
Ramai orang berkumpul diteras halaman rumahku.
"Ada apa ini kok rame rame gini," Mama langsung bertanya .
"Ini Buu.. ada tabrak lari. Korbannya pingsan, lalu kami bawa keteras Ibu." Jawab salah satu warga yang menolong. Ada raut kelegaan diwajah Mama.
Pertolongan pertama kami berikan, namun sikorban tabrak lari belum juga siuman. Akhirnya kami membawanya ke Puskesmas terdekat.
"Mama sudah khawatir, kirain Yunar udah mau berojol aja. Padahal masih 35 minggu." Ucap Mama sambil duduk dikursi makan.
Malam hari diteras samping rumah.
"Dek, besok kan sudah mulai MOS yaaa."
"Iya Kak, kenapa ?" Jawabku santai
"Berapa lama, biasanya sih kalau Masa Orientasi Siswa gini sering dikerjai loo,,?"
"Masak sih Kak, duh kok deg degan aku yaa.
Empat hari lo Kak MOS nya."
"Yah kamu siap siap mental baja aja. Besok pake seragam aja gak ada embel embel lain."
"Pake pita Kak, kanan merah kiri putih. Udah siap kok pitanya, tadi aku udah beli sepulang dari gereja." Jelasku
"Tito, kapan pulangnya Nar." Tanya Mama.
"Semingguan lagi Ma, paling lama. Tapi katanya kalau sudah selesai Birokrasinya langsung balik sih." Jawab Kak Yunar santai dengan mulut tak berhenti mengunyah.
"Gak capek tuh mulut giling terus kayak selepan padi hahahahaa." Candaku
"Eh Dek, tadi Bang Ito sms . Katanya hp yang bakal dikasih kekamu itu jatuh." Ucapnya sedih
"Yah,,, gak jadi punya hp dong aku Kak. Pasti pecah ya.? Tanyaku bermuram durja.
"Gak kok, untung dihidupin mode pesawatnya. Jadi bisa terbang dia hahahahaa."
"Ih Kakak." Kulempar dia dengan kacang kulit. Tepat mengenai perut buncitnya.
Sambil kita terbahak bahak.
"Eh Dek, ada cerita nih. Pas Abang Ito lagi jaga dipos deket lampu merah, ada mbak mbak nerobos. Diprit lah dia, terus ditanyain gini." Sambil mengambil 2 kacang kulit sebagai alat peraga.
Anggep aja ini yang gede Bang Ito terus yang kecil ini si Mbaknya
Bang Ito: “Mbak tau arti warna lampu merah?”
Mbak: “Berhenti”
Bang Ito: “Terus kenapa diterobos?”
Mbak:“Ya, aku gak suka aja sama warna merah, terlalu ngejreng”
"Seketika itu Bang Ito pingin garuk itu mulut Dek, hahahahaa." Akupun terpingkal pingkat mendengarnya.
"Masak sih ada pelanggaran lalu lintas jawabnya gitu, ngaco banget."
"Nyatanya ada dek, mungkin dai reflek aja ya jawabnya." Sambung Kak Yunar
" Bisa jadi Kak. "
•••••••••••••••••••••••
Pagi menjelang, selesai membersihkan diri. Kukepang dua rambutku, tapi aku belum pasang pitanya. Kupasang jika sudah sampai sekolah saja pikirku.
Hari Pertama
Hari ini aku pergi dengan mengayuh sepedaku. Sesampainya didepan rumah Susi, ternyata dia sudah stand bay menantiku. Jarak yang lumayan jauh kita tempuh dengan beriringan. Tak banyak kulihat siswa yang lewat, karena untuk siswa kelas 2 dan 3 diliburkan kecuali anggota OSIS.
"Sus, nanti pasang dulu pitanya sebelum masuk gerbang" Teriakku
Hanya acungan jempol sebagai jawaban darinya.
Semua siswa baru sudah berbaris rapi dihalaman sekolah untuk melaksanakan upacara bendera. Setelah upacara selesai, kami semua dipersilahkan mencari kelas masing masing.
Daftar nama untuk tiap tiap kelasnya sudah tertempel dipintu masuk kelas. Kucari namaku dan setelah melihat dengan teliti karena kertas itu tertempel terlalu tinggi. Membuatku harus ekstra menambah dengan jinjitan jari kakiku.
Dengan kecewa kumasuki kelas, aku dan Susi beda kelas. Susi masuk kelas 1C dan aku kelas 1A. Aku harus berdamai dengan keadaan, semoga teman baruku, bukan tipe yang melihat manusia lain dengan agamanya.
Keberadaan seorang di suatu tempat akan selalu disusul oleh cerita, bisa tentang tangis, canda ataupun tawa, kelak semua itu akan menjadi cerita.
Jalinan persahabatan tak ubahnya seperti benih yang disemai, butuh waktu dan proses. Seperti menjadi kenangan tak terlupakan atau cerita nostalgia.
Sedih harus berpisah kelas, karena telalu lama berada dizona nyaman.
Hari Kedua
Cicit cericit kawanan burung kecial kuning sayup-sayup menyapa telingaku, menari-nari penuh kegirangan di antara reranting pepohonan hijau nan rimbundi halaman sekolah,seolah bersuka cita menyambut kehadiran kami, seratus dua puluh orang pendatang baru.
