I'll Be There When It's Blue

I'll Be There When It's Blue
Enough...



Rumah Sakit DokSeol adalah rumah sakit kecil di desa Dueokhaengbokdeurim, tapi memiliki fasilitas yang lumayan lengkap.


Mengingat Rumah Sakit yang lebih besar ada di kota Wanju jaraknya cukup jauh dari desa Dueokhaengbokdeurim, Gorae memutuskan untuk merawat Na Ri di rumah sakit DokSeol ini.


Sora sudah menghubungi pihak rumah sakit, tapi satu-satunya dokter bedah yang bekerja di rumah sakit ini sedang melakukan operasi di rumah sakit kota Wanju.


Na Ri didorong ke ruang IGD, hanya ada satu dokter jaga dan dua orang perawat di sana.


"Dia perlu tes CT Scan untuk melihat robekan lambungnya." Gorae meminta Na Ri untuk di test juga darahnya, dia khawatir ada sepsis*


Sora dan perawat di rumah sakit ini bekerja cepat, hasil CT Scan dan test darah selesai. Ditemukan luka robek sepanjang 8 cm di lambung Na Ri dan


Terjadi pendarahan hebat mengisi perut Na Ri.


Sora menelepon pimpinan rumah sakit tentang kondisi Na Ri yang kritis, pimpinan rumah sakit memutuskan mengijinkan Gorae untuk mengoperasi Na Ri.


*


Jung Bok Sil jalan mondar-mandir di selasar depan ruang operasi.


Sudah satu jam Na Ri masuk ruang operasi.


Park Hilda duduk diam ditemani Yunna. Perasaan Yunna kacau balau, dia merasa sedang memegang tali yang rapuh di satu ujung, dan ujung yang lain dipegang oleh Gorae.


Jika dia memaksa menarik tali itu, Gorae akan menahannya dan tali itu putus. Tapi jika dia mendekati Gorae dia tidak akan pernah merasa nyaman, karena hatinya akan terbakar.


"Haiiisshh! Lama sekali Na Ri dioperasinya!" Untuk kesekian kalinya Jung Bok Sil mengeluh.


Setelah beberapa saat, lampu merah di atas pintu ruang operasi padam, pertanda operasi sudah selesai.


Gorae keluar dari operation theatre*


Melepaskan operation theatre uniformnya*.


Saat mencuci tangannya Gorae berpikir, Jung Bok Sil adalah ibu yang sangat egois, dia akan melakukan segala cara untuk membawa Na Ri kembali ke Seoul.


Sebagai seorang dokter, melihat kondisi Na Ri seperti sekarang, Na Ri wajib istirahat total agar robekan di lambungnya pulih seperti sedia kala.


Ini bukan tentang siapa Jung Na Ri, tapi hidup seseorang yang tidak hanya fisiknya yang harus disembuhkan, tapi mentalnya juga.


"Kak... gimana? Ibunya udah nunggu tuh" Sora muncul dari belakang, lalu ikut mencuci tangan di sebelah Gorae.


"Aku akan bicara pada ibunya."


Gorae mengeringkan tangannya.


"Jika Na Ri tetap dibawa?"


Gorae tidak menjawab, dia pergi menuju pintu keluar.


"Bagaimana putriku? Tidak ada masalah besar, kan? Aku akan bawa dia pulang malam ini juga."


Jung Bok Sil sangat tidak sabar.


Gorae menatap perempuan itu tajam, "Akibat pukulan tadi, lambungnya robek, Na Ri mendapat sepuluh jahitan di lambungnya. Kondisinya akan membaik setelah beberapa minggu."


"Apa? Yang benar saja! Aku bisa kena denda untuk iklan yang harus dibintangi Na Ri! Tolonglah mengerti!"


Jung Bok Sil benar-benar kesal.


Park Hilda mendelik marah,


"Ibu Jung, rupanya anda benar-benar tidak peduli ya?"


"Apakah kamu peduli dengan masalah besar yang aku hadapi?! Tolong jangan ikut campur!" Sungut Jung Bok Sil kesal.


Yunna hanya berdiri tanpa mendekati Gorae. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia akhirnya tahu betapa menyebalkan sikap ibunya Na Ri, tapi dia tidak ingin Gorae menolong Na Ri! Jika saja kejadian ini terjadi di Seoul tidak ada alasan untuk Gorae menahan Na Ri.


"Aku tidak akan menahan anda jika ingin membawa Na Ri, tapi anda harus tahu, lambung yang bocor jika terinfeksi atau terluka lagi akibatnya bisa fatal." Gorae memasukan kedua tangannya ke saku baju operasinya.


