efek menguatkan tubuh dan stamina pria dalam berhubungan intim.
Tapi Elsa tidak berharap itu akan dapat meningkatkan stamina Rifki dalam berhubungan dengannya.
Karena pada dasarnya Rifki sudah terlalu kuat baginya walaupun tanpa dukungan jamu atau obat kuat.
Elsa tidak bermaksud menyinggung kekuatan Rifki.
Bagaimanapun juga menyinggung kekuatan pria merupakan hal yang tabu bagi wanita.
Dia hanya ingin membanggakan sedikit keahliannya karena Elsa merasa kalah dengan keahlian memasak Rifki.
Melihat wajah Elsa yang memerah, Rifki otomatis tertawa.
Melihat Rifki menertawakan dirinya, Elsa mengerucutkan bibirnya.
Hal itu membuat Rifki semakin merasa lucu.
Rifki lebih suka Elsa merajuk dan berekspresi seperti anak kecil dari pada meniru kepribadiannya seperti yang biasa dilakukan Elsa.
Elsa kemudian mencubit perut Rifki dengan gemas.
“Aw, aw, aw, stop! Iya, aku minta maaf!” Kata Rifki memohon sambil menahan diri untuk tertawa.
Elsa menghentikan cubitannya setelah dirasanya cukup untuk memberi pelajaran kepada Rifki.
“Makanya jangan suka meledek!” kata Elsa ketus.
“Masalahnya meledekmu membuatku merasa bahagia. Jadi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak meledekmu.” Kata Rifki dengan nada bercanda.
“Jangan bilang kamu suka kalau aku marah?!” tanya Elsa penasaran.
“Jujur, aku suka sekali melihatmu marah dan cemberut seperti itu. Itu terlihat lebih natural bagimu.” Jawab Rifki dengan nada menggoda.
Mendengar hal itu Elsa membelalakkan matanya menantang Rifki.
“Kalau begitu, jangan salahkan aku kalau aku menggigit mu!” Ancam Elsa.
“Ya, aku lebih suka jika kamu menggigitku. Apalagi jika milikmu menggigit milikku.” Goda Rifki dengan memperlihatkan ekspresi mesum dan berharap.
“Ugh!” Elsa semakin kesal. Wajahnya semakin merah melihat Rifki semakin tidak tahu malu dalam menggodanya.
“Sekali lagi kamu menggodaku, jangan harap ada jatah nanti malam!” Ancam Elsa tegas.
Rifki semakin tertawa mendengar ancaman Elsa.
Rifki merasa Elsa semakin tampak lucu.
Rifki tidak masalah jika dirinya harus tidur di kamar lain karena kemarahan Elsa.
Bagaimanapun juga, melihat ekspresi marah dan menggemaskan istrinya lebih menyenangkan daripada apapun.
Rifki tahu bahwa kemarahan Elsa tidak pernah berlangsung lama karena pada dasarnya kepribadian Elsa lebih cenderung seperti anak kecil.
Dafi dulu, Rifki memang suka membuat Elsa marah.
Rifki merasa lebih baik melihat Elsa marah daripada melihat kesedihan dan air mata di wajah Elsa.
Rifki tahu bahwa dulu Elsa sering menangis diam-diam.
Entah apa yang sebenarnya membuat Elsa begitu sedih.
Yang jelas gadis itu tidak suka menampakkan kesedihannya di depan teman-temannya.
Seharian ini, Elsa menyibukkan dirinya di dapur. Entah kenapa tiba-tiba dia merindukan masakan Sroto Sokaraja yang merupakan makanan khas daerah Banyumas.
Bumbu masakan itu sedikit mirip soto daging sapi dengan sambal bumbu kacang yang menjadi pelengkapnya.
Dulu Elsa sering mengikuti para senior pesantren mengaji selapanan (selapan: 35 hari) ke daerah Banyumas.
Sehingga dia sangat akrab dengan berbagai macam masakan khas daerah itu.
