
Cha Yunna berdecak,
"Gila ya ni netizen, udah tau dia lagi sedih malah terus-terusan dihujat!"
Matanya terus menatap layar handphonenya.
"Siapa?" Kang Gorae penasaran, lelaki jangkung itu menggeser duduknya mendekati kekasihnya. Kepalanya melongok penasaran mengintip layar handphone Yunna.
Yunna menunjukan handphonenya,
"Ini, dia artis Jung Na Ri, aku merasa dia sedang depresi berat." Yunna menunjukan komentar-komentar dan hujatan jahat dari netizen yang menonton artis itu sedang live di instagram.
Gorae membaca satu persatu komentar-komentar yang bermunculan di layar handphone Yunna.
Song Duk hye :
'Hidup kamu penuh drama memalukan, tidak pantas kamu hidup!'
Derra :
'Pelacur tidak tahu malu..ada apa dengan tubuhmu yang kurus?'
Funny girl :
'Kamu seperti kotoran! Dasar pecandu!'
Dan....masih banyak lagi! Puluhan bahkan ratusan komentar jahat terus mengalir deras menghujat artis cantik Jung Na Ri. Gorae melihat Na Ri mulai menangis.
"Apakah hidup kalian begitu terganggu karenaku? Aku hanya ingin kalian baik-baik saja dan tidak menganggapku seperti musuh..."
Dan begitu ucapan penuh kesedihan ini terucap dari bibir Na Ri, komentar-komentar keji semakin cepat bermunculan.
Yunna keluar dari aplikasi instagram, dia menghela nafas.
"Mereka kejam!" Runtuknya.
Gorae tercenung, "Kenapa kamu tidak membela dia?"
Yunna menengok ke arah kekasihnya, "Aku tidak punya energi untuk memberi perhatian pada orang yang depresi. Aku prihatin...tapi melawan ratusan netizen yang jahat? Nanti malah aku sendiri yang diserang!"
"Tapi, setidaknya dari sekian banyak orang yang menghujat dia, mungkin dia perlu satu orang yang mampu menenangkan dia. Atau setidaknya memberi komentar baik tentang dia."
Gorae menatap Yunna. Entah mengapa dia merasa sangat sedih melihat kepedihan Jung Na Ri.
"Aigooo...ayolah, mungkin juga dia sedang mencari sensasi! Semakin dihujat, biasanya artis itu semakin terkenal!" Yunna bangkit dari duduknya,
"Aku harus pulang cepat, ibuku pesan dibelikan Jjukumi." *
Yunna melirik Gorae mulai membuka handphonenya.
"Hey.. kamu dengar aku?"
Gorae mendongak kaget, "Iya sayang. Aku antar kamu pulang ya?"
Yunna menggeleng, "Tidak usah, aku akan mampir juga ke rumah bibi, aiiishh...banyak sekali orang yang membutuhkanku malam ini!" Yunna tersenyum, dan Gorae tertawa, hatinya akan berdebar kencang jika melihat Yunna tersenyum membuat Yunna semakin cantik.
"Kamu masih di sini sampai pagi?"
Tanya Yunna sambil mengenakan overcoat merah marunnya, Gorae bangkit dan meraih syal wol warna krem dan melingkarkan ke leher Yunna.
"Tidak, pukul 24:00 aku akan pulang."
Yunna melirik jam tangannya waktu masih menunjukan pukul 22:45,
"Oke dokter ganteng, aku pulang yaa.."
Gorae meraih pinggang Yunna yang ramping. "Iya sayang, dokter cantikku, kamu hati-hati ya!"
Gorae mengecup kening Yunna. Yunna mencium dagu Gorae.
Dan pergi meninggalkan Gorae setelah melemparkan fly kiss dan berbisik "Aku sayang kamu!" Katanya sambil tersenyum.
Gorae tersenyum melihat punggung Yunna menghilang di balik pintu. Dia menghela nafas, Yunna adalah cintanya, hidupnya dan masa depannya. Hatinya selalu hangat dan nyaman bila berada dekat dengan kekasihnya itu.
Gorae merasa dia adalah lelaki yang paling beruntung bisa memenangkan hati Yunna, dia jatuh cinta pada Yunna sejak mereka kuliah kedokteran di Seoul National University. Dia adalah adik kelas Gorae.
Yunna adalah bintang cantik dan banyak lelaki yang jatuh cinta padanya. Yunna adalah gadis yang ceria dan berhati baik.
Gorae baru berani menyatakan perasaannya ketika mereka berdua sudah bekerja di satu Rumah Sakit. Yunna adalah dokter umum dan Gorae menjadi ahli bedah.
