I Need A Baby

I Need A Baby
Ch 26 - Deshi Room



Ch 26 - Deshi Room




Jam 3 malam, Elsa terbangun.



Dia terkejut saat melihat pesan singkat dari Ve.



“Kami tidak bisa menemukannya.”



Elsa berpikir, sudah seminggu ini Deshi hilang tanpa kabar.



Biasanya Deshi memang suka menghabiskan waktunya untuk berburu hingga berbulan-bulan tanpa kabar.



Tapi entah mengapa perasaan Elsa tidak seperti biasanya.



Jika Ve tidak bisa menemukan Deshi, maka hanya ada satu kemungkinan yaitu saat ini Deshi sedang berada di dimensi lain.



Dan hanya ada satu cara untuk mencarinya, yang sebenarnya Elsa sendiri belum pernah mencobanya.



Hanya saja beberapa waktu yang lalu Deshi sempat membagikan penelitiannya pada Elsa tentang radar khusus yang dibuatnya.



Sayangnya radar itu baru ada dua dan Elsa tak yakin jika salah satu radar itu ada di dalam laboratorium pribadinya.



Tapi setidaknya Elsa harus mencoba untuk mendapatkan radar khusus itu dari laboratorium Deshi dan mencari Deshi di dimensi lain.




Melihat bahwa saat ini masih tengah malam, Elsa melemparkan gagasan tersebut untuk keesokan harinya.



Walaupun Elsa tidak takut hantu tapi Laboratorium Deshi bahkan lebih menyeramkan dari pada kuburan tak peduli apakah itu siang ataupun malam.



Lagipula langit masih gelap. Jika Elsa masih sendiri, dia tidak akan berpikir dua kali langsung pergi dari rumah saat itu juga.



Tapi sekarang posisinya adalah seorang istri. Jadi, kemanapun dia pergi harus meminta ijin dulu pada suaminya. Walaupun Elsa tidak terlalu peduli dengan dosa. Tapi Elsa tidak ingin menambah kesan buruk Rifki padanya.



Belum lagi, kemungkinan Elsa membutuhkan banyak waktu untuk melakukan pencarian.



Dia harus memikirkan alasan agar Rifki tidak mencarinya.




Elsa ingat saat pertama kali dia pergi ke rumah Deshi.



Deshi mengajak Elsa ke kamarnya yang berukuran 15 x 15 meter persegi.



Di salah satu sisi dindingnya terdapat sebuah rak buku besar yang penuh dengan buku-buku besar pula.



Yang jelas Elsa tidak akan habis membacanya dalam waktu setahun. Deshi menekan salah satu buku ke belakang dan tiba-tiba sebuah pintu muncul dari balik dinding.



Seperti pintu-pintu rahasia zaman dulu yang biasanya ada di rumah-rumah kuno.



Di balik pintu itu terdapat sebuah tangga batu menuju ke suatu ruang bawah tanah yang amat luas dan megah.



Catnya dominasi dengan warna putih terang dengan dekorasi serba kaca, dan terdapat alat-alat elektronik yang Elsa sendiri tak begitu mengerti apa fungsinya.



Di salah satu sudutnya terdapat  lemari kaca yang penuh dengan tabung-tabung kaca berisi berbagai macam tanaman hidup yang belum pernah Elsa lihat sebelumnya.



Di sisi yang lain satu lemari penuh kristal-kristal bening yang di dalamnya terdapat  rambut-rambut dan kuku-kuku.



Tiap kristal itu ada labelnya, ketika Elsa mencoba membacanya dia terkejut karena label itu berisi nama pemilik organ itu lengkap dengan nama orang tuanya, kota asalnya serta tahun didapatkannya.  



Yang tak lain adalah orang-orang terkenal, nabi-nabi, para raja jaman dahulu, para Kyai-kyai, ada yang telah wafat dan ada yang masih hidup.



Elsa tidak tahu bagaimana cara Deshi mendapatkannya atau apakah semua itu sesuai dengan data yang Deshi tuliskan.



Belum selesai Elsa mencermatinya satu per satu, Deshi berkata “Aku telah memindahkan laboratorium Mama yang ada di Jepang kesini. Sebagian besar yang ada di sini ku dapatkan di Jawa. Yang ada di lemari sebelah situ semuanya peninggalan Mama.”



Sambil menunjuk salah satu lemari berisi batu-batu cantik, kristal-kristal berisi hal-hal aneh dan juga botol-botol cairan.




