HOW CAN I NOT LOVE YOU

HOW CAN I NOT LOVE YOU
Bab 26 -- Sudah Bangkrut



Hari ini Ricky sudah mulai beraktivitas kembali seperti semula, setelah satu Minggu menikmati cuti. Dia pun mulai disibukkan dengan beberapa laporan yang mesti dia cek ulang sebelum dilaporkan kepada Dirgantara sang bosnya.


" Bagaimana kabarnya pengantin baru yang habis berbulan madu?" Suara Dirga di ujung pintu ruangan kerja Ricky membuat pria asisten Angkasa Raya Group itu menoleh ke arah Dirga.


" Pak Dirga." Ricky bangkit dari kursinya melihat bosnya sudah berdiri di pintu ruangannya.


" Kelihatannya kau segar sekali, Rick." Dirga memainkan. alisnya menpehatikan penampilan Ricky dengan potongan rambutnya barunya.


" Bagaimana? Apa menyenangkan bukan madu di sana?" Dirga sempat melihat story aplikasi chatting Ricky yang menyebutkan tempat Ricky dan Anindita menghabiskan waktu liburannya.


" Tentu saja menghabiskan waktu berdua dengan istri sangat menyenangkan, Pak Dirga. Sebaiknya Anda mencoba mengajak Nyonya pergi ke sana juga," sahut Ricky menyuruh Dirga dan Kirania pergi ke tempat itu.


" Aku nggak tahu, apakah Rania mau dibawa ke tempat seperti itu, Rick. Dia itu penakut." Dirga mengibaskan tangannya di udara.


" Saya rasa tidak ada salahnya mengajak Nyonya ke tempat seperti itu, Pak Dirga. Akan menyengkan dan membuat pikiran kembali segar." Ricky merekomendasikan tempat liburan yang baru saja dikunjunginya bersama istrinya kepada Dirga.


" Nanti aku pertimbangkan lagi, siapa tahu Rania mau aku ajak ke sana," sahut Dirga.


Tok tok tok


" Permisi, Pak Dirga. Ada telepon dari Pak Ronald. Mau disambungkan di sini atau di ruangan Bapak?" Lisna, sekretaris Dirga memberitahu Dirga jika ada telepon dari orang penting di dunia bisnis.


" Saya terima di ruangan saya saja." Dirga lalu bangkit dari duduknya lalu berjalan ke luar dari ruangan Ricky diikuti oleh Lisna di belakangnya.


Setelah menyambungkan telepon Pak Ronald ke pesawat telepon di ruangan Dirga, Lisna kembali ke ruangan Ricky.


" Maaf, Pak Ricky. Saya lupa memberitahu. Beberapa hari lalu ada yang mencari Bapak ke kantor ini. Mereka mengaku Tante dari Arka, Pak." Lisna memberikan informasi yang dia terima dari orang di front office soal kedatangan Ria dan Lanny.


" Tantenya Arka?" Ricky mengerutkan keningnya mendengar laporan Lisna.


" Benar, Pak." sahut Lisna.


" Ada apa dia kemari?" tanya Ricky. Dia berpikir, ada kepentingan apa kedua adik Arya itu mencari dirinya di kantor? Padahal saat dia mengajaknya bertemu beberapa waktu lalu, kedua adik Arya bahkan tidak datang untuk menemui Ibu kandung mereka sendiri.


" Saya kurang tahu, Pak. Karena satpam yang menerima. Saya hanya mendapat info dari orang di bawah, bahwa ada yang mencari Pak Ricky." Lisna memang tidak mendapat informasi dengan lengkap soal tujuan orang-orang yang mencari Ricky itu.


" Oke nggak apa-apa, Lis. Kamu bisa kembali ke mejamu." Ricky memaklumi dan mempersilahkan Lisna kembali ke tempatnya.


" Baik, Pak. Permisi ..." Lisna pun berpamitan dari ruangan Ricky untuk kembali ke melanjutkan pekerjaannya.


***


" Assalamualaikum, Mbak Mita." Saat Arka ikut menjemput Ramadhan bersama Tita, Anindita mengunjungi toko bunga yang ada di bawah apartemen milik Angkasa Raya Group itu.


" Waalaikumsalam ..." Mita menoleh ke arah pintu masuk toko florist. " Eh, yang habis pulang bulan madu. Gimana kabarnya, nih?" Mita menghentikan aktivitasnya membantu merangkai standing bucket saat melihat kehadiran Anindita.


" Lumayan capek, Mbak Mita." sahut Anindita.


" Hmmm capek ngapain, tuh?" ledek Mita membuat rona wajah Anindita membias.


