
Ch 5 - Miss Angel
Di bawah terik matahari beberapa pria dan wanita tampak tengah berbaring di atas kursi malas yang menghadap kolam renang yang penuh dengan pemuda yang sedang menggoda wanita-wanita cantik berbikini. Beberapa server tak henti hentinya berlalu lalang dengan nampan mereka. Ada pula anak-anak kecil yang berlarian dan berteriak bahagia. Pemandangan dek kapal pesiar mewah itu begitu ramai, berkebalikan dengan hati Elsa yang sepi.
Dengan memakai kimono hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Bibir merahnya yang seksi terus saja tersenyum di bawah kaca mata hitam saat tangannya sibuk memainkan ponsel. Rambut panjangnya yang berwarna madu tampak bersinar di bawah sinar matahari. Seorang body guard memakai setelan jas berdiri di belakangnya.
Ponsel di tangannya itu tengah memperlihatkan beberapa pemandangan CCTV dalam kapal pesiar ini. Kapal pesiar ini adalah salah satu kapal pesiar komersial milik M Corp tempat dimana orang kaya dan berpengaruh biasa berlibur.
Salah satu identitas Elsa di dunia underground adalah anggota tentara bayaran M Corp. Sebagai tentara bayaran, Elsa adalah senjata hidup, pada dasarnya dia tidak memerlukan senjata apapun untuk melumpuhkan atau membunuh seseorang dengan kecepatannya. Sebagai seorang tentara bayaran dia sering menerima tugas dengan bayaran yang tinggi. Namun beberapa tahun terakhir dia lebih suka bekerja di belakang layar.
Tak perlu dijelaskan, Elsa mengerti mengapa Mr. C mengundang dirinya datang. Sebagai seorang pelatih veteran di M Corp, Mr. C memiliki kebiasaan buruk untuk menambah pasukannya. Setiap kali Mr. C melihat orang yang sangat berpotensi, dia akan memancing orang itu untuk melakukan kejahatan di tempatnya kemudian menangkap mereka sebagai tawanan atau budak sebelum melatih kedisiplinan dan kesetiaan mereka.
Kali ini targetnya adalah sekelompok anak muda yang cukup berbakat. Kelompok ini cukup mengganggu dan sulit untuk ditangani. Beberapa kali kelompok itu lolos dari pengepungan.
Dilihat dari penampilannya, tampaknya kelompok itu terdiri dari anak-anak kaya yang arogan. Bibir Elsa tersenyum setelah mengenali salah satu dari mereka, matanya berbinar dibalik sun glasses, anak itu sudah tumbuh besar ternyata. Baginya tak ada yang lebih menyenangkan dari pada bermain dengan anak-anak muda. Melumpuhkan dan menjinakkannya merupakan hiburan tersendiri.
Setelah menemukan keberadaan target, Elsa bangkit dan berjalan masuk ke basecamp mereka dengan membawa orange juice di tangan kirinya. Sang bodyguard dengan setia mengikuti jejaknya. Elsa hanya bisa tersenyum malas saat melirik ke arah bodyguardnya. Setiap kali dirinya muncul di depan umum sebagai miss Angel, akan selalu ada bodyguard yang ditugaskan untuk mengikutinya.
Kelompok itu terdiri dari 5 anak. Mereka menyewa kamar Presiden suite. Kartu kamar yang dibawa Elsa adalah kartu khusus yang bisa digunakan untuk memasuki semua kamar di dalam kapal.
Setelah memasuki kamar itu, Elsa bertindak seolah-olah itu adalah kamarnya. Dia langsung duduk di sofa berlengan dengan anggun. Setelah minum, dia pun berkata dengan tenang. Sementara lima lasang mata tengah waspada dan mulai mengacungkan senjata.
Sementara itu bodyguard wanita itu tetap berdiri dengan tenang di belakangnya seolah mereka semua bukan ancaman sama sekali.
"Alan, apakah ayahmu tahu kenakalan mu kali ini?" Tanya Elsa dengan nada tenang sembari tersenyum.
"Siapa kau?" Pemuda tampan yang tampaknya ketua mereka memberanikan diri bertanya.
Semua orang dikamar itu langsung menodongkan pistol padanya. Sementara Elsa dengan tenang melepaskan kacamata hitamnya dan melirik tanpa sedikitpun rasa kekhawatiran. Dia kembali tersenyum dan berkata.