Jung Bok Sil terlihat resah, dia menggigiti bibirnya.


"Aku mengerti Na Ri terikat kontrak, tapi apakah Na Ri akan selamat jika dia memaksakan diri bekerja? Lagipula, mengapa tadi aku menahan Na Ri untuk tidak pergi dengan anda,


Na Ri harus menghadiri sidang sebagai saksi dan korban."


Jung Bok Sil menutup mulutnya, lebih dari seminggu dia melewatkan bagian ini. Dia tidak bertanya mengapa Na Ri terluka dan di rawat di rumah sakit tempat Gorae bekerja.


"Aku ulangi lagi, seorang psikopat yang sudah membunuh ibunya dan temannya sendiri, hampir menghabisi nyawa Na Ri. Dia sangat terguncang. Jika dia terus bersama anda, apakah anda jamin mentalnya akan kuat untuk menghadapi persidangan?"


Gorae tersenyum sinis,


"Apakah anda jamin Na Ri tidak akan dikejar media dan orang-orang yang terus mengganggu hidupnya?


Apakah anda akan membiarkan pembunuh itu tidak dihukum?.... hmm....aku rasa nilai iklan Na Ri tidak sebanding dengan nyawanya!"


"E...oh...itu...itu...aku tidak tahu..."


Jung Bok Sil tampak sangat gugup.


"Bahkan anda tidak peduli saat anak buah anda memukul perut Na Ri tadi. Jika anda sudah mengerti, silahkan pergi."


Tegas Gorae meninggalkan Jung Bok Sil yang kebingungan dan malu.


"Eh..dokter Kang, apakah aku bisa melihat anakku?"


Gorae melirik Sora, Sora mengangguk mengerti.


"Na Ri masih ada di ruang pemulihan...dia belum siuman." Sora menjelaskan.


Jung Bok Sil akhirnya memutuskan untuk pergi mencari penginapan di kota Wanju.


Gorae berjalan mendekati Yunna,


"Sebaiknya kamu pulang dengan ibu sekarang. Kamu perlu istirahat."


Suara Gorae datar.


Yunna menatap Gorae, wajah kekasihnya lebam karena pukulan body guard tadi.


Tangannya terulur untuk menyentuh wajah Gorae, Gorae menjauhkan wajahnya.


"Biarkan aku obati luka kamu."


"Tidak. Aku tidak apa-apa."


Gorae menoleh pada ibunya,


"Eomma, sebaiknya pulang dengan Yunna, aku dan Sora akan menjaga Na Ri."


Yunna sakit hati mendengar perkataan Gorae, "Apa? Aku disini saja.... jika aku pulang, kamu juga harus pulang dengan ibu.."


"Ayolah Yunna, kamu belum beristirahat. Gorae akan baik-baik saja." Ajak Park Hilda.


Park Hilda merasa ada sesuatu diantara Gorae dan Yunna. Jika sampai Yunna menyulitkan Gorae, dia tidak akan tinggal diam.


Hanya gadis bodoh yang tidak bisa mengerti Gorae.


Sebesar apapun rasa sukanya pada Yunna, tapi jika Yunna membuat Gorae tertekan dan tidak bahagia, dia akan memilih melepaskan rasa sukanya pada Yunna.


Gorae pergi meninggalkan Yunna dan ibunya menuju ruang pemulihan.


Terpaksa Yunna mengikuti Park Hilda pulang ke rumah keluarga Gorae.


"Ibu.... apakah selama di sini, Gorae yang merawat Jung Na Ri?" Rasa cemburu mendorongnya untuk bertanya pada Park Hilda.


"Iya, Gorae dan Sora. Mereka putuskan untuk merawat Na Ri di rumah, untuk menghindari gunjingan orang."


Park Hilda menoleh sebentar, dia melihat Yunna menunduk sambil menggigit bibirnya.


"Yunna.... apakah kamu sedang marah pada Gorae?" Park Hilda hati-hati bertanya.


Yunna mengangkat wajahnya, dia ragu-ragu apakah dia harus mengungkapkan kegelisahannya pada ibunya Gorae.


"Ah...tidak......hanya saja....aku merasa Gorae sudah berubah...."


Park Hilda tersenyum,


"Aku memahami perasaanmu. Tapi percayalah, Gorae sama sekali tidak berubah."


Yunna menghela nafas yang terasa berat, "Ibu tahu, aku sangat mencintai Gorae... tapi aku tidak sanggup untuk melihat kenyataan Gorae bersama Na Ri."


"Kenapa? Gorae tidak berselingkuh dengan gadis itu." Suara Park Hilda lembut.


