I'll Be There When It's Blue

I'll Be There When It's Blue
In Between



Jung Bok Sil untuk kesekian kalinya harus menelan pil pahit. Dia sudah memohon pihak produsen produk yang menandatangani kontrak iklan dengan Na Ri untuk menunda syuting iklannya, tapi mereka menganggap Na Ri tidak profesional dan membatalkan kontrak mereka. Jung Bok Sil harus menemukan Na Ri secepatnya!


Dia sudah berkali-kali mencoba menghubungi Na Ri tapi telepon anaknya tidak aktif. Dia benar-benar gusar.


"Sung Ji! Kamu harus menemukan Na Ri secepatnya! Masih ada dua produk lagi yang harus dia bintangi! Jika dia tidak muncul juga, habis sudah karir dia!"


Oh Sung Ji yang sudah mencoba menghubungi beberapa teman yang dianggap dekat dengan Na Ri menggeleng.


"Dia seperti hilang ditelan bumi! Apakah mungkin dia benar-benar bunuh diri?"


Jung Bok Sil mendelik marah,


"Hey Sung Ji, kamu jangan ceritakan apa-apa mengenai Na Ri pada teman-temannya! Aku tidak mau mereka bergosip"


"Tidak, aku hanya menanyakan kabar mereka dan menanyakan jika Na Ri pernah mampir atau menghubungi mereka. Lagipula sebagian dari mereka tidak peduli."


Jung Bok Sil mengingat-ingat tempat apa yang disukai Na Ri. Tapi anaknya selama ini tidak pernah pergi kemanapun tanpa pengawalan darinya atau managernya. Na Ri pun tidak pernah mengatakan suatu tempatpun yang dia sukai.


"Ah... kita harus ke Rumah Sakit itu lagi! Kita ancam saja mereka jika tidak mau mengatakan kemana Na Ri pergi!"


Oh Sung Ji mengangguk, "Betul, aku rasa tidak mungkin Na Ri pergi sendirin dalam keadaan dia seperti itu!"


"Aiisshh...anak itu benar-benar menyusahkan saja!"


*


Di Rumah Sakit Hansung University Medical Centre tempat Gorae dan Yunna bekerja, keributan terjadi di ruang perawat VIP. Jung Bok Sil mengancam akan melaporkan Rumah Sakit ini karena menutupi hilangnya Jung Na Ri.


"Baik, ibu Jung tunggu sebentar. Mohon tenang."


Direktur rumah sakit Yoo Soo Yeon berdiri. Dia harus menghubungi Gorae. Dia tidak ingin rumah sakit terbesar ini mempunyai citra buruk hanya karena kasus Jung Na Ri.


Gorae masih di tempat parkir dengan Yunna. Gorae ingin mengajak Yunna makan malam di tempat yang romantis malam ini. Dia merasa Yunna belum sepenuhnya reda dari kemarahannya, hanya ada satu keyakinan, Yunna akan mempertahankan hubungan dengannya.


Ciuman dan pelukan darinya tidak lagi terasa sama. Yunna sama sekali tidak membalas ciumannya dengan hangat seperti biasanya. Bahkan dia tidak membalas pelukannya.


Akan semakin sulit untuk membicarakan masalah Na Ri jika Yunna sudah memiliki pendapatnya sendiri.


Baru saja Gorae membuka pintu mobil untuk Yunna, handphonenya berbunyi.


"Sebentar.." Gorae melihat layar, direktur Yoo Soo Yeon yang meneleponnya.


"Gorae, kamu dimana? Ibu Jung Na Ri ada disini. Cukup dengan keributan ini. Perempuan ini seperti lebah berbisa!"


"Aku akan ke sana. Mohon maaf sudah merepotkan."


"Cepatlah, aku sudah tidak tahan! Jika bukan kamu yang meminta diam, aku pasti sudah memberitahunya!"


Suara Direktur Yoo terdengar sangat kesal.


Bagi Yoo Soo Yeon, Gorae adalah anak emasnya. Dia sangat menyukai dan menyayangi anak muda ini. Selain sangat cerdas, Gorae adalah dokter yang penuh dedikasi dan bertanggung jawab. Banyak prestasi yang dicapai Gorae selama dia menjadi ahli bedah di Rumah Sakit ini, yang membawa nama Rumah Sakit ini sebagai Rumah Sakit nomor satu di Korea.


Gorae melongokan kepalanya ke dalam mobil, Yunna sudah menunggunya.


"Sayang, maaf, bisa kita tunda dulu? Aku dipanggil Direktur Yoo."


Yunna menghela nafas, "Oke, aku ikut!"


Gorae berlari kecil menyusuri selasar Rumah Sakit, di ikuti Yunna dari belakang.


