HIDAYAH

HIDAYAH
16. Galau



Karena hanya mimpi yang bisa mengingkari kenyataan. Mari menguras rindu tanpa belas kasihan. Selama membaca. Kasi like dulu yaaa..


💕💕💕💕💕🌬🌬🌬🌬🌬💕💕💕💕💕


Kak Yunar POV


"Mas, dalam beberapa waktu ini. Anin sering tanya tentang perasaan aneh yang dia rasakan, sama seperti perasaan yang aku rasakan dahulu. Aku tidak berani mengungkapkan Mas, karena Mama pernah mengultimatum kalau Anin masih tanggung jawabnya. Jangan bawa dia menyingkuri aku. Jadi aku g bisa bilang tentang perasaan yang aku rasakan padanya Mas." Curhatku saat kami masih berada dalam Mushola.


"..."


"Kemarin dia minta ijin ikut kepengajian, karena kebetulan Mama gak ada. Jadi aku ijinin, tapi aku wanti wanti jangan cerita kemama."


"Bagus itu dek, pasang jebakan aja seperti itu, agar kamu nanti tidak disalahkan Mama, jika Anin memilih sepertimu." Sahut Kak Santi.


"Pasang jebakan gimana Kak ?" Tanyaku lagi.


"Ya... misalnya, kamu taruh buku buku bacaan islami. Nanti dia akan penasaran terus dia baca buku itu. Nah ini kan termasuk jebakan." Jelas Kak Santi.


"Kita juga tidak bisa mengarahkan dia, karena memang dia masih dalam tanggung jawab Bu Indar. Apalagi Bu Indar sudah mewaspadai masalah ini. Apa dia sudah malas pergi kegereja ?" Tanya Mas  Irsyad lagi.


"Gak itu, masih aktif pergi sama Mama. Cuma sudah jarang ikut Kebaktian remaja. Dia hanya ikut Kebaktian minggu."


"Ya udah kita doakan aja agar Bu Indar dilunakkan hatinya. Dan Anin juga bisa menemukan keyakinan yang terbaik." Ucap Papa.


"Ayo Nar, kita siapkan makan siangnya. Mas, panggil Anin diruang tamu yaa. Sama Mama, lagi ngobrol serius kayaknya."


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Dimeja makan ada beberapa jenis makanan, ada bakso urat kesukaan Kak Yunar. Dan ada gado gado yang masih berpisah satu sama lainnya.


Gado gado cingur ini bukan makanan khas mana mana. Ini adalah ideku dulu yang suka makan gado gado dan tidak suka makan rujak tapi doyan sama cingurnya ( mulut sapi ).


Kalau gado gadonya sendiri bukan  makanan khas dari mana mana. Tapi dilansir dari sebuah berita kalau gado gado itu awal mulanya dari Betawi.


Tapi gado gado yang aku makan ini beda sekali dengan gado gado betawi. Kalau gado gado betawi bumbunya kacang aja. Tapi gado gado aku ini kacangnnya dimasak dengam santan, jadi lebih gurih dan sedap .


Alhasil, dulu setiap beli makanan  ini sepulang dari gereja, Ayah selalu bilang. "Rasanya gado gado tapi harganya rujak cingur."


Acara makan siang yang begitu hangat, ditemani dengan obrolan obrolan kecil. Yang aku sendiri tak paham apa itu.


Sampai hari menjelang malam, kami berpamitan. Keluarga Mas Irsyad sudah pulang dari sejam yang lalu. Banyak pesan yang Mas Irsyad sampaikan padaku.


"Bersiaplah menghadapi hal yang paling buruk dalam hidupmu, maka engkau akan selalu merasakan ketentraman ."


Dalam perjalanan pulang kerumah, aku lebih banyak diam. Aku memikirkan ucapan Mas Irsyad tadi. Apa makna dari kata kata itu, aku bener bener tidak paham.


Rumah sudah dalam keadaan sepi, bibi sudah pulang. Bibi cuma datang tiap hari pada jam enam pagi dan pulang jam lima sore.


Aku langsung masuk kamar depan untuk menidurkan Bima, sedangkan Kak Yunar sedang sibuk bertelepon ria dengan suaminya. Yang katanya akan on the way sebentar lagi.


"Sudah dibelikan rengginang lorjuknya Bang, sama petis madura yang agak cair itu loo yang warna merah."


"..."


"Hemmm, iya. Ya sudah hati hati dijalan. Anin tidur dikamar depan sama aku."


"..."


"Iyaa sayang, muach."


"Hp dicium, kayak yang g bakal ketemu aja." Jawabku gerah melihat kemesraan mereka


Setelah Kak Yunar sholat, aku melihatnya membuka Alquran. Dia membacanya dengan pelan dan terbata bata. Aku tatap lekat lekat saat Kak Yunar terus membaca walau kadang masih diulang ulang karena salah.


Aku benar benar tidak menduga belum genap tiga tahun usia pernikahan mereka. Tapi Kak Yunar sudah bisa membaca walau belum fasih.


Kapan waktu belajarnya, jam kerja mereka padat. Ketemu juga cuma malam hari, jika Kak Yunar pulang kerja. Kadang juga gak ketemu kalau mereka beda jam tayang. Bahkan berpisah untuk waktu yang lama karena Dinas luar kota.


"Sejak kapan Kakak bisa baca Alquran, kapan belajarnya ?" Tanyaku setelah Kak Yunar selesai melipat mukenanya.


