I Need A Baby

I Need A Baby
Ch 19 - The Lord of the Sea



Ch 19 - The Lord of the Sea




Melihat kakek penguasa lautan dalam mode imut seperti boneka bayi membuat Elsa semakin ingin mengingkari bahwa orang itu adalah kakek angkatnya dan juga gurunya.




Ugh, kenapa kakek itu amat suka berpenampilan yang menarik perhatian?!




Sayangnya kadang beliau tidak memperhatikan umur.



Harap maklum, karena mungkin orang tua itu terlalu bosan hidup lama sehingga sangat memanfaatkan kemampuannya yang bisa dengan mudah berubah wujud untuk melakukan apapun yang disukai.




Elsa awalnya terkejut mendapati kakek itu bahkan menjemput artis terkenal dunia,  Michael Jackson ke alam roh untuk menjadi guru tari.



Inilah alasan sebenarnya mengapa Michael Jackson mati tiba-tiba.




Hanya orang-orang tertentu yang tahu kebenaran ini.



Bahkan waktu itu beberapa master meminta murid-muridnya untuk memberikan hadiah Fatehah buat Michael Jackson.




Beberapa waktu kemudian kakek tua itu bahkan ikut audisi artis idola demi menunjukkan prestasinya dalam latihan.



Bahkan kakek itu membentuk grup musik yang terdiri dari beberapa macam hewan laut.




Beberapa tahun yang lalu Elsa suka menari untuk mengekspresikan perasaan cintanya kepada Allah dan rasul-nya.



Elsa mengajak para penghuni laut dan alam roh untuk menari, dan membuat pertunjukan besar layaknya pembukaan pekan olahraga.




Dengan berbagai macam kostum, beragam gerakan dan jenis musik berkumpul menjadi satu. Menciptakan sebuah pegelaran yang sangat meriah.




Sekarang dengan adanya para penatua yang ikut berlatih menari, tanpa kemunculan Elsa pun  pergelaran besar bisa tetap berjalan setiap minggunya.



Bayangkan saja betapa indahnya para kakek berpenampilan anak muda menari bersama dengan gaya Michael Jackson saat Asroqolan.




Asroqolan adalah sebutan untuk pembacaan kitab maulid nabi yang mewajibkan semua berdiri, biasanya berupa nyanyian.



Di yakini pada saat pembacaan bagian ini, biasanya roh Rasulullah datang sehingga semuanya wajib berdiri untuk menghormati.




Karena itu, Elsa membuat serangkaian tarian bersama alam sebagai bentuk penyambutan dan penghormatan untuk Rasulullah.



Ide Elsa kemudian ditiru oleh beberapa master.



Sehingga sekarang ada banyak orang yang menari saat Asroqolan.




Melihat penampilan kakek penguasa lautan saat ini, Elsa jadi teringat film Monster Hunt.



Elsa membayangkan kakek itu dengan penampilan anak kecil seperti itu menari seperti Wuba.



Oh itu terlalu imut untuk dibayangkan.




“Kakek, please. Help me! Berpura-puralah tidak mengenalku. Jangan menganggap ku cucu di depan Rifki.” kata Elsa panik lewat telepatinya kepada sosok itu.



Tentu saja tak lupa Elsa memasang wajah memelas.




“Dasar cucu kurang ajar! Anak tidak tahu malu! Bukannya menyapa dan memperkenalkan kakeknya malah pura-pura tidak kenal! Apakah begitu memalukan menjadi cucuku?!” Bentak sang kakek tidak terima lewat telepati juga.




Kakek penguasa lautan memang bukan kakek kandung Elsa jadi tidak salah jika Elsa meminta tolong seperti itu.




(Author: siapa yang akan percaya anak seimut kamu jadi kakeknya?!)




Elsa memiliki keinginan untuk memutar matanya dan menenggelamkan dirinya ke bawah air.




“Kakek, please help me… “ Elsa memohon dengan sangat.




(Elsa: Kakek, bisakah anda tidak begitu norak?! )




(Kakek penguasa lautan: tidak! karena ini adalah cerita fiksi, jadi saya bisa menjadi apa saja!)




Kemarahan sang penguasa lautan yang amat besar tampak mulai mempengaruhi lautan.



Tiba-tiba ombak setinggi seratus meter berdiri di belakang sosok anak kecil itu, siap menerima perintah untuk menenggelamkan Elsa dan Rifki.