"Gorae, ada apa sebenarnya? Bukankah Direktur Yoo tahu kamu sedang cuti?" Yunna berteriak di belakang Gorae.


Gorae tidak ingin menjelaskan sekarang,


"Aku belum tahu. Kamu tunggu di kantorku ya!"


Gorae mempercepat larinya. Dan Yunna berhenti mengejar Gorae.


Di ruang perawat VIP terdengar beberapa perawat sedang bergunjing, Yunna mendekati mereka.


"Ada apa?"


Semua perawat yang ada di ruangan terdiam, mereka saling pandang.


"Aku mendengar nama Jung Na Ri kalian sebutkan tadi. Ada apa? Apa ada hubungannya dengan dokter Kang?"


Yunna mendesak, raut wajahnya sangat penasaran dengan bayangan kemarahan.


"A...anu dokter Cha. Ada sedikit keributan tadi di sini."


Jawab seorang perawat takut-takut.


Salah satu temannya menyenggol dengan sikutnya.


"Apa? Kenapa kalian ini?!"


"Ibunya artis itu tadi di sini, dia menanyakan anaknya..."


Cha Yunna tidak mengerti, ditariknya perawat itu agar duduk.


"Ceritakan yang sebenarnya! Aku kekasih dokter Kang! Aku berhak tahu!"


Setelah mendengar penuturan dari perawat-perawat ruang VIP, tentang Na Ri yang dibawa Gorae dalam keadaan babak belur, tentang luka di bahu Gorae dan tentang permintaan Gorae untuk merahasiakan kepergiannya dengan Na Ri secara mendadak, darah Yunna benar-benar mendidih.


Dia tidak percaya Gorae begitu peduli pada artis yang hidupnya hanya diisi dengan kebodohan dan drama di matanya! Dia tidak sanggup membayangkan apa sebenarnya yang terjadi pada Gorae dan Na Ri.


Kebencian menguasai hatinya, dia menyesal akan semua yang dia jalani dengan Gorae.


Yunna benar-benar tidak rela Gorae mempertaruhkan hubungan dengannya hanya demi menolong Jung Na Ri!


Wajah Yunna merah padam.


"Dimana ibu artis drama itu sekarang?"


Perawat-perawat itu saling berpandangan.


"Di ruang Direktur Yoo.." Jawab perawat tadi takut-takut.


Yunna segera berlari menuju kantor Direktur Yoo Soo Yeon. Pintu kantor Direktur Yoo sedikit terbuka.


Yunna perlahan mendekatkan kupingnya untuk menguping.


Di dalam kantor Gorae sedang diberondong pertanyaan oleh Jung Bok Sil, perempuan setengah baya yang berdandan glamour itu sangat emosi begitu melihat Gorae masuk.


"Dokter Kang, anda tidak sedang menyembunyikan anakku, kan?"


"Na Ri sedang dalam proses pemulihan, jika anda memaksanya kembali ke sini, anda akan menghancurkannya." Gorae berkata tenang.


"Hey, tahu apa kamu tentang anakku? Kamu tidak tahu aku yang membesarkannya menjadi artis! Aku yang membuatnya menjadi bintang! Mana mungkin aku akan menghancurkannya! Aku ibunya!"


Jung Bok Sil sangat ingin menampar wajah tampan dokter muda ini.


"Beri Na Ri waktu. Saat ini dia belum siap untuk kembali."


Jawab Gorae berusaha meyakinkan ibunya Na Ri.


Dari balik pintu, Yunna menggigit bibirnya kuat-kuat, Gorae begitu melindungi Jung Na Ri! Ada apa dengan Gorae?! Yunna tidak habis pikir, dadanya serasa mau meledak.


"Dokter Kang! Anda tidak berhak menyembunyikan anakku! Karirnya akan hancur! Apakah kamu akan bertanggung jawab?!"


Teriak Jung Bok Sil penuh kemarahan.


Sementara direktur Yoo masih memperhatikan apa yang akan dilakukan Gorae. Dia percaya Gorae sudah mempertimbangkan matang-matang bahwa hal ini akan terjadi.


"Tanggung jawabku, memastikan Na Ri sehat secara mental dan fisik!"


Gorae masih menahan diri.


Perkataan Gorae membuat Jung Bok Sil semakin meradang,


"Aku akan lapor polisi tentang hal ini, bahwa Rumah Sakit ini menyembunyikan pasiennya dan menghalangi keluarganya untuk mengunjunginya!" Ancam Jung Bok Sil.


Gorae tersenyum sinis,


"Aku akan balik melaporkan anda, bahwa seorang ibu mengeksploitasi anaknya demi uang tanpa peduli jika anaknya sedang depresi, dan terluka karena hampir tewas dibunuh oleh penggemarnya!" Balas Gorae tajam.


Mendengar jawaban Gorae, direktur Yoo manggut-manggut, sering dia mengagumi keberanian anak muda ini.


