
Anindita ditemani oleh Lucy sedang memilih-milih lingerie yang menurut Anindita pantas untuknya. Sebenarnya dia merasa canggung harus memilih pakaian itu di muka umum. Dia pun tidak tahu apakah berani memakai pakaian itu di hadapan suaminya. Dia bahkan membayangkan jika Ricky akan menertawakannya.
" Ini bagus lho, Nin. Tubuh kamu semampai, kulit kamu putih bersih, cocok kalau pakai ini." Lucy menunjuk lingerie berwarna merah setengah paha dengan bahan tipis bahkan hampir tembus pandang, dirasanya sangat cocok dengan badan tinggi semampai Anindita.
" Ya ampun, Ci. Mana berani saya pakai yang seperti itu." Anindita mengedikkan bahunya seraya menggelengkan kepalanya sebagai tanda dia tidak menyetujui pakaian yang direkomendasikan oleh Lucy untuk dia pakai demi menyenangkan hati suaminya.
" Mending yang ini saja, Ci." Anindita mengambil pakaian tidur berbahan satin lengkap dengan kimononya dengan panjang selutut dan panjang tangan kimono sebatas siku berwarna mint.
" Itu kurang menggoda, Nin." sahut Lucy memberikan pendapatnya." Cakep yang ini." Lucy tetap pada pendapatnya.
" Tapi kelihatan kayak wanita nakal lho, Ci." bisik Anindita mengomentari lingerie yang disarankan Lucy.
" Nakal sama suami sendiri nggak masalah, Nin." Lucy mengibas tangannya ke udara. " Coba, nih." Lucy me dekatkan lingerie yang dipegangnya ke tubuh Anindita.
" Hai, Mbak Anin. Mbak Anin ada di sini?" Saat Anindita dan Lucy sedang berargumentasi tentang model lingerie yang cocok untuk Anindita, tiba-tiba suara seorang wanita terdengar menyapa Anindita.
Anindita menolehkan pandangannya ke arah suara yang menyapanya tadi. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Kirania dan Dirga saat ini sudah ada di hadapannya.
" Ibu Rania? Pak Dirga?" Anindita melebarkan bola matanya.
" Mbak Anin sedang shopping, ya?" tanya Kirania kepada Anindita seraya tersenyum karena melihat lingerie yang tadi ditempelkan Lucy ke tubuh Anindita.
" Apa kamu sedang menyiapkan kejutan untuk suamimu, Nin?" Sementara Dirga yang juga melihat baju tidur yang sedang dipegang oleh Anindita langsung berkomentar. Kebiasaan iseng sang bos Angkasa Raya Group itu tidak pernah ada matinya jika membully orang.
Mendengar ucapan Dirga, Anidita langsung menaruh kembali baju tidur yang ada di tangannya ke tempatnya semula.
" Abang!" Kirania langsung mencubit pinggang suaminya karena dia sadar jika suaminya sedang menggoda Anindita. " Jangan meledek Mbak Anin!" tegur Kirania karena melihat wajah Anindita yang terlihat malu karena ketahuan sedang memilih pakaian tidur yang cukup menggoda.
" Aku meledek? Sayang, aku ini hanya bertanya, apakah dia sedang menyiapkan kejutan untuk Ricky?" Dirga menepis anggapan Kirania yang menuduhnya sedang menggoda istri dari asistennya itu. " Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?" Dirga tidak ingin disalahkan oleh sang istri.
Anindita menggigit bibirnya dan langsung menundukkan kepalanya, sepertinya dia harus menyiapkan telinganya untuk menerima sindiran-sindiran dari atasan suaminya itu.
" Kamu tenang saja, Anin. Saya tidak akan bicara pada Ricky kalau kami bertemu kamu yang sedang memilih lingerie," ucap Dirga menyeringai.
Tentu saja ucapan Dirga semakin membuat wajah Anindita memerah.
" Abang, ya ampun ...!" Kirania langsung menarik lengan suaminya. " Mbak Anin, kita duluan, ya?!" Kirania buru-buru berpamitan kepada Anindita dan membawa suaminya itu pergi daripada suaminya itu membuat kacau suasana.
" I-iya, Bu." Anindita menjawab gugup, namun dia menarik nafas lega saat Kirania berhasil membawa Dirga menjauh dari hadapannya.
" Dia itu bosnya Pak Ricky 'kan, Nin?" tanya Lucy masih memperhatikan Dirga dan Kirania yang berjalan menjauh dari dia dan Anindita.
" Iya, Ci." sahut Anindita.
