
Ch 23 - Night 3
Malamnya, saat Elsa dan Rifki bersiap untuk tidur.
Elsa ingin bertanya kepada Rifki, apa yang selama ini menjadikannya resah.
“Ki, apakah kamu percaya reinkarnasi?”
Dalam kepercayaan jawa juga ada keyakinan seperti reinkarnasi yang biasa disebut titisan.
Tapi menurut Elsa titisan tidak bersifat permanen.
Atau mungkin hanya sebagian sifat yang menurun.
Karena Elsa mendapati ada banyak orang yang mengaku sebagai titisan Semar.
Adapun siapa titisan Semar yang asli tidak ada yang tahu.
Elsa tahu bahwa sebenarnya semua tokoh dalam wayang kulit ada dan nyata, hanya saja kini mereka hidup di dunia lain.
Elsa juga tahu bahwa makhluk yang berjenis jin baik itu yang jahat atau yang baik yang biasa orang sebut sebagai jin putih atau khadam (khadam berasal dari bahasa Arab yang berarti penjaga) pada dasarnya mempunyai sifat jahil, suka mempermainkan manusia.
Karena para jin memiliki kemampuan untuk berubah wujud, mereka sering berpura-pura menjadi roh atau yang biasa disebut hantu.
Beberapa wayang kulit bahkan mengandung jiwa dari para tokohnya sehingga muncul banyak cerita horor dan klenik di kalangan para dhalang.
Seperti kotak wayang yang menjadi sangat berat, wayang yang menjadi hidup dan bergerak sendiri.
Wayang yang tidak mau keluar untuk bermain karena belum makan sesaji.
Pohon pisang yang tidak bisa di tancapi wayang atau Wayang yang tidak mau menancap di pohon pisang.
(Biasanya saat memainkan wayang, agar bisa berdiri di tancapkan ke dalam tubuh pohon pisang)
Semar adalah nama tokoh punakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan wiracarita Mahabharata dan Ramayana dari India. Wikipedia
Semar memiliki banyak nama lain diantaranya Janggan Smarasanta, Ki Lurah Badranaya, Ki Lurah Nayantaka
Semar konon memiliki tubuh pendek, rambut pendek, wajah putih, bokong besar, perut buncit, memakai ciri khas memakai cincin di jari telunjuk.
“Kenapa?” Tanya Rifki penasaran.
“Tidak, aku hanya ingin bertanya saja. Mungkin saja kamu juga seorang reinkarnator.” kata Elsa sambil berpikir.
“Hahaha...Kok bisa?” tanya Rifki kembali sambil tertawa. Dirinya tidak menyangka bahwa Elsa akan memiliki pikiran seperti itu.
“Entah kenapa setiap kali aku melihat aku merasa kamu seperti Petruk.” Kata Elsa seraya mengangkat pundaknya.
“Hahaha… memangnya kamu pernah bertemu dengan Petruk sebelumnya?” Tanya Rifki semakin geli. Karena setahu Rifki, Elsa tidak memiliki mata yang bisa melihat hantu, roh atau jin.
Petruk adalah tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa. Di ranah Pasundan (Jawa Barat), tokoh Petruk lebih dikenal dengan nama Dawala atau Udel.
Petruk juga memiliki banyak nama, diantaranya Dawala, Kantong Bolong, Dublajaya, Pentungpinanggul, Jengglongjaya, Bambang Pecruk, Welgeduwelbeh Tongtongsot.
Elsa pernah mendengar Mbah Yai sendiri pernah mengatakan bahwa nama Petruk berasal dari bahasa Arab Fatruk yang berarti pembeda antara baik dan buruk.
Petruk memiliki tubuh tinggi, kurus, berhidung panjang dan memiliki sifat suka bercanda.
Mungkin karena Rifki memiliki hidung yang sangat mancung, tubuh tinggi, kurus dan sifat Rifki yang suka bercanda, jadi Elsa menganggap Rifki mirip Petruk.
“Entahlah, kadang aku bisa melihat, kadang tidak.” Jawab Elsa jujur.
“Kamu sendiri percaya?” Tanya Rifki lagi sambil menahan tawanya.
“Percaya apa?” tanya Elsa, karena saat ini pikirannya agak teralihkan.
“Reinkarnasi.” kata Elsa mengembalikan topik utamanya.
“Ya, tapi tidak seratus persen. Kurasa... Itu seperti titisan, hanya pecahan jiwa saja yang masuk ke dalam tubuh. Bukan jiwa itu seutuhnya.” Terang Elsa.
Mbah Yai pernah menerangkan bahwa dalam Islam dan ajaran Jawa, titisan memang ada tapi sedikit berbeda dengan Reinkarnasi seperti yang diyakini orang Cina.
