I'll Be There When It's Blue

I'll Be There When It's Blue
The Witnesses & Evidence



Penjara khusus perempuan ini sebagian besar penjaganya adalah perempuan. Tapi bukan berarti tidak ada penjaga laki-laki sama sekali.


Setiap Hanna mendapat giliran membersihkan setiap selasar penjara, dia akan menghitung berapa petugas laki-laki yang berjaga dan kapan mereka akan bergantian bertugas.


Hanna juga mengawasi di atas menara pengawas ada empat petugas yang selalu bergantian bertugas.


Kepala sipir penjara ini perempuan, tapi pimpinannya adalah laki-laki.


Dia tersenyum, satu persatu semua laki-laki itu akan dia tundukan. Hanna merasa bergairah membayangkan dia bisa bercinta lagi bergantian setiap malam.


Dan tujuan akhirnya dia keluar dari penjara dengan aman tanpa harus terluka atau menjadi buronan!


Saat Hanna sedang duduk didalam selnya, petugas semalam yang dia goda memanggilnya. Waktu menunjukan pukul 11 siang, waktu bezuk untuk para tahanan.


"1490 ada tamu yang mengunjungi mu!"


Hanna menoleh dan berjalan menjejeri petugas itu.


"Siapa yang mengunjungiku?" Tanya Hanna penasaran.


"Aku." Jawab petugas itu pelan.


Hanna hampir melonjak kegirangan,


"Benarkah? Kamu pasti sudah tidak tahan....apa kamu sudah punya rencana?"


"Ikuti saja aku."


Hanna dan petugas itu berjalan menyusuri selasar sel yang panjang, setelah melewati beberapa pintu besi,


Petugas itu berbelok cepat sambil menarik Hanna.


Hanna dibawa ke ruang gelap, tempat tahanan bermasalah di asingkan.


Dia mendorong Hanna masuk, dan mengunci pintu ruang sempit dan pengap ini.


"Ah...aku sudah tidak sabar.." Hanna meremas bagian tengah ************ petugas itu.


Petugas itu dengan cepat mendorong Hanna ke tembok, dia hanya melorotkan celananya sampai dengkul, dengan kasar dia turunkan celana seragam tahanan Hanna dan mengangkat satu kaki Hanna.


Tanpa pemanasan terlebih dahulu dia langsung mendorongkan tubuhnya melakukan penetrasi dengan kasar.


Membuat Hanna memekik.


Petugas itu sudah membayangkan tubuh Hanna sejak semalam.


Dia tidak bisa duduk atau berdiri tenang selama berjaga. Berkali-kali dia berusaha mengendalikan perasaannya, sampai akhirnya dia menemukan cara untuk menikmati tubuh Hanna yang molek.


Permainan petugas itu sangat kasar dan cepat.


"Ahh...aaaa...kenapa harus terburu-buru...sayang.." Hanna merasa kemenangan perlahan berpihak padanya.


Sambil terengah menahan kenikmatan petugas itu menjelaskan,


"Kita harus cepat..agar tidak ketahuan!"


Dia kembali melakukan gerakan mendorong kuat-kuat dan cepat. Membuat Hanna memekik, dia benar-benar menyukai permainan yang kasar seperti ini.


Dengan erangan yang panjang petugas itu akhirnya terkulai lemas dengan nafas masih memburu.


Tanpa menunggu lama dia segera naikan celananya.


"Cepat! Rapikan bajumu!" Perintahnya.


Hanna segera memakai seragam tahanannya lagi.


"Kamu hebat!" Bisik Hanna dengan manja.


"Diamlah! Kita kembali ke sel kamu sekarang." Petugas itu mengusap keringat di wajahnya.


"Kamu bisa melakukan kapan saja denganku..." Goda Hanna lagi.


Petugas itu mengakui dalam hati, pengalaman bercinta dengan tahanan ternyata sensasinya luar biasa. Ada perasaan takut, tegang dan sangat menggairahkan. Dia merasa akan ketagihan melakukannya lagi dan lagi nanti.


*


Gorae menelepon Kwak Tae Rang yang sedang berada di ruang dokter Han Seung Dok, dokter ahli kejiwaan yang menangani Song Myung Ri.


"Gorae, kamu sudah mendengar rekaman suara bu Jung?"


"Sudah. Aku mendengar pak Song semakin bertingkah aneh saat Na Ri masih berusia satu tahun. Aku rasa, obat yang diberikan padanya mulai bereaksi dan saat itu dia sangat menderita pastinya."


"Dia mungkin saja berusaha bersikap normal didepan istrinya, tapi bu Jung merasakan perubahan yang jelas saat itu, bisa kamu bayangkan betapa menderitanya Myung Ri dan istrinya saat itu.....Gorae, sebaiknya kamu bicara dengan dokter Han."


"Baik."