Rifki sering mendengar cerita tentang kakek penguasa lautan dan kehebatannya, karena banyak master yang mengaguminya.




Dalam kisahnya, Kakek penguasa lautan adalah seorang yang sangat alim sehingga diceritakan bahwa Nabi Musa saat itu ingin berguru padanya tetapi karena tidak memiliki kesabaran menahan mulutnya untuk bertanya, Nabi Musa pun di tolak.




Mbah Yai pernah bercerita bahwa saat itu Nabi Musa membawa seorang murid, muridnya lah yang justru menjadi murid kakek penguasa lautan.




Kakek ini juga muncul dalam beberapa kisah nabi yang lain dan beberapa kisah Wali.




Bagaimana pun juga eksistensi orang hebat ini tidak bisa disinggung.



Karena beliau adalah salah satu diantara manusia tua yang masih hidup, selain Nabi Idris, Yahya dan Isa yang ada di langit.




Empat orang yang sering disebut dalam Hadrah suatu mujahadah.



Hadrah atau hadiah Fatihah biasanya akan di baca untuk mengawali sebuah amalan.



Itu seperti pembukaan dalam pidato, pemberian hormat kepada beberapa orang sebagai ucapan terima kasih.




Rifki tekankan lagi, Masih Hidup.



Walaupun pada dasarnya para Nabi dan Wali (para kekasih Tuhan) tidak mati, hanya berpindah dimensi, tetap saja mereka roh mereka pernah melewati tangan malaikat maut.



Tapi ke empat orang tersebut benar-benar masih hidup dan terikat pada tubuh manusia.



Kecuali Nabi Idris, karena beliau telah mencoba merasakan kematian dan dihidupkan kembali.




Rifki dan Elsa langsung otomatis berlutut dan tertunduk, memberikan hormat mereka tanpa berani untuk melirik ke atas.




Rifki tidak menyangka pendaratannya di lautan luas justru membawanya ke tempat yang seharusnya tidak boleh mereka datangi.



Rifki berpikir bahwa mungkin ini memang sudah menjadi takdir mereka, sehingga dia mulai menerima dan menenangkan diri.



Walaupun kakek ini terkenal dengan kekejamannya, tapi yang jelas beliau tidak akan pernah membunuh tanpa alasan.




Seperti yang selalu dikatakan Aby:



“Apapun yang kamu terima hari ini adalah yang terbaik untuk mu saat ini.”




Benar, apapun itu, sekali pun hal itu tampak seperti bencana atau musibah, tapi musibah itu sendiri adalah sebuah karunia Tuhan yang patut disyukuri.



Karena Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, bukan apa yang kita inginkan.




Sehingga dikatakan



“Selalu ada rahmat dalam setiap musibahNya, selalu ada ujian dalam setiap nikmatNya.”




Tekanan yang sangat kuat membuat tubuh keduanya kaku, tak bisa bergerak.




“Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh wa maghfirah. Cucu ini mohon maaf jika telah menyinggung tetua.” Pada akhirnya Rifki memberanikan diri untuk menyapa.




Mendengar hal itu, sosok hebat dalam bentuk anak kecil memperlihatkan ekspresi puas dan bahagia.




Ya, setidaknya mereka berdua masih tau diri dan sopan santun.



Jika orang biasa, siapa yang akan mengira bahwa sosok anak kecil itu adalah kakek penguasa lautan yang terkenal kejam dalam pengajarannya.




Bagaimana tidak kejam jika beliau terbiasa menyuruh calon muridnya menunggu bertahun tahun.




Tak peduli jika orang itu duduk di pinggir sungai atau di tengah Padang pasir.



Tak peduli apakah orang tersebut lapar atau haus.



Tak peduli apakah orang tersebut hidup atau mati.




Dan beliau hanya akan datang sekali lagi untuk membebaskan mereka, tanpa mengajar apapun.



Anehnya mereka akan menjadi lebih pandai dan menguasai beberapa ilmu dengan sendirinya.




Elsa ingat bahwa salah satu kata-kata favorit beliau adalah



“Aku tidak butuh orang pintar, aku hanya butuh orang yang patuh.”



Ini adalah kata-kata mutlak bagi setiap muridnya.





“Jangan pernah bertanya tentang kekejaman dan dosa yang kulakukan!”



Karena akal mu tidak akan pernah sampai alias ilmu mu masih terbatas.



(Sebenarnya kata-kata itu di katakan dalam bahasa Jawa yang lebih pendek, “Jo takon duso!”, akalmu durung tekan.)