“Yang di sebelah sana aku dapatkan dari berbagai penjuru dunia dan beberapa diantaranya aku dapatkan dari dimensi lain.” Kata Deshi sambil menunjuk salah satu lemari yang lain.



Di lemari itu terdapat kristal-kristal berisi berbagai macam rambut dengan warna-warna cerah dan berbagai hal yang belum pernah Elsa lihat sebelumnya kecuali dalam film animasi.




“Aku sudah meneliti semua yang ada di sini dan menatanya sedemikian rupa. Yang paling atas menunjukkan tingkat energi  yang paling tinggi. Semakin ke bawah tingkat energinya semakin rendah.” kata Deshi menerangkan dan dia pun menunjukkan maksud angka-angka yang ada di label.



“Pemilik organ-organ ini adalah bukan manusia biasa. Aku menyebutnya sebagai  Keturunan Bangsa Cahaya karena organ tubuhnya memiliki intensitas cahaya sendiri. Organ-organ ini walaupun telah berumur ratusan tahun tetap memiliki gelombang energi yang stabil yang tak ada habisnya, seperti energi nuklir namun ada dalam tubuh manusia. Para ilmuwan Jepang telah mempelajari bahwa air yang telah di beri doa oleh para Kyai memiliki struktur atom yang berbeda dengan air biasa. Namun, sebenarnya Mama telah menyelidiki  tentang hal itu jauh sebelumnya. Bahkan lebih jauh lagi, beliau menemukan bahwa gen keturunan tertentu memiliki radiasi tersendiri yang dapat merubah struktur atom berbagai zat yang ada di sekitarnya. Tingkat energinya sangat tinggi dan sangat halus sehingga agak sulit untuk dideteksi. Kami menggunakan perpaduan alat penelitian genetik, struktur atom dan radiologi.” Deshi menerangkan.



Elsa bergidik mendengarnya. Menurut Elsa, Deshi terlalu berani. Bagaimana tidak, label yang Elsa lihat dalam rak itu adalah orang-orang hebat dalam dongeng yang tidak diketahui makamnya.



Jika makamnya terkenal pun, tidak mungkin untuk membongkar makam orang itu dan mendapatkan potongan organnya.




Deshi memang seorang gadis muda yang amat sangat jenius. Sayangnya dia tak suka menonjolkan dirinya.



Deshi menguasai berbagai teori dan penerapannya baik yang bersifat kimia, fisika, atom inti sampai ke biologi, dia dengan teorinya dapat menggabungkan antara teori fisika-kimia yang membahas ‘benda mati’ dengan biologi yang membahas ‘makhluk hidup’.



Kalau Deshi mau, mungkin dia sudah meraih gelar professor di beberapa bidang studi.



Deshi dengan pendapatnya mempercayai bahwa semua hal yang ada di dunia ini, lebih tepatnya semua atom – elektron memiliki roh, memiliki nyawa, perasaan, memiliki energi sendiri, bahkan memiliki memori dan dia bersikeras untuk membuktikan teorinya.



Deshi menguasai teori mikro kosmos – makro kosmor yang membuat Elsa pusing, Deshi bahkan bisa menghitung frekuensi cahaya yang sangat halus dengan tubuhnya.




Berbagai alat untuk mendukung penelitiannya dia ciptakan, tentu saja untuk mengadopsi teknologi yang biasa disebut manusia dengan nama ‘sihir’ untuk direfleksikan menjadi teori dan teknologi  lengkap dengan alat yang bisa dipakai oleh manusia.



Deshi berpendapat bahwa pada dasarnya ‘Sihir’ adalah ilmu pengetahuan yang keren dan canggih.  



Namun, karena manusia tidak mau tahu betapa rumitnya dan hanya mau hasilnya, jadilah ‘Sihir’.



Oleh Deshi, ilmu Sihir itu bisa di pecah-pecah dan di ambil teori dasarnya.



“Namun, sebenarnya ilmu pengetahuan Bangsa Cahaya lebih keren lagi. Sejak ribuan tahun yang lalu, Bangsa Cahaya telah menemukan berbagai cara yang mengalahkan kecanggihan teknologi saat ini. Bangsa mereka telah menemukan cara berkomunikasi dengan 3G jauh sebelum HP ditemukan. Bangsa mereka bahakan telah menemukan cara bepergian ke berbagai tempat dalam sekejap jauh sebelum pesawat supersonik ditemukan. Sebenarnya, alasan dasar mengapa Bangsa Cahaya memiliki kecepatan lebih karena Bangsa  Cahaya memiliki pengetahuan cara menciptakan frekwensi yang lebih lembut dan lebih kuat.” Begitulah yang Deshi katakan.