" Wah, dapat oleh-oleh. Makasih banyak, Mbak. Padahal nggak usah repot-repot, deh. Kalau begini, aku nya 'kan jadi keenakan, Mbak." Mita terkikik mendapat oleh-oleh dari Anindita.


" Nggak apa-apa, Mbak. Mbak Mita sudah membantu saya menjaga Mama selama saya pergi." Anindita memang tidak pernah melupakan jasa orang-orang yang telah membantunya.


" Nggak apa-apa kok, Mbak Anin. Saya justru senang, bisa merasakan menginap di apartemen mewah." Mita berkelakar.


" Selama saya pergi, Mama nggak mengalami keluhan 'kan, Mbak?" tanya Anindita, takut mantan mertuanya itu mengeluh sakit dengan kakinya.


" Nggak sih, Mbak. Ibu Fatma baik-baik saja, kok. Nggak mengeluh apa-apa," jawab Mita.


" Syukurlah kalau begitu. Jujur saja, Mbak. Pergi jauh tanpa ditemani Mama dan anak-anak membuat saya kurang nyaman dan nggak tenang," aku Anindita yang selalu kepikiran dengan Mama Arya dan kedua anaknya.


" Iya kali mau bulan madu bawa rombongan. Yang ada gagal deh, rencana mau bikin adik untuk Rama sama Arka." Mita terkekeh meledek Anindita.


" Oh ya, Mbak. Aku lupa kasih tahu. Waktu itu Mbak Yeti pernah cerita ke saya, katanya ada adik-adik Pak Arya datang ke Alabama Florist menanyakan nomer HP sama alamat tempat tinggal Mbak Anin sekarang ini." Mita teringat apa yang pernah dikabarkan rekannya yang ada di Alabama Florist pusat.


" Mbak Ria sama Mbak Lanny maksud Mbak Mita?" Anindita terkejut dengan berita yang disampaikan Mita kepadanya.


" Memangnya siapa lagi adik-adik Pak Arya kalau bukan kedua nenek sihir itu?" Mita saja yang tidak berada di posisi Anindita sangat sakit hati melihat sikap dan perlakuan Ria dan Lanny terhadap Anindita.


" Hush, jangan begitu, Mbak. Nggak baik ..." ucap Anindita menegur agar Mita tidak berkata buruk tentang mantan kedua adik iparnya.


" Saya heran sama Mbak Anin. Hati Mbak Anin ini terbuat dari apa, sih? Sudah dihina, disakiti, diusir, masih saja bisa bersikap baik dengan mereka. Kalau saya jadi Mbak Anin, sudah saya geprek mereka berdua." Mita kesal sendiri dengan ulah Ria dan Lanny.


" Nggak baik menyimpan dendam, Mbak. Lagipula nggak baik juga memutus silaturahmi. Bagaimanapun juga mereka adalah Tante dari Arka, dan anak-anak dari Mama Mas Arya. Nggak mungkin bisa terputus begitu saja hanya karena rasa benci dan dendam," ucap Anindita bijak.


" Oh ya, lalu bagaimana? Apa Mbak Yeti memberitahu nomer telepon saya atau alamat di sini, Mbak? Kok, sampai sekarang nggak ada telepon masuk dari mereka ya?" tanya Anindita bingung.


" Mereka langsung diusir sama Ci Lucy, Mbak. Makanya nggak ada masuk telepon dari mereka ke nomer Mbak Anin." Mita menceritakan apa yang terjadi dengan Ria dan Lanny saat datang ke tempat usaha Lucy di Alabama Florist.


" Diusir?" Anindita tersetak kaget mengetahui perlakuan kasar mantan majikannya kepada kedua adik mantan suaminya itu. Dia tidak menyangka Lucy akan berbuat sekejam itu.


" Astaghfirullahal adzim, kenapa Ci Lucy mengusir mereka ya, Mbak?" Anindita nampak kecewa dengan pengusiran Lucy terhadap kedua adik Arya tersebut.


" Kalau jadi Ci Lucy, aku juga akan mengusir mereka, Mbak. Perbuatan mereka itu nggak bisa dimaafkan begitu saja. Apalagi Mbak Anin tahu sendiri, kalau mereka nggak datang waktu diajak makan malam, kan? Sekarang tiba-tiba datang ingin meminta nomer telepon Mbak Anin. Mungkin mereka mau mengemis minta belas kasihan Mbak Anin karena mereka sudah bangkrut." Mita sangat berapi-api membuka keburukan Ria dan Lanny selama ini.


Sementara Anindita hanya mende sah. Sebenarnya di berharap bisa bertemu kembali dengan kedua adik Arya itu, karena dia ingin mempertemukan Mama Arya dengan kedua anak perempuannya.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️