"Sudah lama dek, sejak nikah udah diajari huruf Hijaiyah sama Abang. Selama masih tinggal dikost dulu."


"Tapi aku kok gak pernah denger Kakak baca selama ini."


"Ya kan bacanya pelan, pintu tertutup. Jadi pasti kamu gak dengar."


Drrrt drrrt drrrt


Hp ku berbunyi , ada panggilan dari nomor yang tidak aku ketahui.


"Siapa dek, angkat lah."


"Nomor asing, gak tau siapa. Biarin aja males aku udah malam ini." Padahal masih belum pukul delapan malam.


"..."


Drrttt drrrttt


Hp ku berbunyi lagi.


"Siapa sih kok maksa bin ngeyel banget nelponnya." Gerutuku saat tau nomor asing itu menelepon lagi.


"Hallo , selamat malam."


"..."


"Dapat nomor hp ku dari mana Kak."


"..."


"Oh...., Kak maaf yaa. Disambung besok lagi aja yaa. Aku lagi nemenin bayi kakaku tidur. Takut nanti bangun."


Tut.


Aku langsung memutuskan sambungan telepon dengan sepihak.


"Siapa sih Dek. Penggemar rahasia yaa."


"Ihh.. emboh."


"Hahahaaaa, kok muka ya sebel gitu. Dikejar


kejar ya.?"


"Males aku Kak, sama orang orang kayak gini ni."


"Bukan malas Dek, itu karena kamu g suka. Coba kalau suka beda cerita lagi. Lagian lo, kamu juga masih SMP kelas 1 lagi. Udah laris manis kayak permen. Hahahahaaa."


"Ih... apaan sih g jelas banget. Aku tuh masih polos, masih g ngerti yang namanya cinta cintaan. Lagian masak air saja masih gosong,  sudah mau pacaran."


"Iya iya iya. Adekku emang polos dan tiada duanya."


"Kak, aku tiba tiba rindu bau kabut, embun yang tebal turun menerpa wajahku. Aku rindu rumput asam bunga pink, bau tanah yang bertemu bunga cengkeh dan bunga kopi. Aku rindu tempat aku dilahirkan. Disini panas berdebu, lihat kulitku jadi eksotis. Kapan Kak kita bisa kesana lagi."


"Ngawur, mau tidur dimana. Rumah kita yang dulu udah ditempati mantri yang lain. G ada hotel disana. Mau tidur dirumah ADM yang didepannya pohon durian."


"Ih g mau, disana sering ada kejadian aneh aneh dan selalu ada yang kesurupan, seringnya anak anak KKN ya Kak."


"Hooh."


"Ayo dong Kak cerita gimana Kakak dapat restu. Gak usah tidur kita, sekalian nunggu Mama datang."


"Hemmm iya deh."


Mulailah Kak Yunar bercerita kisah cintanya yang penuh perjuangan dan air mata.


"Dulu, setahun setelah pertunanganku kandas. Bang Ito nembak, tapi kita udah sering jalan bareng. Nonton, makan, atau sekedar jalan jalan ketaman."


"..."


"Aku g jawab langsung, tapi aku php sampai tiga bulan. Baru aku iyakan. Selama pacaran itu Bang Ito tahu kalau aku bukan muslim. Setelah pacaran satahun lebih, aku kenalin kerumah, aku bawa keperkebunan. Waktu itu kamu masih kelas 3 sd kalau g salah."


Kak Yunar terdiam seperti sedang mengingat ingat sesuatu.


FLASH BACK


Hari masih siang saat Bang Ito antar aku pulang keperkebunan. Ujian semester sudah aku lewati, kami berdua berbocengan pakai motor gede. Jalanan yang sulit karena banyak batu dan sempit tapi tak membuat semangat Bang Ito berkurang.


"Ini nih tantangannya kalau jalan dilereng gunung. Nasib baik bukan musim hujan. Pasti longsor yaa Cay ?"


"Iya longsor, tapi kadang tetap aja kita terabas. kalau gak diterabas kita g mungkin nunggu bala bantuan. Cuma longsornya dikit, paling jalannya licin aja. Jadi motor dituntun aja tapi dalam keadaan mesin menyala biar g berat nariknya."


Sesampainya dirumah kita disambut dengan ramah. Kami berempat berbincang bincang dan Bang Ito juga menceritkan hubungan kita dan kemana dia akan membawa hubungan ini.


Setelah kepulangan Bang Tito dari perkebunan Mama memberondongku dengan berbagai pertanyaan dan berahkir dengan pernyataan.


"Mama tidak setuju kamu dekat dengan orang yang tidak seiman dengan kita."


JEDDER.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Sekilas Pesan.


Adakalanya kamu harus menjalani hal yang buruk didalam hidupmu. Ada banyak hal yang terjadi yang sebetulnya tidak kamu inginkan. Sedih dan sangat terluka dengan kejadian yang menimpamu. Namun jangan pernah lupa bahwa semua yang terjadi padamu atas kehendak Tuhan yang maha esa.


Bersandarlah hanya kepadaNya, berprasangka baiklah meski menurutmu kejadian ini buruk untukmu. Mencoba menerima ketentuannya dan berusaha mengikhaskannya, maka hal baik akan segera datang padamu.


Jangan lupa kasi like dan koment. Kalau boleh minta Vote nya juga yaa.