Gorae memaparkan resep yang diberikan Ahn Sohyung pada dokter Han Seung Dok. Dengan hanya mendengar dokter Han sangat terkejut.


"Dokter Kang, obat sejenis lithium sangat berbahaya jika diberikan bersamaan dengan dronedarone apalagi suplemen John Wort bagi penderita Bipolar Disorder!"


"Betul, karena sifat dari dronedarone dan John Wort bersifat mengencerkan darah." Jawab Gorae serius.


Dokter Han Seung Dok mengangguk,


"Obat dan suplemen ini


mengandung senyawa unik yang disebut Hiperofin, yang meningkatkan produksi enzim pencernaan.


Akibatnya, obat-obatan heartburn dan pengencer darah terurai sebelum mereka punya waktu untuk melakukan pekerjaan mereka di dalam tubuh."


Gorae menambahkan, "Akhirnya, obat-obatan ini menjadi tidak efektif untuk penderita Bipolar Disorder"


"Lebih buruk lagi, obat dan suplemen ini bagi penderita Bipolar Disorder akan meningkatkan produksi zat kimia di otak yang disebut serotonin. Efek yang sama akan timbul jika kita minum obat antidepresan. Mengkonsumsi obat antidepresan bersama St. John Wort bukannya akan meningkatkan mood, malahan akan berisiko menghadapi situasi yang mengancam hidup yang disebut sindrom serotonin. Tanda-tandanya adalah berkeringat, kejang, gerakan tidak terkoordinasi dan berhalusinasi."


Dokter Han Seung Dok menjelaskan, sedangkan Kwak Tae Rang duduk terpaku, dia benar-benar sedih mengetahui sahabatnya mendapat kejahatan yang luar biasa.


"Itulah yang menjadi penyebab akhirnya Pak Song menjadi hilang ingatan dan gagap..." Gumam Gorae.


Rupanya dokter Ahn Sohyun sudah sangat mempersiapkan diri untuk mencelakai Song Myung Ri.


Dia memberikan obat yang membuatnya hilang ingatan dan tidak jelas dalam berbicara.


Tanpa harus membunuhnya, dokter Ahn membuat pasiennya yang tidak berdaya, kehilangan segala miliknya, tanpa takut pasiennya akan bersaksi jika sampai aksi jahatnya terungkap!


"Ini kejahatan serius, dokter Kang!"


Gorae setuju dengan pendapat dokter Han.


"Dokter Han, aku akan mengumpulkan lebih banyak bukti untuk masalah ini. Bisakah anda membantuku menangani pak Song?"


"Tentu, aku akan bekerja sama dengan ahli-ahli untuk mencoba memulihkan ingatan pak Song.


Kasus ini harus diselesaikan dengan hukum. Jika perlu aku akan bersaksi dipersidangan."


Dokter Han berjanji akan membantu Gorae.


"Baiklah, terimakasih atas kerjasamanya, dokter Han."


Dokter Han mengembalikan handphone Kwak Tae Rang, Kwak Tae Rang permisi keluar ruangan untuk melanjutkan bicara dengan Gorae.


"Gorae terimakasih sudah bekerja keras untuk sahabatku."


"Tidak masalah Pak Kwak, aku membantu sebisaku." Jawab Gorae sopan.


"Emm... ada satu hal lagi yang aku perlu memberitahumu."


Suara Kwak Tae Rang terdengar ragu.


"Apa itu?"


"Mengenai..... si bengal...adik mu..."


Gorae mengangkat alisnya,


"Ada apa dengan Sora, apakah dia membuat anda kesal lagi pak Kwak?"


"Ah tidak...tidak...emm...hanya saja, sepertinya Ji Soon jatuh cinta padanya....aigooo bagaimana ini? Anak itu adalah musuh bebuyutanku dulu!"


Mau tidak mau Gorae tertawa mendengar gaya bicara Kwak Tae Rang.


"Sayangnya, sepertinya adikku juga jatuh cinta pada anakmu, pak Kwak!"


"Aigo! Rupanya kamu sudah tahu?"


Suara Kwak Tae Rang terdengar sangat kaget.


"Tidak ada rahasia antara kakak dan adik dalam keluargaku....ini....mungkin yang disebut karma...hehehehe."


Gorae terkekeh.


"Aiishh! Adikmu itu sangat bengal! Berbeda dengan kamu Gorae! Kamu sangat pendiam, sangat baik dan tahu cara menghormati orang tua!" Runtuk Kwak Tae Rang kesal.


"Tapi aku tidak bisa pacaran dengan Ji Soon...aku tidak jatuh cinta padanya.." Goda Gorae.


"Haiissh! Kamu!...ah... ternyata kakak dan adik sama saja! Aku tarik ucapanku tadi!"


Gorae tertawa tergelak, tampak giginya yang putih dan dua gigi kelincinya yang manis menghiasi tawanya, membuat Gorae terlihat semakin tampan.


