HIDAYAH

HIDAYAH
17. Flash Back Part 1.



Kasi like dulu


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Kak Yunar POV


Setelah penolakan Mama waktu itu, aku tak kembali keturun ke kota. Dan untungnya aku libur semester ditambah aku akan skripsi. Aku sudah dapat bahan dan segala bengeknya. Aku mengajukan klinik tempat Ayahku praktek. Dan sudah dapat persetujuan.


Aku tidak putus komunikasi dengan Bang Tito. Kami masih sering nge-break lewat stasiun radio amatir.Β  Dirumahku ada alat radio amatir yang biasa Ayah bawa jika kepedalaman.


Dan dengan itu kita terus berkomunikasi. Walau Mama menolak, tapi Mama tidak melarangku untuk menghubunginya. Walau dengan tidak terang terangan tapi Mama tahu saat aku mengeluarkan receiver radio keteras depan.


Kucari gelombangΒ  frekuensi radio yang diberikan Bang Ito kemarin. Setelah ketemu, aku menunggu sampai suaranya jernih. Lalu kutekan toots samping.


"Break.. Break.. Dicopy Roger, Break..break.. Disini dengan Delta Indian Delta Indian. Apa bisa dicopy Rojeeer."


"Dicopy, Ganti."


"Break. Sedang dicari Tomato Indian Tomato Oval. GANTI." Ucapku mencari Bang Ito dengan kode.


"Dicopy, tunggu sebentar. Break." Jawaban dari seberang.


Beberapa saat kemudian.


"Break, sasaran tiba. Dengan siapa?"


"DIDI" kusebut nama samaran nge-breakku


"Gimana kabarmu Cay, ganti."


"Baik Bang, Abang sendiri gimana?"


"Alhamdulillah. Kapan turun. Nanti aku jemput diRayon tempat mangkal bus perkebunan."


"Belum tau Bang, disini masih panas."


"Loh kenapa ?"


"Bang, maaf Mama tidak menyetujui hubungan ini." Sebisa mungkin aku tahan air mataku dan aku berusaha jujur dengan semua keadaan.


"Tidak masalah, asal kamu mau berjuang bersama untuk mendapat restu Mama. Aku siap menunggu, tapi kalau kamu minta aku berjuang sendiri, aku gak sanggup. Aku mundur. Kamu maukan berjuang bersama sama ?"


"Iya aku mau, mau banget." Jawabku tercekat karena menahan isak tangis.


"Pikirkan baik baik, kalau kita menikah nanti aku tidak bisa berpindah keyakinan untuk mengikutimu. Tapi aku juga tidak bisa hidup seatap dan berbagi udara diruang yang sama dengan orang yang berbeda keyakinan."


"Apakah aku berdosa jika aku meninggalkan keyakinanku."


"Jelas berdosa, tapi akan lebih berdosa lagi jika kamu berpindah keyakinan tapi tidak bisa menyakini, keyakinan barumu. Tapi jika kamu mampu menyerahkan jiwa dan ragamu kepada keyakinan barumu, insyaalloh tidak akan ada keraguan dihatimu. Bahkan kamu akan memdapat pegampunna dosa karena telah meninggalkan agamamu. Insyaalloh."


Aku terdiam sejenak mencerna semua perkataan Abang. Lalu ku dengar suara anak kecil menangis, lalu kudengar suara wanita yang tak asing bagiku.


"Eh, Abang dirumah ya. Kok ada suaraΒ  Mama Ajeng."


"Iya Cay."


"Berarti tadi suara Mas Irsyad ?"


"Iya, kenapa ?"


"Lagi bahas kamu, aku g mau lama lama lagi."


"Tapi Bang kita belum mengantongi restu orang tuaku." Aku terisak, jebol sudah pertahananku.


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


Tito POV


Kuletakan HT dimeja ruang keluarga, kusandarkan kepalaku disandaran sofa panjang.


"Gimana To, benerkan kata Mama, orang tua Yunar gak setuju ?"


"Iya Ma, barusan Yunar cerita. Tapi bolehkah kami berjuang bersama sama Ma ?"