"Aku merasa sangat terganggu..." Yunna bertanya-tanya dalam hati, apakah betul dia hanya egois dan tidak mengerti Gorae? Mengapa dia merasa sakit hati hanya memikirkan betapa pedulinya Gorae pada Na Ri?


Park Hilda memarkirkan mobil Gorae di halaman rumahnya.


"Ayo, aku akan memasak makanan hangat untuk mu. Mengenai masalah perasaanmu pada Gorae, cobalah sedikit berkompromi, agar kamu tidak terbentur terlalu keras."


Park Hilda mengajak Yunna turun.


"Ibu tidak usah memasak buatku, aku akan langsung tidur." Kata Yunna cepat-cepat.


Park Hilda menatap Yunna,


"Kamu perlu makan sayang, apapun masalah yang kamu hadapi, jangan mengorbankan tubuhmu untuk ikut menderita."


Yunna menggeleng, "Aku tidak apa-apa...."


Dia melangkah menuju kamar tamu, kamar dia biasa tidur jika berkunjung ke rumah ini.


"Boleh aku tidur sekarang bu?"


"Baiklah... mari aku siapkan sebentar, kamar ini digunakan Na Ri kemarin."


Yunna menghentikan langkahnya. Dia merasa sangat benci mengetahui kenyataan kamar yang biasa dia tempati di rumah ini, dipakai juga oleh Na Ri!


"Aku..... di sofa saja...."


Park Hilda menghentikan langkahnya, sebenci itukah Yunna pada Na Ri? Dia jadi serba salah,


"Jika kamu tidak mau di kamar ini, kamu bisa tidur di kamar Sora."


Yunna mengangguk, setelah berpamitan pada ibunya Gorae, Yunna membaringkan tubuhnya, hari ini berjalan sangat cepat.


Berbagai kejadian secara bertubi-tubi terjadi hari ini. Perilaku Gorae yang tadi siang begitu hangat dan meluluhkan hatinya, berubah seketika hanya dalam waktu beberapa jam. Dan semua tentang Jung Na Ri!


Gadis itu mampu membuat Gorae berkorban terlalu banyak untuknya! Ini sudah keterlaluan!


Sikap dingin dan kemarahan Gorae padanya, tidak pernah dilakukan Gorae sebelumnya.


Dan yang lebih menyakitkan, sikap ibu dan adik Gorae yang sangat peduli pada Na Ri.


Bagus, bahkan keluarga Gorae sekarang berpihak pada Na Ri!


Bagaimana jika nanti Na Ri semakin lama tinggal dengan keluarga Gorae? Dimana posisinya nanti?


Yunna merasa sangat takut dia tidak akan jadi menantu kesayangan keluarga Gorae.


Dulu dia begitu disayang, semua selalu mengagumi kecantikan dan kecerdasannya. Gorae begitu bangga padanya. Sora begitu mengaguminya.


Terlupakan oleh orang-orang yang dia sayangi adalah hidup yang sangat menyedihkan!


Yunna meremas selimut kuat-kuat, amarahnya menggelegak di dadanya. Tidak! Aku tidak boleh dikalahkan oleh gadis bodoh itu! Kebencian Yunna menjadi-jadi pada Na Ri.


*


Siang hari Jung Bok Sil mengunjungi Na Ri di ruang rawat inapnya. Saat dia masuk Gorae sedang duduk di samping Na Ri.


"Na Ri....... bagaimana keadaan kamu..." Jung Bok Sil menyapa Na Ri dengan kikuk, anak gadisnya hanya menatap ibunya tanpa mengucapkan


sepatah katapun.


Gorae berdiri, untuk memberi tempat pada Jung Bok Sil.


"Ah tidak apa dokter Kang.... aku hanya sebentar..."


Gorae hanya bergeser dan menunggu apa yang akan diucapkan ibunya Na Ri.


"Sebenarnya.... ini sangat menjengkelkan...."


Jung Bok Sil mencari kata-kata yang tepat.


"Aku sudah membesarkan kamu Na Ri....menjadikan kamu artis terkenal...tapi sekarang aku harus menghadapi denda-denda yang besar....aku bingung....bagaimana hidup kita nanti?"


Wajah Jung Bok Sil terlihat sangat khawatir, alisnya terangkat, dahinya berkerut dan matanya gelisah.


Na Ri merasa kasihan dengan ibunya, dia pasti mendapat kesulitan besar saat ini.


"Ibu.... bayar saja semua dendanya, aku punya tabungan. Jual apartemenku untuk hidup kita..."


Suara Na Ri masih lemah.


