I'll Be There When It's Blue

I'll Be There When It's Blue
Connected Rope



"Dan.... Song Myung Ri adalah ayah dari Jung Na Ri."


Mendengar penuturan Gorae, Jae Hyun terduduk di kasurnya yang empuk.


"What a coincident!"


Gorae merasakan hal yang sama, dia heran dengan segala sesuatu yang mulai berhubungan, seperti tali-tali putus yang mulai tersambung.


"Gorae, aku lapar... kamu sudah makan?" Tanya Jae Hyun kemudian.


"Kita bertemu di tempat kemarin." Jawab Gorae sambil menyalakan mesin mobilnya.


Jae Hyun sampai beberapa menit setelah Gorae. Saat makan mereka tidak banyak bicara. Keduanya melewatkan makan siang dan makan malam.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu? Kamu makan seperti tidak makan selama sebulan!" Jae Hyun memperhatikan Gorae yang makan sangat lahap.


"Aku justru melihat mu seperti ikan piranha!" Balas Gorae tidak peduli.


Jae Hyun terkekeh, Gorae selalu bisa membalas ledekannya dengan telak.


"Aku ada operasi dari pagi sampai malam. Operasi besar. Lututku hampir tidak sanggup berdiri! Tiga belas jam non stop di meja operasi membuatku sangat lapar!" Mulut Gorae penuh, dia mengunyah dengan cepat.


"Wah daebak! Jika aku jadi dokter bedah setelah mengobrak abrik tubuh pasien sepertimu, aku mungkin tidak nafsu makan daging seperti mu."


Jae Hyun menambahkan potongan daging di mangkuk nasi Gorae.


Gorae hanya senyum sambil menyipitkan matanya.


"Tadi Yunna meneleponku...aku lupa tidak menghubunginya dua hari terakhir ini."


"Hm." Gorae tidak mau mendengarkan cerita Yunna dari Jae Hyun.


"Gorae, apakah dia sangat possesive? Dia marah padaku karena aku tidak menghubunginya. Dia tidak peduli saat aku jelaskan aku masih ada tamu dan masih sangat sibuk."


Gorae terdiam, rupanya sifat possesive Yunna sudah mendarah daging dengan dirinya.


"Dulu saat aku tanyakan tentang hubunganmu yang putus dengan dia, dia mengakui, dia tidak sanggup untuk bersama denganmu karena dia merasa kamu tidak cukup memperhatikannya."


Jae Hyun meneguk air dingin kesukaannya.


Gorae mengangkat alisnya sambil menghela nafas,


"Dia ingin selalu jadi prioritas dan tidak mau mendengar penjelasan apapun atau mencoba mengerti. Dia hidup dengan pikiran dan prasangkanya sendiri....itu saja yang aku rasakan saat terakhir dia benar-benar meninggalkan ku."


"Maksudmu, dia tidak mengerti profesimu sebagai dokter? Bukankah dia juga seorang dokter?" Jae Hyun terheran-heran.


Gorae menimbang-nimbang, apakah dia harus menceritakan semua kisah Na Ri dengannya?


"Bukan itu saja, kamu tahu....aku dulu sangat mencintainya, dia adalah matahariku. Tapi dia semakin mengontrol hidupku..... saat aku menolong Na Ri dari awal sampai akhir dia tidak mau mengerti, walaupun dia tahu kenyataan bahwa Na Ri hampir tewas dan celaka, dia menutup mata untuk hal itu."


Jae Hyun tercenung, bahkan Yunna begitu marah saat dia tidak menghubunginya cuma selama dua hari. Jae Hyun mulai mengerti perasaan Gorae.


"Apakah kamu yang meninggalkannya?" Tanya Jae Hyun.


Gorae menggeleng, "Awalnya, bagaimanapun perilaku dan perangai Yunna, aku akan menerima dan mencoba mengerti dia. Karena dia adalah gadis yang paling ku cintai. Tapi.... dia yang meninggalkan ku. Aku tidak ingin memaksakan suatu hubungan jika salah satu pihak merasa tidak bahagia."


Jae Hyun menatap Gorae, "Yunna mungkin sangat merasa terganggu saat kamu bersama Na Ri."


"Jalan hidupku harus bertemu dengan gadis itu, dan terlibat dalam urusannya sampai sekarang, dan aku tidak bisa menutup mata saat melihat seseorang hampir mati..... aku tidak pernah mengkhianati Yunna."


"Yah...dan sayangnya....ayah Na Ri dicelakai oleh ibunya Yunna.." Gumam Jae Hyun, hatinya benar-benar gundah.


"Hidup dan hubungan yang aneh, kan?" Gorae menimpali. Mereka berdua tercenung.


