
Anindita tercengang saat mendengar penuturan suaminya tentang badai yang terjadi dan merusak resort indah yang berada di teluk Tomini, Gorontolo, Sulawesi Utara tersebut.
" Astaghfirullahal adzim ..." Anindita menutup mulut dengan telapak tangannya seakan tak percaya dengan berita yang disampaikan oleh suaminya itu.
Anindita tidak bisa membayangkan jika saat ini mereka sedang berada di sana, dan resort yang mereka tempati tersapu air laut karena terjadinya badai. Sungguh sangat mengerikan rasanya. Namun, di tengah rasa prihatinnya, dia merasa bersyukur karena dia masih berada di Jakarta dan luput dari petaka itu.
" Apa kita nggak jadi pergi berliburnya, Mas?" Anindita berharap jika acara bulan madu mereka dibatalkan, jadi dia tidak harus meninggalkan anak-anaknya.
" Tentu saja jadi, Anin!" Ricky menoleh ke arah istrinya. Dia bisa melihat istrinya itu berharap jika rencana mereka batal terlaksana karena badai yang terjadi di sekitar tempat yang mereka rencanakan pergi.
" Tapi, Mas bilang di sana ada badai, kan? Aku nggak mau kita nekat tetap pergi ke sana, Mas!" Anindita menolak melanjutkan perjalanan ke tempat bulan madu yang mereka rencanakan.
" Kita memang batal ke tempat itu. Tapi, Indonesia itu 'kan luas, Anin. Banyak tempat indah di sini, tidak hanya di Pulau Cinta itu saja," jawab Ricky tersenyum, menemukan ide ke mana mereka akan pergi.
" Lalu kita akan ke mana, Mas?" tanya Anindita kemudian.
" Kamu akan tahu nanti ...."
Ricky tersenyum menatap sang istri, dia tidak ingin mengatakan ke mana dia akan merubah rencana bulan madunya. Sebelumnya Ricky memang sudah menyiapkan beberapa opsi tempat wisata selain Eco Resort Pulo Cinta Gorontalo tersebut. Jadi dia tidak terlalu kesulitan mencari tempat lain sebagai destinasi untuk tempat berbulan madunya itu.
***
Lima jam kemudian, Ricky dan Anindita sudah berada di sebuah resort di sebuah pulau Siladen, Bunaken, Manado. Keindahan distinasi wisata taman air laut Bunaken lah yang menjadi tujuan utama para turis berkunjung ke tempat itu.
Diantar oleh pegawai hotel, mereka menuju ke kamar yang dipesan oleh Ricky. Saat pintu dibuka dan Anindita masuk ke dalam kamar hotel, dia terbelalak dengan tulisan Happy Honeymoon, dengan dekorasi handuk berbentuk sepasang angsa yang saling berhadapan, dan taburan kelopak bunga mawar di atas tempat tidur. Dan lilin aroma terapi, seolah-olah mereka benar-benar pengantin baru yang hendak berbulan madu.
" Apa kamu suka, Anin?" tanya Ricky memeluk tubuh Anindita dari belakang seraya mengecup pucuk kepala Anindita setelah pegawai hotel itu keluar dari kamar mereka.
" Ya ampun, Mas. Ini seperti pengantin baru saja," ucap Anindita, tidak menyangka jika suaminya benar-benar memesan kamar untuk berbulan madu.
" Anggap saja kita ini pengantin baru, dan kita ini baru menikah." Ricky memutar tubuh Anindita, hingga kini berhadapan dengannya.
Punggung tangan Ricky membelai lembut wajah cantik sang istri, mengitari seluruh wajah Anindita hingga kini menyentuh bibir ranum yang membuatnya tidak bisa memikirkan wanita lain selain Anindita, setelah pertama kali merasakan berciuman dengan Anindita. Baik pada malam saat dia merenggut kesucian Anindita, ataupun saat Anindita tanpa sadar menganggap dirinya adalah Arya.
Ricky menaikan dagu Anidita hingga kini menatap sejajar dengan wajahnya. Perlahan dia dekatkan bibirnya ke bibir manis Anindita yang merupakan candu baginya dan membuatnya tidak pernah puas untuk terus merasakan dan merasakan lagi besentuhan dengan bibir sang istri.
Tangan Ricky kini menarik tengkuk Anindita agar dia bisa memperdalam ciumannya. Merasakan sensasi saat lidahnya mulai memasuki dan mengeksplor rongga mulut Anindita.
Bahkan tangan Ricky kini sudah mulai bergerilya menjelajah tubuh Anindita. Dari menurunkan resleting baju di punggung Anindita dan meremas bagian bo kong sang istri yang terlihat sintal.
" Mas, ini masih siang. Nanti malam saja." Anindita yang tersadar dari buaian kenikmatan sang suami langsung menjauhkan tubuhnya dari Ricky.