Reinkarnasi dalam Islam adalah kehidupan di alam baka (alam roh) dan kehidupan kembali di Alam Mahsyar (Padang Mahsyar).
Dikatakan bahwa Padang Mahsyar adalah padang pasir yang amat sangat luas dimana matahari sangat dekat sehingga bagi mereka yang memiliki banyak dosa akan tenggelam oleh keringatnya sendiri.
Di padang inilah manusia dari zaman Nabi Adam sampai kiamat dikumpulkan jadi satu untuk diadili.
Saat itu semua manusia dihidupkan kembali, menunggu, berdiri, dan telanjang.
Tapi tidak ada yang memiliki pikiran kotor karena setiap orang measa khawatir, memikirkan dirinya sendiri dan amalnya.
Lamanya mereka menunggu disana seribu tahun dimana satu harinya sama dengan seribu tahun.
Bagi mereka yang memiliki amal yang saleh maka di alam baka dia pun akan menuai kehidupan yang mudah.
Begitu pula di Alam Mahsyar setelah hari kiamat tiba dan semua makhluk di hidupkan kembali untuk dimintai pertanggungjawaban atas waktu yang di dunia.
Di hari itu, semua orang merasa bingung dan berusaha untuk mencari pertolongan (syafaat).
Mereka berlari pada Nabi Adam yang merupakan nenek moyang manusia untuk meminta pertolongan, namun Nabi Adam sendiri bingung karena dirinya juga melanggar perintah Allah untuk tidak memakan buah Khuldi.
Kemudian mereka berlari mencari Nabi Ibrahim yang merupakan bapak bagi orang-orang yang beriman, namun Nabi Ibrahim juga menolak karena saat dia menghancurkan patung ditanya oleh raja Namrud siapa yang menghancurkan semua patung dia menjawab itu sambil menunjuk pada patung yang paling besar dimana kapaknya tergantung.
Saat mereka meminta pertolongan kepada Nabi Isa Al Masih yang berarti Sang Penolong, beliau juga menolak karena beliau merasa bertanggungjawab karena umatnya menganggap dirinya sebagai tuhan.
Kemudian mereka meminta pertolongan kepada Nabi Muhammad, namun tidak semua orang memenuhi syarat untuk mendapatkan pertolongan beliau.
Jika orang itu memiliki amal saleh, dia tidak akan merasakan penderitaan menunggu antrian seperti orang-orang yang tidak beriman.
Bahkan beberapa golongan kekasih Allah akan disediakan pakaian dan makanan selama mereka menunggu.
Bahkan ada riwayat yang mengatakan bahwa saat itu orang Islam sendiri terbagi menjadi tujuh puluh tiga golongan, dimana setiap golongan memiliki bendera pengenal sendiri.
Dikatakan bahwa sebelum manusia di ciptakan, ketika manusia masih berada di alam roh.
Allah bertanya “Alastu bi rabbikum?” Yang artinya adakah Aku adalah Tuhanmu?
Semua roh manusia menjawab, “Balaa! syahidna” yang artinya benar! Kami bersaksi!
Karena di dunia manusia tidak memiliki ingatan selama dirinya berada di alam roh, banyak manusia yang tidak memenuhi janjinya.
Dan setelah manusia kembali di kumpulkan di Alam Mahsyar, manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas janjinya di alam roh.
Ada begitu banyak kisah yang berdasarkan pada Hadits yang menceritakan kengerian Hari Kiamat yang merupakan reinkarnasi sesungguhnya manusia.
“Jadi bisa jadi dalam tubuh seseorang terdapat beberapa titisan atau pecahan jiwa.” Lanjutnya mencoba menerangkan teorinya.
Mbah Yai pernah menerangkan yang dimaksud titisan adalah bahwa bagi beberapa golongan kekasih Allah yang telah berpindah alam, mereka akan menjaga dan memberikan petunjuk atau ilmu kepada orang-orang yang masih hidup sehingga orang itu bisa mengerti walaupun tampaknya tidak pernah mempelajari ilmu tersebut.
“Ini teoriku sendiri sih.” Kata Elsa kembali sambil mengingat bahwa dirinya juga pernah mengalami hal serupa.
Sebelum diterangkan oleh Mbah Yai, Elsa sudah mengerti dan memahami apa yang akan di sampaikan oleh Mbah Yai terlebih dahulu.
Sementara Rifki hanya diam berpikir tanpa berkomentar apapun.
“Makanya aku penasaran dengan pandangan kamu. Secara kamu kan lebih pintar, bisa melihat roh, bisa ini itu…” lanjut Elsa mengatakan alasan pertanyaannya sambil memuji Rifki.