"Ngomong-ngomong...bagaimana dengan Kwak Tae Rang dan anaknya?" Jae Hyun ingin mempersiapkan diri saat menemui mereka.


"Ah, pak Kwak, aku mengenalnya sejak lama. Dia dulu tetangga ku. Aku belum bertemu Kwak Ji Soon anaknya, tapi mereka adalah orang-orang yang baik dan bisa dipercaya."


Jae Hyun mengangguk,


"Baiklah... aku lega mendengarnya."


"Jae Hyun, apa yang akan kamu lakukan pada Yunna?" Tanya Gorae tiba-tiba.


Jae Hyun terdiam, dia sebenarnya bingung dengan perasaannya pada Yunna sekarang.


"Entahlah...aku belum lama menjadi kekasihnya....aku berjanji apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkannya." Jawab Jae Hyun mengambang, Gorae menghela nafas,


"Semoga kamu dan dia bisa saling mengerti. Aku juga tidak ingin dia terluka."


"Dan aku juga tidak ingin terluka Gorae. Aku tidak bisa dikontrol oleh siapapun. Apalagi untuk urusan pekerjaanku, aku tidak bisa menghadapi hal yang cengeng saat seperti ini." Tandas Jae Hyun.


"Aku mengerti." Gorae merasakan apa yang dirasakan Jae Hyun.


Menjelang pagi, setelah berjam-jam menghabiskan waktu bertukar pikiran dan membagikan perasaan mereka, akhirnya Jae Hyun dan Gorae memutuskan untuk pulang dan tidur sebentar sebelum menghadapi hari yang berat siang nanti.


"Aku hargai keterbukaanmu Gorae, terimakasih banyak sudah menjadi temanku." Kata Jae Hyun sebelum mereka masuk ke mobil masing-masing.


Gorae tersenyum, "Aku juga berterimakasih pada mu Jae Hyun. Jaga diri kamu baik-baik, hm?!"


Jae Hyun sampai dirumahnya dan tanpa membersihkan diri, dia langsung melompat ke tempat tidurnya. Pikirannya sangat penuh saat ini.


Dia memikirkan Yunna juga, dia masih sangat tersinggung dengan kemarahan Yunna tadi. Tidak pernah seumur hidupnya dia mengahadapi orang yang sangat possesive seperti Yunna.


Tapi jika dia ingat bagaimana Yunna begitu ingin diperhatikan, bukankah Yunna sangat mencintainya?


Aarrgh! Jae Hyun membenamkan kepalanya ke bantal, terlalu banyak beban dipikirannya, beberapa menit kemudian dia tertidur.


*


"Dia akan datang menemui anda siang nanti, dia sudah tahu semua cerita dari awal, juga tentang cerita pak Song." Gorae menelepon Kwak Tae Rang dari rumah sakit.


"Oh syukurlah jika dia sudah tahu semua, ini akan memudahkan ku. Ji Soon juga sudah mengumpulkan banyak bukti disini."


Kwak Tae Rang dan Ji Soon sudah berada di kota Wanju sekarang.


"Baiklah pak Kwak, sampaikan salamku pada Ji Soon."


Seorang perawat mengetuk pintu kantor Gorae, dia melongo ke dalam,


"Dokter Kang..."


"Aku sudah siap." Jawab Gorae tersenyum, membuat perawat itu terpesona.


Gorae  berjalan melewati perawat itu, "Ayo, kita harus siap semua sekarang!" Hari ini operasi yang akan dia lakukan akan sangat berat dan lama.


Harum segar aroma Gorae menerpa wajah perawat itu, dia hanya bisa melihat dokter tampan itu sambil terpana. Aihh, aku pasti akan beruntung hari ini!


Ada rumor dikalangan perawat dan staff rumah sakit, jika mereka terkewati Gorae sangat dekat, dan menvium aroma kesegaran tubuhnya, mereka akan beruntung sepanjang hari!


Saat berjalan cepat di selasar, Jae Hyun menelepon Gorae, Gorae tidak melihat Yunna yang sedang berbincang dengan seorang pasien.


"Ya, Jae Hyun? Kamu sudah sampai?"


Yunna terkejut mendengar nama Jae Hyun disebutkan Gorae sambil melewatinya.


Jae Hyun? Apakah Moon Jae Hyun kekasihnya? Jika iya, ada urusan apa Jae Hyun dengan Gorae?


Kemana Jae Hyun pergi?


Diam-diam Yunna mencuri dengar pembicaraan Gorae.


"Oh baguslah jika kamu ingin menengok ayahnya Na Ri, kabarnya dia mulai sedikit mengingat istrinya. Sampaikan salamku pada Pak Song."