Beberapa perawat berbisik ketika melihat Gorae tertawa lepas.


"Aku sangat suka melihatnya tertawa...si tampan ini tidak pernah berhenti membuatku jatuh cinta!"


"Betul dia sangat tampan!"


Gorae melewati para perawat itu sambil mengangguk sopan. Bak melihat seorang idol yang lewat, para perawat itu menjerit kecil kegirangan. Tubuh jangkung dengan punggung yang lebar itu melewati mereka, menebarkan aroma harum yang segar dengan jas dokter berwarna putih panjang seperti berkibar di antara langkahnya, Gorae tampak sangat gagah dan mempesona.


Kwak Tae Rang mendengus sebal, "Aku tidak tahu apakah aku akan menerima adikmu."


"Pak Kwak, takdir anda adalah akan selalu bertemu dengan adikku. Jadi nikmati pertengkaran kalian. Baiklah...aku tutup dulu ya."


Gorae tersenyum senang, ini kabar baik! Ternyata adikku tidak bertepuk sebelah tangan! Gorae tidak akan memberitahu hal ini pada Sora. Dia sangat tahu bagaimana reaktifnya Sora jika mengetahui hal ini.


Saat bersamaan Yunna melihat Gorae yang masih tersenyum senang, mereka berpapasan.


Yunna bertanya-tanya ada apa dengan Gorae yang tampak begitu bahagia? Mungkinkah pacarnya meneleponnya?


Gorae sama sekali tidak melihat ke arah Yunna, tatapannya lurus ke depan dengan sisa senyum masih menghiasi wajahnya yang sangat tampan.


*


Rapat seluruh pemegang saham berlangsung di meeting room perusahaan Sky&Star.co yang sangat luas.


Moon Jae Hyun tampak sangat tampan dan berwibawa duduk ditengah para pemegang saham yang rata-rata berusia jauh diatas Jae Hyun.


Rambut Jae Hyun yang disisir rapi kebelakang, dia mengenakan setelan jas warna biru dongker dengan motif garis tipis berwarna merah maroon.


Dasi yang tadi pagi di cengkeram Gorae berwarna senada dengan jasnya.


Moon Jae Hyun tampak sangat segar, gaya kepemimpinannya yang luwes membuat dia selalu di sukai siapa saja.


Setelah mendengar laporan dari departemen keuangan dan para pemegang saham dengan seksama, Jae Hyun berdiri.


"Bagaimanapun aku  tidak akan melepaskan SubDrop. Kami sudah mengucurkan dana yang cukup besar untuk menanggulangi masalah dalam tubuh SubDrop. Mengapa kalian para pemimpin SubDrop tidak menilai terlebih dahulu sebelum memberikan tindakan untuk menjualnya?"


Jae Hyun mengambil sebuah map merah berisi dokumen laporan pertanggung jawaban Sky&Star.co.


"Di sini tertulis, kami sudah memberikan dana untuk pembuatan ulang produk obat dengan nama berbeda sekaligus ijin-ijinnya. Yang paling mengecewakan adalah, kucuran dana dari Star&Sky.co menguap begitu saja! Indikasi korupsi atas dana dari kami sudah kami selidiki. Saat biaya produksi ulang tidak tertanggulangi, kalian berniat menjual saham kalian."


Jae Hyun mengedarkan pandangannya memperhatikan satu persatu peserta rapat.


"Tahukah kalian mengapa Seukai Group menduplikasi produk kalian? Produk kalian laris dipasaran! Nama produk kalian sangat mudah dikenal dengan harga yang sangat terjangkau. Sebagai pesaing produk dengan jenis yang sama, Seukai menjual dengan harga yang fantastis, produk obat mereka tidak menjangkau masyarakat bawah, dan satu lagi yang terpenting, kandungan obat mereka termasuk dalam kategori obat keras dan mempunyai banyak efek samping."


Jae Hyun berjalan mengelilingi meja super besar berbentuk oval, langkahnya pelan, suara ketukan sepatunya seperti mengetuk siapapun yang tidak bisa berpikir jernih saat ini.


Gaya Jae Hyun menunjukan dia sangat piawai dan berpengaruh. Wibawanya sangat memancar walaupun usianya sangat muda, tidak berbeda jauh dengan usia Gorae.


"Kami sedang mengumpulkan bukti  kejahatan Seukai Group, dan itu butuh waktu. Bayangkan, produk kalian di duplikat seolah-olah milik kalian, dengan harga jauh dibawah standar, tentu menurunkan kualitas dan berefek samping yang sangat merugikan para konsumen. Itu tujuan mereka menjatuhkan perusahaan kalian!"