Kisah tentang Bangsa Cahaya disebutkan dalam sejarah bangsa China kuno.





Yang tentu saja, Elsa masih belum bisa percaya kalau Deshi sebenarnya benar-benar mengerti dan tahu soal itu.



“Kau harusnya bersyukur karena memiliki tubuh yang begitu adaptable.” Kata Deshi membuyarkan lamunan Elsa.




“Sehingga kamu bisa mengadopsi berbagai sifat genetik yang baik untuk dirimu, walau tidak menutup kemungkinan bahwa sifat yang buruk juga ikut teradopsi.” lanjut Deshi.



“Tunggu dulu! Dari mana kau tahu tentang hal itu?” tanya Elsa terkejut. Karena hanya beberapa orang saja yang tahu tentang rahasia tubuh Elsa.



Deshi hanya tersenyum, “Tubuhmu itu adalah warisan Mama yang paling berharga. Mungkin kau tak tahu atau tak pernah tahu bahwa dirimu telah menjadi obyek penelitian Mama sejak masih dalam Gen.  Mamaku dan kakek angkatmu dulu bersahabat, Mamaku tahu tentang garis keturunan spesial dan meneliti gen kakek angkatmu. Sehingga akhirnya mereka berdua mencoba melakukan penelitian bersama. Kau tahu, aku sendiri telah berusaha keras untuk menggabungkan sifat-sifat positif gen-gen yang ada disini. Pada  umumnya karena berbagai hal, tak ada yang berhasil. Tapi, aku mendapati dalam dirimu sesuatu yang lain yang bisa menyatukan semua gen dan radiasi yang masuk ke dalam tubuhmu walaupun sifat dasar elemennya berbeda dan tingkat frekwensinya berbeda.” kata Deshi menerangkan.



Ya, Elsa memang tahu bahwa Mama Deshi dan kakek angkatnya telah lama bersahabat.



Kakek angkatnya memang menanamkan beberapa hal padanya.



Tapi Elsa tak tahu kalau mereka juga melakukan penelitian seperti ini.



Elsa memang tahu kalau kakek angkatnya dikatakan lebih cerdas, lebih analistis dan sangat menguasai ilmu katuranggan – Ilmu jawa yang mempelajari bentuk manusia dan sifatnya – garis tangan dan sebagainya.



Beliau amat sangat menguasai ilmu ‘bagaimana agar anak bisa lebih cerdas dan lebih cepat tumbuh’.



Tapi dengan kecerdasannya itu beliau tak pernah memperlihatkannya di depan siapapun.  



“Apakah kau pernah mendengar cerita tentang manusia-manusia abadi? Yang masih hidup sejak zaman para Nabi hingga saat ini? Mereka bukan monster, vampir, siluman, atau makhluk halus?” tanya Deshi.




Karena Elsa tahu monster, vampir, siluman atau makhluk halus juga abadi tapi mereka mengadaptasi sifat genetik Bangsa Jin – Setan yang Undead.



Ya, Elsa pernah mendengar lebih dari itu, tentang Hidr yang hidup panjang karena minum air kehidupan atau yang biasa disebut Ma’ul Hayat, mata air yang konon ada di ujung dunia yang bisa membuat orang hidup abadi.



Atau cerita tentang seorang laki-laki yang hidup di dalam sebuah batu di tengah padang pasir yang ditemui oleh para Nabi dalam perjalanannya.



Cerita tentang sebagian Nabi yang ternyata tidak mati dan masih hidup sampai sekarang di langit.



Atau tentang para wali (Kekasih Allah) yang benar-benar hidup dan bertemu dengan banyak orang hidup setelah kematiannya.



Bahkan tentang ilmu-ilmu yang dipercaya bisa menjadikan orang panjang umur atau Undead.



Namun Elsa lebih memilih diam, karena Elsa tahu Deshi juga pasti tahu kalau Elsa juga tahu.



“Aku percaya bahwa Ma’ul Hayat itu benar-benar ada. Namun, tentu saja keberadaannya sangat dirahasiakan oleh mereka. Konon mereka menurunkan khasiat Ma’ul Hayat itu hanya kepada para muridnya. Orang-orang pilihan yang otomatis menuruni sebagian ilmu dan kemampuan spiritualnya. Aku tak yakin orang sepertimu bisa bertemu langsung dengan mereka. Jangan tersinggung, ku pikir aku ini sangat gila tapi aku tak menyangka bahwa ternyata kau lebih gila dariku. Ku akui kau benar-benar hebat, bisa mengadaptasi beberapa gen sekaligus pada dirimu dan menjadikan dirimu sendiri sebagai spesimen bagi penelitianmu. Aku sendiri tak habis pikir, bagaimana kau bisa menggabungkan semua itu ke dalam tubuhmu. Gen Ma’ul Hayat, Garis Darah Naga, Gen Bangsa Cahaya, dan . . . Gen iblis.” kata Deshi sambil tersenyum senang karena mendapatkan spesimen untuk penelitiannya.



