HIDAYAH

HIDAYAH
13. Pertandingan.



Like dulu yaa, biar gak lupa 😊


💕💕💕💕💕💕


"Ma senin besok gak ada pelajaran, tapi ada acara classmeeting, lomba lomba antar kelas gitu lo ma." Aku bercerita kegiatanku kedepan.


"Kamu ikut lomba apa Dek?" Tanya Kak Yunar


"Estafet aja Kak, kan larinya pendek. Susi ikut Voli,  sama dengan Husna. Laki lakinya sepak Takraw si Doni dua lainnya jadi penonton hihihihihii. Brahim sama Anjas katanya g pernah mau ikut"


"Enakan gak ikut dek g capek, jadi anggota rea reo ajaa kalau aku" Ucap Kak Yunar


"Ayo pergi, kamu sudah siap, kan" Ajak Mama. Hari ini kita ada Kebaktian besar digereja kota. Sedangkan gereja yang biasa kami datangi untuk ibadah adalah Pepanthan atau gereja kecil yang paling dekat dengan rumah kami.


☆☆☆☆☆☆☆


Senin pagi yang cerah, aku sudah siap dengan seragam sekolah biru putihku. Hari ini adalah hari pertama pertandingan Voli. Besok lari jauh dan estafet. Lusa semi final Voli dan kedua lari ini. 


Susi berpakaian olah raga lengkap, hari senin ini libur upacara. Karena bukan jam belajar mengajar. Tapi tetap saja ada acara baris berbaris, untuk penjelasan lomba yang akan diselenggarakan ini.


Acara dimulai dari jam 8 pagi. Untuk kelas satu ada 4 kelompok, kelas dua ada 3 kelompok dan kelas tiga ada 3 kelompok. Dua lapangan Voli sudah disediakan, langsung tanding 4 tim sekaligus. Voli ini hanya untuk siswi saja. Sedangkan untuk para siswa adalah sepak takraw.


Karena kelas satu ada 4 tim, jadi mereka dimainkan dulu agar bisa bertemu lawan. Tim Susi dan kelas 1A menang, dan langsung diadu lagi besok pagi.


Lalu pertadingan dimulai lagi untuk kelas dua dan tiga. Besok 5 tim akan bertemu dengan peraturan  sistem gugur. Jadi besok akan ada satu tim yang bertanding 2x.


Dilapangan sepak bola juga sedang ada pertandingan penyisian. Jadi sebagian siswa ada yang diluar sekolah.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Husna dan Susi bertemu mereka jadi rival, aku bingung harus jadi pendukung siapa. Secara mereka semua temanku, jadi aku dukung yang menang aja.


Sampai pukul sebelas lomba Voli sudah ditentukan pemenangnya, 2 tim yang akan bertemu dibabak final hari jum'at nanti.


Tim yang menang untuk Voli adalah tim Husna dan tim Anis. Mereka akan bertemu nanti, siswa dibubarkan tapi nanti pukul 14.30 mereka diminya datang kesekolah terutama untuk pemain lomba lari. Dan diabsen, yang tidak datang akan mendapat sanksi . Entah sanksi apa belum dijelaskan.


•••••••••••••••••


Pukul dua tepat aku udah pergi kesekolah dengan memakai seragam oleh raga. Dan besok juga harus pakai seragam olah raga lagi, dan dari sekolah menyarankan untuk pinjam kepada siswa lain yang tak mengikuti kegiatan.


Suasana yang sejuk dengan angin sepoi sepoi tak mangurangi rasa grogiku. Telapak tanganku sudah dingin, belum pernah aku mengikuti acara seperti ini. Walau kadang jika pas pelajaran olah raga ada lomba lari, tapi tidak mendebarkan seperti ini.


Peluit telah ditiup, aku berada pada urutan ketiga, 200m pertama timku berada diurutan kedua. Saat tongkat sudah menyentuh tanganku, aku langsung berlari kencang. Mendekati anggota tim akhir, aku sudah menjulurkan tanganku kedepan. Timku menang besok kita akan bertemu dengan tim angkatan atas sebagai rivalku.


Dari arah belakang aku merasakan ada yang menyentuh tanganku, saat kutoleh, aku melihat Rendi memberikan sebotol minuman isotonik dingin Aku angkat tanganku dan berkata "Maaf Kak, aku bawa minuman sendiri."


Lalu aku berlalu sambil tersenyum. Aku berjalan kearah Susi yang sedang menjaga barang bawaanku. Dan rendi masih mengekor dibelakang.


"Oh iya Kak, aku ada sesuatu buat Kakak, ini."


Aku kembalikam kalung pemberiannya.


"Kakak berikan kepada yang berhak, dan maaf aku tidak bisa membalas surat kemarin." Ucapku sambil kuraih pergelangan tangannya dan kuletakkan kalung kedalam genggaman tangannya.