Sebenarnya dia juga merindukan rasa dage, sejenis tempe gembus tapi terbuat dari ampas kelapa yang biasanya berasa agak manis.
Sayangnya jenis bahan itu hanya diproduksi di daerah sana. Sehingga dirinya hanya bisa berpuas diri dengan Sroto Sokaraja dan mendoan sokaraja buatannya.
Mendoan Sokaraja memiliki adonan dan cara masak yang berbeda dengan mendoan biasa.
Mendoan Sokaraja memiliki tekstur yang lembek sehingga lebih enak jika memakannya dengan memasukkan mendoan itu ke dalam kuah sroto.
Karena Elsa dan Rifki sama-sama tidak terlalu menyukai rasa pedas, Elsa membuat bumbu kacangnya tidak terlalu pedas.
Elsa menumis bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, jahe dan serai dalam keadaan utuh dan sudah dikupas.
Elsa menyiapkan bumbu itu sedikit banyak sekalian untuk persediaan.
Kemudian dia menghaluskan semua bahan tersebut dengan blender dan menempatkannya dalam wadah tertutup.
Kemudian dia membuat srundeng dengan menyangrai kelapa parut sampai berwarna kecoklatan.
Serundeng tersebut kemudian di haluskan dengan blender dan dimasukkan kedalam wadah tertutup.
Sementara itu, dia merebus daging sapi dan menambahkan sedikit bumbu yang telah dibuatnya tadi.
Tak lupa pula untuk menambahkan sedikit daun salam, daun jeruk, garam, gula Jawa dan gula pasir.
Sementara itu, dia menggoreng kerupuk bawang. Karena kerupuk khusus sroto hanya dijual di daerah Banyumas, Elsa menggantinya dengan kerupuk bawang.
Setelah selesai menggoreng kerupuk, dia menggoreng irisan bawang merah.
Walaupun sekarang ini sudah banyak yang menjual bawang goreng, Elsa lebih suka membuatnya sendiri untuk persediaan.
Selesai menggoreng bawang, Elsa menggoreng kacang tanah.
Elsa kemudian menghaluskan kacang itu dengan blender dan memasukkannya kedalam wadah tertutup.
Elsa kemudian menyimpan semua bumbu dalam wadah tertutup itu ke dalam freezer lemari es.
Dia berencana memindahkannya ke dalam freezer box setelah freezer itu bisa digunakan besok.
Sroto akan lebih enak jika kuahnya direbus lama.
Karena itu, Elsa hanya sedikit mengecilkan api setelah kuah itu mendidih.
Elsa memotong-motong tempe dengan sangat tipis.
Walaupun biasanya mendoan Sokaraja menggunakan tempe khusus yang sengaja dibuat tipis tapi sebenarnya rasanya tidak terlalu jauh berbeda dengan tempe biasa yang di iris tipis tipis.
Elsa mencampur tepung terigu, tepung beras, bumbu mendoan, garam, banyak irisan daun bawang dan air.
Setelah dirasa cukup merata, Elsa memanaskan minyak goreng sampai benar-benar panas dan beruap baru kemudian memasukkan tempe yang sudah di balut dengan tepung ke dalam wajan.
Elsa menggunakan capit untuk membalik mendoan karena mendoan itu cukup lengket saat di goreng.
Elsa kemudian cepat-cepat mengambil mendoan yang sudah matang sebelum gorengan itu berubah menjadi warna kuning dan menyajikannya dalam piring datar.
Walaupun biasanya Sroto Sokaraja di makan dengan ketupat, tapi Elsa tidak menyukainya, jadi dia menggantinya dengan nasi.
Elsa menata empat buah mangkuk dengan nasi, rebusan tauge, potongan daging sapi, potongan daun bawang, bawang goreng dan kerupuk yang diremas.
Elsa yakin dirinya dan Rifki masih kurang kenyang hanya dengan satu mangkuk saja.