Terlihat pihak SubDrop mulai gelisah, Jae Hyun melanjutkan, "Pengaduan pihak kalian sudah kami tindak lanjuti, kami sudah melakukan hal-hal yang perlu kami lakukan untuk kembali menyelamatkan perusahaan kalian. Bahkan Saham yang kami miliki sangat kecil jika dibandingkan dengan milik dari pemegang saham lain di perusahaan kalian. Kami terbuka dengan merger dan membiarkan management sepenuhnya diatur oleh kalian."


Wajah Jae Hyun mulai menegang, urat didahinya mulai terlihat menonjol. Dia merasa sangat geram sekali.


"Tapi indikasi kebocoran kucuran dana kami dengan tindak korupsi pihak kalian rupanya membuat kalian benar-benar kehilangan akal! Dengan menjual saham terbesar kalian pada Seukai Group, apakah kalian pikir kalian masih bisa duduk manis sebagai jajaran direksi di perusahaan SubDrop yang kalian bangun dari nol?!..... jawabannya, kalian akan didepak dengan cara yang sangat menyedihkan! Dan karena saham kami kecil, kalian pikir kami mau bertahan dengan Seukai Group, pastinya kami terpaksa akan menjualnya pada mereka!"


Peserta rapat direksi saling berpandangan dengan wajah pucat.


"Kami sudah sangat rugi banyak dalam membesarkan perusahaan kalian, kalian sangat tidak sabar dan gegabah melakukan negoisasi dengan Seukai Group yang mampu membeli saham kalian dengan harga tinggi! Dan tuduhan kalian, kami tidak melakukan apapun!"


Jae Hyun kembali ke tempatnya,


"Ada yang ingin kalian katakan? Atau tindakan apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Jae Hyun tajam.


Setelah menunggu beberapa lama, salah satu pimpinan SubDrop angkat bicara,


"Kami minta maaf, keputusan menjual saham terbesar kami kepada Seukai Group karena perusahaan kami sudah sangat collaps... kami tidak tahu tentang dugaan korupsi kucuran dana dari Star&Sky.co."


Jae Hyun berdiri,


"Kamu pikir kemana lari uang kami?!" Nada suara Jae Hyun mulai keras.


"Kami bisa menuntut perusahaan kalian atas hilangnya dana kami!"


"Pimpinan Moon, saat ini kami perlu dana untuk menanggulangi masalah karyawan kami...jika pihak Sky&Star.co. Tidak mau membeli seluruh saham kami, berarti kami akan menjualnya pada penawar tertinggi. Karena pinjaman kami di bank pun sudah melewati batas. Kami akan dinyatakan pailit. Yang kami pikirkan adalah nasib karyawan kami."


Lelaki berusia enam puluh tahunan itu tampak sangat putus asa.


"Jika saja, dari awal kalian berpikir untuk bersabar menunggu seluruh bukti terkumpulkan, dan dana kami tidak kalian gunakan untuk keperluan kalian pribadi, dan kalian menyadari sedang dipermainkan oleh Seukai Group, hal seperti ini tidak akan terjadi! Bahkan kita bisa membalas kelicikan Seukai Group dengan produk tandingan yang orisinil dan nama yang baru!"


Jae Hyun sudah benar-benar muak saat ini.


"Pimpinan Moon... apa yang harus kami lakukan?"


Jae Hyun berpikir keras bagaimana menyelamatkan SubDrop, wajah seriusnya malah membuat dia terlihat sangat tampan.


"Untuk menyelamatkan karyawan kalian enam bulan ke depan, aku akan memberi pinjaman sampai masalah ini menemukan jalan keluar. Dengan cara, keuangan tetap dibawah kendali kami. Beri daftar seluruh karyawan kalian, kami yang akan mengatur semua keuangan kalian mulai saat ini."


Jae Hyun khawatir uangnya akan hilang lagi jika diberikan langsung pada SubDrop.


"Produksi akan kita lanjutkan setelah kasus ini terang, setelah semua bukti terkumpul. Setelah aku bisa menemukan siapa yang sudah menggunakan dana bantuan dari kami dengan sangat tidak bertanggung jawab."


Semua terdiam mendengar tawaran bantuan dari Jae Hyun.


"Mengapa aku tidak membeli seluruh saham kalian? Karena aku tidak ingin menguasai kalian! Kalian hanya tergabung sebagai anak perusahaan yang bisa berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi pada modal yang aku tanam. Tapi mulai saat ini kebijakan akan datang langsung dari Sky&Star.co. ... bagaimana?"


"Jika kami tidak berproduksi, bagaimana kami akan melanjutkan perusahaan kami?" Tanya salah satu pemegang saham SubDrop khawatir.


Jae Hyun menghela nafas, "Seperti yang aku bilang, kita henti produksi untuk persiapan produk baru dan gaji karyawan kalian, kami yang membayar. Selama jeda enam bulan itu, kami akan memikirkan kelangsungan kerjasama kita. Yang terpenting sekarang, kami akan mendapatkan bukti-bukti dan siapapun yang telah merugikan perusahaanku akan kami proses secara hukum." Tandas Jae Hyun.