Gorae terus berjalan cepat menuju ruang operasi tanpa menyadari dia dibuntuti diam-diam oleh Yunna.


Jantung Yunna berdebar cepat, dia berpikir keras.


"Ayah Na Ri? Mengingat istrinya? Berarti itu Ibu Jung! Ibunya Na Ri. Apakah mungkin ayahnya Na Ri hilang ingatan? Apakah mereka di Seoul? Atau sekarang mereka ada di desanya Gorae bersama Na Ri? Mengapa Jae Hyun pergi kesana? Mengapa Gorae terdengar akrab dengan Jae Hyun? Apakah itu Moon Jae Hyun kekasihnya?"


Berbagai pertanyaan muncul di kepalannya. Jika benar Jae Hyun sampai mengunjungi keluarga Na Ri, berarti dia akan bertemu Jae Hyun!


Jika benar, Jung Na Ri adalah duri dalam hidupnya! Dulu Gorae, sekarang Jae Hyun! Pantas saja Jae Hyun bersikap dingin padanya. Ini pasti karena Na Ri!


Yunna mengambil kesimpulan dengan merangkaikan semua pertanyaan di kepalanya.


Aku harus mencari tahu dari Ibu Jung! Aku tahu, dia tidak bisa hidup di desa, mungkin juga ayah Na Ri ada di Seoul!


Kemarahan menggelegak di dada Yunna, tidak akan pernah dia membiarkan Na Ri merebut perhatian Jae Hyun!


Hidupmu tidak akan pernah tenang Na Ri! Tekad Yunna.


Yunna berlari ke ruang dokter umum, saat ini ruangan kebetulan sedang kosong, semua dokter sedang bertugas, dia terburu-buru menuju mejanya. Dia segera membuka laptop untuk mencari nomor telepon Jung Bok Sil.


Yunna masuk ke situs berbayar layanan pencarian orang Intellius, dia berharap bisa mendapatkan segala informasi tentang Jung Bok Sil.


Setelah mengetik nama Jung Bok Sil dan kota tempat dia tinggal.


Muncul puluhan nama Jung Bok Sil dari Seoul.


Setelah meneliti satu persatu, Yunna nenpersempit pencariannya, dia memperkirakan orang macam Jung Bok Sil akan tinggal di daerah yang cukup elit. Yunna menemukan beberapa tempat elit dan nama Jung Bok Sil hanya ada di dua tempat elit.


Segera Yunna mencatat dua nomor tersebut. Satu nomor dihubungi tidak tersambung.


Yunna mencoba nomor yang lain, nomor ini menggunakan provider


LG U+ salah satu operator telekomunikasi di Korea.


Terdengar nada tersambung, Yunna menunggu... beberapa saat kemudian  suara seorang perempuan menyapa dari seberang telepon.


"Hallo?"


"Bu Jung? Benarkah ini nomor telepon ibu Jung Bok Sil, ibunya Na Ri?" Yunna tiba-tiba merasa tegang.


"Siapa ini?" Suara di seberang telepon terdengar tidak senang.


"Benarkah ini Ibu Jung? Aku dokter Cha Yunna dari Rumah Sakit Hansung."


Jung Bok Sil ingat dengan gadis ini, dia adalah kekasih Gorae.


"Ah, dokter Cha, apa kabar? Kamu mendapatkan nomorku dari dokter Kang, kan?"


"I...iya....aku dapat nomormu dari Gorae.." Yunna berbohong.


"Oh baiklah, ada apa kamu meneleponku dokter Cha? Uh...aku sangat repot sekali minggu ini! Aku sedang packing untuk pindah ke Muju."


Jung Bok Sil sambil memasukan sepasang sepatu kedalam kardus.


"Oh...anda akan pindah ke Muju, bagaimana dengan rumah anda disini?" Tanya Yunna keheranan. Setahu dia Muju hanyalah kota kecil dekat dengan kota Wanju.....tidak terlalu jauh juga dengan desa kelahiran Gorae!


"Rumahku disini sudah terjual. Aku hanya diberi waktu dua minggu untuk berbenah. Na Ri sedang mencarikan rumah untukku tinggal di Muju." Jawab Jung Bok Sil ringan.


"Tapi... mengapa anda memilih Muju bu Jung?"


Terdengar suara helaan nafas dan suasana hening sejenak.


"Apakah dokter Kang belum menceritakan padamu?"


Yunna kebingungan, ada apa ini? Yunna yakin Gorae belum menceritakan pada siapapun jika mereka sebenarnya sudah putus.


"Ah, dia hanya mengatakan sedikit, tentang....... ayah Na Ri..." Yunna memejamkan mata, dia berharap Jung Bok Sil tidak curiga.


