HOW CAN I NOT LOVE YOU

HOW CAN I NOT LOVE YOU
Bab 21 -- Membuat Anindita Cemburu



Kedua orang wanita muda yang bersama Ricky menatap Anindita yang berdiri dengan berkacak pinggang dengan memasang wajah galak kepada mereka.


" Oh, Mbak ini istrinya Om ini, ya? Aku boleh nggak daftar jadi istri keduanya Om?" Wanita muda itu tanpa rasa malu mengatakan ingin menjadi istri kedua Ricky.


" Kalau dia jadi istri kedua, aku jadi yang ketiga juga nggak nolak, kok." Wanita satu lagi bahkan terkikik saat mengatakan hal tersebut.


Semakin geramlah Anindita mendengar perkataan dua mahluk menyebalkan di hadapannya itu. Wajah Anindita semakin serius, dengan kening mengerut, alis saling bertautan, mata memerah menatap tajam dan bibir mengerucut menandakan dia sedang dalam emosi tingkat tinggi.


" Om ini kayaknya kuat di ranjang, kan? Jadi kalau Mbak kewalahan meladeni si Om, kami bisa menggantikan tugas Mbak." ucap wanita pertama tertawa senang.


" Benar banget, atau kalau Mbak mau, kita bisa main berempat sekaligus. Biar nanti kita digilir sama si Om." Wanita lainnya menimpali.


" Kalian ini nggak punya malu bicara seperti itu, ya!?" ketus Anindita. " Sebaiknya kalian berdua cepat pergi dari sini, daripada kalian berdua ini mengganggu bulan madu kami!" Anindita bahkan kini mendekati Ricky lalu turun ke dalam kolam. Walaupun dia sendiri tidak bisa berenang dan tidak menggunakan pakaian renang.


" Mas, ajari aku renang, dong!" Anindita bergelayut manja di lengan Ricky. Anindita bahkan tidak memperdulikan beberapa orang yang memperhatikannya. Juga kedua wanita tadi yang menertawakan tindakan Anindita yang dianggap konyol.


" Kamu mau aku ajari berenang?" Ricky justru melingkarkan tangannya di pinggang Anindita.


" Ternyata selain cerewet dan suka mengomel, istriku ini galak juga rupanya." Ricky justru meledek Anindita yang masih belum reda rasa kesalnya.


" Memangnya Mas senang ya?! Digoda perempuan centil begitu!?" Anindita bersungut-sungut.


" Aku justru lebih senang melihat kemarahan kamu saat ini. Yang mengartikan kamu cemburu aku digoda wanita lain." Ricky terkekeh meledek Anindita.


" Siapa juga yang cemburu?!" Anindita menampik ucapan suaminya.


Ricky kembali tertawa kecil tak ingin berdebat dengan istrinya yang sedang emosi. Dia justru mengeratkan pelukannya pada Anindita dari belakang, lalu menciumi tengkuk dan ceruk leher Anindita di hadapan banyak orang.


Menyadari suaminya justru malah berbuat me sum di hadapan umum, Anindita membelalakkan matanya.


" Mas, ini di depan umum!" bisik Anindita memprotes sikap suaminya itu.


" Biarkan saja, biar kedua wanita nakal tadi tidak terus mengangguku, dan menjadi tahu kalau aku ini hanya milik istriku yang cantik, galak, cerewet dan suka ngomel ini." Tak menggubris protes yang dilancarkan oleh istrinya, Ricky justru meneruskan aksinya tadi.


Anindita melirik ke arah kedua wanita yang tadi menggoda suaminya. Kedua wanita itu sedang memperhatikan perlakuan mesra Ricky terhadap Anindita.


" Apa kalian ingin bergabung juga dengan kamu?"


Perkataan tiba-tiba dari Ricky membuat Anindita kembali membelalakkan matanya. Dia tak menyangka jika sang suami justru mengajak kedua wanita penggoda itu untuk ikut bergabung dengan mereka.


" Oh, tentu saja, Om." Kedua wanita itu menyambut antusias tawaran Ricky. Mereka berdua pun langsung menceburkan diri kembali ke dalam kolam.


" Mas ini apa-apaan, sih? Untuk apa mengajak mereka?" Anindita kesal dibuatnya. Karena sang suami malah memberi peluang kedua wanita nakal itu mendekati Ricky.


" Tidak apa-apa, biar kita di sini banyak teman, Anin." Ricky justru menanggapi santai protes istrinya.


Anindita mendengus kasar mendengar ucapan suaminya. Dia pun dengan cepat menepis tangan kokoh Ricky, berusaha melepaskan diri dari Ricky yang kini tengah memeluknya.


" Lepaskan! Mas minta ditemani mereka saja, nggak usah aku!!" Anindita keluar dari kolam renang dengan sangat kesal.


" Anin, kamu mau ke mana?" Ricky bertanya kepada Anindita yang berlari menjauh darinya. Ricky menduga jika istrinya itu berlari menuju kamar mereka.