" Orangnya dari dulu memang selalu iseng begitu ya, Nin? Cici ingat waktu Pak Ricky melamarmu dulu, tiba-tiba bosnya itu datang." Lucy teringat bagaimana Dirga membuat kacau acara Ricky yang ingin melamar Anindita di acara dinner yang disiapkan oleh Ricky kala itu.
" Hmmm, jangan-jangan nanti giliran Pak Ricky yang diledek sama bosnya itu setelah melihat kamu ada di sini, Nin." Lucy menahan ketawanya, dia bisa membayangkan jika Dirga akan membahas soal lingerie kepada Ricky di kantornya nanti.
" Entahlah, Ci. Pak Dirga itu susah ditebak. Tadi beliau bilang tidak akan cerita, tapi aku sendiri nggak yakin jika Pak Dirga akan diam saja dan nggak menceritakan telah melihat kita di sini, Ci." Anindita mende sah pasrah.
" Artinya kejutanmu nggak akan berhasil dong, Nin? Tapi nggak apa-apa, Nin. Biarkan bukan kejutan, tapi hasilnya pasti akan bikin Pak Ricky senang." Lucy terkekeh, sementara Anindita hanya mengedikkan bahunya. Berhasil atau tidak, yang pasti dia sudah merasa malu ketahuan sedang memilih-milih pakaian tidur sek si yang akan dia pakai.
***
" Rick, tadi aku bertemu dengan istrimu di mall waktu aku pulang makan siang bersama Rania."
Ricky yang sedang memperhatikan laporan keuangan terkesiap saat mendengar suara Dirga yang muncul dari pintu ruangan kerjanya.
" Anda bertemu dengan Anin di mall, Pak Dirga?" Ricky teringat jika Anindita sempat meminta ijin kepadanya untuk bertemu dengan Lucy. " Iya, Anin memang minta ijin pergi bersama mantan bosnya dulu," lanjutnya kemudian.
" Bagaimana hubunganmu dengan Anin sekarang, Rick? Apa sudah semakin lengket dengan Mamanya Rama itu?" Meledek asistennya sepertinya sudah menjadi hobi dari bos Angkasa Raya saat ini.
" Ya, hubungan kami semakin hari semakin ada peningkatan, Pak." sahut Ricky. " Sepertinya Anda tertarik sekali dengan rumah tangga saya dan Anin, Pak Dirga? Apa rumah tangga Anda dengan Nyonya kurang menarik?" sindiran halus dilontarkan Ricky kepada bos super usilnya tersebut.
" Si al kau, Rick! Rumah tanggaku dengan Rania itu aman-aman saja. Aku tertarik dengan rumah tanggamu dengan Anin karena aku tahu bagaimana perjalananmu sampai berhasil menikahi Mamanya Rama itu yang penuh dengan drama," sanggah Dirga menepis jika rumah tangga yang dia jalani dengan istrinya kurang menarik.
" Bukankah yang penuh drama itu perjalanan Anda untuk mendapatkan istri Anda, Pak Dirga?" Ricky membalas perkataan Dirga dengan mengatakan jika kisah Dirga dan Kirania lebih banyak drama daripada kisahnya dengan Anindita.
" Itu namanya perjuangan cinta sejati, Rick." Merasa kalah berdebat dengan asistennya, Dirga langsung menyeringai seraya mengusap tengkuknya.
" Oh ya, Rick. Malam ini bersenang-senanglah, istrimu sudah menyiapkan kejutan untukmu." Dirga memainkan alisnya naik turun, mulutnya tidak sabar ingin mengatakan apa yang tadi dibeli Aninditaz tapi dia harus menahan mulutnya untuk tidak membuka rahasia Anindita.
" Anin menyiapkan kejutan?" Ricky memicingkan matanya hingga membuat kedua alisnya hampir bertautan. Dia sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Dirga tentang kejutan. Kejutan apa yang disiapkan Anindita untuknya? Itu yang ada dalam benak Ricky.
" Iya, aku nggak menyangka saja ternyata istrimu berani juga melakukan seperti itu. Rania saja nggak berani melakukan itu kepadaku, Rick." sahut Dirga.
Ricky berpikir keras sampai menimbulkan guratan di keningnya, sementara Dirga langsung meninggalkan asistennya yang merasa penasaran dengan informasi yang disampaikan olehnya tadi.
*
*
*
Bersambung ...
Untuk kisah ini aku rada slow up nya ya, coz masih fokus sama kisahnya Kayra & Erlangga🙏
Happy Reading❤️