"Yah, alasan aku pindah ke Muju karena ayah Na Ri...setelah sekian lama, akhirnya kami bertemu kembali. Aku harus dekat dengannya selama dia dirawat di Muju."


"Ooh...begitu.....Gorae bilang, ayahnya Na Ri mulai mengingat nama istrinya..."


Yunna bertaruh dengan kata-kata yang didengarnya saat Gorae menelepon tadi. Tidak terasa peluh mulai membasahi dahinya.


"Ya, Na Ri memberitahuku...aduhh aku senang sekali.... setelah dia menderita begitu lama karena malpraktek dokter Ahn Sohyun lebih dari dua puluh tahun lalu, dia kehilangan ingatan dan kehilangan segalanya! Dia mulai mengingatku kembali....walaupun ingatannya baru sedikit sekali yang kembali, tapi aku punya harapan besar." Suara Jung Bom Sil terdengar gembira.


"A...apa? Dokter Ahn Sohyun?" Yunna hampir oleng mendengar nama ibunya disebutkan.


"Iya, dia masih bekerja di rumah sakit tempatmu bekerja! Kamu kenal dia? Dia harus mendapat hukuman atas semua kejahatannya! Ayah dokter Ahn adalah pemilik Seukai yang mencuri perusahaan suamiku!" Jung Bok Sil kembali merasa sangat marah mengingat perlakuan dokter Ahn Sohyun pada suaminya.


".....oh...." Hanya itu yang keluar dari bibir Yunna. Lalu hubungannya dengan Jae Hyun apa? Bagaimana Jae Hyun mengenal ayah Na Ri? Kepala Yunna terasa pening sekali.


"Ah, ngomong-ngomong, aku sampai lupa, ada apa kamu menelepon ku dokter Cha? Apakah ada kabar dari Gorae?"


Yunna dengan gugup segera menutup telepon sambungan telepon dengan Jung Bok Sil.


"Hallo?.....hallo dokter Cha?" Jung Bok Sil keheranan karena teleponnya terputus begitu saja. Kenapa gadis ini? Ah, sudahlah, mungkin dia sibuk. Nanti aku akan menghubungi Gorae saja. Jung Bok Sil kembali membereskan barang-barangnya sambil bersenandung kecil.


Yunna menangkupkan kedua telapak tangannya ke mukanya.


Dokter Ahn Sohyun melakukan malpraktek lebih dari dua puluh tahun lalu?! Ibunya menyebabkan ayah Na Ri kehilangan ingatan! Tidak mungkin! Ini kebohongan besar jerit Yunna dalam hati.


Yunna sekarang tahu, kemana Jae Hyun pergi, dia pergi ke Muju!


Yunna menghubungi nomor Jae Hyun, dia ingin tahu apakah kekasihnya ini akan jujur dengannya.


"Hallo..." Jae Hyun duduk dibelakang, jadi dia leluasa menerima telepon dari Yunna.


"Em...aku mau minta maaf soal semalam..." Suara Yunna terdengar lemas.


".......Baiklah, aku terima maaf mu...." Jawab Jae Hyun lembut. Aihh ...aku rindu dia! Bisik Jae Hyun dalam hati.


"Bisa kita keluar untuk makan siang?" Pancing Yunna.


"Aku tidak bisa sayang, maafkan aku....aku sedang keluar kota. Mungkin besok aku baru kembali."


Jae Hyun merasa bersalah tidak mengabari Yunna.


"Oh.....kamu pergi kemana?" Suara Yunna berubah dingin.


"Aku akan ke Busan." Jawab Jae Hyun berbohong. Dia tidak bisa memberitahukan kemana sebenarnya dia akan pergi, entah kenapa firasatnya mengatakan dia justru harus berhati-hati dengan Yunna.


"Busan....ada urusan apa?" Susul Yunna.


Jae Hyun mengerutkan keningnya, dia tidak senang dengan cara Yunna bertanya.


"Pekerjaan." Jawab Jae Hyun dingin.


"Pekerjaan atau menemui seseorang? Mengapa kamu tidak bilang dulu padaku jika kamu akan keluar kota? Apakah aku berarti untukmu?" Yunna menumpahkan kekesalannya pada Jae Hyun.


"Sejak kapan aku harus selalu melaporkan urusan pekerjaanku padamu?!"


Jae Hyun geram, Gila! Dia belum jadi istriku!


"Oh, apakah aku tidak berhak tahu?! Apa aku ini dimata mu?" Yunna naik pitam, dia jengkel sekali mengetahui Jae Hyun berbohong.


Jae Hyun menghembuskan nafas dengan kesal.


"Aku tidak tahu kamu akan se possesive ini Yunna!"


Air mata Yunna berlinang, "Aku...aku hanya ingin kamu hanya memiliki ku Jae Hyun...kamu hanya mencintaiku.."