"Mama, cuma bisa mendoakan yang terbaik buatmu nak. Jika kamu bisa membawanya kejalan Allah, maka ini akan jadi ladang pahalamu. Namun jika tidak, insyaalloh akan ada ladang pahala yang lain yang Allah telah siapkan untukmu." Ungkapan semangat dari Mama, mambuatku tambah yakin.


"Mas, tadi Anin bertanya. Apakah berdosa jika meninggalkan keyakinannya. Aku jawab. Berdosa. Aku tidak bisa menjelaskan secara gamblang apa yang aku ketahui Mas, aku tidak mau menyikitinya dengan pengetahuanku. Untuk sekarang aku hanya menyakinkan hatinya dulu agar dia tidak ragu mencari restu bersama." Aku berucap dengan helaan nafas panjang.


"Sudah benar caramu mengungkapkannya, kita tidak berhak menjugde agama lain kepada orang yang masih menyakininya. Kita boleh menjelaskan kepada orang yang benar benar ingin mencari tahu, tapi bukan kepada orang yang sedang resah menentukan pilihan." Jawab Mas Irsyad menenangkanku.


".."


"Pertanyaanku To, apakah Yunar yakin akan berpindah mengikutimu. Karena menikah dengan beda keyakinan itu diharamkan setelah kejadian dari Putri Rasullulloh Zainab dan


Abul Ash Bin Rabi. Saat Zainab masuk Islam, Abul tidak langsung masuk Islam sehingga selama dua tahun mereka dipisahkan oleh Rasulullah.


Kemudian, setelah Abul menjadi mualaf, Rasulullah mengembalikan Zainab dan menikahi putrinya kembali dengan Abul. Abul Ash meninggal lebih cepat daripada Zainab."


".."


" Semua tertulis jelas dalam Quran surat al-Mumtahanah ayat 10. Larangan kita menikahi wanita wanita kafir. Saat Zainab masuk Islam, Abul tidak langsung masuk Islam sehingga selama dua tahun mereka dipisahkan oleh Rasulullah. Kemudian, setelah Abul menjadi mualaf, Rasulullah mengembalikan Zainab dan menikahi putrinya kembali dengan Abul. Padahal betapa cintanya Zainab kepada suaminya, sampai sampai beliau berkorban membebaskan suaminya saat menjadi tawanan dengan kalung peninggalan Khadijah sang ibu Zainab." Jelas Mas Irsyad.


Sejenak kita semua terdiam.


"Ketika kamu menggenggam restu, maka kamu akan menggenggam kebahagiaan.


Memperjuangkan restu menjadi pembuktian keseriusan hubunganmu. Meraih restu adalah salah satu tantangan yang perlu dilalui dalam cinta. Ketika kamu bisa mendapat restu, maka kamu akan mendapatkan cinta seutuhnya. Ketika dua insan sepakat untuk menjadi satu, maka tidak ada penghalangan yang bisa mematahkan semangat untuk bersama. Hilangkan kata menyerah dari pikiran untuk mendapatkan restu kebahagiaan. Semua orang mengalami hambatan dalam perjalannya. Jangan menyerah untuk meraih tujuan. PAHAM KAMU?" Tambah Mas Irsyad lagi panjang lebar.


Ucapan Mas Irsyad, seperti air dingin yang menyejukkan disaat aku berda ditengah tengah padang tandus. Semangatku bertambah 100x lipat.


"Serahkan semua kepada Allah dulu baru kamu akan tahu kemana kamu harus mengawali langkah perjuanganmu." Gempuran semangat dari Papa jugaΒ  sangat menyejukkan. Dan sekarang aku tahu kemana aku harus melangkah lebih dulu.


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan, dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri." -Buya Hamka


Berusahalah dengan sebuah harapan yang kamu impikan, dan dampingilah usaha tersebut dengan kesabaran dan keikhlasan


○○○○○○○○○●●●●●●●●●


Segini dulu ya gaes.


Happy membaca


Jan lupa koment dan like. Jika berkenan monggo divote yaa. 😘😘😘