"Kau pikir aku bisa kau takut-takuti dengan mainan mu?" Dengan senyum mengejek, Elsa kembali bersandar seraya menyesap minumannya.
"Apa yang kau inginkan?" Kata Alan seraya menembakkan pistolnya pada Elsa. Bodyguard yang berdiri di belakang Elsa masih tetap terdiam tanpa memiliki keinginan untuk memblokir peluru itu.
Namun Elsa dengan cepat menangkap peluru itu dengan kedua jarinya. Lalu tersenyum seraya memperhatikan peluru itu lalu menjentikkannya ke samping.
Bodyguard itu tahu bahwa majikannya bisa dengan mudah menangkap peluru. Seolah itu adalah pemandangan yang biasa baginya.
Sementara Alan dan teman-temannya menatap Elsa dengan pandangan horor.
Monster, hanya monster yang bisa menangkap peluru dengan jemarinya. Jika orang itu bisa memiliki kecepatan melebihi peluru, maka membunuh mereka adalah hal yang sangat mudah pikirnya. Semua senjata tak akan berarti di hadapannya.
"Apa maumu?" Kata Alan gemetar. Dia masih berusaha untuk tetap memegang pistolnya.
"Sebenarnya aku tak masalah dengan kenakalan mu. Aku justru suka dengan bakat dan kemampuan mu. Sayangnya kau membuat kerusuhan di tempat ku. Jadi kau harus memberikan kompensasi padaku." Elsa dengan santai membersihkan kuku jarinya tanpa memperhatikan mereka.
"Memangnya kapan aku membuat kerusuhan di tempat mu?" Tanya pemuda itu tergagap.
"Borgata 3 Juni 3 Millions, Lisboa 10 Juni 2 Millions, Blackjack 20 Juni 5 Millions..." Kata Elsa menyebutkan satu persatu kasino milik M Corp.
Uang itu memang relatif kecil bila dibandingkan pendapatan M Corp perhari. Tapi uang tetap lah uang. Elsa tak pernah mentolerir pencuri uang perusahaannya. Walaupun dirinya bisa dengan mudah mendapatkan uang itu kembali, tapi Elsa tak bisa melepaskan bakat baik begitu saja.
Mata Alan terbelalak tak percaya, gadis itu dapat menyebutkan secara detail daftar hasil pencuriannnya.
"Memangnya apa urusannya dengan mu?" Kali ini Alan mulai menggunakan otaknya untuk berbicara.
"Hhh... apakah aku kurang jelas? Kau membuat kerusuhan di tempat ku, kau mencuri uangku. Tentu saja kau harus membayar kembali." Kata Elsa mendesah malas.
Namun dalam nada malas itu tampak keanggunan dan kearogansian Elsa. Temperamennya seperti seorang Ratu yang dingin dan dominan.
"Bagaimana jika aku tak mau mengembalikan?" Kali ini pemuda itu mencoba memberanikan diri untuk mengancam Elsa.
Sayangnya Elsa tidak terpengaruh oleh ancamannya.
"Tak masalah, aku sudah mencurinya dari akunmu." Kata Elsa enteng membuat teman Alan yang masih menghadap laptop menggerakkan tangannya dengan cepat mencoba memverifikasi kebenaran kata-kata Elsa. Tak lama kemudian dia memperlihatkan raut muka kecewa.
Sebelumnya Elsa telah memberikan perintah kepada Ve untuk mencuri akun tersebut.
"Kalau kau sudah mendapatkan nya, bukankah itu artinya kita sudah selesai?!" Kata Alan mencoba membela diri.
"Hutang memang harus dikembalikan. Tapi untuk apa aku disini jika hanya untuk mengambil uang?!" Ya, untuk apa dia repot-repot datang kemari hanya untuk mencuri uang yang bisa dilakukannya dari rumah. Tinggal menyerahkan sepenuhnya kepada Ve beres.
"Lalu, apa mau mu?!" Tanya Alan penasaran dan mulai tak sabar menghadapi Elsa yang terlalu santai.
"Tentu saja aku ingin kau menjadi budakku." Kata Elsa santai penuh penekanan.
"Bagaimana jika aku menolak?" Tentu saja, siapa yang sudi menjadi budak orang lain.
"Jika kau tak mau di hukum ayahmu maka jadilah budak ku." Kata Elsa acuh tak acuh sambil membersihkan kukunya.
"Siapa kau? Kau pikir aku mudah percaya padamu?" Bentak Alan lagi.
