I'll Be There When It's Blue

I'll Be There When It's Blue
In The Village With Na Ri



Reading session sudah selesai hari ini. Na Ri akan kembali ke desa Deoukhaengbokdeurim besok pagi.


"Baik, sepertinya kita sudah sepakat dengan seluruh konsep cerita dan pesan yang akan disampaikan. Terimakasih untuk kerjasamanya."


Seorang staff dari bagian iklan ARV membungkuk pada semua orang yang hadir diruang meeting.


Na Ri bersiap untuk kembali ke hotelnya, seharian ini sangat melelahkan tapi juga menyenangkan.


Rasanya dia kembali ke masa-masa dia menjadi artis, tapi dengan suasana lebih bersahabat dan santai.


Karena suasana seperti ini yang dipesankan Jae Hyun pada ARV, agar Na Ri merasa nyaman saat bekerja.


Reality Show ini akan menjadi acara real life Na Ri yang pertama selama dia berkarir, semua akan berjalan sangat natural tanpa ada settingan cerita atau ke pura-puraan.


"Nona Song, besok tim dari Star&Sky yang akan mengantarmu pulang, sementara kami akan datang dua hari kemudia setelah segala persiapan dan survei selesai dilakukan." Bae Ryung Go menghampiri Na Ri.


"Baiklah..." Na Ri mengangguk, "Aku permisi sekarang."


"Bobby yang akan mengawalmu kembali ke hotel."


"Aihh aku sangat merepotkan.." Na Ri merasa tidak enak.


"Sudahlah...keselamatanmu lebih penting! Aku akan dibunuh dua pria tampan jika terjadi apa-apa dengan mu!" Bae Ryung Go nyengir.


"Maksudmu?"


"Siapa lagi yang selalu khawatir denganmu selain dokter Kang? Sekarang ditambah tuan Moon! Haiissh mereka lebih cerewet dari pada nenekku!" Bae Ryung Go merengut, dan Na Ri tertawa,


"Aigoo...mereka berlebihan!"


Sesampainya di lobby, yang menjemput Na Ri ternyata Moon Jae Hyun.


"Wahh...kamu beruntung sekali...liatlah yang menjemputmu adalah tuan Moon!" Bisik Bae Ryung Go sambil menunjuk Jae Hyun dengan matanya.


Na Ri mengangguk sopan pada Jae Hyun yang sedang mengobrol dengan Bobby.


"Nona Song, ayo, aku akan mengantarmu." Ajak Jae Hyun sambil mengangguk pada Na Ri.


"Ah...aku sangat merepotkan." Na Ri mendadak merasa tidak nyaman.


"Tidak apa, sekalian kita akan membicarakan masalah ayahmu. Gorae mengajak kita semua berkumpul."


Mata Na Ri membulat, "Gorae?...baiklah.."


"Nona Bae, begitu kamu selesai disini, kamu dengan Bobby susul kami di tempat biasa." Perintah Jae Hyun dengan wajah serius.


"Baik." Jawab Bae Ryung Go dan Bobby hampir bersamaan.


Begitu Na Ri dan Jae Hyun pergi. Bae Ryung Go menyenggol Bobby,


"Apa dokter Kang menemukan sesuatu?"


"Kita semua belum tahu persis. Hanya saja, boss minta kita menarik tim kita dari Seukai." Jawab Bobby dengan suara beratnya.


"Tapi kita belum mendapat seluruh bukti keterlibatan Seukai Group, bagaimana kita bisa menarik tim kita?" Ryung Go keheranan.


"Ada indikasi Seukai mencurigai gerak-gerik tim kita.... sayang, cepat kamu selesaikan pekerjaanmu disini, kita harus berkumpul dengan Boss."


Bobby menepuk bahu Ryung Go.


Jae Hyun membukakan pintu mobil untuk Na Ri.


"Tuan Moon...sebenarnya apa yang akan dibicarakan tentang ayahku?" Na Ri penasaran.


"Emm...sebelumnya, kamu boleh panggil aku Jae Hyun saja. Memang aku lebih tua darimu...hanya saja aku tidak terlalu suka senioritas bila bertemu dengan orang-orang yang dekat denganku." Jae Hyun menjalankan mobilnya, Na Ri melirik Jae Hyun.


"Aku merasa itu tidak sopan..." Jawab Na Ri pelan.


"Aku tidak keberatan. Mungkin kita akan lebih sering bertemu nanti. Jadi saat denganku kamu bisa panggil hanya nama ku saja." Jae Hyun menoleh sekilas pada Na Ri.


"Baiklah, Jae Hyun." Na Ri merasa ragu mengucapkannya.


"Dan aku akan memanggilmu Na Ri saja, oke?"