Dan harapannya adalah dia bisa menikah dengan Yunna, setelah Yunna menyelesaikan kuliah untuk mengambil spesialisasi dokter anak.
Gorae memeriksa handphonenya lagi. Tadi dia penasaran dengan live-nya Jung Na Ri di Instagram.
Apakah gadis itu masih live? Tidak sulit mencari akun Jung Na Ri. Dan benar saja gadis itu masih live. Kali ini, dia sedang menangis tersedu-sedu.
Na Ri bertanya, apakah dia pantas mati?
Gorae terhenyak, dia membaca reaksi dari para netizen tidak ada satupun yang memberi komentar baik. Bahkan terkesan dia di dorong untuk mati saja.
"Aku akan membuat kalian senang...semoga kalian semua bahagia dengan keputusanku.."
Suara Jung Na Ri lirih disela isak tangisnya.
Gorae terperanjat, Na Ri memegang tali tambang. Apakah gadis ini akan bunuh diri? Tanya Gorae dalam hati, Gorae tidak sanggup membayangkan akan menyaksikan orang bunuh diri secara langsung seperti ini.
Tanpa pikir panjang dia mengetik sesuatu dikolom komentar.
Sweet Summer :
Na Ri, kamu tidak pernah tahu jika kamu sangat berharga. Kamu inspirasiku!'
Gorae berharap Jung Na Ri membaca komentarnya. Dengan cepat dia menekan tombol πππ berkali-kali untuk memacing perhatian Na Ri.
Gorae melihat komentar-komentar jahat terus-terusan bermunculan menutup komentar darinya. Na Ri mulai membuat simpul dari tali tambang yang dipegangnya.
"Ayolah Na Ri!" Gorae mulai panik.
Dia kembali mengetik komentar.
Sweet Summer :
'Na Ri, aku menyayangi mu, aku sangat menyukaimu, kamu adalah gadis yang sangat berbakat, kamu cantik dan baik!'
Gorae tidak peduli dengan komentar-komentar dari netizen yang mulai menyerangnya. Dari beberapa komentar ada satu komentar yang juga bernada baik.
Owsexy95 :
'Na Ri, kamu adalah idolaku! Kamu berhak bahagia.'
Gorae sedikit bersyukur, akhirnya, ada juga yang berkomentar baik, kembali dia menulis komentar dengan cepat,
Sweet Summer :
'Aku bahagia jika melihatmu tersenyum'
Aiisshhh Gorae merasa konyol dengan komentarnya, dia berharap Yunna tidak membaca komentarnya atau tidak lagi melihat instagram live ini.
Gorae terus dan terus mengetik komentar-komentar untuk memberi semangat pada Jung Na Ri, dia sudah tidak tahu sudah berapa puluh komentar yang dia kirimkan untuk Na Ri. Dia berharap gadis ini tidak melakukan tindakan bodoh dengan menghabisi nyawanya sendiri.
Sesaat Jung Na Ri melihat ke arah handphonenya. Mungkinkah dia membaca komentar ku? Tanya Gorae harap-harap cemas.
Na Ri menyeka air matanya, telunjuknya seperti menggeser-geser handphonenya untuk scroll up komentar-komentar untuknya.
Ada sedikit senyum diujung bibirnya.
Matanya yang sembab menatap kamera.
"Oke...aku ucapkan terimakasih untuk kalian semua. Maafkan aku jika sudah mengganggu hidup kalian.."
Jung Na Ri menghentikan instagram live nya. Gorae sangat cemas, apakah...apakah dia akan bunuh diri sekarang? Kenapa dia mematikan instagram live nya?
Jantung Gorae berdegup kencang, dia merasa harus menyelamatkan gadis ini. Tapi bagaimana caranya? Gorae berpikir.
Ah! DM! Aku akan coba kirim pesan pada Na Ri. Jika dia tidak merespon aku akan telpon 119.
Gorae berpikir sebentar, kata-kata apa yang tepat untuk Jung Na Ri. Jujur, dia sendiri tidak begitu tahu artis ini. Hanya kadang melihatnya membintangi beberapa iklan, itu saja.
Selamat malam Jung Na Ri, aku sangat berharap kamu mau membaca pesanku ini. Aku sangat sedih melihat kamu menangis. Aku sangat ingin melihat kamu tersenyum.
- delivered
Pesan pribadi langsung darinya terkirim. Gorae tidak mampu melepaskan tatapan matanya dari layar handphonenya.