" Nggak masalah jika kita melakukannya sekarang, Anin. Belum masuk waktu Ashar, kan?Kita bisa melakukannya sebentar saja, nanti malam kita lanjut ke ronde berikutnya." Ricky menolak mengakhiri aktivitas in tim yang sedang dia lakukan terhadap istrinya. Bahkan, dia kembali menarik pinggang Anindita. Sekejap kemudian dia sudah menempatkan tubuh Anindita di antara dua lengannya. Pria tampan itu pun lalu menjauhkan dengan perlahan tubuh Anindita di atas spring bed berkelambu dan bertabur kelopak bunga mawar.
" Tapi, Mas ...."
" Nggak ada tapi, Anin. Kamu tinggal nikmati saja." Ricky kembali menyatukan tautan bibir mereka. Melu matnya dengan penuh naf su, bagaimanakan orang yang sedang kelaparan. Mencium dan menggigit pelan bibir sang istri hingga menguasai ronga mulut Anindita. Membuat nafas sang istri tersengal dan membutuhkan waktu untuk menghirup oksigen beberapa saat.
Melihat istrinya butuh mengambil nafas. Kini Ricky berpindah menjajah bagian telinga dan leher jenjang Anindita, menjadikan darah di tubuh Anindita seketika berdesir.
Anindita menggigit bibir seraya memejamkan matanya. Serbuan ga irah yang dipercikkan oleh suaminya itu mulai menjalar ke dalam aliran darahnya. Anindita melirik ke arah suaminya yang sedang tersenyum melihatnya terbakar ga irah.
" Kita lanjut sekarang?" tanya Ricky menggoda Anindita. Jika saja dalam kondisi normal, dia yakin istrinya itu pasti akan memilih menghentikan aktivitas mereka seperti tadi. Namun, saat ini Anindita terlihat pasrah. Karena saat ini, Anindita sudah mulai diserang has rat akibat sentuhan yang dilakukan olehnya.
Ricky bangkit dan meloloskan pakaian dari tubuh atletisnya. Otot liat berbalut kulit putih terlihat menggoda siapapun kaum hawa yang melihatnya tak terkecuali Anindita sebagai istrinya.
Setelah meloloskan baju berbahan kaos dari tubuhnya, kini Ricky mulai mengendorkan ikat pinggang dan membuka celana denim yang dikenakannya, menyisakan CD berwarna mocca menutupi senjata kebanggaannya itu.
Anindita menelan salivanya secara kasar mendapati pemandangan yang membuat gelenyar aneh semakin kuat dia rasakan. Apalagi saat Ricky mulai menurunkan celana panjangnya yang sedang dikenakan Anindita.
Ricky menindih tubuh Anindita. Bibirnya pun mulai mengabsen kembali bibir istrinya. Ricky menguasai bibir, lidah dan rongga mulut sang istri, hingga mereka berdua saling bertukar saliva. Kemudian bibir pria tampan itu mengecup kening Anindita sebelum turun ke leher, meninggalkan tanda merah yang pernah disebut Ramadan bekas digigit monster.
Pakaian Anindita tak luput dilucuti asisten Dirgantara itu. Menyisakan Bra berwarna ivory melekat menutupi kedua aset kembar yang menyembul di dada Anindita. Ricky tak berniat melepas pengaitnya, ataupun menyingkirkan kain penutup di area favoritnya itu. Dia hanya mengeluarkan isinya dan membiarkan kain itu menopang kedua bukit berpuncak pink yang begitu menggoda untuk disentuh.
Dengan mengulum senyum menggoda, Ricky mendekatkan ujung indra perasanya ke bagian puncak berwarna pink. Mencium, memilin dan menyesap layaknya Arka saat merasakan ASI langsung dari Mamanya.
" Ouugghh ..." Anindita mende sah. Sentuhan sang suami di area kembarnya membuat Anindita menggelinjang. Karena di saat yang bersamaan tangan Ricky sudah mulai masuk ke dalam CD dan melakukan sentuhan di intinya.
Ddrrtt ddrrtt
Ketika mereka sama-sama sedang terbakar ga irah asmara, tiba-tiba saja ponsel Anindita berdering.
" M-Mas, hp aku bunyi ..." Walau sudah terpengaruh dengan gelora asmara yang membara. Namun, Anindita dapat mendengar ketika suara ponselnya berbunyi.
" Biarkan saja!" Ricky mengacuhkan panggilan telepon di ponsel Anindita, karena dia tidak ingin kein timannya dengan sang istri terganggu oleh si penelpon.
Ddrrtt ddrrtt
" Mas, hp ku bunyi lagi ..." Anindita takut jika ada hal penting yang ingin disampaikan oleh si penelepon.
" Biarkan saja, Anin!" Kembali Ricky mengabaikan panggilan itu.
Ddrrtt ddrrtt
" Maaasssss ..." Kali ini Anindita menyingkirkan tubuh suaminya agar menjauh dari tubuhnya. Karena Ricky tidak menggubris panggilan telepon itu.
Akhirnya dengan mendengus kasar Ricky lalu bangkit untuk mengambilkan ponsel istrinya di dalam tas.
*
*
*
Bersambung ...
Happy reading❤️