
Ch 18 - Honeymoon
Angin subuh membangunkan Elsa dari tidurnya.
Elsa merasakan dirinya tertidur di atas tubuh Rifki. Nampaknya semalam Elsa tidak ingat apa-apa lagi saat Rifki membalik posisi tidur nya.
Mengingat kembali kejadian semalam, Elsa merasa malu. Karena tanpa sadar dia mengajarkan kepada Rifki kegilaannya.
Bercinta dengan cara gila-Elsa.
Elsa memandang wajah rupawan suaminya.
Bulu mata Rifki begitu panjang dan lentik, membandingkan dengan miliknya yang lentik tapi pendek membuat Elsa sedikit cemburu.
Melihat hidung Rifki yang sangat mancung mengingatkan Elsa pada Petruk, salah satu punakawan dalam wayang yang paling tinggi dan mancung.
Entah kenapa Elsa merasa cara berjalan Rifki juga menyerupai Petruk.
Elsa pun tanpa sadar menertawakan imajinasinya.
Memangnya kapan dia bertemu Petruk yang asli?
Dan bagaimana dirinya bisa tahu kalau Petruk jalannya seperti itu?
Ehm, Elsa tahu dari Arya bahwa semua lakon yang ada dalam wayang yang ada dalam budaya Jawa sebenarnya Nyata.
Beberapa wayang bahkan bereinkarnasi menjadi manusia. Selama ini, Elsa baru bertemu dengan Semar, Werkudara dan Hanuman.
Seingatnya dia belum pernah bertemu Petruk.
Elsa masih merasa dirinya aneh jika dia merasa tahu banyak hal yang dia sendiri tidak tahu darimana datangnya pengetahuan itu.
Walaupun dia sebenarnya sudah terbiasa dengan hal itu.
Rifki tiba-tiba mencium bibir Elsa dan menyadarkannya dari lamunannya.
“Pagi baby. Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Rifki sambil menyapukan nafasnya ke kulit lembut dan sensitif Elsa.
Membuat tubuh Elsa bergidik geli.
Sejak pertama kali tubuh Rifki bersentuhan dengan kulit Elsa, dia merasa ingin terus menyentuh tubuh Elsa.
Elsa terinfeksi senyuman Rifki dan tersenyum padanya sebelum berbisik.
“Ku pikir aku ingin mandi bersama mu.” kata Elsa mengusulkan.
“Apakah kamu yakin?” tanya Rifki bersemangat menggoda Elsa.
“Yakin lah, Rasulullah saja sering mandi bersama istrinya. Masa kita tidak mengikuti sunahnya.” Elsa mencoba untuk meyakinkan Rifki dengan idenya. Elsa pikir mandi bersama akan lebih cepat karena tidak perlu menunggu.
“Baik lah. Mari kita coba.” kata Rifki sambil tersenyum lebar.
“Bukankah kita hanya mandi?” Elsa merasakan firasat buruk dari senyuman Rifki.
“Ya, tapi kamu harus membantu ku terlebih dahulu untuk menenangkannya.” kata Rifki seraya menyadarkan Elsa akan miliknya yang masih kaku.
Elsa membelalakkan matanya. Dia sedikit menyesali usulannya yang kini menjadi bumerang bagi dirinya.
Bukankah itu hanya mandi?
Sejak kapan Rifki menjadi begitu mesum.
Kalau mereka melanjutkan, kapan selesainya?!
Bisa-bisa mereka tidak bisa ikut ngaji subuh.
“Baby, bukankah kamu tahu bahwa ini normal bagi lelaki?!” Desak Rifki.
Elsa tahu bahwa itu normal bahwa lelaki akan menjadi kaku di pagi hari.
Dia juga merasakan milik Rifki yang semakin kaku dalam dirinya karena dari semalam mereka tidak melepaskan diri.
Elsa juga tahu, dirinya tidak bisa menghindar.
Karena kata Mbah Yai jika suami menginginkan untuk dilayani, walaupun kita di atas kuda, tetap wajib melayani.
Ngomong-ngomong soal berhubungan intim di atas kuda, tiba-tiba Elsa jadi ingin mencobanya.
Atau yang lebih ekstrim lagi, sambil berselancar di atas ombak.
Ya, begitulah pikiran gila nan ekstrim Elsa.
Tanpa sadar wajah Elsa menjadi merah dan dia semakin mengencangkan miliknya.
