HOW CAN I NOT LOVE YOU

HOW CAN I NOT LOVE YOU
Bab 34 -- Memaafkan



Ricky sudah mendapat informasi dari Denny tentang pekerjaan yang dilakukan oleh Ria dan Lanny selama dua tahun belakangan ini. Menurut Denny, saat ini kedua adik Arya itu mempunyai usaha toko pakaian. Dan mereka tinggal di kontrakan yang berada di belakang ruko tempat usaha mereka.


Masih menurut Denny, kedua adik Arya kini sudah bercerai dari suami mereka masing-masing. Jadi mereka harus melanjutkan hidup mereka dan membuka usaha toko pakaian jadi yang harganya tentu saja terjangkau oleh masyarakat dengan kualitas seadanya.


Ricky turun dari mobilnya dan menatap sebuah rumah dengan pekarangan yang cukup luas, namun nampak tak terurus dengan tanaman liar yang tumbuh di halaman. Rumah itu adalah rumah pusaka milik orang tua Arya yang dijual oleh Ria dan Lanny untuk melanjutkan hidup mereka setelah dicerai oleh suami-suami mereka masing-masing. Rumah itu terlihat terbengkalai dan tidak berpenghuni, karena menurut Denny rumah itu tidak ditempati oleh pemiliknya setelah dibeli dari Ria dan Lanny.


" Mas jadi akan membeli rumah ini, kan?" tanya Anindita yang ikut turun dari dalam mobil.


Ricky akhirnya berdiskusi dengan Anindita soal hasil penyelidikan Denny soal Ria dan Lanny. Atas bujuk rayu Anindita pula akhirnya Ricky


mencari pemilik rumah yang membeli rumah pusaka milik keluarga Rahardja. Ricky berencana membeli rumah itu untuk diserahkan kembali kepada Ibu Fatma seperti yang pernah dia lakukan pada rumah milik Arya, yang rencana akan diberikan kepada Arka jika Arka dewasa nanti.


" Iya, Denny sudah mencoba menghubungi orang itu. Kebetulan orang itu sedang berada di luar kota, dan baru bisa bertemu Minggu depan setelah orang itu kembali ke Jakarta. Nanti setelah orang itu ada di Jakarta, aku akan coba mengatur waktu untuk bisa bertemu." Ricky menjelaskan jika saat ini dia masih belum bisa bertemu dengan pemilik rumah Mama Arya itu.


" Lalu, kapan kita bisa bertemu Mbak Ria dan Mbak Lanny, Mas?" tanya Anindita kemudian.


" Weekend nanti," jawab Ricky. " Kita bertemu di tempat kemarin saja, ya!?" Ricky berencana mengadakan pertemuan dengan kedua adik Arya di restoran milik Koh Leo dan Ci Sandra.


" Di restoran Koh Leo?" tanya Anindita.


" Iya, kamu punya rekomendasi tempat lain?" tanya Ricky menyerahkan kepada Istrinya untuk memutuskan tempat pertemuan mereka.


" Tidak ada. Ya sudah, di tempat Koh Leo saja. Di sana tempatnya nyaman, kok! Enak untuk berbincang." Anindita memang tidak punya rekomendasi tempat lain untuk bertemu selain tempat Koh Leo dan Ci Sandra sehingga dia menyetujui.


" Ya sudah, ayo kita pulang!" Ricky mengajak Anindita kembali ke dalam mobil dan kembali ke apartemen mereka.


***


Tok tok tok


" Mama sedang apa?" Anindita menyembulkan kepalanya dari balik pintu untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan oleh Mama Arya.


" Ada apa, Anin? Masuklah!" Mama Arya menutup buku yang sedang dibacanya dan mempersilahkan Anidita untuk masuk ke dalam kamar.


" Mama sedang membaca? Apa Anin mengganggu Mama?" Anindita melirik buku yang dipegang oleh Mama Arya.


" Tidak, kok. Memangnya kenapa, Nin?" tanya Mama Arya kembali.


" Ma, Anin mendapat kabar soal Mbak Ria dan Mbak Lanny." Aura wajah Mama Arya berubah sedih saat Anindita menyebutkan dirinya mengetahui kabar soal Ria dan Lanny.