"Iya..." Na Ri mengangguk.


"Mengenai ayahmu, biar nanti Gorae yang akan menceritakan semua. Dia hanya mengajak kita semua berkumpul."


"Aku hanya berharap ayah akan pulih ingatannya, dan setidaknya dua puluh tiga tahun yang terampas dari hidup kami akan kembali. Aku tidak berharap banyak, banyak yang telah terlewatkan dan hilang. Dan aku hampir tidak akan pernah bertemu dengan ayahku....."


Na Ri menghentikan perkataannya. Jika bukan karena Gorae, dia mungkin tidak pernah mengenal ayahnya, mungkin dia hanya dikenang sebagai artis yang meninggal bunuh diri.


"Aku mengerti Na Ri, tapi kejahatan tetaplah harus mendapat hukuman. Kejahatan dokter Ahn Sohyun adalah kejahatan serius. Mungkin kamu sekeluarga akan memaafkannya, tapi bagaimana dengan perusahaan ayahmu yang dirampas begitu saja? Dan para pekerja yang tiba-tiba harus kehilangan pekerjaannya? Mereka semua punya keluarga yang harus mereka hidupi. Karena pemilik Seukai adalah ayah dari dokter Ahn Sohyun, mereka semua harus bertanggung jawab."


Suara Jae Hyun terdengar pahit. Dia tidak sanggup mengatakan jika Yunna adalah anak dari Ahn Sohyun!


"Aku tahu...." Jawab Na Ri sedih, dia ingat Nam Dongmin sekretaris ayahnya yang terpaksa berhenti dari perusahaan ayahnya dan bekerja di perusahaan kecil dan tetap membantu menghidupi dia dan ibunya dulu.


Dia membayangkan bagaimana dengan karyawan ayahnya yang lain. Pasti mereka semua merasakan penderitaan yang sama.


"Dan aku, akan berusaha menuntut keadilan selain untuk ayahmu, juga untuk perusahaanku yang mulai dirongrong dan nama baik perusahaanku dijatuhkan dengan licik."


Jae Hyun membelokan mobilnya pada sebuah cafe tempat biasa dia dan Gorae bertemu.


"Aku sangat berterimakasih padamu, juga Gorae." Na Ri bersungguh-sungguh.


Jae Hyun tersenyum, gadis ini terlihat rapuh, tapi dia memiliki hati yang kuat sebenarnya, dia sangat tulus dan baik hati.


"Kita berjuang bersama-sama Na Ri. Kita harus saling mendukung."


Jae Hyun memarkir mobilnya tepat dibelakang mobil Gorae.


"Ah, tukang bedah itu sudah sampai ternyata!" Kata Jae Hyun begitu menyadari mobilnya parkir dibelakang mobil Gorae.


Na Ri tertawa, rupanya mereka sudah dekat sekali. Hingga tidak canggung saling meledek.


Walaupun dalam hatinya masih bertanya-tanya bagaimana perasaan Gorae ketika dia mengetahui Yunna menjadi kekasih Jae Hyun sekarang.


Saat sampai di meja tempat Gorae menunggu, Gorae sedang berbicara di telepon dengan wajah serius.


Dia hanya mengangkat tangan meminta Jae Hyun dan Na Ri menunggu dia selesai bicara.


"Apakah penggunaan amobarbital* masih dilakukan dengan hipnotis, Proffesor Han?"


Rupanya Gorae tengah berbicara dengan Proffesor Han Seung Dok, dokter yang menangani Song Myung Ri.


"Baiklah, aku akan telepon anda lagi begitu aku mendapat kabar dari tim dokter disini." Gorae memutus sambungan telepon dengan Proffesor Han Seung Dok.


Dia tersenyum cerah melihat Na Ri yang menatapnya tidak sabar.


"Ada apa dengan ayahku?" Tanya Na Ri cemas.


"Ayahmu sedang ditingkatkan terapinya. Aku dan tim dokter yang dipimpin oleh direktur Yoo akan menerapkan terapi baru untuk mengusahakan membuat ingatan ayahmu kembali."


Gorae berhenti sejenak, dia melirik kearah Jae Hyun yang juga sedang memperhatikannya.


"Jae Hyun, seseorang menelepon klinik Muju, dia menanyakan soal pak Song. Dia mengaku sebagai dokter yang menangani Pak Song. Aku curiga.... Yunna sudah mengetahui keberadaan Pak Song. Dan tidak menutupi kemungkinan dia sudah tahu seluruh cerita tentang Pak Song dan masalah Seukai Group."


Air muka Gorae berubah serius, Jae Hyun terbelalak kaget.


"Apa? Bagaimana mungkin itu Yunna?" Jae Hyun tidak mengerti.