"A...apa? Tidak Na Ri...aku tidak bisa melakukan itu..." Jung Bok Sil merasa sangat sedih.


"Bu Jung, sebaiknya ibu duduk." Gorae memberikan kursi pada Jung Bok Sil.


"Aku sudah memutuskan untuk berhenti dari dunia artis..."


Jung Bok Sil kaget, "Hey...kamu tidak bisa seperti ini Na Ri... dunia artis adalah dunia yang membesarkan kamu!"


Na Ri menggeleng, "Aku sudah cukup mengalami semua bu....begitu selesai sidang, aku akan tetap tinggal di desa ini."


"Kamu sudah gila! Bagaimana kamu akan hidup? Apa yang akan kamu lakukan?" Suara Jung Bok Sil meninggi.


"Ibu tidak usah takut.... jika ibu mau, kita beli rumah di sini...kita hidup seperti orang lain..."


Jung Bok Sil merasa seperti disambar petir disiang bolong, hidup di desa? Hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya! Semua terasa sangat primitif!


"Kamu benar-benar sudah tidak waras! Aku tidak percaya kamu akan terpengaruh oleh dokter Kang!"


Gorae yang sedari tadi hanya mendengarkan kaget,


"Apa? Aku?" Alisnya terangkat.


"Tidak, bukan dokter Kang! Dia bahkan belum membicarakan apapun denganku." Na Ri cepat-cepat memotong, dia khawatir ibunya akan melampiaskan kekesalannya pada Gorae.


"Aku yang memutuskan untuk berhenti dan tinggal di desa ini. Selama satu minggu aku disini, tempat ini begitu nyaman untukku. Aku bosan tinggal di Seoul. Aku bosan menjadi artis...aku hanya ingin tenang..."


"Tapi...."


"Tolong panggil manager Oh, aku akan bicara padanya." Kembali Na Ri memotong ibunya yang ingin protes dengan keputusannya.


Na Ri memberi kuasa pada Oh Sung Ji managernya untuk menjual apartement, mobil dan semua kekayaannya. Dia juga memberi kuasa untuk membayarkan semua denda-denda yang akan timbul karena dia melanggar kontrak.


Sisa dari semua kewajibannya dia minta dibelikan rumah untuknya di desa deukhaengbokdeurim dan diberikan pada ibunya.


Jung Bok Sil menangis atas semua keputusan Na Ri. Dia sangat kecewa, tapi dia tidak mampu berbuat apapun untuk menghentikannya.


Wajah Na Ri masih sangat pucat dan lemah, tapi sorot matanya tersirat tekad yang kuat. Sorot yang tidak pernah dia lihat sebelumnya....tidak pernah! Bahkan sejak Na Ri kecil.


Jung Bok Sil bertanya-tanya apa yang sudah membuat anak gadisnya berubah sangat drastis? Dia bukan lagi gadis penurut yang selalu mengikuti apapun yang dia perintahkan.


Na Ri menggenggam tangan Jung Bok Sil, "Ibu.... jika ibu tetap ingin tinggal di Seoul, ibu bisa mengunjungiku kapan saja.... tapi jika ibu memutuskan untuk tinggal denganku disini...aku akan sangat bahagia..."


Jung Bok Sil tidak menjawab, dia hanya menangis setelah mengecup kening Na Ri, perempuan itu pergi kembali ke Seoul dengan perasaan hancur lebur.


Bagaimanapun, Jung Bok Sil adalah ibunya, dan di lubuk hatinya, Na Ri sangat menyayangi ibunya. Dia tidak ingin membuat ibunya terjebak dalam masalah karena dirinya.


Gorae mendekati Na Ri, dia tidak menyangka Na Ri mengambil keputusan sangat drastis dengan cepat.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Gorae penasaran.


Na Ri mengangguk.


"Kamu tidak keberatan aku tinggal di desa ini?"


Gorae membelalakan matanya,


"Kenapa aku harus keberatan? Aku bukan penguasa desa ini." Gorae tersenyum lebar.


"Tapi kalau boleh tahu apa alasan kamu membuat keputusan secepat itu?"


Na Ri menghela nafas, dia sendiri tidak percaya dengan keputusannya sendiri.


"Aku akan terus belajar apapun caranya. Aku sangat bodoh selama ini aku tidak tahu apa yang benar-benar aku inginkan...."


Na Ri melanjutkan,


"Memenuhi keinginan orang lain dan menyenangkan mereka, memang menyenangkan. Tapi aku sudah mengubur keinginan aku yang sebenarnya. Aku bahkan jadi tidak tahu apa yang aku butuhkan dalam hidupku."


