HIDAYAH

HIDAYAH
20. Flash Back Part 4



Yakinlah bahwa setiap kesulitan ada kemudahan. Setelah kamu melewati semua kesulitan ini, kamu pasti akan mendapatkan udara segar kemudian. Kamu pasti akan berhasil.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Duduk disini dekat Ummi," Ummi menepuk kursi sofa lesehan khas timur tengah, yang menjadi tempat duduk kita.


"Gimana, apa yang Yunar rasakan? ... eh Nar kamu cantik juga lo, kalau pake kerudung," puji Ummi sambil merapikan kerudungku. Dan aku pun tersipu malu, sambil kutundukkan wajahku.


"Sekarang ceritakan? Apa yang Yunar inginkan," tanya Ummi sambil meraih tangan kananku, seperti memberiku kekuatan bathin.


"Umm, bolehkah saya mengetahui islam lebih dalam, sebelum saya menyerahkan jiwa raga ini!"


"Apa yang ingin kamu ketahui, tentang agama Ummi?"


"Semuanya Um, semuanya tentang islam."


"Islam itu mudah, islam itu simple. Datanglah kesini setiap waktu, belajarlah perlahan. Pahami sedikit demi sedikit, bukankah Yunar juga harus berbakti pada kedua orang tua," tanya Ummi. Aku pun mengangguk.


"Tapi ada beberapa hal yang harus Yunar ingat.


Pertama, jangan menghina gurumu yang sebelumnya.


Kedua, jangan menjelekkan agamamu yang sebelumnya.


Ketiga, jangan sungkan untuk mempelajari agama lain, cobalah ajaran agama yang lain, mana tahu kamu lebih nyaman dengan agama tersebut.


Dan yang terakhir, kalau misalnya kamu tidak perlu menjalankan tradisi kemusliman, untuk menjaga keharmonian, agar tidak terjadiΒ chaos atau kekacauan, ya sudah jalani saja yang ada. Paham maksud Ummi?"


"Yang terakhir, maksudnya apa ya, Umm."


"Yunar ingin pernikahan yang seperti apa ?" tanya Ummi balik.


"Pernikahan yang harmonis, tapi orang tua tidak mengijinkan saya untuk berpindah keyakinan. Sedangakn syarat harmonis bagi saya adalah sependapat dan sekeyakinan," imbuhku.


"Simple saja, pelajari terus islam. Tidak perlu Yunar tunjukkan kepada orang lain, cukup jalani sendiri, dengan didampingi orang-orang yang paham. Tidak perlu mengumbarnya, agar tidak mengacaukan keadaan. Tapi jika keadaan berbalik, Yunar harus tetap menjalani semua seperti sedia kala, sebelum Yunar ada pendamping yang tidak akan meninggalkamu. Paham?"


Aku mencoba memahami maksudnya, tapi tetap saja otakku tidak mampu berfikir jernih.


"Pergilah tidur, semoga dengan tidur, Allah akan memudahkanmu menemukan jawabannya." Dengan senyum, Ummi mengulurkan tangannya. Dan aku pun mencium punggung tangannya dan berlalu pergi.


Sudah dua malam aku disini, sebentar lagi Bang Ito pasti datang menjemputku. Hari masih gelap tapi, kami sudah berada didapur untuk menyiapkan api.


Tungku tanah siap dinyalakan, untuk memasak air. Setelah api menyala mereka semua pergi untuk sholat subuh berjamaah.


Menjelang siang, aku dijemput Bang Ito.


"Cantik Cay, kamu pake baju ini."


Pandangan mendamba dari Bang Ito benar-benar terlihat jelas. Dan aku semakin dibuat malu oleh ucapannya.


Setelah kita berpamitan dengan semua, kami pun bergegas kembali, Bang Ito membawa mobil kantor. Dalam mobil, aku membuka kerudungku.


"Kenapa dibuka, belum sampai mess. Pakai lagi," perintahnya.


Tanpa banyak kata, aku pakai kembali kerudung bunga pink ini.


"Ini baju Kak Shanti, ya Bang?"


"Makasi ya Bang, udah mau ngertiin aku selama ini."


Sejenak kita, saling pandang saat mobil telah terparkir rapi. Tatapan kita bertemu dan entah siapa yang memulai, yang jelas sekarang aku sedang memeluk Bang Ito dengan erat. Begitu pun sebaliknya, pelukan yang membuat kita lupa.


Senyum manis dari bibir Bang Ito, membuatku malu. Diacaknya rambutku dan berkata,


"Udah masuk sana, nanti malam Abang jemput. Pake motor tapi, kita jalan jalan."


"Abang tunggu aja didepan kampus, kayaknya aku sampai jam tujuh, bisa lebih!"


β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹β—‹


Hari-hari berlalu, ujian skripsiku pun sudah diterima dan sidang sudah didepan mata. Waktu semakin dekat, tapi orang tuaku tidak menunjukkan tanda-tanda restu aku berpindah agama.


Terlihat dari setiap Abang datang kerumah, seperti tempo hari, Mama tetap teguh dengan pendiriannya. Bahkan Mama juga sudah mengungkapkan langsung kepada Abang.


Merestui tapi tidak mengijinkan aku berpindah keyakinan. Bahkan Mama meminta pernikahan sipil dua agama. Abang hanya tersenyum mengiyakan, seperti ada sesuatu yang Abang rencanakan.


Aku disini hanya bisa pasrah mengikuti alurnya saja. Yang jelas setelah aku sering bertemu Ummi, membuatku semakin yakin untuk mengikuti islam.


Tapi aku juga tidak semata mata menunjukkan kepada orang tuaku, aku menjaga perasaan mereka.


Tapi aku sudah menemukan kedamaian saat aku, berkunjung ke Pondok. Dimana Ummi selalu menjawab, setiap keingintahuanku, dengan teori yang masuk akal. Dan dari sumber-sumber yang jelas.


Tapi aku belum mengucapkan syahadat, aku belum siap lahir dan bathin. Karena jika aku sudah berucap, maka aku harus menjalankan kewajibanku.


Sedangkan aku, masih belum berani menghadapi kemarahan orang tuaku. Jika aku terang-terangan melakukannya didepan mereka.


Mungkin imanku belum cukup kuat, tapi Bang Ito memahami maksudku. Dan dengan sabar Bang Ito selalu mengarahkan aku untuk terus, menyakinkan hati.


Bahwa semua karena Allah, bukan karena pernikahan yang akan aku jalani.


"Semua karena Allah dan aku hanya sebagai perantaraNya. Jangan jadikan aku, sebagai alasanmu berpindah keyakinan. Tapi jika salah satu alasannya adalah aku, maka aku, tidak akan pernah melepaskanmu!" ucap Bang Ito.


"...."


"Mencintai Allah adalah setinggi-tingginya cinta. Sempurnakan cintamu pada Allah sebelum engkau melabuhkan cintamu pada makhluk-Nya". Ucapnya lagi dengan kecupan hangat dikeningku.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Bacanya diulangi ya, kalau belum paham. Jika anda adalah salah satu manusia pilihan Allah, maka anda akan mendapat hikmah dari sebait paragraf yang ada ditulisan ini.


"Hanya karena kamu tidak bisa melihat udara, bukan berarti kamu berhenti bernapas. Hanya karena kamu tidak bisa melihat Allah, bukan berarti kamu berhenti percaya."


......Minta likenya......


...komentnya juga jangan lupa...


...Kalau ada poin, bolehlah vote...


......Happy membaca......


...😘😘😘...