Yunna terisak.


"Yunna..." Suara Jae Hyun melemah,


"Kamu mulai selalu meragukanku sayang.... apakah kamu pikir aku akan mengkhianati mu?"


"Aku sangat takut.... aku bukan priotitas dalam hidupmu....aku sangat mencintaimu Jae Hyun..."


Suara Na Ri terbata-bata di sela isaknya.


"Yunna, sayang, soal prioritas pekerjaan dan hubungan kekasih itu sangat berbeda. Tolong, jika kamu ingin bertahan denganku, tolong kamu coba mengerti posisiku, seperti aku sangat mengerti posisimu sebagai seorang dokter yang harus siap kapanpun diperlukan."


Yunna masih terisak, "Aku ...tidak bisa....tolonglah mengerti aku...aku harus tahu kamu melakukan apa, kamu kemana, kamu bertemu siapa, aku hanya ingin akulah yang ada dipikiran kamu..."


Mulut Jae Hyun menganga, dia geleng-geleng kepala.


"Hmm...kita bicarakan ini nanti, oke?"


"Tidak...aku....tidak mau bersaing dengan pekerjaanmu."


Yunna seperti merengek sekarang.


"Apa maksud kamu sayang?" Bujuk Jae Hyun memelankan suaranya, "Saat aku kembali, bersiaplah kamu, aku akan buat kamu menjerit berkali-kali..." Goda Jae Hyun.


"Kamu....hanya ingin tidur denganku..." Yunna mengusap air matanya.


"Tidak seperti itu sayang, tapi dekat dengan mu membuatku sangat bergairah." Jae Hyun tiba-tiba mual dengan ucapannya yang terkesan murahan. Dia jamin, Gorae tidak pernah mengucapkan kata-kata menjijikan seperti itu!


Yunna terdiam, bayangan bercinta yang luar biasa tiba-tiba menari didepan matanya.


"Aku sangat merindukanmu...Jae Hyun..." Bisik Yunna kemudian.


"Aku juga sayang... jaga diri baik-baik ya.....aku cinta kamu." Bisik Jae Hyun.


Jae Hyun berpamitan dengan sangat lembut dan mesra, dia ingin sekali cepat-cepat menutup telepon dari Yunna.


Yunna meremas rambutnya, pertentangan bathin dirasakan sangat membingungkannya. Dia tahu Jae Hyun berbohong, tapi cara Jae Hyun meluluhkan hatinya mampu membuatnya tak berkutik.


Kembali dia teringat dengan ayah Na Ri, tadi Gorae menyebutnya dengan nama keluarga Song. Lalu ibu Jung mengatakan kejadian mal praktek itu terjadi lebih dari dua puluh tahun yang lalu.


Dia tidak percaya jika ibunya melakukan mal praktek, dia sangat tahu ibunya sangat teliti dan cerdas. Dia tidak mungkin melakukan kesalahan hingga membuat pasiennya hilang ingatan!


Yunna memutuskan untuk mencari tahu hal ini. Jung Bok Sil tadi menanyakan 'Apakah dokter Kang belum menceritakannya padamu?'


Berarti Gorae mengetahui sesuatu tentang ibunya.


Tiba-tiba Yunna terkesiap, apakah Gorae menemukan sesuatu yang salah dengan pengobatan ibunya? Jika iya, apakah mungkin dia akan membawa masalah ini ke ranah hukum? Jika ibunya terbukti bersalah....mungkinkah ibunya akan dihukum?


Yunna berdiri, otaknya bekerja keras. Dia bingung harus mulai dari mana untuk mencari tahu soal ini.


Aku tidak akan pernah membiarkan Gorae menyeret ibuku ke penjara! Apalagi ini ada hubungannya dengan Na Ri!


Yunna berjalan perlahan sambil berpikir, sudah lama dia tidak bertemu dengan ayah dan ibunya. Walaupun mereka semua bekerja dalam satu rumah sakit, tapi mereka jarang sekali bertemu.


Yunna lebih banyak berada di emergency unit, atau kuliah spesialis, Yunna pun tinggal di apartemen sendiri, jika bukan urusan perayaan tertentu atau urusan mendesak, Yunna jarang pulang mengunjungi rumah orang tuanya.


Dia menelepon ibunya,


"Cha Yunna sayang, ada apa?"


Suara lembut ibunya terdengar serasa membelai kupingnya.


"Ibu, malam ini aku akan pulang...aku rindu masakan ibu."


"Oh, kamu tidak ada kuliah?"


"Kebetulan tidak ada..."


"Kamu akan datang dengan Gorae?"