"Ibu Jung tadi pagi meneleponku. Dia menanyakan hubunganku dengan Yunna..... aku tadinya heran, mengapa bu Jung menanyakan masalah pribadiku, dia menjelaskan bahwa sebelum dia pindah, saat itu kamu sedang pergi ke Muju, Yunna menelepon bu Jung,


Tidak sengaja bu Jung menceritakan tentang sakit yang diderita suaminya akibat perbuatan dokter Ahn Sohyun dan bu Jung menyebutkan juga soal Seukai Group pada Yunna. Bu Jung pikir aku masih kekasih Yunna dan dia menganggap tidak ada rahasia diantara aku dan Yunna."


"Astaga! Ah pantas saja!" Jae Hyun menepuk keningnya, sampai tadi sebelum Gorae bicara, dia masih bingung bagaimana Yunna bisa tahu dia pergi ke Muju.


"Aku sendiri heran, seingatku aku tidak pernah memberi Yunna nomor telepon ibu Jung." Gorae sendiri kebingungan.


"Sebentar....tapi apa hubungannya semua ini dengan Yunna, mengapa kamu mencurigai Yunna yang menelepon klinik Muju?" Na Ri tidak mengerti mengapa tiba-tiba Yunna muncul dalam pembicaraan tentang ayahnya.


Gorae dan Jae Hyun saling berpandangan,


"Na Ri....maafkan aku.... saat pak Nam Dongmin menceritakan tentang dokter Ahn Sohyun saat kita berada di klinik Muju, aku tidak menceritakan pada mu bahwa dokter Ahn adalah ibunya Yunna. Cucu dari pemilik Seukai Group."


"A....apa?! Apakah kamu yakin?"


Na Ri tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Kepalanya dipenuhi berbagai pertanyaan.


"Aku tidak menceritakan soal Yunna saat itu, karena aku pikir Yunna tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Aku dan Jae Hyun sepakat menganggap Yunna tidak terkait, walaupun aku dan Jae Hyun tetap harus berhati-hati terhadap Yunna."


Jelas Gorae, dia menyesal tidak menceritakan tentang putus hubungannya dengan Yunna, dan menceritakan Yunna adalah anak dari Ahn Sohyun. Jika saja dia menceritakan hal ini pada Na Ri dan ibunya, tentu Jung Bok Sil akan lebih berhati-hati.


"Aku tidak mengerti dengan kalian.... Jae Hyun sekarang kekasih Yunna, apakah kalian melindungi Yunna atau memanfaatkan dia?" Tanya Na Ri sedikit kesal.


"Aku baru tahu Yunna adalaha cucu dari pemilik Seukai Group, setelah aku berpacaran selama empat bulan dengannya...setelah aku dekat dengan Gorae." Jawab Jae Hyun,


"Aku mengenalnya saat aku mengalami kecelakaan." Jae Hyun menambahkan.


"Kenapa aku mencurigai Yunna yang menelepon klinik Muju? Karena dia mendapat cerita dari bu Jung, mungkin saja dia mencari tahu tentang keadaan ayah Na Ri...mungkin saja dia sudah menceritakan yang dia temukan pada ibunya atau kakeknya."


Gorae menatap Na Ri yang terlihat khawatir.


"Itulah sebabnya kamu menyarankanku untuk menarik seluruh timku yang menyamar di Seukai Group?" Tanya Jae Hyun, dia mulai mengerti sekarang.


Gorae mengangguk, "Betul, jika Yunna sudah tahu, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan ibu dan kakeknya. Untuk lebih aman sekarang kita berpura-pura jika kita tahu dia sudah tahu."


"Kita harus mengamankan semua saksi dan bukti yang kita dapat!" Jae Hyun menanggapi dengan cepat.


"Itulah mengapa Direktur Yoo membentuk tim kecil dan sangat dirahasiakan untuk membantu pak Song segera pulih ingatannya. Karena dia adalah saksi kunci, juga pak Nam dan ibunya Na Ri."


Bae Ryung Go dan Bobby datang bergabung,


"Bobby, saksi kunci kasus kita semua adalah pak Song Myun Ri dan mantan sekretarisnya pak Nam Dongmin.


Kita harus melindungi mereka, juga ibunya Na Ri. Mungkin klinik Muju sudah tidak aman buat Pak Song sekarang."


"Saat pihak klinik Muju menelepon ku tadi, beruntung tidak seorangpun memberitahukan Yunna atau siapapun itu jika mereka merawat pasien bernama Song Myung Ri, karena dokter Han mencurigai orang itu tidak tahu persis soal penyakit yang diderita oleh pak Song."


Jelas Gorae.