Rifki otomatis tertawa dan menggendong tubuh Elsa tanpa melepaskan tubuh Elsa dari dirinya. Mereka pun melanjutkan permainan hingga acara jamaah subuh pun begeser mundur sampai jam 05.40 dan tentu saja mereka melewatkan ngaji subuh.
Keduanya pun memasak bersama agar bisa segera sarapan.
Sebenarnya Elsa cuma menanak nasi dan menggoreng tempe.
Untuk sayur semua Rifki yang menangani.
“Kamu tidak ke kantor?” tanya Elsa heran.
“Sejak kapan aku suka ke kantor? Kamu kan tahu sendiri dari dulu aku ke kantor hanya untuk tanda tangan.” Rifki mencoba untuk mengingatkan Elsa pada kebiasaannya di masa lalu.
Yang Elsa tahu, dulu Rifki memang sangat jarang berangkat kerja.
Rifki bahkan seringkali mematikan perangkat komunikasinya untuk mencegah orang-orang menghubunginya.
“Ya aku tahu sih. Tapi memangnya kamu tak ada jadwal kemana gitu?” Elsa berpikir, mungkin saja Rifki berubah jadi lebih sibuk sekarang.
“Kamu maunya kemana, tak antar.” kata Rifki menawarkan dirinya sebagai supir pribadi.
Elsa bingung menjawabnya.
“Kalau Rifki di rumah terus tujuh kali dua puluh empat jam. Kapan dirinya bisa bebas?!” Jerit Elsa dalam hati sambil melebarkan matanya.
Elsa tak yakin Rifki akan mengijinkannya bekerja.
Apalagi Rifki tahu bahwa dirinya sudah mengundurkan diri dari jabatannya.
“Kamu tidak ingin pergi Honeymoon ke mana gitu?” usul Elsa seraya menopang dagunya dengan kadua tangannya dan melihat Rifki.🤗
“Memangnya kamu ingin ke mana?” tanya Rifki sedikit penasaran. Karena setahu Rifki, Elsa termasuk orang yang tidak suka bepergian atau berlibur.
Elsa lebih suka menghabiskan waktunya dengan tinggal di depan komputer dan menonton film.
“Ke tempat yang hanya ada kita berdua mungkin.” Elsa merasa permintaannya tidak terlalu berlebih-lebihan, di sekitar rumah mereka ada banyak tempat indah yang sepi.
“Ya sudah, baiklah kalau begitu.” kata Rifki sambil menghampiri Elsa dan menggandengnya.
“Memangnya kita akan pergi ke mana?” tanya Elsa penasaran.
“Ke suatu tempat yang hanya ada kita berdua.” kata Rifki tersenyum lebar. Melihat senyuman Rifki, Elsa kembali merasakan firasat buruk.
Rifki meminta Elsa untuk menutup matanya dengan kain dan menggandeng tangan Elsa.
Setelah berjalan beberapa langkah, Elsa merasakan udara di sekitarnya berubah menjadi lebih sejuk dan berbau asin.
Sepertinya mereka sedang berada di tengah lautan padahal Elsa menghitung langkahnya tidak ada sepuluh langkah.
Elsa tidak menyangka bahwa Rifki juga memiliki kemampuan untuk melipat bumi.
Bayangkan saja bumi seperti selembar kertas dan kamu menulis dua titik di setiap ujungnya.
Orang normal akan membuat garis lurus untuk membuat kedua titik itu saling berhubungan tapi orang yang memiliki kemampuan akan melipat kertas tersebut sehingga kedua titik bisa saling bertemu.
Ya, seperti itulah penalaran ilmu melipat bumi.
Mungkin kalian akan lebih mudah membayangkannya sebagai pintu kemana saja milik Doraemon. Hanya saja kemampuan ini tidak membutuhkan alat, seperti kemampuan teleportasi.
Sebenarnya Elsa juga sering berteloportasi, tapi biasanya dia hanya memakai tubuh roh nya saja. Bukan tubuh manusia nya.
Elsa juga sering memindahkan alam, tapi yang dia pindahkan hanya alam roh mereka yang notabene seperti ilusi, bukan badan kasar.
(Ehm, segala sesuatu memiliki badan kasar dan roh yang halus)
Rifki memerintahkan Elsa untuk membuka matanya.
Begitu Elsa membuka mata, dia melihat tubuhnya dan Rifki berdiri mengambang di atas lautan luas. Elsa langsung memeluk Rifki dengan ekspresi ketakutan.
Sebenarnya Elsa tidak benar-benar ketakutan.
Ya, terkadang, karena kekuatan dan emosi Elsa yang tidak stabil, dia kadang bisa kadang tidak.