Dia sangat berharap Jung Na Ri membaca pesannya. Uh! Gadis bodoh! Kamu jangan konyol! Teriak bathin Gorae tidak sabar.
Lima menit berlalu....Gorae mulai resah. Tangannya sudah meraih telpon rumah sakit.
Sepuluh menit... masih belum ada tanda-tanda gadis itu membaca pesannya. Gorae mulai mengangkat gagang telpon. Tangannya mulai menekan 11...
Tiba-tiba handphone nya berbunyi tanda pesan masuk.
Gorae cepat meletakan kembali gagang telpon ke tempatnya. Dia melihat pesannya sudah dibaca.
Dan,
LollyNa_Ri :
Gorae menghembuskan nafasnya, dia merasa sangat tegang kali ini! Gila! Hal ini sangat baru untuknya, ratusan kali dia membedah pasien dengan kondisi yang sangat kritis demi menyelamatkan nyawa mereka dia harus berpacu dengan waktu, mengambil keputusan dan bertindak cepat dan tepat, tapi tidak semenegangkan malam ini.
Naluri seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang sudah mengusiknya.
Demi Tuhan! Dia berhak hidup! Dia berhak bahagia! Teriak Gorae dalam hatinya.
Sweet Summer :
'Aku tidak akan berusaha meyakinkan kamu, apakah aku tulus atau tidak. Hanya kamu yang akan merasakannya. Aku hanya ingin kamu lebih menghargai hidup kamu. Karena kamu sangat berarti.'
- delivered
- seen !
Gorae terbelalak, dia masih disana, masih hidup! Dia mau berkomunikasi denganku! Harapan Gorae tumbuh kembali.
LollyNa_Ri :
'Mengapa? Apakah aku berarti? Mengapa kamu peduli? Kamu tahu, tidak ada yang peduli atau pun suka padaku.'
Gorae berusaha keras agar dia tidak salah membalas pesan dari Jung Na Ri. Keringat mulai membasahi dahinya.
Sweet Summer :
'Aku sangat peduli. Kamu sangat berarti. Apakah penting memikirkan orang yang tidak peduli dan tidak suka? Yang terpenting justru, saat kamu melihat mereka yang suka dan peduli padamu, saat itulah kamu menjadi dunia yang sangat indah buat hidup seseorang. Kamu sudah memberikan cinta dan kebahagiaan bagi orang-orang yang menyayangimu.
Itu sangat berarti... sangat berarti.'
- delivered
- seen.
LollyNa_Ri :
'Benarkah? Aku tidak merasakannya..aku terlalu buruk.'
Gadis ini mengalami krisis kepercayaan diri yang hebat! Gorae merasa sangat prihatin.
Sweet Summer :
'Na Ri, aku hanya ingin kamu tahu bahwa kamu sangat berarti. Aku disini akan selalu ada untukmu, apa yang membuat kamu begitu sedih? Aku akan bahagia jika kamu mau membaginya denganku.'
- delivered
- seen
Gorae merasa bersalah sudah memberikan harapan seperti itu pada Jung Na Ri. Dia merasa menjadi orang yang paling gombal dan konyol.
Saat ini yang dipikirkan Gorae hanyalah Na Ri mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Na Ri harus diselamatkan bagaimanapun caranya.
Sweet Summer :
'Na Ri, kamu di sana?'
'Tolong jawab aku, aku mohon..'
- delivered
Gorae mulai resah sudah lebih dari sepuluh menit Jung Na Ri tidak membaca pesan atau menjawabnya.
Ayolahh! Baca pesanku gadis bodoh! Runtuk Gorae mulai tidak sabar.
Tiba-tiba handphonenya berbunyi, Yunna meneleponnya.
"Sayang, kamu masih di rumah sakit?" Suara Yunna ceria seperti biasa.
"Ah, iya, aku masih di sini. Kamu sudah sampai rumah?"
Gorae melirik jam tangannya, sudah pukul 24:36!
Selama itukah aku tenggelam dalam arus kesedihan Jung Na Ri?! Sentak Gorae pada diri sendiri.
"Ya..aku sudah di rumah. Ada hal darurat di rumah sakit?"
Yunna mengoleskan krim malam diwajahnya yang cantik.
".....Tidak terlalu penting. Uh..sayang, aku sedang berusaha menolong seseorang..."
Gorae ragu-ragu mengungkapkan bahwa dia sekarang sedang berusaha menolong Na Ri.
"Siapa?" Yunna membaringkan tubuhnya di kasur, hari ini sangat melelahkan.
"Eh... aku berusaha mencegah Jung Na Ri dari percobaan bunuh diri.."