Gorae mengangguk mengerti,


"Aku harap kamu tidak akan menyesal dengan keputusanmu."


Na Ri memandang Gorae penuh rasa terimakasih,


"Keputusan mu membawaku ke sini adalah keputusan yang paling baik untukku..."


"Ah, sebenarnya aku sendiri ragu saat membawamu ke sini."


Na Ri menggeleng, "Dalam seminggu, aku dikenalkan pada dunia yang benar-benar baru.....orang-orang yang baik dan tulus... dan aku merasa benar-benar hidup... aku jatuh cinta pada desa ini.."


Gorae tidak menyangka Na Ri bisa berubah begitu cepat.


"Gorae.... terimakasih...."


Gorae tersenyum,


"Aku sejujurnya senang melihat kamu seperti ini."


Ada cahaya di mata Na Ri yang baru pertama kali dilihat Gorae, sebuah harapan, Na Ri ingin merubah hidupnya!


*


Yunna melangkah pelan menuju kamar dimana Na Ri di rawat, dia ragu apakah dia sanggup melihat Na Ri. Dia membiarkan Park Hilda berjalan di depannya.


Dia benci melihat betapa khawatirnya Park Hilda hingga terburu-buru ingin melihat keadaan Na Ri.


Diselasar menuju lantai dua, Yunna berpapasan dengan Jung Bok Sil.


Jung Bok Sil menghentikan langkahnya,


"Kamu....kenapa kamu menyusulku kemarin?" Tanya Jung Bok Sil tidak senang.


Jika saja Yunna tidak menyusulnya dengan Gorae, mungkin Na Ri sudah dia bawa pulang ke Seoul dan tidak mengambil keputusan bodoh seperti ini.


Yunna tidak mampu menjelaskan apapun pada Jung Bok Sil,


"Aku.... aku hanya memberitahu kekasihku bahwa anda sedang menuju ke desa ini...aku tidak berpikir jika Gorae begitu mempertahankan anak anda..."


"Apa? Kekasih? Oh jadi dokter Kang adalah kekasihmu?"


Yunna mengangguk sedih.


"Apakah.....anda akan membawa Na Ri pulang?" Tanya Yunna kemudian.


Jung Bok Sil menggeleng,


"Dia sudah memutuskan untuk tetap tinggal di desa ini! Aku heran, bagaimana nanti dia hidup di desa primitif ini?! Anakku sudah hilang akal!"


Jung Bok Sil mengeluh, dia merasa sulit menerima keputusan Na Ri.


Yunna terperanjat, tinggal disini?! Apa yang gadis bodoh itu rencanakan? Merebut hati keluarga Gorae? Merebut Gorae?!


"Ah, bagaimana mungkin artis seperti dia tinggal disini..?"


"Itulah! Aku sangat tidak percaya! Tapi dia sudah memberikan kuasa pada managernya! Aku tidak bisa berbuat apapun!"


Tidak! Dia harus pergi dari desa ini, dia harus menjauh dari Gorae! Aku tidak akan membiarkannya merebut Gorae! Teriak Yunna dalam hati.


"Apakah.....karena Gorae?" Yunna menahan kemarahannya, suaranya bergetar.


Jung Bok Sil menangkap api kemarahan dimata Yunna.


"Aku tidak tahu. Anakku memang sangat mempesona dan mampu menarik perhatian lelaki manapun."


Jung Bok Sil menikmati kecemburuan di wajah Yunna.


Wajah Yunna merah padam.


"Mengapa anda membiarkan anak anda tinggal disini?"


Jung Bok Sil mendelik,


"Aku bisa apa? Dia sudah mengambil keputusan.... ck..ck.. anak itu cepat sekali berubah."


Yunna menatap Jung Bok Sil dalam-dalam, "Aku akan berusaha membuat dia kembali ke Seoul!"


Jung Bok Sil tertawa,


"Sudahlah.... jika dia kembalipun, tidak ada yang bisa dia lakukan! Hmm.. kenapa? Kamu takut dokter Kang jatuh cinta pada anakku?"


Selidik Jung Bok Sil.


Yunna gelagapan,


"Aku tidak suka anak anda dekat dengan kekasihku!" Tegas Yunna, "Dan aku akan membuat anak anda kembali ke Seoul!"


Yunna meninggalkan Jung Bok Sil yang melongo keheranan.


Tapi kemudian Jung Bok Sil tersenyum.... senyum yang menyiratkan arti yang lain...


***


*Sepsis : infeksi darah


*operation teathre : Ruang tindakan operasi


*operation theatre uniform : Pakaian operasi (seragam OK - operation Kamer)