"Baiklah, tampaknya kau tak ingin menjadi budak ku." Elsa pun mengangkat teleponnya dan membuat panggilan.
"Tuan Lucrello, saya minta maaf, anak-anakmu membuat keributan di tempat ku." Kata Elsa tanpa basa-basi.
"...."
Tak lama kemudian telepon Alan pun berbunyi menampilkan ID ayahnya. Raut wajahnya berubah menjadi warna putih.
"Dad"
"Dasar anak busuk! Apalagi yang kau lakukan kali ini?! Apakah kau mau membuat ku cepat mati?! Cepat minta maaf pada Miss Angel! Jika dia belum memaafkan mu maka jangan panggil aku ayah lagi." Bentak ayahnya.
"Kau pikir kau siapa?! Ayah dan pamanmu saja tak berani memprovokasi Miss Angel." Nada itu terdengar sangat marah dan ketakutan.
Miss Angel?! Nama itu bagaikan sambaran petir di siang bolong. Alan tak pernah meragukan ayahnya. Nama Miss Angel di underground sama seperti eksistensi malaikat penghancur. Karena keganasannya bisa membuat seseorang merasakan penderitaan hidup yang sebenarnya sehingga kematian adalah hal yang mewah. Bahkan dikatakan berurusan dengan malaikat kematian lebih mudah daripada berurusan dengan Miss Angel.
Dikatakan bahwa sepuluh tahun yang lalu, Miss Angel tak hanya mengambil alih M Corp, kelompok tentara bayaran tertua di dunia. Bahkan dua kekuatan terbesar dunia underground pun ikut mendukungnya.
Berurusan dengan Miss Angel berarti kehancuran seluruh keluarga.
Tidak! Alan tak ingin keluarganya hancur begitu saja karena ulahnya. Wanita ini bahkan lebih berbahaya daripada monster. Menjadi budaknya tampaknya lebih baik daripada mengorbankan seluruh keluarga.
Tubuh Alan terjatuh di lantai, dia kehilangan kekuatannya dan tak bisa berkata-kata. Begitu pula dengan teman-teman Alan yang lain. Mereka begitu lemas dan tak berdaya menghadapi kenyataan yang sulit dipercaya.
"Baiklah, mulai sekarang kau harus mengikuti pelatihan ku. Aku takkan pernah memaafkan pengkhianatan. Camkan itu baik-baik!" Kata Elsa santai seraya meninggalkan ruangan. Sementara dua orang telah berdiri di luar ruangan, siap untuk menerima instruksi selanjutnya.
"Anak-anak sudah selesai ditangani. Aku akan menyerahkan mereka padamu sekarang." Kata Elsa kepada dua orang itu.
Di luar, sebuah helikopter telah siap untuk menjemputnya dan mengantarkannya ke pulau markas besar M Corp.
Begitu Elsa turun dari helikopter, sekelompok penjaga berseragam hitam telah berjajar di sepanjang jalan siap menyambut kedatangannya.
Sekalipun kemampuannya menjaga diri sangat kuat dan tidak membutuhkan pengawalan. Namun para tetua M Corp selalu berusaha memberikan perlindungan sebagai bentuk penghormatan padanya.
Elsa sendiri tak suka formalitas semacam itu, sehingga dia menolak perlindungan semacam itu di luar markas. Karenanya para tetua mengatur agar mereka berbaur dengan orang biasa di sekitar kediaman dan kantor-kantor Elsa tanpa menimbulkan kecurigaan Elsa. Tentu saja Elsa tahu akan hal itu, dirinya tak mempermasalahkan hal itu selama tidak terlalu mencolok dan tidak menggangu privasinya.
Di sebuah ruangan besar, para tetua telah berkumpul menunggu instruksi Elsa.
"Kali ini, aku ingin kalian lebih berhati-hati dengan kelompok Black Dragon. Bila ada pergerakan dari mereka, laporkan segera. Blokir semua informasi yang keluar. Jangan sampai ada yang membocorkan identitas saya sebagai Miss Angel. Dan mulai saat ini Miss Ve yang akan menggantikan posisi saya sebagai ketua." Kata Elsa to the point.
Black Dragon adalah kelompok tentara bayaran yang di kelola oleh Rifki. Elsa tak ingin mengambil resiko. Berperang dengan Black Dragon hanya akan menimbulkan kerugian besar baginya. Karena itu sedini mungkin, dirinya membatasi hubungannya dengan M Corp agar tidak menyeret M Corp lebih dalam.
