HOW CAN I NOT LOVE YOU

HOW CAN I NOT LOVE YOU
Bab 20 -- Cari Mangsa Lain Saja!



Setelah gagal melakukan percintaan jelang sore hari akibat 'gangguan' yang dilakukan oleh Ramadhan, akhirnya Ricky dan Anindita dapat merasakan hubungan bulan madu layaknya pengantin baru yang baru saja melakukan ijab qobul.


Anindita merapatkan tubuhnya dengan tangan melingkar di perut sixpack suaminya. Permainan dua ronde yang dilakukannya bersama Ricky membuat tubuhnya kelelahan. Tubuh mereka yang sama-sama tak terbalut pakaian, membuat kulit mereka saling bersentuhan dan menyalurkan kehangatan.


" Mas, apa AC nya tidak bisa dimatikan saja?" Namun, lama-lama Anindita merasakan hawa dingin menembus kulitnya.


" Kamu kedinginan? Masih butuh kehangatan? Apa kita melakukannya lagi yang tadi agar kamu tidak merasa kedinginan?" Ricky menyeringai menggoda Anindita saat mendengar permintaan istrinya tadi.


" Aku capek, Mas!" Dengan cepat Anindita menyela ucapan sang suami.


Ricky terkekeh melihat sang istri melotot lalu berkata, " Begitu saja marah." Ricky menarik lemah cuping hidung Anindita.


" Mas mau ke mana?" tanya Anindita saat melihat suaminya itu beranjak dari tempat tidur.


" Aku mau mengatur suhu ruangan. Katanya kamu kedinginan?" Ricky kembali terkekeh melihat Anindita yang sepertinya enggan dia tinggalkan.


" Oh ..." Hanya itu kata yang keluar dari mulut Anindita.


Setelah Ricky mengatur suhu pendingin ruangan cukup nyaman untuk Anindita, dia pun kembali bergabung dengan sang istri di atas tempat tidur.


" Apa besok Mas akan menyelam?" tanya Anindita kembali menaruh kepalanya di bahu Ricky dan melingkarkan tangannya di perut sang suami.


" Apa kamu mau ikut turun juga?" Ricky balik bertanya.


" Aku nggak bisa berenang, Mas. Mana mungkin bisa ikut menyelam" tepis Anindita.


" Kalau begitu aku nggak akan diving. Kita menikmati saja pemandangan laut dari atas kapal," ujar Ricky.


" Kalau Mas Ricky mau menyelam nggak apa-apa, Mas. Biar aku nunggu di atas saja. Asal Mas Ricky nggak terlalu lama di dalam air." Anindita tidak ingin melarang keinginan Ricky yang ingin melihat keindahan taman bawah laut yang ada di Bunaken, hanya karena dia tidak dapat berenang.


" Aku nggak mungkin meninggalkan kamu sendirian di kapal. Nanti ada laki-laki yang menggoda kamu, bisa bahaya." Ricky tertawa kecil.


" Jangan ngaco deh, Mas. Memangnya siapa yang mau menggoda ibu anak dua seperti aku ini?" Anindita memutar bola matanya.


" Biarpun kamu ini ibu dua anak, tapi kamu masih cantik, Anin. Dan kamu masih muda. Banyak pria yang mendadak susah untuk berkedip saat melihat kamu." Ricky mengucapkan fakta jika istrinya memang cantik dengan bentuk tubuh yang aduhai dan akan menggoda kaum Adam.


" Aku nggak mau saat aku kembali ke permukaan, kapal yang kita tumpangi membawa kamu kabur." Ricky berseloroh membawa Anindita ikut terkekeh.


Ricky menoleh ke arah istrinya yang tertawa renyah. Jarang sekali dalam perbincangan ringan mereka, Anindita bisa tertawa seperti saat ini.


" Aku senang mendengar tawamu daripada mendengar omelanmu, Anin." ucap Ricky.


Kali ini Anindita yang menoleh ke arah suaminya. " Memangnya aku sering mengomel?" Tak menyadari sikapnya yang kadang sering memprotes keputusan Ricky, Anindita justru menanyakan pernyataan suaminya tadi.


" Kamu itu cerewet dan senang mengomel." Ricky mulai menggoda Anindita dengan mengatakan jika istrinya itu mempunyai sikap yang buruk jika berhadapan dengannya.