Anindita segera menggenggam tangan Mama Arya lalu berucap, " Mbak Ria dan Mbak Lanny ingin bertemu dengan Mama. Apa Mama keberatan?" tanya Anindita.


Mama Arya menggelengkan kepalanya. Bagaimanapun perlakuan anak terhadap orang tua, tidak akan melunturkan kasih sayang orang tua kepada anaknya.


***


Weekend ini, Ricky menepati janjinya untuk mempertemukan kedua adik Arya dengan Ibu Fatma. Tidak seperti sebelumnya, kali ini Ria dan Lanny justru datang lebih awal sebelum Ricky dan keluarganya tiba lebih dulu.


Kedatangan mereka disambut oleh pelayan di reatoran milik Koh Leo. Seandainya saja mereka selama ini bisa bersikap baik kepada Anindita, mungkin Sandra lah yang akan menyambut baik mereka. Namun, mengingat sikap buruk yang mereka lakukan kepada Anindita membuat Sandra malas menemui tamu dari Anindita itu.


Sekitar sepuluh menit kemudian Ricky dan keluarganya pun datang, lengkap dengan kedua anak mereka dan Ibu Fatma.


Suasana haru langsung dirasakan saat Ricky dan keluarganya masuk ke dalam private room. Saat melihat kehadiran Mama Arya, Ria dan Lanny langsung mendekat dan memeluk Mamanya lalu menangis.


" Mama, maafkan Ria, Ma. Hiks ..." Ria menangis tersedu menyampaikan permohonan maaf dan penyesalannya atas apa yang pernah dia buat kepada Mamanya itu.


" Ma, Lanny salah, Ma. Lanny berdosa karena Lanny telah menelantarkan Mama." Tak beda jauh dengan Ria, Lanny pun menyampaikan rasa penyesalannya.


" Selama ini kami hidup susah. Kami sadar semua ini terjadi karena kami sudah durhaka terhadap Mama." Ria kembali mengatakan kesalahan yang telah diperbuat olehnya.


" Mohon ampuni Lanny, Ma. Lanny dan Mbak Ria janji kami akan mengurus Mama dengan baik." Dengan berurai air mata, Lanny berkata dengan terbata-bata. Kedua adik Arya mulai merasakan goncangan setelah mereka mengusir Anidita dari rumah Arya.


Apa yang terjadi dengan kehidupan Ria dan Lanny yang menderita sekarang ini, tentu saja ada campur tangan Ricky di dalamnya. Tidak terima ibu dari anaknya diperlakukan buruk oleh Lanny dan Ria, Ricky langsung menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan karir suami adik-adik Arya sampai benar-benar bangkrut.


" Ria, Lanny, Mama sudah memaafkan kalian sejak lama, Nak." Mama Arya pun tidak dapat menahan rasa harunya. Dia senang anak-anak itu kini sudah menyadari kesalahannya.


" Anin, saya minta maaf atas perlakuan saya selama ini kepada kamu." Ria kini berkata kepada Anindita dengan penuh penyesalan, karena dia sudah bersikap kejam kepada Anindita saat mengusir Anindita dari rumah suaminya sendiri.


" Iya, Anin. Saya juga minta maaf. Sebagai rasa penyesalan kami, ijinkan kami membawa Mama kami. Kami ingin menebus kesalahan kami dengan berbakti kepada Mama." Lanny meneruskan kata-kata Ria.


" Sebaiknya kita duduk dulu, Mbak." Anindita meminta kedua adik mantan suaminya itu untuk duduk.


" Saya sudah memaafkan Mbak Ria dan Mbak Lanny. Saya juga tidak menyimpan kebencian kepada kalian, kok." tutur Anindita yang memang tidak pernah menyimpan dendam sedikit pun atas perlakuan buruk mereka berdua kepadanya. Ketika dia sedang hamil muda, mereka berdua mengusir Anindita dari rumah suaminya sendiri.


Ibarat pribahasa, sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah kehilangan suami tercinta secara mendadak, harus terusir juga dari rumah. Namun Anindita merasa bersyukur banyak sahabat yang membantunya saat itu. Dan ada sosok Ricky yang selalu melindunginya, menghindari dirinya dari masalah. Walaupun sikapnya terhadap Ricky tidak pernah baik dan selalu ketus kala itu


*


*


*


Happy Reading❤️