Bila dirinya sampai ditemukan, cukup dirinya saja yang harus menghadapi Rifki. Selain mengundurkan diri dari M Corp, Elsa juga tengah mempersiapkan pengunduran dirinya dari beberapa posisi penting di perusahaan. Menjadi pemimpin di belakang layar lebih aman baginya saat ini.
Menghilang tanpa jejak. Itulah yang harus dilakukannya saat ini.
Elsa menyadari bahwa untuk melindungi eksistensi bayinya dia harus sangat berhati-hati. Bayi ini adalah eksistensi yang penting bagi hidupnya. Dia tak mau tertangkap dan mati konyol sebelum bisa melahirkan bayi ini.
Dia menginginkan kehidupan yang tenang dan damai dengan bayinya.
Identitas Miss Angel yang terkenal adalah putri Lady Viona, pengusaha Indonesia yang memiliki beberapa perbankan swasta di luar negeri.
Tentu saja Elsa selalu mengubah seatus persen penampilannya sebagai Miss Angel.
Setelah menyelesaikan masalah di markas M Corp. Elsa yang masih dalam penampilan Miss Angel melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat di Eropa untuk menangani beberapa bisnisnya.
Saat berjalan keluar, tiba-tiba telepon Elsa berbunyi.
“Sayang, kenapa kamu tidak memberi tahu kami kalau kamu di Eropa?” nada di seberang sana terdengar sangat khawatir.
Panggilan itu berasal dari ibu angkatnya, Lady Viona. Elsa memang sedikit menghindari ibu angkatnya. Selama ini dia tidak pernah memberi tahu jika dirinya pergi ke Eropa. Dia juga tidak mengunjungi mereka.
Sebisa mungkin dia akan menekan semua berita perjalanannya ke Eropa.
Elsa berpikir, mungkin ada yang melihat dan mengenalinya saat dia berada di kapal pesiar kemarin dan melaporkannya pada mereka.
Karena sudah terlanjur ketahuan, dia tidak bisa lagi menghindar terus menerus atau ibu angkatnya akan merasa sakit hati padanya.
Dirinya merasa masih belum siap untuk bertemu kakak angkatnya, putra kandung Lady Viona yang menikah beberapa bulan lalu. Bagaimana pun juga dia merasa sedikit patah hati. Selama ini kakak angkatnya sangat perhatian padanya sehingga wajar jika dia sedikit berharap.
“Maaf, Mom. Saat ini aku masih sibuk. Belum bisa mengunjungi kalian.” kata Elsa dengan nada menyesal
“Kenapa? Apakah ada masalah?” tanya Lady Viona tanpa menyembunyikan kekhawatirannya. Ibu angkatnya yang satu ini memang sangat mudah khawatir.
“Jangan khawatir Mom, semua baik-baik saja.” Elsa mencoba untuk menenangkannya.
“Kata paman Sam sekarang kamu terlihat lebih kurus. Kami sangat khawatir mendengarnya.” mendengar hal itu Elsa mengerutkan keningnya. Dia merasa dari dulu berat badannya selalu normal, berkisar antara 53-58 kg. Terakhir kali dia menimbang berat badan memang hanya 53kg.
“ Tak apa Mam, hanya agak drop saja.” Elsa memang merasa agak lebih lemah akhir-akhir ini. Mungkin karena hormon tiroidnya mulai aktif lagi. Nampaknya dia harus kembali meminum obatnya.
“Ya sudah, cepat pulang. Jangan lupa istirahat. Kakek sudah lama mempersiapkan hadiah untuk mu. Jangan buat dia kecewa.” desak Lady Viona.
“Iya Mom, Minggu ini aku pulang. Salam untuk kakek. Love you Mom. Mmuach!” janjinya. Dia memang sudah berencana untuk mengunjungi mereka. Dan itu mungkin adalah kunjungan terakhirnya.
“Love you too baby. Mmmuach!” Lady Viona mengakhiri panggilannya dengan bahagia karena mendengar putrinya akan segera mengunjunginya.
Setelah menutup telepon. Elsa memerintahkan untuk mempersiapkan penerbangannya ke London. Dia berharap agar bisa segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum mengunjungi keluarga ibu angkatnya minggu ini.
Semakin cepat semakin baik. Semakin banyak waktu luang untuknya, untuk mempersiapkan kelahiran bayinya. Dia masih belum menentukan dimana dia akan tinggal untuk bersembunyi. Lupakan! Masih ada banyak waktu untuk memikirkannya.
….