"Bagus! Setidaknya kita ada waktu untuk menempatkan Pak Song ditempat yang aman. Bobby, perintahkan anak buahmu untuk menjaga Pak Song dan Pak Nam."


Jae Hyun tampak sangat tampan jika sudah mulai menggunakan posisinya sebagai CEO muda.


"Tim dokter dari rumah sakitku sedang mengatur semua kebutuhan medis dan tenaga ahli yang akan mendampingi pak Song, kita akan tahu dimana pak Song ditempatkan. Mungkin dirumah sewaan bu Jung dengan pengawalan sangat ketat." Gorae menambahkan.


"Apakah....itu tidak berlebihan? Maksudku, ayahku jadi sangat merepotkan semua orang." Na Ri merasa tidak enak dengan kebaikan dari semua orang.


"Na Ri, sebagai saksi kunci, ayahmu berhak mendapatkan perlindungan juga berhak mendapatkan perawatan yang terbaik, apalagi kasus kejahatan ini sangat serius dan sangat besar."


Jae Hyun meyakinkan Na Ri.


"Sebentar, aku ada ide." Bae Ryung Go memotong, semua menoleh pada Bae Ryung Go.


"Jika kita ingin mengungkap kasus pak Song dan kebusukan Seukai Group, mengapa kita tidak sekalian memperlihatkan keberadaan pak Song. Itu akan mudah bagi kita menangkap ular yang keluar dari sarangnya."


"Maksudmu pak Song justru jadi umpan?" Tanya Gorae.


"Mungkin seperti itu, tapi ini akan jadi hal yang sangat bagus... kita akan melihat reaksi pihak dokter Ahn dan ayahnya ketika melihat pak Song tiba-tiba muncul dengan keadaannya yang seperti sekarang, kita juga akan mendapat perhatian atau bahkan merebut simpati dari masyarakat, tanpa harus mengungkapkan siapa yang membuat dia seperti ini."


Bae Ryung menatap semua orang satu persatu.


"Jadi apa rencanamu?" Sela Jae Hyun.


"Biarkan Pak Song tetap di klinik. Dengan penjagaan yang sangat ketat tentunya. Nah, Na Ri tetap dengan reality shownya...kita akan tampilkan Na Ri saat mengunjungi ayahnya, kita ungkap tentang keadaan Pak Song dan nama Na Ri juga asal usul sebenarnya..."


Bae Ryung Go berhenti sejenak, dia melihat wajah Na Ri tampak merasa tidak nyaman.


"Kita tidak akan mengungkap secara detail, hanya ini cerita nyata dari seorang artis Jung Na Ri. Jadi, dengan reality show ini tugas Na Ri kompleks, pertama bawa misi perusahaan Jae Hyun, kedua mengungkap kehidupan lain Jung Na Ri nanti akan kita kenalkan sebagai orang yang bermetamorfosis sebagai Song Na Ri, lalu memancing ular keluar dari sarangnya dengan menampilkan sedikit tentang Pak Song."


Bae Ryung Go menunggu pendapat semua orang yang duduk mengelilingi meja di sudut cafe.


"Baiklah...aku setuju untuk melakukannya." Na Ri memecah kesunyian, Gorae terperanjat dengan kesediaan Na Ri yang tiba-tiba.


"Kamu yakin?" Gorae sedikit khawatir.


Na Ri mengangguk mantap.


"Aku sudah tidak takut lagi. Saatnya aku tunjukan siapa aku yang sebenarnya dan melawan mereka yang merampas kebahagiaanku dan keluargaku."


"Bagus! Nona Bae, ide kamu boleh juga!" Puji Jae Hyun senang.


Bae Ryung Go tertawa, "Oke aku akan kembali ke kantor dan merubah konsep acara kita. Sampai jumpa dua hari lagi di desamu, nona Song!"


"Aku sudah menandatangani kontrak dengan ARV untuk membiayai seluruh acara ini. Jadi tolong lakukan dengan sangat baik, hm?" Jae Hyun mengingatkan Bae Ryung Go.


Bobby dan Bae Ryung Go pamit mereka akan sangat sibuk untuk besok dan hari-hari shooting Na Ri dan penjagaan untuk Song Myung Ri.


"Aku harap kamu siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, tapi aku bangga padamu Na Ri!"


Na Ri tersenyum, ada yang berbeda dari senyuman Na Ri sekarang, tatapan matanya begitu yakin dengan keputusannya, senyuman Na Ri penuh dengan tekad,


Aku sudah cukup menyenangkan dan peduli dengan pendapat orang lain. Saatnya aku membahagiakan diriku dan keluargaku. Aku tidak akan peduli lagi dengan semua pendapat mereka! Tekadnya dalam hati.