Elsa justru bisa menggunakan kemampuan itu dengan lancar saat dirinya tidak sadarkan diri.
Tapi dia tidak ingin Rifki mengetahui kemampuannya. Setidaknya belum saatnya.
Bagaimana pun juga karena Rifki sudah menemukan identitasnya sebagai Angel, maka Elsa hanya tinggal memiliki satu kartu truf jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan untuk menyelamatkan diri dari Rifki.
Elsa harus ekstra hati-hati agar Rifki tidak menemukan semua rahasianya.
Elsa masih belum bisa mempercayai Rifki sepenuhnya. Bagi Elsa, Rifki terlalu kompleks dan penuh tipu muslihat.
Elsa tidak percaya Rifki menikahinya hanya karena merasa bertanggung jawab atas anaknya.
Elsa curiga Rifki akan mengambil anaknya begitu anak ini lahir.
Bagaimanapun juga mereka sama-sama menginginkan penerus.
Tapi, karena saat ini mereka sedang berada di atas lautan.
Secara otomatis mereka tidak bisa lepas dari pengawasan Kakek Penguasa Lautan.
Elsa menelan ludahnya. Seketika itu juga dia sangat panik.
“Ya Allah...Plisss, semoga kakek tidak muncul. Ya Allah, jangan Kau beritahu kakek. Ya Allah, selamatkan aku, semoga kakek menutup mata. Semoga kakek tidak melihat.” Elsa berdoa dalam hati dengan sangat panik.
Elsa sendiri tahu bahwa doa itu mustahil di kabulkan karena saat ini posisi mereka sangat dekat dengan kediaman kakek eksentrik itu, tapi tidak ada salahnya untuk tetap mencobanya.
Walaupun hampir semua pemandangan permukaan laut itu sama tapi tidak dengan permukaan bawah laut.
Elsa masih bisa menentukan posisi koordinatnya dengan cara menyebarkan persepsinya ke bawah laut.
Walaupun orang tua itu terkenal dengan sebutan Kakek Penguasa Lautan, tapi dia tidak selalu tampak seperti kakek-kakek.
Sebagai master dan monster tertua yang masih hidup, Elsa tahu bahwa orang itu lebih suka muncul dalam sosok anak-anak atau pemuda tampan.
Ya, kakek tua itu memang monster, sejak dia mandi dan minum air keabadian puluhan ribuan tahun yang lalu, sifat genetik nya berubah dan sampai sekarang dia tidak pernah mati.
Dan jangan kalian tanyakan kekejamannya, dia bisa dengan mudah membunuh anak-anak kecil yang lucu semudah membunuh semut. Baginya nyawa manusia tidak lebih berharga daripada serangga. Bahkan mungkin kakek tua itu justru lebih menghargai serangga dari pada manusia. Apakah orang seperti itu masih di anggap manusia?
Walaupun Elsa tahu bahwa kakek tua itu selalu memiliki alasan demi kebaikan, akan tetapi tetap saja Elsa tidak tega membunuh anak-anak yang masih belum berdosa.
Karena tugasnya sebagai penjaga keseimbangan alam, kakek penguasa lautan itu memiliki kemampuan untuk melihat masa depan dan selalu memiliki pertimbangan sendiri.
Dia juga tidak suka menerangkan segala sesuatu mengenai tindakannya.
Jadi pada intinya, jika kamu kebetulan bertemu dengan kakek itu, bersabarlah dan jangan bertanya apapun, atau dia akan meninggalkan mu begitu saja dan selamanya kamu akan sangat menyesal karena kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi. Itupun jika kalian beruntung.
Rifki tertawa sambil memeluk dan mencoba untuk menenangkan Elsa.
“Hei, tenanglah. Kamu tidak perlu panik. Penguasa angin bersedia memberikan tumpangan untuk kita. Jadi kamu tidak perlu takut jatuh. Anggap saja kita sedang naik eskalator kaca.”
Elsa memang memiliki kemampuan untuk mengambang di udara tetapi dia bukan raja yang bisa memerintahkan unsur alam.
Elsa hanya bisa sedikit mempengaruhi hati jiwa unsur alam agar mau bergerak mengikutinya.
Mendengar hal itu, Elsa sangat malu dan mulai melonggarkan pelukannya.
Elsa memang mendengar cerita tentang para master dan raja yang bisa memerintahkan alam. Tapi baru kali ini dia melihat sendiri kemampuan itu.
Melihat ekspresi wajah Elsa membuat Rifki menjadi gemas.