"Apa katamu?" Jung Bok Sil seperti tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.


Gorae mengangkat alisnya.


"Jadi anda belum tahu kenapa Na Ri sampai dirawat di sini dengan luka disekujur tubuhnya?!" Gorae menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dia melanjutkan,


"Anda sungguh tidak tahu dia hampir gantung diri karena putus asa? Anda tidak tahu dia diculik dan disekap di desa Guryong, disiksa sampai hampir tewas oleh seorang psikopat? Aku dari awal bertanya-tanya, apakah benar anda ibunya Na Ri?"


Suara Gorae meninggi,


Jung Bok Sil menahan kegeramannya, dia meremas ujung mantelnya.


"Belum lagi, tanggapan orang-orang dan media yang selalu mengorek berita tentang Na Ri. Apakah anda peduli dengan dampak buruknya pada Na Ri?"


"Aissh! Siapa anda? Dokter kang, anda terlalu ikut campur urusan hidup Na Ri! Anda sungguh tidak tahu apa-apa!" Sanggah Jung Bok Sil tidak mau kalah.


"Ibu Jung, aku mungkin tidak tahu apa-apa...tapi aku terlibat dalam masalahnya dan aku bertanggung jawab untuk kebaikan Na Ri."


DEG! Yunna menutup mulutnya. Mendengar kata-kata Gorae, jantung Yunna serasa dihantam palu gada. Sakit sekali rasanya. Sebegitu berarti kah Na Ri dimata Gorae? Dia anggap apa aku selama ini?!


Yunna menjauhi pintu saat didengarnya Jung Bok Sil marah dan meninggalkan kantor Direktur Yoo.


Setelah berpikir sebentar, Yunna memutuskan untuk menyusul Jung Bok Sil yang berjalan cepat menuruni escalator.


"Permisi..!" Yunna menyapa Jung Bok Sil dari belakang.


Jung Bok Sil menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, "Ya?"


Matanya menangkap seorang perempuan cantik yang berdiri dengan wajah ragu-ragu.


"Anda mencari Jung Na Ri?"


Air muka Jung Bok Sil berubah,


"Anda siapa? Anda tahu dimana anakku?"


Yunna mengangguk, "Dia di bawa ke desa kelahiran dokter Kang..."


Suara Yunna pelan.


Dia mengutuk dirinya sendiri, kenapa dia harus melakukan ini? Tapi Jung Na Ri sudah membuat Gorae terlalu peduli. Satu-satunya cara adalah memisahkan Na Ri dari Gorae!


Maafkan aku Gorae, aku tidak punya pilihan!


"Ah, dokter itu! Dia sudah terlalu jauh ikut campur!" Wajah Jung Bok Sil penuh kegeraman.


"Dimana desa dokter Kang? Bagaimana kamu bisa tahu?"


Yunna ragu-ragu, "Aku..... aku dokter di sini."


Jung Bok Sil menunggu Yunna melanjutkan, dia mendekati Yunna,


"Ah, anak anda dibawa ke desa Dueokhaengbokdeurim."


"Dimana itu?" Jung Bok Sil merasa tidak pernah mendengar nama desa itu.


"Di kota Wanju.."


*


Gorae tidak menemukan Yunna di kantornya, dia berjalan menyusuri koridor. Sesaat sebelum turun ke lantai 3, dia melihat Yunna sedang berbincang-bincang dengan Jung Bok Sil dekat sebuah pilar.


Gorae heran, bagaimana bisa Yunna berbincang-bincang dengan ibunya Na Ri? Dia segera menuju escalator untuk menyusul Yunna.


Sambil turun, Gorae terus memperhatikan gerak-gerik mereka berdua, bukan seperti orang yang sudah lama saling mengenal. Sebelum mencapai lantai 3, Gorae melihat Jung Bok Sil pamit dan pergi meninggalkan Yunna.


Gorae menghampiri Yunna,


"Sayang, kamu disini?" Yunna berbalik dan wajahnya tampak terkejut.


"Eh...ya, aku akan ke cafe...aku haus."


Yunna berbohong.


Ah, mungkinkah Yunna dan Jung Bok Sil berbincang hanya kebetulan?


"Tadi kamu bicara dengan ibunya Na Ri?" Wajah Yunna terlihat gugup.


"Oh, tadi itu ibunya Jung Na Ri?


Yunna balas bertanya.


Gorae menatap Yunna, dia bertanya-tanya mengapa Yunna terlihat gugup.


"Iya. Apa yang dia bicarakan?"


Gorae mengikuti langkah Yunna menuju cafe di lantai dasar.


"Ah... tidak ada...dia hanya menanyakan tentang.....ruang VIP...."


Yunna menghindari tatapan mata Gorae.