☕🍵


Persiapan tim ARV di desa Deoukhaengbokdeurim membutuhkan waktu seminggu sampai semua siap untuk melakukan shooting.


Acara reality show ini berjudul "In The Village with Na Ri ( 나리와 함께 마을에서).


Acara ini dipandu dua orang host yang akan mengikuti kegiatan dan kehidupan Na Ri di desa Deoukhaengbokdeurim dan acara ini akan ditayangkan setiap hari sabtu pada jam prime time.


Acara dimulai dengan sapaan dua host Kim Jin Ho dan Na Hyul Bin mereka memperkenalkan acara reality show baru


Episode pertama, menceritakan kehidupan Na Ri saat dia berusaha bangkit dari keterpurukannya. Setting pun lebih banyak dilakukan di rumah Na Ri.


Na Ri menyajikan omija chai* yang diberi garnish kelopak bunga azaela dan tiga biji kacang pinus. Kim Jin Ho dan Na Hyul Bin terpesona dengan cara penyajian teh buatan Na Ri, mereka tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.


"Na Ri, kamu membuat kaget semua pemirsa dan masyarakat Korea karena kamu tiba-tiba menghilang dan sekarang kami menemukanmu berada di desa yang sangat indah ini. Semua orang bertanya-tanya, maukah kamu membagi pengalamanmu dengan kami semua?" Kim Jin Ho mulai mewawancarai Na Ri.


Kamera pun mengarah pada Na Ri.


Na Ri terlihat sangat cantik dan segar. Penampilannya jauh berbeda dari Jung Na Ri yang dulu, yang selalu full make up. Riasan Na Ri sangat tipis dan sederhana.


Na Ri mulai bercerita tentang pengalaman hidup yang pahit dan menakutkan yang rasanya baru saja dia lewati. Rasa kepercayaan dirinya yang hilang dan dia sangat membenci dirinya sendiri. Dia merasa tidak satu orangpun yang peduli atau mencintainya. Dia bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.


Disaat bersamaan dia hampir tewas ditangan seorang psikopat. Hari-hari gelap itu seperti menenggelamkan dirinya. Sampai pada titik antara hidup dan mati dia menyadari sesuatu, bahwa seharusnya dia bisa belajar untuk memaafkan dirinya sendiri, memaafkan orang-orang yang membencinya untuk mulai mencintai dirinya sendiri.


Na Ri terdiam sejenak, air matanya tiba-tiba mengalir. Menceritakan kembali kenangan pahit itu membuatnya bersyukur bahwa selama ini Gorae berjuang sangat keras untuk membuatnya hidup kembali sebagai Na Ri yang sebenarnya.


Na Ri sangat berhati-hati dalam penuturannya, dia ingat, Gorae sangat melarang Na Ri untuk mengungkapkan keterlibatannya ataupun keluarganya dalam acara ini. Dia tidak ingin terekspos media.


"Lalu bagaimana kamu berhasil melalui semuanya?" Tanya Na Hyul Bin.


"Aku mempunyai keluarga baru, mereka support terbesar dalam hidupku. Dan aku menemukan mereka disini. Aku memutuskan untuk meninggalkan semua yang sudah aku raih dan merubah hidupku sepenuhnya. Sangat sulit pada awalnya, bahkan aku merasa sangat mustahil untuk meninggalkan dunia keartisan yang sudah membesarkanku, tapi ternyata aku bisa menjadi diriku sendiri ketika aku terjauh dari duniaku yang dulu."


"Jadi maksud kamu, kamu merasa lebih bahagia sekarang?" Susul Kim Jin Ho.


Na Ri tersenyum, "Aku lebih menghargai hidupku sekarang. Aku merasa mencintai diri sendiri saat aku menerima semua kekuranganku. Aku berhenti menyenangkan orang lain atau mendengarkan apa yang orang lain katakan tentang aku. Aku berdamai dengan masa laluku."


🎬🎥


Episode pertama ini ditayangkan seminggu kemudian setelah shooting dirumah Na Ri.


Dan tak disangka acara reality show ini melejit mendapatkan rating atas dan menjadi ranking pertama acara prime time di seluruh Korea Selatan.


Jung Na Ri kembali menjadi sorotan publik. Orang-orang kembali membicarakan kemunculan kembali Na Ri dengan penampilan yang sangat berbeda.


Sebagian besar memuji kemunculan Na Ri yang benar-benar mengejutkan dengan kehidupan yang jauh berbeda, tapi masih sangat banyak yang melayangkan cemoohan dan hinaan padanya.


Dari situs pencarian Naver, twitter, fan page instagram kemunculan Na Ri menjadi trending topic.


