I'll Be There When It's Blue

I'll Be There When It's Blue
Sedikit Pemikiran...



Lovely readers... udah 31 part, bagaimana cerita ku menurut kalian?


Aku cuma pengen tahu reaksi kalian yang selama ini jadi silent readers.


Feed back positif dari kalian bener-bener berarti buatku, jadi jangan sungkan kasih komen, like atau vote ya...


Sebenernya aku nulis udah nyampe part 40, bahkan udah mulai nukis part berikutnya, tapi keliatannya ga ada seorangpun yang berkomentar - Aku jadi bertanya-tanya......apakah kalian ada disini?


Cerita ini akan penuh dengan kejutan-kejutan.


Dan sedikit tulisan mengandung 18+, mengapa? Karena setiap part akan saling berkaitan dan menjadi sebab - akibat dalam cerita ini. Yang bisa bikin kening kita berkerut, dan ikutan mikir ☺


Jujur siiih buat kalian yang ga suka bacaan rada berat mungkin kalian ga akan suka.


Tapi buat kalian yang suka cerita dengan imajinasi dan pengolahan cerita yang rumit, pasti kalian suka.


Aku bikin cerita ini, sangat mengusahakan untuk menerapkan EYD yang bener, bahkan dengan bahasa yang lebih banyak 'baku' nya, daripada bahasa tak bakunya - seperti ketikan sebuah pemikiran ini.


Kenapa? karena suatu saat aku akan menterjemahkan tulisan ini ke bahasa lain.


.


.


Dalam tiap bab, pasti aku nulisnya banyak banget...lebih dari 3000 atau 4000 kata.


Kenapa? Karena emang tiap part muatan ceritanya banyak.


Jadi aku bukan tipe orang yang lomba nulis part banyak-banyak, tapi aku suguhkan tiap part yang isinya padat. Ngga sekali scroll up udah beres aja satu bab.


.


.


Aku mungkin juga akan hapus cerita ini dan akun ini disini, kalau ternyata ceritaku ngga masuk dalam pilihan selera para reader semua.


Karena aku mikirnya, 'Yaah capek-capek mikir, capek-capek nulis, tapi ga ada satu pun yang mengapresiasi.'


Rasa ingin dihargai atau karya kita dapat perhatian dari orang lain pasti wajar kaan?


Setidaknya setelah ada komentar, dukungan, masukan atau kritikan, berarti orang lain membaca cerita imajinasi kita.


Makanya, aku suka mikir - wah gimana ya si ini ceritanya bisa dapat ribuan like, viewers, followers dalam waktu sekejap?? Pas baca ceritanya - lumayanlah...idenya siih oke, tapi nulisnya acak-acakan.


Tapi...busyet dah yang baca ribuan! Belum yang komen, yang kasih like, vote...


Jujur aku sangat terkagum-kagum.


.


.


Aku tidak sedang mengkritisi siapapun dengan cerita mereka. Hanya saja, selera dari para pembaca ternyata bisa terlihat dan terukur disini.


Jadi aku narik kesimpulan...


Oh, tulisan yang bagus dan cara penulisan yang benar belum tentu dapat apresiasi yang bagus dari para pembaca.


Tapi, mereka justru akan mengabaikan alur cerita, mengabaikan EYD, asal ceritanya rada berani, sesuai selera pembaca.


.


.


Seorang penulis tidak akan tahu jika ceritanya bagus, jika pembacanya tidak kritis.


Sebetulnya, penting ga penting juga siih dapat viewers, likes atau followers, jika itu berurusan dengan 'idealisme'.


Tapi kalau udah berurusan dengan 'marketing', cuma cerita yang 'menjual' aja yang diapresiasi walaupun ceritanya ngga nyambung atau alurnya ngga jelas.


.


.


Buat semua pembaca yang baik, ayo beri dukungan biar aku lebih semangat buat nulis cerita-cerita yang lebih bermutu.


Buat yang udah kasih like nya, kalian baik sekali dan aku sangat berterima kasih.


Di tunggu up part berikutnya yaa...


Aku akan up jika dapat feed back yang baik dari kalian semua.


Atau...mungkin cerita ini akan menghilang di Noveltoon.


Gamsahamnida Yeorobun 😍