Yunna tercenung, ah, orangtuaku juga belum tahu aku sudah lama putus dengan Gorae, kekasihnya sekarang adalah Moon Jae Hyun!


"Tidak bu....aku.....sudah putus dengannya..." Jawab Yunna pelan.


"Omo! Apa katamu? Mana bisa kalian putus? Gorae sangat cerdas, tampan dan baik, dia sangat mencintaimu Yunna!" Suara Ahn Sohyun terdengar sangat terkejut.


"Aku tidak bahagia dengannya bu..."


Ahn Sohyun sangat yakin jika Yunna berjodoh dengan Gorae, karena Gorae terlihat sangat polos dan penurut seperti suaminya Cha Deokyum suaminya.


"Bagaimana mungkin kamu tidak bahagia dengan orang sebaik dia, aigooo anak ini! Tsk!"


"Sudahlah bu... aku sudah punya pacar baru. Dia CEO muda, dia tidak kalah tampan dari Gorae."


"Begitu....kenalkan dia pada kami, kami harus tahu orang macam apa dia.." Ahn Sohyun tidak habis pikir begitu cepat anaknya mendapatkan kekasih baru.


"Dia masih diluar kota bu...aku akan bawa dia saat dia ada waktu."


"Aiihhh....berpacaran dengan pengusaha akan lebih buruk Yunna, dia akan sering meninggalkanmu kesepian! Aku tidak mau anakku menjadi nomor sekian dalam hidupnya!"


Yunna setuju dengan ibunya, "Sejauh ini, dia sangat baik bu..." Yunna berbohong.


"Aiishhh baiklah...baiklah... anak yang dimabuk cinta susah mendengarkan nasehat orang tua! CEO perusahaan apa dia? Jangan-jangan dia hanya punya perusahaan kecil yang masih merangkak!" Ledek ibunya.


"Sky&Star.co ..." Jawab Yunna cepat.


Suasana tiba-tiba menjadi hening.


"Apakah dia Moon Jae Hyun?" Tanya Ahn Sohyun hati-hati.


"Iya.....ibu mengenalnya?"


"Ah..tidak...tidak.... tapi...siapa yang tidak mengenal Moon Jae Hyun, milyarder muda yang tampan."


Yunna tersenyum, "Baiklah bu...sampai jumpa nanti malam dirumah."


"Oke sayang."


Ahn Sohyun mengetuk-ngetuk handphonenya ke bibirnya, dia merasa aneh, bagaimana mungkin Moon Jae Hyun berpacaran dengan anaknya? Apakah Jae Hyun tahu jika Yunna adalah cucu dari pemilik Seukai Group saingan bisnisnya? Apa sebenarnya motif Jae Hyun?


*


Moon Jae Hyun menemui Kwak Tae Rang di sebuah cafe kecil disudut di kota Wanju.


"Kenalkan, ini anakku Kwak Ji Soon."


Jae Hyun menjabat tangan Ji Soon, Jae Hyun tidak menyangka Ji Soon adalah insinyur pertanian lulusan Canada, melihat tampangnya Ji Soon masih seperti anak SMA.


Choi Ki Sun pimpinan dari anak perusahaan Ganghan Nongmin pun datang.


"Maafkan kami pimpinan Moon, seharusnya kami yang datang ke pusat. Tapi malah anda yang datang sendiri ke Wanju." Choi Ki Sun merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa pak Choi. Aku sengaja ingin melihat sendiri ke lapangan, tapi memang lebih baik kita bertemu di sini, seperti saran dari Kwak Ji Soon, karena dia khawatir akan ada mata-mata yang mengawasi kedatanganku."


Kwak Ji Soon mengangguk, "Aku menemukan hal yang aneh ini, setelah ayahku tidak aktif dilapangan. Catatan pemasokan pupuk selama belasan tahun sangat baik dan stabil, beberapa bulan lalu justru penjualannya mulai sangat menurun."


Jae Hyun melihat catatan dari Ji Soon.


"Lalu temuan dilapangan, aku mendapat banyak pengakuan dari banyak petanj, jika pupuk dan bibit, di provinsi Jeolla ini berhenti membeli dari Ganghan nongmin. Dan penjualan dilakukan secara tradisional ke tengkulak."


"Kamu tahu apa sebabnya?" Tanya Jae Hyun penasaran.


"Alasannya bibit dan pupuk dari 'penjual baru' harganya jauh dibawah harga kita." Ji Soon menerangkan.


"Siapa 'penjual baru' itu? Darimana mereka?"


"Jadi 'penjual baru' itu tersebar diseluruh provinsi Jeolla...mereka tidak mempunyai kantor atau gudang, mereka menjual pupuk dan bibit secara door to door ke petani. Berbeda dengan perusahaan Ganghan Nongmin yang mempunyai kantor-kantor cabang, gudang resmi dan toko-toko resmi di setiap desa, tapi penjual baru itu berkeliling langsung ke para petani."