Banyak komentar dan cuitan bermunculan. Ada yang menyebutkan Na Ri sengaja mengubah imej untuk membersihkan namanya dan berusaha kembali ke dunia artis.


Ada juga yang begitu membenci Na Ri dengan penampilan yang sangat tidak masuk diakal dan hanya settingan untuk menaikan kembali popularitasnya.


Tapi banyak sekali yang memuji dan kagum akan keberanian Na Ri kembali dengan kondisi yang sangat jauh berbeda. Dia dianggap mewakili orang-orang yang merasa tidak dicintai dan putus asa.


Semangat Na Ri dianggap menjadi contoh dan penyelamat bagi mereka yang tidak mampu mencintai diri mereka sendiri.


Gorae menonton acara Na Ri diruang perawat bersama dengan dokter-dokter lain dan para perawat.


Dia tersenyum senang melihat Na Ri begitu tegar menceritakan kisah pahit dalam hidupnya.


Yunna yang berdiri jauh dibelakang Gorae sangat terkejut ketika melihat Na Ri kembali mengisi sebuah acara.


Orang bodoh mana yang menyewa ratu drama itu untuk mengisi acara bodoh seperti ini? Dan semua orang tampak begitu terkagum-kagum dengan gadis lemah lunglai itu!


Yunna memperhatikan punggung Gorae, dia yakin Gorae tidak berkedip menatap layar kaca didepannya. Dia pasti sangat bahagia melihat Na Ri sekarang! Semua orang pasti menyanjung Na Ri, dia terlalu licik mengambil sebuah kesempatan untuk mencari perhatian semua orang!


Kebencian Yunna semakin menjadi pada Na Ri.


Yunna berlalu dari ruang perawat.


Apakah....Jae Hyun yang membuat Na Ri kembali? Dibayar berapa dia? Apakah Na Ri rela menjual tubuhnya pada Jae Hyun agar dia bisa kembali? Seperti yang ibunya lakukan dulu saat Na Ri terpuruk, dia jual tubuh anaknya pada seorang sutradara!


Jae Hyun tentu tidak akan menolak tubuh Na Ri!


Dasar perempuan murahan! Kemarahan Yunna menguasai hatinya.


Yunna berjalan menyusuri selasar, dia mencoba mencari tahu mengapa Na Ri tiba-tiba tampil lagi di televisi.


Apakah ada hubungannya dengan Jae Hyun?


Dia sudah mencoba mengingatkan kakeknya tentang usaha Jae Hyun yang akan melawan kakeknya atas anak perusahaan SubDrop. Dia khawatir terjadi sesuatu dengan perusahaan besar milik kakeknya.


Walaupun Yunna tidak sepenuhnya mengerti seluruh permasalahan dan mengapa Jae Hyun tidak akan membiarkan Seukai membeli anak perusahaan milik Jae Hyun, Yunna menganggap Jae Hyun mengada-ada tentang kelicikan yang dilakukan kakeknya.


Bagaimanapun Yunna merasa harus melindungi keluarganya.


Dia juga sudah berusaha bertanya pada ibunya tentang Song Myung Ri yang membuat ayah ibunya bertengkar hebat malam itu.


Sore itu, dua minggu lalu, Yunna mendatangi kantor ibunya.


Ahn Sohyun saat itu sangat terkejut ketika Yunna menanyakan tentang Song Myung Ri padanya.


Yunna masih ingat betul nama Song Myung Ri yang perusahaannya diambil alih oleh Seukai dan dokumennya masih tersimpan di ruang perpustakaan rumahnya.


"Yunna.....bagaimana kamu tahu soal Song Myung Ri?" Ahn Sohyun tampak sangat gugup, suaranya pelan dan bergetar.


"Tidak penting bagaimana aku tahu.... tapi yang terpenting adalah ibu sudah melakukan kejahatan serius dan aku takut seseorang sudah menemukan buktinya! Aku tidak mau ibu dan kakek mendapat masalah....atau dipenjara!"


Jawab Yunna, dia berkata setengah berbisik.


"Apakah ayahmu yang menceritakan semua?" Ahn Sohyun masih tidak mengerti bagaimana Yunna sampai tahu.


Yunna menggeleng, "Aku menemukan semua fakta sendiri bu, dan....Song Myung Ri kemungkinan sudah ditemukan keluarganya. Dari apa yang aku dengar, dia kehilangan ingatannya."


Wajah Ahn Sohyun mendadak pucat, "Bagaimana mungkin....bukankah dia sudah lama menghilang? Sudah lebih dari dua puluh tahun lalu! Dia tidak mungkin masih hidup!"