Rifki memandangi kesibukan Elsa di dapur dengan bersandar dan bersedekap di pintu.
Rifki tahu, walaupun Elsa bisa memasak berbagai macam jenis masakan, dia biasanya terlalu malas untuk mengasah kemampuannya memasak.
Elsa hanya mau memasak saat menjalankan tugas memasaknya di pesantren.
Dengan kata lain, Elsa hanya mau memasak saat dirinya terpaksa.
Karena itu, Rifki cukup heran dan geli melihat Elsa mau menyibukkan dirinya di dapur. Tampaknya hari ini matahari terbit dari barat, pikirnya.
Rifki pun pada akhirnya tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.
Elsa tidak heran mendengar suara tawa Rifki. Karena dia tahu, Rifki pasti heran dan merasa bahwa Elsa sedang kesambet sehingga menyibukkan diri di dapur.
“Tidak lucu! Dedek lagi ingin makan Sroto.” Kata Elsa dengan nada sedikit kesal.
“Dedek terus yang disalahkan. Dedeknya saja belum tahu apa-apa.” Kata Rifki sambil tertawa membela bayinya.
“Memangnya kamu mau anakmu ileran (ileran: terus menerus mengeluarkan air liur) ?!” tantang Elsa.
Karena dalam keyakinan orang jawa biasanya orang hamil jika ngidamnya tidak kesampaian berakibat anak yang dilahirkan akan sering mengeluarkan air liur.
“Tidak masalah, toh bukan kita ini yang akan merawatnya.” Kata Rifki merasa lucu mengingat mereka harus menyerahkan anak itu kepada kakek penguasa lautan.
“Kamu benar! Biarkan saja anak itu ileran biar kakek itu sedikit kerepotan.” Kata Elsa dengan mata berbinar.
Setidaknya dia tidak perlu merasa terganggu dengan tangisan bayi di malam hari.
Mengingat biasanya bayi akan menangis setiap malam.
Tampaknya Rifki dan Elsa cukup puas dan bahagia bila mereka bisa membuat kakek penguasa lautan merasa kerepotan karena mengurus anak mereka.
Salahnya sendiri “legan golek momongan”! Maksudnya adalah salahnya sendiri orang yang tidak punya pekerjaan malah mencari masalah karena kesibukan yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawab mereka.
“Jaman sekarang Go-Food kan bisa, ngapain juga kamu repot-repot masak?!” Kata Rifki mengingatkan.
Bukan berarti Rifki tidak suka bila Elsa memasak. Dia sangat bahagia melihat Elsa mau bersusah payah memasak makanan kesukaannya. Tapi Rifki tidak suka bila pada akhirnya Elsa menjadi terlalu lelah hanya karena memasak.
Rifki juga sebenarnya cukup menyukai penampilan Elsa yang tampak cantik dan imut mengenakan celemek hitam berrumbai saat memasak.
Melihat Elsa memasak dengan bersenandung kecil, dia tampaknya sedikit tertarik untuk tetap memperhatikan Elsa.
“Rasanya beda!” Protes Elsa.
“Memangnya kamu bisa masak Sroto?!” goda Rifki.
Rifki tahu bahwa Elsa bisa memasak berbagai macam jenis masakan, tapi dirinya tidak terlalu yakin karena dia jarang merasakan masakan Elsa.
Apalagi selama ini lebih banyak Rifki yang memasak.
Menurut Rifki, sup yang biasa di masak Elsa bisa dibilang rasanya cukup standar.
Karena Rifki hanya pernah merasakan sup, tempe goreng dan mie instan buatan Elsa saat Elsa masih suka membantu di cafe Kak Ely.
“Coba saja sendiri!” Kata Elsa sambil tersenyum.
Elsa membawa mangkuk yang sudah dipersiapkannya ke dekat panci kuah dan menuangkan kuah sroto dan menyerahkannya kepada Rifki.