Banyak anak yang melihat, tapi mereka tak mendengar apa yang aku ucapkan. Yang mereka tau mungkin aku kegenitan meraih tangan Rendi dan menggenggamnya.


Susi hanya menjadi penonton seperti kambing conge. Dalam suasana yang canggung Rendi berbicara kepadaku


"Kenapa dikembalikan, ini kan kado dariku." Mendengar ucapannya sekilas aku melirik kearah Susi, dia mengatupkan mulutnya menahan tawa.


"Maaf Kak, mungkin Kakak salah orang. Ulang tahunku baru bulan depan. Lagian aku tidak pantas menerima kado seperti itu." Jawabku lugas.


Rendi seperti orang kebingungan dan juga menahan setengah malu.


"Baiklah aku akan simpan ini, suatu saat kamu pasti akan menggantung dilehermu." Kekehnya sambil berlalu. Aku dan Susi saling tatap lalu kami mengangkat bahu bersama sama.


****************


Hari final sudah tiba, kelasku masuk final. Jam awal adalah final Voli yaitu kelas Susi melawan kelas Anis. Sorak sorai riuh siswa siswi memberikan semangat kepada tim pilihan mereka.


Perolehan poin kejar kejaran, sampai pada poin 20-20 ada ketegangan terjadi. Tim Susi melakuka Set dengan kekuatan penuh. Bola melambung dan tidak dapat ditanggkap dengan baik, sehingga membuat oleng sang penangkap dan karena kurang seimbang membuat dia kehilangan keseimbangan. Terjerembam dia kedepan dan bola jatuh tepat mengenai kepalanya. Jadilah poin buat tim Susi.


Dialah Anis yang tadi terjerembam, dia mulai emosi karena merasa dipermalukan  dihalayak umum, poin terbanyak sudah tim Susi kantongi dan tinggal satu poin lagi menuju kemenangan. Tapi situasi menjadi alot karena tim Anis mampu mengembalikan bola dengan baik.


Anggi dari Susi melakukan smes dekat net sambil meloncat dan sangking kerasnya bola itu langsung jatuh terpental ketanah sebelum dapt ditangkap.


Suara tepuk tangan riuh dari tim pendukung kelas satu pun memenuhi area lapangan. Dan sang juripun meniup peluit dan mengarahakn tangan ketim Susi sebagai juara pertama.


"Acara dilanjutkan dengan final lari estafet. Dan untuk juara lari jauh pemenangnya dari kelas 2A untuk juara pertama. Selamat kepada para pemenang." Suara pembawa acara mengumumkan para juara.


"Jangan lupa besok sore adalah final Sepak Bola putra. Dilapangan bola jam 14.45 diharap sudah berada lingkungan disekolah. Untuk paginya final sepak Takrow." Tambahnya lagi.


Semua peserta bubar dan bersiap siap untuk lomba lari estafet. Sekarang posisiku dipindah aku berada diurutan pertama. Setelah setengah jam berlalu, para peserta lari estafet pun, mulai memasuki lapangan untuk memulai ambil posisi.


Tapi kali ini lebih dari 200m. Satu kali putaran keliling lapangan, lari jarak pendek menjadi lari jarak agak jauh 😂. Karena menjadi 500m.


Aku sudah mengambil posisiku, kugenggam tongkat pendekku, aku berjongkok menunggu aba aba selanjutnya. Lalu terdengar suara aba aba angka, kuangkat sebagian badan belakangku bersiap untuk berlari. Saat terdengar peluit ditiup aku langsung berlari sekencang kencangnya. Ada 4 tikungan, aku lari berjajar dengan kelas 3C, aku melihat sekilas rivalku. Aku ingat dia yang menjambak rambutku kala itu. Seketika semangatku bergelora, dia berada didepanku sekarang.


Aku lebarkan langkahku agar aku dapat mendahuluinya. Sampai tikungan ketiga aku melaluinya, aku sudah majukan tangan genggaman tongkatku. Jarakku semakin dekat dengan tim urutan kekedua.


"Kalahkan kelas 3C." Teriakku saat Rena yang sudah menangkap tongkat estafet. Rena terus berlari, seperti kuda, kencang dan dengan langkah lebar. Kami memimpin sementara. Sampai pada urutan keempat, saat Naila sudah menangkap tongkat dan berlari, di tikungan pertama dia disenggol rivalnya. Membuat Naila kaget, tapi Naila masih berkonsentrasi.


Teriakan dari tim kelas satu menggelegar saat hampir mencapai garis finish. Dua rival kita berada agak jauh, kelas 3A dan kelas 3C adalah rival kita  kelas 1A.


Saat mencapai garis finish, Naila terjatuh tapi bukan masalah karena sudah melewati benang pembatas. Semua bersorak senang, kelas junior sudah memenangkan lomba melawan  kelas senior.