"Bu, aku berbicara dengan istrinya ditelepon, dia ada di Muju! Istrinya sendiri mengatakan bahwa ibu melakukan malpraktek pada Song Myung Ri, suaminya."


Yunna berusaha meyakinkan ibunya.


"Kamu bilang, dia hilang ingatan?" Ahn Sohyun menatap Yunna.


"Begitu menurut istrinya, bahkan dia kehilangan segalanya....karena Seukai mengambil alih perusahaan Song Myung Ri."


Penuturan Yunna membuat wajah Ahn Sohyun merah padam.


"Aku....aku hanya ingin membantu kakekmu! Perusahaan kakekmu hampir bangkrut saat itu. Aku hanya ingin keluarga kita selamat...aku tidak bisa membiarkan keluarga kita jatuh miskin!" Ahn Sohyun berusaha menjelaskan pembelaan dirinya.


"Tapi, tindakan ibu sebagai seorang profesional adalah kejahatan yang sangat serius bu!" Tukas Yunna serius.


"Stop Yunna! Kamu tidak sedang menghakimi ibu, kan? Kamu tidak tahu betapa reputasi kakekmu sangat dipertaruhkan jika perusahaannya sampai bangkrut? Hutang keluarga kita sudah mencekik leher kakekmu! Dia bisa saja dipenjara karena hutang-hutang perusahaannya. Dan aku tidak mau jadi seorang dokter anak seorang narapidana! Aku juga tidak ingin membiarkan kamu menjadi cucu seorang narapidana! Kamu tidak tahu, predikat menyakitkan itu akan terbawa sampai mati, bahkan keturunanmu akan selalu menyandang predikat menyedihkan itu!"


Ahn Sohyun berkata tajam, matanya menyiratkan kemarahan dan ketakutan yang besar.


"Ibu, jika istri Song Myung Ri menyebutkan soal malpraktek dan Seukai, berarti bukti sudah ditemukan. Itu yang harus kita waspadai. Aku sudah menelepon kakek tentang masalah ini. Aku minta kakek untuk waspada atas semua tindakannya sekarang........karena, Sky&Star akan membalas perlakuan kakek pada perusahaannya!"


Ahn Sohyun terhenyak, selama ini dia terlena dan melupakan Song Myung Ri dan menganggap dia sudah meninggal. Dia tidak menyangka jika Song Myung Ri masih hidup dan kemungkinan bahaya akan mengancam hidupnya dan keluarganya.


"Ibu, waspadalah pada Kang Gorae! Aku akan mencari tahu jika dia sudah menemukan bukti!"


Yunna meninggalkan ibunya sore itu.


Dia pun tidak berhasil mendapatkan informasi di mana Song Myung Ri dirawat di Muju.


Semua klinik dan rumah sakit di Muju sudah dia hubungi. Tapi tidak satupun mengaku merawat pasien bernama Song Myung Ri.


Bagaimana caranya aku mencari tahu jika Gorae sudah mendapatkan bukti kejahatan ibunya? Apakah Jae Hyun sudah tahu tentang ini? Yunna merasa harus bertemu dengan kakeknya.


📺


Episode kedua acara reality show In The Village With Na Ri menampilkan tentang kehidupan Na Ri sebagai petani. Dia tidak canggung-canggung menggarap lahannya dan berkotor-kotor.


Na Ri mengatakan dia menggunakan bibit unggul dan pupuk merk Biog Han dari perusahaan Ganghan Nongmin, sebuah iklan terselubung yang dikemas sangat baik tentunya.


Episode kedua ini menyedot perhatian masyarakat lebih banyak lagi. Dan acara reality show ini akhirnya sampai juga ditelinga Ahn Cheol Yong, pemilik Seukai Group, kakek Yunna.


Lelaki berusia sekitar tujuh puluhan yang masih terlihat bugar itu menatap layar televisi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Tapi air mukanya menunjukan rasa ketidak sukaannya.


Ahn Sohyun dan Yunna yang sedang berkunjung ikut menonton acara Na Ri menunggu reaksi Ahn Cheol Yong.


"Hmm...Moon Jae Hyun! Dia benar-benar anak muda yang keras kepala dan gigih! Seandainya adikmu segigih CEO muda itu, perusahaan kita tentu akan sangat kuat tak terkalahkan!"


Ahn Cheol Yong menekan tombol off untuk mematikan televisi.


Ahn Sohyun melirik Yunna,


"Ayah... ada yang belum ayah ketahui.." Ahn Sohyun berkata hati-hati.


"Apa yang tidak ku tahu?" Ahn Cheol Yong menatap putri kesayangannya.


"Moon Jae Hyun...sekarang adalah kekasih cucumu."


"Apa?! Yunna sayang, benarkah itu?"