Rifki mencicipi bumbu kacang dulu sebelum memasukkan bumbu kacang itu ke dalam kuah sroto.
“Hmm, lumayan. Sedikit lagi seperti srotonya Bu Nyai Fad.” Kata Rifki memuji.
Karena selama ini, Bu Nyai Fad lah yang sering memasak Sroto untuk pengajian.
Rifki tahu bahwa dulu Elsa sering membantu Bu Nyai Fad untuk memasak sroto, jadi dia tidak heran jika Elsa juga bisa membuatnya.
“Seperti ada yang kurang, apa ya?” kata Elsa setelah sedikit mencicipi kuah.
“Apakah kamu sudah menambahkan merica?” tanya Rifki mengingatkan.
“Oh iya, aku lupa.” Jawab Elsa sambil menambahkan merica bubuk ke dalam kuah.
Elsa kemudian mengaduk kuah Sroto dan mencicipinya kembali.
“Ya, ini baru pas!” kata Elsa gembira.
Rifki cukup senang melihat Elsa yang tampak sangat gembira hanya karena rasa masakannya.
Mereka berdua kemudian menikmati makan malam Sroto masakan Elsa dan menghabiskan dua mangkuk porsi bersama sepiring mendoan.
Sehingga keduanya merasa sedikit kekenyangan.
Elsa dan Rifki sama-sama tidak percaya bahwa makan malam yang banyak bisa menyebabkan kegemukan.
Karena keduanya tidak pernah bisa gemuk walaupun sudah sering kali makan malam dengan porsi besar.
Mengingat pesantren tempat mereka mengaji seringkali mengadakan acara pengajian yang menyajikan makanan berat di malam hari.
Elsa dan Rifki sama-sama pecinta makanan, jadi setiap kali ada makan-makan di pesantren, mereka minimal akan menghabiskan dua porsi makanan.
Elsa bahkan bisa dengan mudah menghabiskan empat porsi makanan dan hal itu tidak mempengaruhi berat badannya sama sekali.
Keduanya sama-sama berpikir bahwa tidak baik untuk menyia-nyiakan kesempatan memakan makanan yang mengandung banyak berkah dengan gratis.
Sehingga kesempatan itu harus dipergunakan dengan sebaik mungkin dan memakannya tanpa rasa malu.
Diyakini bahwa makanan yang disajikan dalam pengajian mengandung banyak barokah dan doa.
Biasanya memang pesantren akan menyiapkan makanan dalam jumlah yang lebih besar daripada perkiraan jumlah jamaah yang hadir.
Sehingga tidak heran jika selesai pengajian, para santri dengan senang hati menyantap makanan yang tersisa.
Tidak jarang mereka yang bisa menghabiskan setidaknya tiga porsi makanan.
Tentu saja mereka memiliki alasan atau dalil yang kuat yaitu “Al mubadziru kana ahwanu syayatin.”
Yang artinya orang yang memubadzirkan atau menyia-nyiakan makanan adalah temannya setan.
Jadi jangan heran jika para santri terkenal warok atau nggragas atau rakus atau banyak makan.
Itu bukan karena mereka kelaparan tapi karena mereka tidak mau menyia-nyiakan makanan yang barokah dan gratis.
Catatan:
Jika kalian ingin mencoba membuat jamu itu, silahkan.
Resep qaUntuk ukuran satu kuali standar:
- satu ruas jahe
(untuk jahe bisa di tambah atau di kurangi sesuai selera, kalau tidak terlalu suka pedas bisa di kurangi)
- kunyit tujuh iris tipis
- temu lawak satu iris tipis
- kencur tujuh iris tipis
- serai satu batang
- adas satu pucuk sendok teh
- cengkeh tiga butir
- kapulaga tiga butir
- Bisa juga di tambah sedikit kayu secang
- gula merah satu butir
- gula batu secukupnya
bisa juga ditambahkan sedikit kulit secang dan daun mint untuk menambah rasa.