" Kalau aku cerewet dan senang mengomel, kenapa Mas Ricky mau menikahi aku?!" tanya Anindita dengan mencebikkan bibirnya.


" Itu karena aku harus menikahimu."


" Siapa yang mengharuskan?" tanya Anindita bernada ketus.


" Hati aku yang mengharuskan menikah denganmu," sahut Ricky membelai wajah cantik istrinya.


" Apa Mas Ricky pernah merasa menyesal mempunyai istri cerewet dan suka mengomel seperti aku?" tanya Anindita penasaran. Dia tahu Ricky menikahinya karena Ricky ingin bertanggung jawab atas perbuatannya dulu hingga membuat dirinya hamil Ramadhan. Juga karena atas amanat yang diminta oleh Arya,


" Kenapa aku harus menyesal?" tanya Ricky heran dengan pertanyaan Anindita.


" Aku nggak pernah memilih-milih soal pendamping hidup. Aku bahkan nggak sempat memikirkan soal pernikahan sebelum kejadian bertemu denganmu malam itu," aku Ricky sejujurnya.


" Mas Ricky pernah berkeinginan nggak mau menikah?" tanya Anindita kaget dengan pengakuan suaminya.


" Aku hanya nggak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Aku terlalu fokus membantu pekerjaan Pak Dirga," ungkap Ricky.


" Lalu apa yang membuat Mas berubah pikiran?" tanya Anindita penasaran.


" Kamu, kamulah yang membuatku berubah pikiran," jawab Ricky.


" Apa Mas menikahiku karena terpaksa?"


" Jika ada yang memaksaku menikahimu, hatikulah yang memaksanya," sahut Ricky menjawab pertanyaan Anindita.


" Sekarang tidurlah, dan jangan banyak bertanya lagi!" Ricky ingin menyudahi perbincangan mereka sebelum tidur. Karena saat ini waktu sudah mendekati pukul dua belas malam waktu setempat.


***


Anindita diam-diam mencuri foto Ricky yang baru saja berenang di kolam yang ada di resort. Karena Ricky memutuskan untuk menghabiskan waktu di resort saja hari ini.


Dari gambar candid yang dia ambil, suaminya itu benar-benar terlihat tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.



Senyuman bahkan terkulum di bibir Anindita memandangi foto pria yang tiap malam menemaninya tidur.


Namun, saat pandangannya kini menoleh kembali ke arah sang suami, betapa terkejutnya Anindita. Saat dia melihat dua orang wanita muda bepakaian biki ni sedang duduk di tepi kolam mengapit Ricky. Bahkan, wanita-wanita itu terlihat genit berbicara dengan Ricky.


" Boleh minta nomer HP nya nggak, Om?" tanya salah seorang wanita yang bersama Ricky.


" Om di sini sendirian saja? Mau kita temani, nggak?" tanya wanita satunya lagi.


" Om bodynya bagus banget, deh." Bahkan wanita yang pertama bicara berani menyentuh tubuh atletis Ricky tanpa merasa malu.


" Kayaknya asik kalau dipeluk sama Om, deh." Wanita lainnya menimpali.


Pemandangan di depannya saat ini tentu saja membuat Anindita mendengus kasar. Dia yang sedari tadi hanya duduk di kursi di tepi kolam langsung bangkit lalu berjalan mendekat ke arah Ricky.


" Ehemm!! Maaf ya, Mbak-mbak. Om ini sudah punya anak dua dan saat ini sedang berbulan madu yang kedua bersama istrinya untuk merencanakan anak ketiga. Jadi jangan kegatelan goda-goda suami orang, ya!!" Dengan berkacak pinggang, mata melotot dan perkataan yang ketus, Anindita melabrak dua orang wanita yang sedang berusaha menggoda suaminya itu.


" Memang Mbak ini siapanya Om ini?" tanya salah satu wanita itu kepada Anindita.


" Saya ini istrinya! Kalian mau apa!?" ketus Anindita galak. " Sebaiknya kalian jangan dekati suami saya! Cari mangsa lain saja! Suami saya itu tipe suami setia, tidak akan tergoda dengan wanita genit dengan penampilan kalian yang kurang bahan kayak begini!" Anindita seakan murka miliknya didekati oleh wanita lain.


*


*


*


Bersambung ..


Happy Reading❤️