"Beri kami waktu untuk berdiskusi mengenai hal ini." Pinta lelaki tua dari SubDrop.


"Baiklah. Satu hal lagi, jika kalian memutuskan untuk menjual saham kalian pada Seukai Group. Aku akan meminta kalian menyelesaikan urusan kalian dengan Sky&Star.co. terlebih dulu."


Jae Hyun berdiri dan meninggalkan ruan rapat, semua yang hadir berdiri sambil membungkuk hormat pada CEO Star&Sky.co. muda yang cerdas dan tampan itu.


Sambil berjalan, Jae Hyun berbisik pada sekretarisnya, "Suruh Bobby datang ke kantorku. Kita harus segera tahu siapa yang menghabiskan dana bantuan kita untuk SubDrop!"


*


Proffesor Yoo Soo Yeon mengerutkan alisnya, dia tidak menyangka dokter Ahn sanggup melakukan tindak kejahatan yang sangat fatal.


"Bagaimana Prof, apakah ini sudah cukup membuktikan kejahatannya?"


Tanya Gorae yang sedari tadi menunggu.


"Sangat cukup, tapi pihak pengadilan tentu akan membutuhkan banyak bukti lain, seperti kondisi pasien sekarang....dan tadi kamu bilang, perusahaannya dicuri oleh ayah dokter Ahn, jika semua bukti ada maka akan ditemukan motif dari semua tindakannya."


Yoo Soo Yeon melepas kaca matanya.


Dia memikirkan reputasi rumah sakit ini bila kasus ini sampai terdengar oleh publik.


"Aku juga sedang mengumpulkan bukti itu. Aku mempunyai teman dari Sky&Star yang juga memiliki kasus yang sama...dia akan membantuku mengumpulkan bukti tentang kejahatan ayah dokter Ahn."


"Maksudmu CEO muda yang pernah jadi pasienmu dulu?....ah siapa namanya...?"


"Moon Jae Hyun... iya benar, dia pernah jadi pasienku."


Yoo Soo Yeon mengangguk,


"Aku ingat karena, dia pasien VVIP, kasus kecelakaannya menjadi berita nasional. Beruntung rumah sakit kita yang menanganinya...menurut kabar, dia banyak ditolak beberapa rumah sakit karena selain penuh, kondisinya saat itu sangat kecil kemungkinan untuk diselamatkan."


Gorae merasa ini adalah sebuah tarikan garis yang harus mempertemukan dia dengan Moon Jae Hyun.


"Aku sangat bangga dengan kerjamu menyelamatkannya, dokter Kang, seperti biasa kerjamu selalu optimal dan memuaskan!"


Yoo Soo Yeon merasa sangat bangga memiliki Gorae di rumah sakit ini.


Gorae tersenyum kecil, "Proffesor Yoo terlalu memujiku....terimakasih."


"Aigoo kamu sangat rendah hati, kadang aku berpikir, kamu seperti malaikat di rumah sakit ini! Bayangkan jika dia tidak terselamatkan, sedangkan tekanan dan tuntutan dari keluarganya pada kita sangat berat saat itu. Tapi kamu melakukan tindakan operasi yang sangat hebat, aku bangga padamu, nak!"


Yoo Soo Yeon bersungguh-sungguh.


Gorae hanya mengangguk, sebenarnya dia tidak terlalu suka dipuji..rasanya membuat dia jengah.


"Tapi.... aku sempat melihat CEO muda itu berjalan dengan dokter Cha kekasih mu. Tunggu, apakah kalian putus?"


Gorae mengangkat alisnya, tidak menyangka Proffesor Yoo begitu memperhatikan kehidupan pribadinya juga.


"Ah...ya...kami putus beberapa bulan lalu.." Jawab Gorae pelan.


Yoo Soo Yeon merapatkan tubuhnya ke meja kerjanya.


"Kamu tahu dia sekarang berpacaran dengan CEO itu?"


Gorae mengangguk, dia mulai merasa tidak enak.


"Dokter Kang! Kamu bilang kamu berteman dengan CEO itu, dan dia mengalami kasus yang sama dengan ayah temanmu, mereka bermasalah dengan kakeknya dokter Cha! Apakah....tidak mungkin jika....dokter Cha akan melakukan hal sama seperti ibunya pada CEO itu?"


Gorae terperanjat, dia tidak menyangka begitu cepat Yoo Soo Yeon menyimpulkan sesuatu tanpa mempertimbangkan jika Yunna mungkin saja tidak tahu soal ini.


"Aku tidak yakin dokter Cha tahu masalah ini....aku sudah berbicara segala kemungkinan dengan Moon Jae Hyun. Dia akan mencari tahu.."