Seketika Yunna bangkit dari tidurnya.
"Apa? Artis yang depresi itu?"
Yunna tidak habis pikir, Gorae menghabiskan waktu untuk menyelamatkan gadis yang hidupnya penuh dengan drama!
Gorae memejamkan mata, antara menyesal dan bingung. Dia sangat berharap Yunna mau mengerti,
"Iya...aku rasa dia akan bunuh diri. Aku merasa dia masih berhak untuk hidup.."
Gorae sangat gugup. Yunna pasti kesal saat ini.
Yunna dengan geram mulai berteriak pada Gorae, "Hey! Kamu bukan super hero yang harus menyelamatkan semua orang! Seharian ini kamu sudah sangat lelah! Dan kamu masih punya waktu untuk mengurusi hal yang cengeng seperti itu?"
Gorae kaget dengan ucapan Yunna,
"Sayang, aku lihat dia menangis dan sudah membuat simpul dengan tambang! Aku sangat takut dia akan bunuh diri" Gorae berusaha memberi penjelasan pada Yunna.
Yunna benar-benar tidak percaya mendengar ucapan Gorae, demi Tuhan! Di Korea ini, kasus bunuh diri bukan hal yang baru. Dia kesal karena dia tahu bahwa Jung Na Ri adalah artis yang sangat menyebalkan tingkah lakunya! Pantas saja jika orang-orang membencinya.
"Lalu kenapa jika dia bunuh diri? Dia sendiri tidak mau menyelamatkan dirinya sendiri? Kenapa kamu harus repot? Dengar, masalah kita sudah cukup banyak, jangan sok jadi pahlawan!" Bentak Yunna galak.
"Aku sendiri tidak tahu, aku hanya ingin dia tidak melakukannya."
Gorae mulai gelisah, dia tahu jika Yunna mulai marah, akan sangat sulit membuatnya baik kembali.
"Sayang, aku tidak mau kamu membuang waktu hanya untuk orang yang mungkin juga tidak peduli kamu ini hidup atau tidak! Aku tidak mau kamu terlibat masalah yang akan membuat kamu dan aku kesulitan nantinya!" Yunna bersungguh-sungguh dengan ancamannya.
Detik itu pun Yunna memutus sambungan telponnya. Dengan kesal dia membenamkan wajahnya dibalik bantal.
Gorae tercenung, dia bimbang, apakah keterusterangannya pada Yunna salah? Atau kepeduliannya pada Jung Na Ri salah?
Jam menunjukan pukul 1:45 Gorae belum juga beranjak dari meja kerjanya.
Selain menunggu kabar dari Na Ri, Gorae membuka-buka artikel tentang kecenderungan orang untuk melakukan bunuh diri dan cara menganggulanginya.
Gorae pun ragu untuk menghubungi 119. Dia tidak tahu dimana Na Ri tinggal dan belum cukup bukti bahwa Na Ri akan benar-benar melakukan bunuh diri....atau....dia memang sudah bunuh diri? Rasa cemas melanda Gorae.
Dia melihat pesan terakhirnya untuk Na Ri, dia belum juga membacanya.
Gorae memutuskan untuk mengirim pesan lagi,
Sweet Summer :
'Na Ri, aku masih di sini, aku mencemaskan kamu. Kamu baik-baik saja?'
- delivered
Beberapa saat Gorae menatap layar handphonenya. Perasaannya mulai kalut. Kepalanya terasa berat sekarang, dia sangat lelah. Gorae mematikan laptopnya.
Dia memutuskan untuk pulang, seharian tadi dia membedah enam pasien dengan kasus yang berbeda.
Gorae meraih overcoat tebalnya, cuaca sedang dingin di Seoul sekarang.
Setelah mematikan lampu kantornya, dia bergegas turun menuju mobilnya yang diparkir di basement.
Seorang petugas keamanan mengangguk hormat padanya,
Gorae balas mengangguk dan tersenyum.
"Anda baru akan pulang dokter Kang?"
"Iya, kamu tugas malam?"
Tanya Gorae sopan, "Iya dokter, hati-hati mengemudi." Petugas keamanan itu mengangguk dalam.
"Terimakasih, kamu juga jaga kesehatan ya!"
Baru saja mobilnya keluar dari pelataran Hansung Hospital, handphone nya berbunyi. Satu pesan di instagram masuk.
Gorae melirik handphonenya sekilas,
Pesan dari Jung Na Ri!
*Jjukumi : Masakan yang berbahan utama gurita kecil yang direndam dalam saus gochugang dan dipanggang dalam api besar.