“Bisa ini itu, apa maksudmu?” tanya Rifki penasaran dengan apa yang dimaksud Elsa dengan kata “bisa ini itu”
Rifki tidak menyangka jika istrinya yang bodoh dan tidak bisa melihat hantu akan mengetahui rahasianya.
Dia semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya ingin diketahui Elsa.
“Ya itu, bisa terbang kayak master, bisa teleportasi. Sampai aku sendiri curiga, jangan-jangan kamu seorang Wali Mastur.” kata Elsa blak-blakan.
Wali Mastur adalah istilah untuk tingkatan kekasih Allah yang artinya Yang Tersembunyi atau Yang Disembunyikan.
Rifki berpikir kalau dirinya belum pantas untuk sampai ke tahapan itu.
“Hus! Ngarang! Kalau ngomong di jaga! Mastur apa? Wali apa? Wali murid? Wali kelas? Semua itu ada ilmunya, ada caranya.” terang Rifki setelah mencoba untuk menghentikan tawanya.
“Ha-ha-ha... biasanya wali tak akan pernah mau mengakui bahwa dirinya wali.” canda Elsa setengah menebak.
Entah kenapa Elsa yakin bahwa dengan kemampuannya Rifki setidaknya setingkat dengan para pasukan khusus yang menjaga alam.
“Benarkah semua itu ada ilmunya?” tanya Elsa kembali sambil mengedipkan matanya.
Matanya langsung ijo mendengar bahwa ilmu itu bisa dipelajari.
“Kalau begitu, ajarin… kata Elsa memohon.” pinta Elsa seraya memegang tangan Rifki.
“Bukannya kamu sudah bisa? Bukannya kamu lebih pintar dari ku?” Kata Rifki balik bertanya karena merasa heran pada Elsa.
Menurutnya Elsa terkadang pintar, terkadang bodoh, terkadang pura-pura bodoh.
Bagaimanapun juga mereka satu perguruan, satu angkatan.
Dimana mereka sama-sama pernah merasakan dilatih meditasi oleh Mbah Yai.
Memang tidak semua murid yang pernah dilatih Mbah Yai berhasil menguasainya.
Tapi dengan tingkat pemahaman Elsa, tidak mungkin jika Elsa tidak mengerti pentingnya ilmu tersebut.
Rifki tidak percaya jika Elsa tidak meneruskan latihannya sama sekali.
Apalagi Elsa sempat menyerangnya dengan tenang dalam.
“Siapa bilang?” Elsa mengejapkan matanya karena sedikit kesal.
Karena dirinya tak menyangka bahwa Rifki mengetahui rahasianya.
Elsa memang pernah mendengar Mbah Yai pernah berkata jika ada yang rajin latihan meditasi sehingga mencapai tingkat tertentu bisa membuat seseorang bisa terbang.
Sehingga dirinya diam-diam tetap berlatih sendiri.
Tapi Elsa merasa pencapaiannya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan pencapaian Rifki.
“Aku barusan. Hahaha” Jawab Rifki sambil tertawa terbahak-bahak melihat Elsa yang mulai memerah karena ketahuan rahasianya.
“Mmm… Ki, apakah kamu belajar kultivasi?” tanya Elsa kembali setelah berpikir panjang.
“Kenapa lagi...?” kata Rifki mulai lelah merasakan istrinya yang suka pura-pura bodoh atau memang bodoh.
Apa bedanya meditasi dengan kultivasi?!
Apakah Elsa tidak mengerti bahwa latihan meditasi dari Mbah Yai adalah salah satu manual kultivasi?!
Jika tanpa kultivasi bagaimana mungkin Elsa bisa tetap mempertahankan fisiknya seperti gadis berusia dua puluhan.
Jika tanpa kultivasi, bagaimana mungkin Elsa menyerangnya dengan tenaga dalam.
Rifki pun merasa lelah sendiri mendengarkan pertanyaan tidak penting Elsa yang sebenarnya Elsa sendiri sudah tahu akan jawabannya.
Rifki merasa sebenarnya Elsa sudah tahu tapi tidak tahu apa yang diketahuinya.
Rifki jadi ingat bahwa Mbah Yaj sempat mengatakan bahwa Elsa orang yang “takhoyar” yang artinya bingung, mabuk, tak sadarkan diri dan “ambivalen” atau bahasa kasarnya munafik atau kepribadian yang saling bertolak belakang.
Hanya saja munafik Elsa berbeda dengan munafik pada umumnya.
Yang di sembunyikan Elsa justru yang kebaikannya dan yang diperlihatkan kepada siapapun adalah keburukannya.
Sehingga terkadang Elsa sengaja agar di cap jahat, kejam, nakal dan sebagainya.
“Ajarin…” rengek Elsa seperti anak kecil.