"Kamu sampai begitu mengenal ibunya Jung Na Ri..." Yunna sedikit menggerutu. Dia benar-benar kesal.


Gorae menoleh,


"Iya, tentu aku mengenalnya. Tadipun aku bertemu dengan dia di kantor direktur Yoo."


Wajah Gorae polos. Mereka memesan minuman dan duduk di meja dekat jendela kaca.


"Ada perlu apa ibunya ratu drama itu menemui kamu?"


Yunna merasa kikuk harus berpura-pura menanyakan tentang Jung Bok Sil.


Gorae menatap Yunna tidak senang,


"Namanya Jung Na Ri.." nada suaranya tajam.


Yunna balas menatap Gorae, kekesalannya benar-benar ingin dimuntahkan saat ini.


"Baiklah...baiklah... " Jawab Yunna dingin, "Kamu belum menjawab, ada perlu apa dia menemuimu? Apakah dia mencari anaknya?"


"Iya...dia mencari Na Ri...tapi aku tidak mengatakan dia ada dimana."


Wajah Yunna menegang, dia benci sekali mengetahui kenyataan Na Ri ada di desa kelahiran Gorae.


"Kenapa? Kamu bukan walinya...kamu bukan saudaranya bahkan bahkan kamu bukan pacarnya!"


"Aku dokternya." Potong Gorae, "Dan aku peduli dengan keselamatan Na Ri."


Bibir Yunna menganga tidak percaya, "Gorae, pasienmu sangat banyak! Kenapa kamu hanya berkorban untuk dia?!"


"Aku terlanjur terlibat dalam masalah dia." Gorae berhenti sejenak, dia memikirkan kata-kata yang tepat agar tidak menyakiti Yunna,


"Na Ri hampir tewas...dia sangat tertekan dan tidak mudah baginya untuk kembali dalam keadaan selemah sekarang."


"Aku tidak menyangka kamu sangat peduli pada ratu drama itu! Aku bahkan tidak pernah diajak untuk pengambilan keputusan kamu!"


Suara Yunna sedikit meninggi, Gorae menggenggam tangan Yunna untuk memperingatkan kekasihnya untuk tidak memancing perhatian orang-orang yang ada di cafe itu.


"Yunna, apa katamu? Tidak pernah diajak dalam keputusanku? Kamu lupa dari awalpun aku sudah mencoba membicarakan tentang Na Ri padamu. Tapi apa reaksi mu? Pernahkah kamu mencoba untuk mendengarkan aku?"


Yunna menarik tangannya, kemarahannya sudah tidak terbendung lagi.


"O ya tentu saja Gorae! Setelah kamu tidak bisa membicarakannya denganku, kamu bebas berbuat sesuka hati kamu, iya kan?! Kamu sudah tidak menganggap aku sebagai orang penting dalam hidupmu!"


"Apa maksud kamu? Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Gorae tidak percaya, hatinya sakit mendengar perkataan Yunna yang sangat menusuk.


"Apakah seorang dokter harus menunggu persetujuan kekasihnya untuk menolong seseorang? Jika kamu tidak setuju, lalu, aku harus membiarkan orang itu mati, begitu?!"


Gorae berkata tajam, dia tatap kekasihnya dalam-dalam.


"Ohoo... bagus! Bahkan kamu rela terluka di bahu kamu demi menyelamatkan gadis itu! Kamu rela menutup rapat semua kejadian pada semua orang! Demi ratu drama yang cengeng itu!" Suara Yunna makin meninggi. Gorae terperanjat,


"Dari mana kamu tahu aku terluka?!"


Gorae belum menceritakan apapun tentang lukanya atau kejadian seutuhnya yang menimpa Na Ri.


Yunna memalingkan wajahnya memandang jendela, lampu-lampu jalanan sudah mulai dinyalakan.


"Aku tahu semua Gorae...aku minta padamu biarkan Na Ri kembali pada ibunya."


"Tidak akan pernah aku biarkan Na Ri kembali pada saat kondisi dia seperti ini. Dia bisa hancur!"


Yunna tersenyum sinis, "Kamu terlambat, aku sudah memberitahu ibunya bahwa ratu drama itu ada di desamu!"


Gorae kaget setengah mati, "Apa?! Apa kamu bilang?! Aku tidak percaya kamu melakukannya!"


Gorae bangkit, wajahnya penuh kemarahan. Yunna terkesiap, tidak pernah sekalipun selama dia menjadi kekasih Gorae, Gorae marah padanya.


Tapi kali ini Gorae berubah!


Yunna mengepalkan tangannya, Gorae berubah karena Jung Na Ri!


Rasa sakit menghujam jantungnya. Kebenciannya pada Na Ri membuncah, Yunna tidak akan membiarkan Gorae berpaling darinya. Tidak akan!


***