Yoo Soo Yeon menarik nafas, dia kembali menyandarkan punggungnya ke kursi kerjanya.


"Aku berharap dokter Cha tidak terlibat masalah ini..." Gumamnya, "Karirnya cukup bagus selama ini, sayang sekali jika dia terlibat."


Gorae mengangguk setuju, dia sangat berharap Yunna tidak sama seperti ibu dan kakeknya.


"Dokter Kang, kita akan mendapat sorotan jika kasus ini mulai dibuka, yang aku khawatirkan reputasi rumah sakit ini akan buruk jika masyarakat tahu ada dokter yang melakukan malpraktek lebih dari dua puluh tahun lalu. Nama baik kita sebagai rumah sakit terbaik akan hancur dan kita akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat! Aiiihhh! Aku bisa bayangkan masa depan rumah sakit ini!"


Keresahan tampak diwajah Yoo Soo Yeon.


Gorae terdiam, dampak buruk untuk reputasi rumah sakit ini pasti akan sangat tidak menguntungkan.


"Prof, aku punya teman orang media televisi. Aku akan minta bantuan dia untuk tidak terlalu mengekspos tentang keteledoran rumah sakit yang memang saat itu kurang pengawasan.


Dan....aku pikir, ini justru baik untuk rumah sakit kita, karena kita sendiri yang akan mengungkap masalah ini ke media bukan dari pengaduan pasien. Disitu terlihat kita bijaksana dalam menyikapi sebuah kesalahan dalam tubuh rumah sakit ini."


"Ah! Kenapa aku tidak berpikir sepertimu! Benar sekali, kita yang akan ungkap hal ini ke media. Dan saat itu aku belum memimpin rumah sakit ini." Wajah Yoo Soo Yeon terlihat lega.


Gorae tersenyum, "Baiklah, aku akan menghubungi temanku di ARV." Gorae bangkit.


"Kamu kenal banyak orang yang berguna, dokter Kang! Aku bangga padamu. Teruskan mengumpulkan bukti yang cukup, aku mendukungmu!"


Gorae mengangguk hormat sebelum keluar dari ruang Proffesor Yoo Soo Yeon.


Yoo Soo Yeon merasa benar-benar bisa mengandalkan Gorae dalam hal apapun. Dia selalu berpikir cepat dan tepat. Dia sangat ingin, jika dia nanti turun dari jabatannya sebagai pemimpin rumah sakit ini, dia ingin Gorae lah yang menggantikannya.


Baginya tidak ada dokter lebih kompeten dan cerdas seperti Kang Gorae.


*


"Jae Hyun, bisa kita bertemu malam ini?" Gorae menelepon Moon Jae Hyun. Saat ini Gorae sudah bersama dengan Bae Ryung Go dari ARV.


"Baik, aku juga ingin bicara denganmu. Aku menemukan sesuatu." Jawab Jae Hyun sambil menutup dokumen-dokumen yang terbuka di mejanya.


"Aku akan kirimkan alamatnya." Jawab Gorae.


"Beri aku waktu satu jam, bisa?"


Jae Hyun melirik ke arah Bobby orang kepercayaannya yang menunggu dengan patuh.


"Baiklah, tidak masalah."


Jae Hyun menutup telepon dari Gorae.


"Besok, apapun caranya, kamu cari tahu siapa yang sengaja mengkorupsi uang kita."


Lelaki bernama Bobby yang bertubuh tinggi kekar itu mengangguk.


"Orang yang saya tempatkan disana menemukan kebocoran dana itu sangat halus dan rapi. Bahkan hampir semua pemilik saham utama tidak menyadari ada korupsi ditubuh perusahaan mereka sebelumnya, mereka baru tahu setelah ada laporan krisis dibagian keuangan."


Jae Hyun termenung, apa mungkin kebocoran dana yang begitu besar sampai tidak disadari oleh pihak SubDrop? Bukan tidak mungkin mereka semua bersama-sama melakukan korupsi.


"Saya juga menemukan, laporan keuangan yang palsu, maksudku, seolah-olah SubDrop benar-benar melakukan produksi beberapa bulan lalu."


Lanjut Bobby, dia meletakan sebuah map dan sebuah amplop di meja Jae Hyun.


"Aku tidak mengerti..." Jae Hyun mengambil amplop dan mengeluarkan isinya. Amplop itu berisi foto-foto, dia melihat satu persatu foto-foto itu.


Jae Hyun melihat truk-truk box sedang membongkar muatan di sebuah gudang, tampaknya gudang itu berada di luar kota. Lalu foto-foto yang lain menunjukan truk-truk box itu meninggalkan gudang tersebut dan nomor-nomor plat mobil yang diperbesar.


"Apa ini?"


"Foto-foto ini diambil beberapa minggu lalu, saat SubDrop melakukan produksi terakhir. Itu bahan-bahan pembuat obat untuk SubDrop. Saya dan teman-teman menemukan gudang itu adalah gudang sewaan. Dan mobil-mobil truk itu juga setelah diselidiki adalah truk sewaan."