"Bobby, kamu sudah menyelidikinya?" Jae Hyun menoleh kepada orang kepercayaannya yang baru saja bergabung.


"Sudah, mereka mengaku hanya sebagai reseller dari distributor di Daegu. Kami sudah membuntuti mereka, mereka punya pabrik kecil dan gudang di Daegu, tapi mereka beroperasi secara sangat tertutup. Dan siapapun tidak diperbolehkan masuk area pabrik atau gudang. Para reseller hanya akan mendapatkan pupuk dan bibit murah yang dikirim lewat paket tanpa nama perusahaan."


Jawab Bobby.


Ji Soon menambahkan, "Setelah aku teliti jenis pupuk dan bibit yang digunakan para petani, ternyata kualitas pupuknya sangat buruk dan justru sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, tanaman yang dipanen pun tidak tumbuh seperti standar yang telah ditetapkan, makanya mereka menjual murah pada para tengkulak di pasar."


"Hal ini cukup mengkhawatirkan, karena mereka memiliki hasil panen yang tidak baik, dan hasil penjualan mereka pun menurun drastis. Otomatis perekonomian mereka terancam krisis." Choi Ki Sun tampak murung.


"Aku mencurigai, ini adalah strategi untuk menumbangkan perusahaan Ganghan Nongmin, karena pemerintah akan menilai kinerja perusahaan ini. Jika keluhan terjadi terus menerus dengannalasan harga yang mahal, maka kerjasama mengelola daerah ini akan dihentikan, dan dialihkan pada perusahaan lain yang lebih kompeten." Kwak Tae Rang mengungkapkan kekhawatirannya.


"Sky&Star.co sebenarnya menetapkan harga sudah sesuai dengan ketetapan pemerintah. Mutu pupuk dan bibit yang kita berikan untuk meningkatkan perekonomian petani! Standar kita baik dengan pembelian hasil panen dengan harga baik, mutu pertanian kita sudah sangat bagus."


Jae Hyun merasa sangat kesal.


"Betul sekali, tapi jika mereka mendapatkan pupuk dan bibit lebih murah...mereka dengan mudah beralih. Karena departemen pendistribusian mempunyai standar kualitas, akhirnya, hasil panen mereka dijual sembarangan." Choi Ki Sun menanggapi.


Jae Hyun menoleh pada Bobby,


"Untuk masalah ini, kamu secepatnya harus tahu siapa dalang dibalik semua ini."


"Baik pimpinan Moon." Bobby pun segera pamit.


"Apakah ada masukan dari kalian untuk memberi kesadaran pada para petani tentang efek samping pupuk murah yang berbahaya itu?" Tanya Jae Hyun kemudian.


"Jika kita harus menurunkan harga, perusahaan akan merugi....karena biaya produksi dan bahan pupuk serta penelitian yang kita selalu lakukan membutuhkan biaya besar."


Jawab Choi Ki Sun.


"Kita tidak bisa menurunkan harga hanya demi bersaing dengan pupuk murah yang kualitasnya jauh dari standar..." Gumam Kwak Tae Rang.


"Ada satu cara....yang mungkin efektif." Ji Soon memandang Jae Hyun.


"Apa itu?"


"Kita kampanyekan penggunaan pupuk dan bibit milik kita...hampir seperti iklan layanan masyarakat. Mungkin dengan cara seperti itu secara terus menerus secara psikologis akan memberi kesadaran pada para petani. Dan kita bisa mempromosikan hasil panen dari bibit produksi kita, yang sesuai standar kesehatan."


Jae Hyun menepuk jidatnya,


"Daebak! Aku setuju! Kita juga bisa memberikan perbandingan hasil panen dengan pupuk dan bibit murah itu! Kamu brilian sekali anak SMA!" Jae Hyun tidak sadar menyebut Jae Hyun anak SMA.


Ji Soon tertawa melihat tingkah boss besarnya, ternyata Moon Jae Hyun orang yang sangat mudah sekali akrab dengan siapapun. Dia membayangkan sebelumnya bahwa Jae Hyun adalah orang yang keras dan arogan.


"Dia sudah insinyur lulusan Canada, pimpinan Moon." Kwak Tae Rang menjelaskan, dia khawatir Jae Hyun tidak tahu.


"Ah, maafkan aku, tapi dia terlihat sangat muda sekali!" Jae Hyun tersenyum lebar.


"Oke baiklah, aku harus mencari seorang artis yang mampu menarik perhatian siapapun untuk iklan ini. Aku akan telepon temanku."


Jae Hyun mengambil handphone dari saku bajunya.