"Horee menang Sus, simelekete itu tambah berang, pasti." Kupeluk Susi sambil melompat lompat girang.


"Ayo ah pulang, udah g perlu dengar pengumuman lagi. Paling juga ngasih tahu kalau kamu yang menang." Ajak Anjas


"Besok kita nonton bola pake motor aja yaa, takut kemalaman kalau pakai sepeda." Sahut Doni.


"Aku jalan kaki aja, aku kan g punya motor." Kata Brahim memelas


"Kamu diiket aja depan stang stir hahahahaha." Kelakar Susi


Sepak takraw adalah jenis olahraga campuran dari sepak bola dan bola voli, dimainkan di lapangan ganda bulu tangkis, dan pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan.


Final Sepak Takraw berbeda dengan ajang olah raga yang lain. Tidak ada teriakan teriakan seperti olah raga yang lain, yang ada terikan aneh aneh para penggemar cowok cowok, semua khitmad menonton dalam diam. Euforia yang damai seperti lemparan bola Takrow yang santai tapi menusuk lawan.


Tiap tim hanya berisi tiga anggota. Hanya suara wasit juri yang terdengar dan juga suara lemparan bola ayaman . Pertandingan ini tidak sesengit Voli dan Estafet. Kelas 3B melawan 3A kelas Doni.


"Kak Doni ganteng ya, waktu setter Bola. Aku mau jadi pacarnya." Terdengar salah satu murid kelas 2C


"Enak aja, kemarin aku sudah mengirim surat. Tapi belum dibalas." Timpal siswi disamping kanan yang sama sama memakai atribut lengan kelas 2C


"Sudahlah g usah berebut kita liat aja siapa yang bisa deket sama Kak Doni." Siswa lain menyahuti.


Aku dan Susi geleng geleng mendengar mereka berceloteh. Lalu kututup mulut Susi yang hendah berceloteh lagi.


"Semangat Kak Doni."


"Ayo Kak kalahkan mereka."


"Jangan kasi kendor Kak."


Ada sebagian siswi yang menyuarakan isi hatinya, tapi teriakan mereka terhenti karena wasit meminta mereka menonton dalam diam.


Score berahkir dengan kemenangan 3A kelas Doni. Banyak ciwi ciwi bersorak  sorak dan berteriak teriak menyebut nama Doni. Sedangkan Doni masa bodo saja, setelag bersalaman dengan rivalnya dan wasit, Doni menghampiriku dan mengambil botol minuman ditangan Susi dan menegaknya cepat.


"Ini Kak, ada minuman isotonik buat Kak Doni." Salah seorang siswi 2C menyodorkan sebotol minuman dingin.


"Makasi yaa." Susi langsung menyaut minuman yang menyegarkan itu.


"Nanti pasti diminum sama Idon." Tambah Susi sambil menyebut panggilan kecil Doni.


"Iya terima kasih." Doni menjawab segera agar si siswi itu segera pergi. Tapu bukannya pergi malah dia tercengang melihat Doni.


Lalu Susi menyeret Doni pergi menjauh.


"Kamu kan sudah minum, ini biar aku dan Anin yang minum."


"Don, kamu udah balas surat cinta para penggemarmu, mereka tadi berisik katanya kamu belum balas." Tanya Susi sambil menutup mulutnya menahan tawa.


"Heleh, ora ngurusi." Jawab Doni sarkas.


(Tidak peduli )


"Lah kan kasian ya, mereka nanti aka terus  berharap lo Don."


"Iya lo Kak, mana ada banyak lagi." Tambahku


"Aku tuh sukanya sama yang lain, bukan sama mereka."


"WHATS." Teriakku dan Susi bersamaan.


"Siapa ,siapa." Tanyaku lagi bersamaan dangan Susi.


"Ada deh kalian tahu kok orangnya." Hah, kita berdua melongo karena penasaran.


▪▪▪▪▪▪▪▪▪


Mata bisa melihat dengan jelas, namun hati bisa melihat dengan jujur.


Sebuah Pesan


Hidup...


Adalah sebuah perjalanan


Hidup...


Adalah sebuah rentang waktu yang ada batas akhirnya


Dan batas akhir hidup adalah kematian.


Maka itu...


Selama rentang waktu itu masih ada,


kita harus memanfaatkan dengan sebagik-baiknya.


Isilah rentang waktu itu dengan daya dan uoaya nyata...


Raih dan gapailah cita-cita dan impian,


selama kita masih merasa mampu.


Jangan mudah puas dengan apa yang ada,


dan jangan mudah menyerah apalagi putus asa dalam usaha.


Karena berhasil tidaknya kehidupan kita, ditentukan oleh kita sendiri.


Jadi...


Jangan coba mengiba atau meratap,


karena semua tak ada gunanya


(RYOPEDIA)




Happy membaca. Jangan lupa like, koment dan votenya . 🤗🤗🤗🤗