Dia langsung memeluk pinggang Elsa di samping tubuhnya dan mengajak Elsa terbang bersama.
Elsa melihat permukaan air laut satu meter di bawah kakinya begitu tenang, seolah tidak ada angin yang berhembus mengacaukannya.
Elsa berpikir mungkin angin telah di perintahkan Rifki untuk lebih tenang.
Tunggu, mengapa Rifki menuju ke arah kediaman Kakek penguasa lautan?!
Elsa menatap Rifki dengan horor. “Jangan bilang kalau Rifki juga kenal Kakek?!” rutuk Elsa dalam hati.
Elsa pun mencoba untuk melepaskan diri dari cengkeraman Rifki, ingin berlari pergi.
Elsa terlalu takut untuk melihat kenyataan itu.
Tubuh Elsa begitu lemas, jantungnya berdetak lebih cepat.
Dia ingin menghilang pergi dari sini. Tapi dia juga tidak ingin Rifki tahu rahasianya.
Jadi dia hanya bisa berharap Rifki mau mendengarkannya.
“Ki.., pulang pliss! Aku takuut...” kata Elsa memohon.
“Aku tidak percaya kamu bisa memiliki rasa takut.” Kata Rifki menertawakan Elsa yang tampak lucu seperti kelinci yang ketakutan.
Elsa mencoba untuk menangis dan menampilkan ekspresi sedih.
“Ki… pulang...” kata Elsa merajuk seraya menarik tangan Rifki.
“Hmm” Rifki hanya tersenyum seolah tidak mendengarkan permintaan Elsa.
“Ki… aku takuut…” Elsa mulai terisak-isak.
“Takut Apa?! Gak ada apa-apa di sini. Bukannya tadi kamu ingin pergi ke tempat yang hanya ada kita berdua?” kata Rifki mengembalikan kalimat Elsa.
“Iya, tapi kan gak se ekstrim ini juga.” kata Elsa gemetar.
Kali ini Elsa benar-benar gemetar ketakutan.
Elsa dapat mendeteksi bahwa para penghuni lautan mulai menatap mereka berdua.
Oh, No! Pasti sekarang sudah ada yang laporan kepada kakek penguasa lautan dan sebentar lagi orang tua itu muncul. Pikir Elsa panik.
“Ku pikir kamu menyukai sesuatu yang ekstrim.” kata Rifki tanpa dosa.
Elsa memang biasanya menyukai yang ekstrim tapi tidak dengan membuat masalah di lautan.
Elsa tidak bisa lagi membalas perkataan Rifki.
Apa yang dikatakan oleh Rifki memang benar adanya.
Tapi masalahnya, Elsa tahu bahwa Kakek tua itu tidak suka jika ada yang berpacaran atau bercinta secara terbuka di atas daerah kekuasaannya.
Kemarahan Kakek penguasa lautan lebih mengerikan daripada bencana nasional.
Elsa memang biasa membuat kekacauan di daerah laut, tapi dia akan selalu meminta ijin terlebih dahulu.
Elsa juga selalu mengingatkan anak buahnya untuk selalu menjaga perilakunya selama di atas laut.
Rifki dan Elsa memang tidak bercinta atau bermesraan di tempat ini.
Masalahnya Elsa tidak ingin Rifki tahu hubungannya dengan kakek penguasa lautan.
Merasa bahwa drama yang dimainkannya tidak berhasil, Elsa kemudian mencoba menghubungi kakek itu dengan telepati.
Namun sebelum Elsa berhasil menghubungi nya.
Sosok anak laki-laki kecil berusia dua tahun yang chuby dan lucu muncul tiba-tiba.
Anak itu memiliki mata yang bersinar seperti bintang.
Dua pipi gemuknya membuat Elsa ingin melahapnya.
Anak lelaki itu mengenakan pakaian China dou-dou merah, sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan tampak empuk.
Dua buah roti kecil dari rambut menempel di kepalanya membuatnya menjadi semakin imut.
Penampilan itu di kombinasikan dengan sikapnya yang tampak sombong dan meremehkan.
Jika tidak sedang bersama Rifki, Elsa pasti berlari untuk memeluk dan menciumnya.
Kakeknya terlalu menggemaskan untuk dilewatkan.
Jika ada orang lain yang melihat hal itu pasti merasa aneh, karena ada anak kecil yang berdiri dengan sombong mengambang dua meter di atas permukaan laut.
Namun Elsa tahu bahwa anak itu adalah jelmaan kakek penguasa lautan yang tak kenal ampun.