"Sebenarnya di desa deuokhaengbokdeurim juga kita memiliki artis yang sangat terkenal. Kebetulan dia beralih profesi menjadi seorang petani. Jadi dia tidak akan kaku dalam membawakan pesan-pesan yang ingin kita sampaikan."


Kwak Tae Rang cepat-cepat memberitahu Jae Hyun.


"O ya? Siapa?" Jae Hyun mengerutkan  alisnya.


"Jung Na Ri.....putri dari sahabatku, orang yang ingin anda kunjungi, Song Myung Ri."


BRAK! Jae Hyun menggebrak meja dengan spontan. Membuat semua orang kaget.


"Wahh! Kenapa aku tidak terpikirkan soal ini? Itu ide yang sangat brilian pak Kwak!" Jae Hyun hampir berteriak.


Kwak Tae Rang tersenyum bangga.


"Tapi ayah, apakah Na Ri bersedia? Dia memutuskan untuk meninggalkan dunia artis." Sanggah Ji Soon khawatir.


"Aku rasa akan sulit membuat dia kembali melakukan shooting."


Jae Hyun merasa Na Ri adalah orang paling sesuai untuk iklan anak perusahaannya. Setelah Gorae menceritakan semua kisah Na Ri yang penuh kontroversi, bukankah ini langkah yang bagus untuk merubah pandangan semua orang tentang sosok Jung Na Ri sekarang sudah jauh berbeda dengan Jung Na Ri dulu.


"Aku harus bertemu dengannya dulu...sebaiknya aku langsung meminta tolong padanya untuk menyelamatkan perusahaan kita."


Jawab Jae Hyun bersemangat.


"Begitu lebih baik, pimpinan Moon. Sebenarnya dia sangat beruntung, seorang pimpinan perusahaan raksasa Sky&Star.co. yang turun langsung memintanya menjadi kliennya." Kwak Tae Rang tersenyum.


"Aku bukan siapa-siapa, pak Kwak." Jawab Jae Hyun malu.


Ji Soon tersenyum, benar, dia orang yang sangat rendah hati tapi sangat berwibawa. Dia bersyukur bisa mengenal boss besar Star&Sky.co. yang sangat terkenal ini.


"Na Ri kebetulan sedang berada di Muju, dia beberapa hari ini sedang mencari rumah untuk ibunya."


"Baiklah, kita berangkat sekarang ke Muju." Ajak Jae Hyun.


Choi Ki Sun tidak bisa ikut, karena dia harus kembali ke kantor. Maka berangkatlah dua mobil menuju Muju.


Sesampainya di klinik Muju, Kwak Tae Rang langsung mengajak Jae Hyun ke kamar Song Myung Ri.


Sementara Ji Soon pergi menjemput Na Ri karena dia sedang berada diluar, masih mencari rumah untuk ibunya.


"Ini dia sahabatku Song Myung Ri, dia masih belum bisa mengingat sepenuhnya, dia masih harus terus menjalani terapi." Kwak Tae Rang  mengenalkan Jae Hyun pada Song Myung Ri yang sedang duduk sendirian.


"Pak Song....aku Moon Jae Hyun, apa kabar?" Moon Jae Hyun membungkuk hormat pada Song Myung Ri, lelaki setengah baya itu menatap Jae Hyun dengan bingung.


"Pak Song, aku berharap kamu segera sehat." Jae Hyun nengusap pundak Song Myung Ri.


"Aku........aku ppernah..ppakai baju i-itu..." Song Myung Ri menunjuk pada setelan jas yang dipakai Jae Hyun.


Jae Hyun berpandangan dengan Kwak Tae Rang.


"Myung Ri, apa yang kamu ingat?"


Song Myung Ri mengalihkan pandangannya keluar jendela.


"Akuu...punya pperusahaan...aku...ppakai baju sseperti dia."


"Benar sekali Myung Ri.. kamu mulai mengingatnya? Apa lagi yang kamu mulai ingat?" Tanya Kwak Tae Rang dengan suara pelan dan hati-hati.


"Di..dia tertawa....sangat menakutkan! Sa..sangat menakutkan!" Song Myung Ri tampak ketakutan.


"Tenanglah pak Song, kami disini ingin menolong mu.." Jae Hyun tidak tega melihat Song Myung Ri ketakutan, dia duduk disebelah Song Myung Ri dan sebelah tangannya memeluk Song Myung Ri untuk menenangkannya.


Song Myung Ri menoleh pada Jae Hyun. "Dia akan me..menghancurkan orang yyang ppakai baju seperti ini."


"Siapa dia?" Tanya Jae Hyun kemudian.


"Lelaki i-itu... ddann a-anaknya...!"


***