" Tugas kalian sudah selesai. Sisa uangnya akan saya transfer ke nomer kalian. Setengah jam lagi, silahkan periksa nomer rekening kalian." Ricky pun ikut keluar dari kolam. Karena saat ini dia tidak membawa ponselnya sehingga tidak bisa melakukan transaksi transfer bank.


" Terima kasih, Om. Kalau butuh bantuan lagi kami lagi untuk mengerjai istrinya, kamu mau kok, Om." sahut salah satu wanita itu.


Ricky hanya tersenyum tipis menanggapi permintaan salah seorang dari wanita muda yang sengaja dia mintai bantuan untuk mengerjai Anindita dengan berpura-pura menggoda dirinya. Sejujurnya, Ricky ingin tahu bagaimana sebenarnya perasaan Anindita terhadapnya. Dan akhirnya hari ini terbukti dengan kecemburuan Anindita terhadapnya.


Sementara itu, Anindita yang merasa kecewa dengan sikap Ricky berlari menuju kamarnya.


Buuuggghh


" Oh, maaf ..." Terburu-buru karena merasa geram dengan sikap suaminya, Anindita sampai menabrak orang yang berjalan di depannya.


" Hei, hati-hati kalau berjalan, cantik."


Anindita membulatkan matanya saat orang yang dia tabrak justru berkata kepadanya dengan kalimat yang dia rasa kurang pantas diucapkan. Dan bola mata indahnya semakin membulat saat Anindita melihat orang yang berkata padanya tadi.


Seorang pria berwajah oriental bertubuh tinggi kekar dan bertato. membuat Anindita harus menahan nafasnya beberapa saat karena ketakutan melihat pria di hadapannya itu.


" Apa kita pernah bertemu sebelumnya, Cantik?" Melihat Anindita tercengang melihatnya, pria itu bertanya pada Anindita. Karena pria itu merasa mengenali Anindita.


" Oh, hmmm, nggak-nggak!" Dengan cepat Anindita menepis ucapan pria tadi.


" Begitu, ya? Tapi saya seperti pernah melihatmu. Kalau melihat wanita cantik, biasanya saya nggak akan lupa," ucap pria tadi memperhatikan tubuh Anindita yang dibalut pakaian yang basah hingga mempelihatkan lekukan tubuh indah Anindita.begitu jelas.


" Hmmm, saya permisi ..." Merasa tidak nyaman bersama pria itu, Anindita ingin segera meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.


" Tunggu sebentar! Apa kita boleh berkenalan dulu?" Sikap pria itu semakin tidak sopan dengan menahan lengan Anindita dengan tangannya.


" Tolong lepaskan saya!" Anindita menepis tangan pria tadi dari lengannya.


Sejurus kemudian, Ricky yang sudah berada di sana langsung mendorong bahu pria itu hingga pria itu terhuyung ke belakang. Untungnya Anindita sudah berhasil melepaskan diri dari pria itu hingga tidak sampai ikut terjatuh.


" Lepaskan tangan Anda!!" Ricky terlihat emosi melihat ada pria yang mengganggu dan bersikap kurang ajar terhadap istrinya.


" Hei, jangan ikut campur urusan saya!" Mendapatkan perlawanan dari Ricky, pria itu terlihat murka.


" Anda yang seharusnya jangan mencoba mengganggu istri saya!" Ricky bahkan menunjuk wajah pria berwajah oriental itu dengan telunjuknya.


" Mas, sudah! Jangan bikin kekacauan!" Anindita yang ketakutan akan terjadi keributan antara suaminya dengan pria itu berusaha melerai.


" Breng sek!" Pria itu melayangkan bogem mentah ke arah wajah Ricky. Namun, Ricky dengan cepat menangkis serangan pria tadi. Bahkan Ricky berhasil mengunci tangan pria itu hingga tidak bisa berbuat apa-apa.


" Mas, Astaghfirullahal adzim!! Lepaskan orang itu! Nanti Mas bisa berurusan dengan polisi." Anindita merangkul lengan suaminya agar suaminya melepaskan pria tadi dan tidak berbuat keributan di resort itu. Apalagi mereka di sana adalah tamu yang jauh dari saudara.


" Pergilah!! Dan jangan ganggu istri saya lagi!!" Ricky mendorong pria itu, hingga menabrak kursi dan terjatuh ke lantai karena tidak mampu menahan keseimbangan.


" Ayo, kita kembali ke kamar!" Setelah dirasa beres mengurus orang yang menggoda istrinya, Ricky lalu menggenggam tangan Anindita dan mengajak istrinya itu kembali ke kamar resortnya.


Namun, sebelum meninggalkan tempat itu, Anindita sempat menoleh ke arah pria yang mengganggunya. Dari raut wajah pria itu terpancarkan emosi dan kemarahan yang membuncah atas perbuatan Ricky kepadanya.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️