Yunna menunduk, sekarang dia tidak tahu apakah hubungannya dengan Jae Hyun masih bisa diselamatkan? Apakah Jae Hyun masih mencintainya? Tapi untuk jujur pada kakek dan ibunya, dia tidak berani. Dia tidak ingin dianggap tidak berhasil dalam percintaan dan di sia-siakan laki-laki. Kakek dan ibunya hanya tahu dia gadis cantik yang selalu cemerlang dan selalu mendapatkan apa yang dia mau.


Yunna menghela nafas,


"Iya kek.... aku berpacaran dengan Jae Hyun." Jawab Yunna pelan.


Kakeknya berdiri, "Jika dia tahu kamu ini cucuku, ini sangat berbahaya! Dia adalah lawan yang sangat tangguh untuk perusahaan raksasa kita! Dia sangat cepat dan cerdas. Aku takut, dia akan memanfaatkan kamu sayang."


Yunna menggigit bibirnya, Ahn Sohyun mendekati ayahnya.


"Tapi....bagaimana jika sebaliknya? Ayah, pikirkanlah...bagaimana justru pihak kita yang memanfaatkan Jae Hyun? Kita buat mereka menikah. Aku yakin Seukai akan bertambah kuat."


Ahn Cheol Yong terdiam. Dia menatap cucu kesayangannya,


"Yunna, kamu mengingatkanku soal Sky&Star yang akan membalas perusahaanku, bukankah itu berarti kamu harus mengkhianati kekasihmu?"


Yunna mengangguk pelan, "Aku mencintai Jae Hyun, tapi aku lebih mencintai keluargaku."


Ahn Cheol Yong tersenyum bangga, "Kamu memang mewarisi darahku! Keluarga adalah nomor satu, diatas segalanya!"


Ahn Sohyun mengelus punggung Yunna, tentu saja! Yunna adalah pewaris berikut setelah dirinya! Kelak, Seukai group akan menjadi milik Yunna seorang! Bisiknya dalam hati.


"Hmm... kita tetap harus waspada, Jae Hyun bukan orang sembarangan. Jangan sampai justru kita sendiri yang terjebak oleh permainan kita sendiri." Ahn Choi Yong mengingatkan, ada kekhawatiran jika Jae Hyun tidak menikahi Yunna.


"Aku akan menunggu sementara waktu, jika dia tidak menikahimu, aku akan rebut seluruh perusahaannya! Apakah kamu tahu dengan segala resiko ini?"


Yunna menunduk, dia bertekad harus bisa menjerat Jae Hyun, dia harus hamil anak Jae Hyun!


📺


Dalam perjalanan pulang, Ahn Sohyun berusaha meyakinkan Yunna, agar dia cepat-cepat meminta Jae Hyun menikahinya.


"Aku tidak yakin sebenarnya bu....tapi aku akan berusaha." Jawab Yunna, nada suaranya penuh keraguan.


"Kamu pasti bisa sayang. Kamu cantik dan sangat cerdas, kamu tahu bagaimana menyelamatkan keluarga kita."


Yunna menatap lurus kedepan, dia genggam erat stir mobil. Hatinya sangat gundah.


"Apakah ibu sudah memeriksa departemen arsip rumah sakit?" Tanya Yunna tiba-tiba.


"Aku sudah menemui Choi Parang kepala arsip rekam medis pasien, dia mengatakan arsip yang berumur lebih dari sepuluh tahun pasti sudah dihancurkan. Jadi, tidak ada alasan Kang Gorae menuntutku, karena tidak ada bukti." Ahn Sohyun tertawa kecil penuh kemenangan.


Yunna menoleh, "Tapi bagaimana bisa istri Song Myung Ri mengatakan ibu telah melakukan mal praktek pada suaminya?"


Ahn Sohyun membetulkan letak duduknya, dia mencoba mengingat-ingat,


"Jika ini bukan asumsi Kang Gorae, berarti ada orang lain yang tahu persis keadaan Song Myung Ri......ah, siapa namanya.... hmm....sudah lama sekali."


"Siapa maksud ibu?" Tanya Yunna penasaran.


"Sekretaris Song Myung Ri, dulu dia yang sering mengantar Myung Ri berobat...sebentar....namanya... Nam...Nam Dongmin! Ya itu dia namanya!"


👀👂👣


Amobarbital* : adalah obat turunan dari barbiturate, utamanya digunakan untuk mengatasi gangguan tidur seperti insomnia, dan menjadi obat penenang sebelum prosedur operasi dilakukan. Namun, obat ini juga bisa digunakan untuk kondisi kesehatan lain, seperti gangguan kecemasan dan antikejang.


- Sumber : Hellosehat