"Lalu hubungannya dengan SubDrop?" Jae Hyun masih belum mengerti.


"Jadi orang-orang yang menerima bahan-bahan obat digudang itu mengemas ulang dengan kotak-kotak yang bermerk dagang seperti dari pemasok bahan yang biasa SubDrop pesan." Tommy menjelaskan dengan suara besarnya.


"Gila! Ini pemalsuan! Apakah kamu sudah cross check pada pabrik pemasok bahan?" Tanya Jae Hyun geram.


"Sudah, mereka mengaku sudah lebih dari enam bulan SubDrop tidak lagi memesan bahan dari mereka."


Jae Hyun benar-benar merasa dirampok didepan matanya,


"Kamu sudah check tempat penyewaan mobil truk itu, dari mana mereka mengambil bahan-bahan itu?"


Tommy mengangguk,


"Sudah, pihak penyewaan truk mengaku, mereka mengambilnya dari sebuah gudang di pinggiran kota Seoul. Dan kami sudah check, ternyata gudang itu juga gudang kosong yang sudah tidak terpakai. Pemiliknya sudah lama meninggal. Menurut kabar mantan pekerja, meninggalnya sangat misterius."


"Siapa nama pemilik yang meninggal itu?" Susul Jae Hyun.


"Jun Bin Suk.... dia meninggal sekitar sepuluh tahun lalu."


"Cari tahu siapa yang menjadi pemilik gudang itu sekarang. Cari tahu apa usaha Jun Bin Suk. Cari tahu siapa yang melakukan pesanan bahan obat di SubDrop! Secepatnya!"


Perintah Jae Hyun tegas.


"Baik pimpinan Moon."


"Gila! Bodoh sekali orang-orang SubDrop sampai tidak mengetahui mereka sedang dicurangi dirumah mereka sendiri!" Jae Hyun menggebrak meja kerjanya keras.


"Baiklah, kamu bisa pergi Bobby, lakukan yang terbaik dan hati-hati!"


Bobby berdiri, mengangguk hormat pada bossnya dan pergi.


Jae Hyun segera meninggalkan kantornya untuk menemui Gorae dialamat yang sudah dikirim Gorae melalui pesan.


*


Bae Ryung Go mendengarkan penjelasan Gorae dengan seksama. Untuk kedua kalinya dia dan Gorae terlibat dalam kasus artis Jung Na Ri yang sekarang sudah berubah menjadi Song Na Ri.


"Wah....kisah hidup gadis itu benar-benar seperti cerita drama. Aku bisa merasakan beratnya menjadi Na Ri."


Bae Ryung Go termangu-mangu.


"Bukankah kisah hidup seseorang itu pastinya adalah cerita drama kehidupan?" Tanya Gorae.


"Yah betul...kadang kesulitan dan penderitaan itu yang akhirnya  membuat seseorang menjadi kuat. Dan cerita drama memang terinspirasi dari kisah nyata." Bae Ryung Go tersenyum.


"Mengenai pemberitaan rumah sakit kami nanti, saat kami membuka kasus dokter Ahn, bisakah kamu sepakat dengan permintaanku tadi?" Tanya Gorae memastikan.


Bae Ryung Go mengangguk pasti,


"Kamu jangan khawatir dokter Kang, seperti yang kamu bilang, justru ini hal yang sangat baik yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Kamu nanti bisa melihat dampaknya.


Masyarakat akan menaruh kepercayaan lebih pada rumah sakit Hansung, tapi dengan syarat, pengungkapan malpraktek ini harus dibarengi dengan pengungkapan kecurangan Seukai Group."


Bae Ryung Go melanjutkan,


"Jadi, malpraktek yang dilakukan oleh dokter Ahn bukan tujuan dan kesalahan pihak rumah sakit, tapi motif pribadi dokter Ahn pada satu pasien yang akan mereka curangi."


Gorae melihat ke arah pintu masuk, Jae Hyun baru saja masuk ke dalam cafe. Gorae mengangkat tangannya supaya Jae Hyun bisa melihat tempat duduknya.


Jae Hyun bergegas menuju ke meja Gorae dan Bae Ryung Go. Sesaat Jae Hyun tampak ragu ketika melihat ada orang lain bersama Jae Hyun.


"Jae Hyun, kenalkan ini nona Bae Ryung Go, temanku dari ARV."


Jae Hyun mengangguk sopan dan mengambil tempat duduk disamping Gorae.


"Jadi, nona Bae ini kebetulan selalu terlibat masalah yang dengan orang yang sama denganku." Gorae mencoba menjelaskan.


"Maksudnya?"