Seperti biasa kegiatan MOS diawali dengan pengarahan dari pihak sekolah. Bisa Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru Guru, Ketua OSIS, Ketua Pramuka. Atau apa saja yang dilegalkan pihak sekolah
"Selamat datang anak-anakku siswa baru yang berbahagia, patut disyukuri sebagai nikmat dari Allah SWT, bahwa kita masih diberi kesempatan bertatap muka dalam suasana yang penuh kekeluargaan ini.”
Kali ini, bertindak selaku pemberi arahan adalah Bapak Guru urusan kesiswaan. Kita siswa baru berdiri rapi berbaria dihalaman sekolah. mendengar sambutan yang juga menjelaskan materi acara hari ini.
Kegiatanpun bergulir seperti kemarin, ada kejahilan dari Kakak Kakak OSIS. Aku bahkan disuruh berlari dua kali keliling lapangan karena tak bisa menjawab pertanyaan.
Dan bukan aku saja korbannya, tapi anak anak lain juga banyak. Salah duduk aja kena push up, aduh pening kepala dibuatnya.
Asyiknya jadi siswa baru adalah ketemu dengan teman-teman baru dari beragam sekolah. Dulu mereka musuhan, tapi setelah ketemu di SMP jadi sahabatan.
Yah semoga saja mereka yang membenciku berubah menjadi teman walaupum tak harus dekat.
Hari Ketiga
Kakak angkatan atau panitia MOS sering bikin teka-teki yang aneh. Mereka hanya memberi clue tentang benda-benda yang harus dibawa di masa orientasi, misalnya buah dibedakin. Apa itu buah dibedakin? Kesemek.
Kalau salah bawa, harus siap-siap dihukum.
Mau gimanapun, salah atau benar ngerjain tugas, yang namanya siswa baru pasti dibentak-bentak sama kakak angkatan. Mereka selalu punya alasan untuk membuat murid MOS seakan-akan salah. Tapi justru di situ tantangannya. Deg-degannya berasa banget.
Hari ini aku kena hukuman menulis surat cinta kepada Ketua OSIS. Karena aku tidak bawa buah kesemek. Mau cari dimana coba belum musim dan anehnya cuma aku aja yang kena.
"Besok saya tunggu surat cintanya ." Goda sana Ketua OSIS, waktu berada disampingku.
Hari Keempat
Ini adalah kegiatan MOS paling menjemukan, sebab kita harus rela panas-panasan untuk dilatih baris-berbaris. Belum lagi kalau dibentak kakak-kakak angkatannya. Kaki pegel, telinga pun panas. Tapi momen ini bikin kangen, gak ada matinya. (Bener gak ? buat yang pernah ngerasin MOS )
Jika kemarin, kepalaku dijejali pikiran aneh-aneh, hari ini hari keempat, rangkaian kegiatan MOS berakhir.
Permintaan maaf dari kakak panitia, sampai membuat kiat semua berlinang air mata. Kita semua dikumpulkan di AULA besar sekolah.
Aku duduk bersila bersama Susi, saling menggenggam tangan. Untuk sekedar menguatkan. Acara berakhir dengan jabat tangan bersama, dengan rapi teratur.
Bahagia rasanya bisa melewati semua ini, hari senin depan kita sudah mulai belajar. Kita libur untuk 3 hari kedepan. Tapi acara berganti untuk daftar ulang bagi kakak kelas kami.
"Uh.. senengnya ya Nin udah selesai MOS nya." Sambil mencopot atribut aneh aneh kami. Lalu memasukkanya dalam keranjang sepeda. Hari ini kita berboncengan. Tapi kita berdua mengayuh bersama sama. Satu pedal kayuh kita buat untuk 2 kaki. Jadi beban tak terasa berat.
"Sus, kamu tahu ga ketua OSISnya ?"
"Iya tahu Nin. Emang kenapa, kamu kena semprot ?."
"Iya, aku kena hukuman nulis surat cinta buat dia. Mana kudu ada kata I Love You lagi." Jawabku sedih.
"Yah, itukan cuma hukuman Nin. G usah dibuat pening, santai aja kali ." Jawabnya untuk menghiburku.
"Ketua OSIS itu kayaknya narsis banget lo Sus, genit. Mana reseknya gak ketulungan. Terus yaa.. yang nulis surat cintanya itu cuma aku doang." Gerutuku
"Kamu takut nanti dikerjain, atau dianggap beneran ?" Tambahnya
"Aku takut salah paham aja, kalau pacarnya cemburu gimana Sus ?"
"Lah emang kamu suka beneran sama tu orang, nggakkan. Semua terjadi karena kamu kena hukuman. "
"Aku denger sesuatu Sus waktu aku ketoilet." Jelasku ragu ragu
"Apa yang kamu dengar, kamu harus cerita detail. Biar kalau ada apa apa aku bisa bantu nanti. Yah.. sebagai jaga jagalah, antisipasi gitu lo."
"Aku dengarnya sekilas, sepertinya ada lebih dari 3 orang. Katanya sih gini. Kalo kamu emang suka, coba aja deketin atau kita kasi sesuatu yang buat dia g bisa ngerjain. Terus kita kasih hukuman. "
"Terus terus "
"Cuma yang aku dengar itu bukan suara Ketua OSIS, beda lagi. Makanya aku sedikit resah." Ucapku
"Sudahlah, kita liat nanti aja gimana yaa. Kamu tenang aja, bukan masalah besar. " jawab Susi
••••••••••••●●●●●●●●●•••••••••••••
Jangan suka mendramatisir keadaan, itu bisa menyebabkan gangguan kepribadian Histrionik
_____________________________________________
Happy membaca ya gaes. Minta like dan recehnya.