“Gak!” Tolak Rifki seraya menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur.
Dia pun memejamkan matanya dan menyelimuti tubuhnya, bersiap untuk tidur.
Rifki merasa dirinya sudah terlalu lelah hanya karena berbicara dengan Elsa.
“Ajarin!” kata Elsa sedikit tegas sambil mencondongkan tubuhnya pada Rifki.
“Jangan pura-pura bodoh! Bukankah kamu juga punya energi internal?!” Kata Rifki sedikit sinis sambil menyipitkan matanya seraya menjetikkan jarinya ke kening Elsa.
“Iya, tapi kan tidak sekuat kamu… lagipula aku kan tidak punya guru privat…” puji Elsa pada Rifki, berharap rayuannya berhasil membuat Rifki bersedia untuk menjadi guru privatnya.
“Apa kamu pikir aku punya guru privat?! Itu karena kamu saja yang malas latihan meditasi!” Kata Rifki dengan nada sedikit kesal sambil mencoba untuk memunggungi Elsa.
“Ugh! Rifki menyebalkan!” gerutu Elsa sambil memukul lengan Rifki.
“Kalau kamu rajin latihan, kamu juga bisa terbang.” Kata Rifki lagi sambil kembali memejamkan matanya.
Rifki menguatkan dirinya untuk tidak memperhatikan Elsa, mengistirahatkan tubuh dan otaknya yang sudah lelah mendengar ocehan Elsa.
“Ki…” rajuk Elsa sambil menggoyangkan pundak Rifki memaksa Rifki untuk membuka matanya lagi. Sementara Rifki pura-pura tidur. 😴😴
Rifki merasa heran, kenapa Elsa tidak merasa lelah mengganggunya, padahal seharian tadi Elsa tidak beristirahat sama sekali.🙄
Rifki sebelumnya ingin membiarkan Elsa beristirahat malam ini mengingat kesibukan Elsa di dapur sebelumnya.
Tapi karena Elsa nampaknya tidak ingin beristirahat, Rifki jadi memiliki beberapa pikiran untuk membuatnya kelelahan malam ini.😒
“Tidur! Kalau tidak bisa diam, maka aku akan membuatmu tidak bisa bangun lagi besok!” Ancam Rifki serius tanpa membuka matanya.
Ehem! Sebenarnya Rifki hanya ingin mengancamnya saja tanpa keinginan untuk mewujudkannya. Tapi Rifki merasakan detak jantungnya sendiri mulai berdenyut kencang, memaksakan darahnya untuk lebih intens dalam menekan otot-otot di perutnya.🤨
Mendengar ancaman Rifki, Elsa langsung terdiam, wajahnya otomatis memerah, jantungnya berdetak kencang dan pikirannya langsung membayangkan hal-hal yang tidak senonoh.🤯 😱😱
Elsa tidak menyangka kalau Rifki akan menjadi lebih berani sekarang. 😰😰
Elsa tidak berani berharap, tapi dia juga tidak akan menolak jika Rifki memang menginginkannya. 😶😶
Dengan tubuh kaku, pelan-pelan Elsa memposisikan dirinya sendiri untuk tidur di sebelah Rifki, dia takut untuk menyentuh tubuh Rifki.
Karena kini Elsa tahu bahwa ketahanan tubuh Rifki lebih kuat darinya.
Elsa berpikir, kalau Rifki serius, dia pasti tidak akan pernah bisa bangun dari tempat tidur besok pagi karena terlalu lelah. 😱😱
Elsa takut, tapi tubuhnya juga sepenuhnya terjaga dan sedikit berharap. Ugh! Apa yang sebenarnya dipikirkannya?!☺️ 😱
Merupakan tubuh Elsa yang berbaring di sebelahnya, tubuh Rifki menjadi semakin kaku. Nafasnya tercekat, dia pun mulai menelan ludahnya sendiri.
Tidak baik! Ini tidak baik! Tubuh Elsa kini telah berubah menjadi magnet yang sangat kuat bagi tubuhnya. Pikir Rifki.
Rifki pun mengatur kembali nafasnya agar detak jantungnya kembali normal.
Melihat kondisi Elsa yang langsung terdiam dan memilih untuk tidur membuat hatinya sedikit kecewa.
Rifki berharap Elsa akan balas menantangnya seperti sebelumnya.
Karena walaupun hidung anjingnya dapat mencium aroma manis yang keluar dari cairan tubuh Elsa, tapi Elsa sepertinya tidak dalam mood untuk bercinta dengannya malam ini.
Pada akhirnya keduanya pun sama-sama memejamkan mata dengan tubuh terjaga dan saling mendamba hingga beberapa jam sebelum tertidur karena kelelahan.
(Dan penonton pun kecewa 😝😝)