Elsa terkejut mendengarnya, Elsa heran bagaimana Deshi bisa tahu semuanya.



Tapi di satu sisi Elsa merasa malu sendiri. Betapa kotor dirinya, betapa kotor caranya untuk mendapatkan semua itu.



Sehingga Elsa enggan untuk menceritakannya.



Yang jelas tak akan ada orang gila sekalipun yang mau meniru caranya.



“Maaf, aku mengambil beberapa helai rambutmu untuk ku teliti tanpa minta ijin dulu!” kata Deshi menjelaskan semua rasa penasaran Elsa selama ini.



“Ya, ya, ya! Asal bukan untuk dikembang biakkan!!” kata Elsa sedikit marah.



“Tenang! Aku hanya ingin mencari bukti biologis bahwa kau memang pantas menjadi penerus kakek. Kalau dalam tubuhmu memang terdapat bukti biologisnya, walaupun kamu mencoba melepaskan diri, tetap saja tak bisa lepas dari ikatan takdirmu.” Kata Deshi seraya mencemoh.



“Ya, aku tahu kok. Bukti biologis adalah bukti material yang lebih kuat dari segala perjanjian apapun! Dan aku tahu, aku tidak bisa lari dari kenyataan takdir dan tugas yang mengikatku!” kata Elsa sambil meninggalkannya marah.



Hati Elsa tiba-tiba merasa sakit. Walaupun bukti biologis menyimpulkan bahwa seseorang memiliki beberapa gen bagus tapi belum tentu orang itu bisa mendapatkan petunjuk dari Tuhan.



Belum tentu orang itu bisa mendapatkan pertolongan (syafaat) dari para leluhurnya.



Belum tentu orang itu bisa selamat sampai akhir kehidupannya (khusnul khotimah).


Karena bagi mereka, adab atau sopan santun dan amal perbuatan lebih mulia dari pada garis keturunan.



Elsa merasa walaupun dirinya memiliki beberapa gen yang mulia dalam dirinya, tapi dirinya masih merasa tidak diakui oleh mereka.




“Maaf, bukan maksudku menyinggungmu.” Kata Deshi pada akhirnya.



Deshi tahu bahwa Elsa tidak suka jika ada orang yang menyinggung tentang kehidupan rahasia Elsa.



Tapi Deshi tidak ingin menyembunyikan kebenaran yang telah ditemukannya juga keinginannya untuk mempelajari lebih lanjut tentang tubuh Elsa.



Deshi tidak tahu metode apa yang dilakukan kakek angkat Elsa untuk menanamkan gen itu setelah Elsa dewasa.



Bagaimanapun juga mustahil melakukan rekayasa genetik seluruh tubuh pada manusia setelah dewasa.



Diperlukan ketelitian dan radiasi yang sangat besar untuk melakukannya.




Deshi adalah seorang yang sangat penting bagi Elsa. Karena Deshi sudah seperti sahabat dan dokter pribadinya.



Elsa tidak bisa kehilangan teman yang baik juga dokter terhebat yang sangat mengerti tubuhnya.



Karena itu, Elsa harus menemukan kembali Deshi bagaimanapun caranya.




Elsa kemudian bangkit dan memasak makanan untuk Rifki.



Elsa tidak yakin apakah dirinya bisa menemukan Deshi dan kembali ke dimensi ini sehingga dia ingin berpamitan dengan Rifki.



Karena mungkin ini adalah terakhir kalinya mereka bersama.



Elsa tidak ingin berpamitan dengan keluarganya karena tidak ingin menimbulkan kekhawatiran di hati mereka, lagipula keluarga Elsa tahu bahwa Elsa memang suka menghilang sehingga mereka tidak pernah khawatir padanya.



Elsa pun mempersiapkan tas ransel dan memenuhinya dengan berbagai hal yang akan dibutuhkannya selama perjalanan karena Elsa tidak tahu berapa lama dia pergi.



Tak lupa, Elsa membawa beberapa perhiasan emas yang mungkin berharga disana karena Elsa tidak tahu mata uang apa yang berlaku disana.