Karena begitu tinggi ilmunya, beliau dapat melihat masa depan dengan mudah.



Itulah sebabnya mengapa beliau sering kali harus membunuh untuk membersihkan ancaman masa depan.




“Karena kalian berdua adalah muridnya Aby, aku akan memaafkannya. Tapi sampaikan salamku kepada Gurumu!” Kata sosok kecil itu dengan nada anak-anak sambil sedikit menurunkan tekanannya.



Ombak tinggi dan besar di belakang tubuhnya pun mulai surut.




Mendengar hal itu Elsa hanya bisa memutar bola matanya yang saat itu masih tertunduk melihat ke bawah.



Hey! Bukankah kalian berdua telah bertemu dan berkumpul setiap harinya?!




Elsa masih ingat bahwa sejak semasa hidupnya Aby telah bersahabat dengan kakek penguasa lautan dan sering merindukannya.



Elsa juga ingat bahwa beberapa kali dia harus membujuk sang kakek agar mau berkenan mengunjungi Aby saat Aby sakit.



Karena Elsa sangat senang jika dia dapat melihat senyum Aby kembali karena kedatangan sahabatnya, kakek penguasa lautan.




Sesama orang alim memang sudah sewajarnya saling mencintai dan merindukan, bukan karena mereka homo, tapi karena mereka berbagi cinta yang tulus dengan Tuhannya.




Elsa masih tetap tidak mengerti, mengapa mereka sering kali bertitip salam, padahal mereka sudah sering bertemu bahkan dengan kemampuan mereka bisa langsung bertemu di mana saja.




Elsa bahkan yakin bila saat ini Aby juga ada di belakang tirai ombak ikut melihat pertunjukan ini bersama para tetua lainnya.




Mendengar hal itu, Rifki mulai melepaskan ketegangannya.



Dia sendiri tidak tahu apa sebenarnya salahnya, tapi tidak ada salahnya jika yang muda meminta maaf terlebih dahulu.




(Author: tentu saja, itu karena kamu menikahi cucunya tanpa meminta izin terlebih dahulu!)




“Nanti, setelah anak kalian berdua lahir, serahkan dia kepada ku. Jika tidak, aku akan mengambilnya sendiri.”



Kata sosok itu sebelum kembali menghilang ke kehampaan.



Seolah keributan besar tidak pernah ada di lautan depan mereka.




Mendengar keputusan itu, Rifki merasa sangat bahagia. Itu berarti anaknya akan langsung memiliki guru yang hebat sejak kecil.




Bagaimana pun juga, sangat sulit untuk bertemu dengan kakek penguasa lautan.



Belum lagi kesempatan untuk menjadi murid beliau.



Menjadi murid beliau berarti suatu kehormatan besar, kesempatan yang sangat langka dan masa depan yang cerah.




Semua murid beliau adalah pasukan khusus yang menjaga alam.



Setiap muridnya memiliki kemampuan khusus tersendiri dalam mendukung siklus kehidupan di bumi.




Pada dasarnya, bumi ini seharusnya sudah hancur dan manusia akan punah karena bencana alam yang disebabkan oleh manusia itu sendiri.




Dosa yang dilakukan oleh manusia akan selalu membuat alam murka.



Karena itulah di perlukan orang-orang dengan kemampuan khusus untuk menjaga ketenangan alam.



Tugas mereka adalah menjaga agar alam selalu bertasbih bersama mereka dan melupakan kekesalannya pada manusia yang berbuat dosa.




Jika sampai ada orang yang lalai dalam tasbihnya maka bisa dipastikan alam akan menjadi tidak terkendali dan bencana alam pun terjadi.




Jadi bisa dikatakan sebagai pasukan khusus, mereka tidak pernah tidur atau lalai sama sekali.



Karena sedetik saja mereka lalai, akibatnya akan sangat fatal bagi manusia.




Pada umumnya setiap orang hanya bertugas menjaga suatu daerah seluas satu provinsi.



Seperti untuk menjaga negara sebesar Indonesia, di perlukan tiga puluh enam orang pasukan khusus.




Jadi, bisa di bayangkan berapa banyak pasukan khusus yang diperlukan untuk menjaga bumi yang begitu luas.



Sehingga tidak semua pasukan khusus adalah murid langsung dari kakek penguasa lautan.



Adapun siapa mereka di dunia nyata, tidak ada yang tahu kecuali sesama pasukan khusus.