"Kami dulu pernah bekerja sama dalam kasus pembunuhan, lalu sekarang aku dan pihak rumah sakit memutuskan untuk meminta tolong pada nona Bae untuk mengendalikan berita saat nanti kita akan konferensi pers tentang kasus malpraktek dokter Ahn."


Moon Jae Hyun baru mengerti,


"Ah...baiklah..."


Gorae mendekatkan tubuhnya pada Jae Hyun dan berbisik, "Tenang saja, dia bisa dipercaya."


Jae Hyun mengangguk, jika Gorae mempercayai Bae Ryung Go, diapun pasti akan mempercayainya.


Dia selalu merasa yakin dan mempercayai Gorae dari awal dia mengenal Gorae.


Jae Hyun menuturkan tentang hasil rapat dikantornya dan hasil penyelidikan terakhir oleh orang kepercayaannya. Dia juga membawa beberapa dokumen sebagai barang bukti dan foto-foto yang tadi didapatnya dari Bobby.


"Sebenarnya bukti yang diperlukan tinggal sedikit lagi." Bae Ryung Go memberi komentar sambil meneliti lembaran dokumen ditangannya.


"Betul... aku sedang menunggu hasil kerja orang kepercayaanku. Setelah bukti terkumpul kita sama-sama melaporkan dokter Ahn dan Seukai Group ke polisi." Jawab Jae Hyun.


"Tapi....bagaimana jika pemasok bahan baku untuk obat itu bukan pihak Seukai yang melakukannya?" Tanya Gorae.


"Walaupun bukan ulah Seukai, setidaknya aku bisa menemukan siapa yang mencuri bantuan dana perusahaanku untuk SubDrop.


Tapi, melihat cara mereka memalsukan bahan baku dan bukan berasal dari pemasok asli, entah mengapa firasat aku mengatakan ini adalah ulah Seukai. Dia sangat ingin menguasai pasaran obat seperti produksi SubDrop." Jae Hyun menatap Gorae seolah ingin menyampaikan keyakinannya.


"Tetap kita harus mencari bukti yang lebih kuat tuan Moon." Timpal Bae Ryung Go.


"Tentu saja nona Bae." Jawab Jae Hyun memastikan.


"Aku bisa membantu kalian, untuk mencoba menyusup ke perusahaan Seukai." Bae Ryung Go menawarkan diri.


"Benarkah?" Tanya Gorae dan Jae Hyun hampir berbarengan.


"Serahkan padaku, aku seorang reporter yang biasa mencari berita sampai ke lubang semut!" Jawab Bae Ryung Go sambil tersenyum.


"Wahh daebak....kita bertiga sekarang mirip detektif!" Jae Hyun tampak bersemangat.


"Setelah pensiun, kita bertiga harus membuka jasa investigasi!" Timpal Gorae, dan mereka bertiga tertawa.


"Ngomong-ngomong, dulu kalian menangani kasus pembunuhan....siapa yang dibunuh?"


Tanya Jae Hyun penasaran, tangannya mengambil cemilan di meja, dia merasa sangat lapar sebenarnya.


Gorae dan Bae Ryung Go saling berpandangan.


"Ah....aku tidak yakin jika dokter Kang mengijinkanku menceritakannya.." Jawab Bae Ryung Go ragu.


Gorae malah terlihat bingung, tapi kasus sekarangpun adalah kasus keluarga Na Ri, cepat atau lambat Jae Hyun pasti akan tahu hubungan kasus dulu dengan sekarang adalah tentang Na Ri.


"Ayolah Gorae! Aku sudah habis-habisan terbuka denganmu! Jangan-jangan kamu juga seorang pembunuh!" Goda Jae Hyun.


Akhirnya Bae Ryung Go menceritakan semua kisah Na Ri dari awal sampai akhir, dan membuat Jae Hyun melongo tidak percaya.


"Mengenai kasus penembakan dipengadilan aku sempat melihat beritanya, karena itu berita nasional, tapi aku tidak tahu kamu terlibat disana....dengan artis Jung Na Ri! Kamu benar-benar luput dari berita Gorae!" Puji Jae Hyun kagum.


"Berkat nona Bae dan ARV yang baik." Jawab Gorae tersenyum.


"Daebak! Kalian tim yang keren!" Jae Hyun menghabiskan cemilan di meja tanpa disadarinya.


"Kamu ini seorang CEO paling kaya, kamu tidak mentraktir kita makan malam, malah menghabiskan cemilan kami!" Runtuk Gorae.


"Wah betul juga! Aku lapar sekali! Aku bersumpah, tadi aku merasa aku bukan seorang CEO, tapi seorang detektif!"


"Detektif kelaparan!" Gorae dan Bae Ryung Go tertawa.


Gorae memukul bahu Jae Hyun, sekarang dia benar-benar merasakan ketulusan Jae Hyun sebagai seorang sahabat......yang kenyataannya dia adalah kekasih Yunna sekarang.


***