Dan apabila memang terjadi bencana alam pada suatu daerah, bukan berarti para pasukan khusus itu lalai, tapi memang bencana alam itu telah direncanakan sebelumnya, termasuk berapa korban jiwa yang akan melayang.



Mereka juga melakukan beberapa misi penyelamatan dalam bencana alam tersebut.




Ini adalah fakta yang telah Elsa ketahui, fakta rahasia yang jarang diketahui orang.



Selain para pasukan khusus juga ada keberadaan para Yai yang membantu tugas mereka dengan daerah yang lebih kecil lagi.




Walaupun tidak semua Yai mengetahui hal ini, tapi secara tidak langsung keberadaan mereka cukup membantu menjaga kota daerah mereka tinggal dengan tasbihnya.




Sayangnya jaman sekarang, jarang sekali yai yang mau repot-repot untuk mempertahankan tasbihnya sepanjang waktu.



Hal itu membuat tugas para pasukan khusus menjadi lebih berat.




Terkadang Elsa berpikir, alangkah baiknya jika anak-anak muda jaman now tahu fakta ini dan memiliki kesadaran untuk ikut menjaga bumi dengan selalu bertasbih.



Sayangnya anak jaman now lebih suka bermain dengan smartphone nya dari pada mencari ilmu.




Tapi Elsa sedikit tidak terima. Haruskah dia berpisah dengan anaknya begitu anak itu lahir?!



Seorang bayi yang selama ini sangat dinantikannya.




Bagaimana bisa seseorang ibu rela berpisah dengan anaknya begitu anak itu lahir.



Tapi Elsa juga mengerti, kakek penguasa lautan pasti memiliki beberapa pertimbangan yang matang.




Melihat kebahagiaan di wajah Rifki, tentu saja, Elsa tidak berani menyerukan protes secara langsung di depan Rifki.




Lagipula tidak sulit bagi Elsa untuk bertemu kembali dengan anaknya jika dia tahu kemana anak itu akan dibawa pergi.



Elsa percaya kakek angkatnya pasti akan mengijinkannya menemui anaknya kelak.




Sayangnya Elsa tidak tahu bahwa kakek penguasa lautan akan benar-benar menyembunyikan anaknya dan mencegahnya bertemu hingga beberapa tahun kemudian.




Setelah menunggu beberapa saat, keduanya pun kembali ke rumah mereka dalam sekejap seperti saat keduanya datang.




Rifki dan Elsa sama-sama terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing dan tidak lagi memiliki mood untuk jalan-jalan.



Rifki langsung memasuki ruang kerjanya dan Elsa memasuki kamar tidur.




Sementara itu di bawah lautan. Seekor paus biru besar yang sedari tadi mengawasi keduanya hanya melihat dengan diam.



Paus biru itu sebesar kapal pesiar, di kulitnya terpancar sinar biru yang sangat lembut.




“Kamu tidak ingin menemui nya?” tanya sosok anak kecil yang mengambang di sekitarnya.



Jika dilihat dari jauh, perbandingan ukuran keduanya sangat besar, seperti sebuah plankton di samping ikan, sosok kecil itu nyaris tidak terlihat.




Jika ada yang melihat, sosok kecil itu tak lain adalah kakek penguasa lautan yang baru saja menemui Rifki dan Elsa.



Kini sosok kecil itu tengah mengambang di lautan seperti mengambang di udara.



Tanpa beban dan bernafas seperti bernafas di udara.




“Tidak, walaupun gadis itu memiliki ingatan, kekuatan dan sedikit jiwa Xiao Hu, tapi gadis itu bukan Xiao Hu ku.” jawab ikan besar itu.



Ikan paus biru itu tak lain adalah Ling Zhan yang selama ini Elsa cari.




Walaupun kakek penguasa lautan tahu bahwa Elsa mencari paus biru ini, tapi beliau tidak pernah memberitahukan keberadaannya kepada Elsa.



Karena Ling Zhan sendiri yang tidak memiliki keinginan untuk bertemu Elsa. Juga Kakek penguasa lautan juga memiliki pertimbangan sendiri yang pada intinya lebih baik Elsa tidak pernah bertemu Ling Zhan.



“Baiklah, aku mengerti. Ku harap kalian berdua akan segera bertemu kembali.” kata sosok kecil itu sebelum lenyap kembali ke istananya yang berada di dalam lautan.