
Judul ini sudah dipake oleh para othor seniorku. Juskelapa dan chida. Sehat selalu buat kalian, yang selalu ada buat aku.
Dan juga buat Gallon yang selalu siap sedia mendampingi emosiku.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Sesampainya dirumah, Kak Yunar sudah tidur. Terlihat dari rumah yang sudah gelap. Doni tak langsung pulang tapi menungguku sampai masuk kedalam rumah.
Saat aku hendak menutup pintu, tiba tiba lampu menyala, seketika aku kaget dan menoleh kebelakang.
"Ngagettin aja Kak, untung jantungku gak berhenti berdetak."
"Hihii, gitu aja kaget. Ayo kebelakang sekalian kamu cuci kaki. Tidur sama sama dikamar depan." Ajak Kak Yunar.
"Gimana tadi acaranya, rame ?" Tanya Kak Yunar saat kita sudah rebahan diatas kasur.
"Banget Kak. Penuh. Banyak penjual juga"
"Gak usah cerita Mama yaa. Nanti Mama marah dikiranya aku yang ajak ajak atau yang gimana gimana. Aku cuma jaga perasaan Abang aja."
"Kakak, gimana sih ceritanya bisa deket sama Bang Tito ? Terus kok disetujui nikah. Cerita dong Kak."
"Panjang dek ceritanya, penuh perjuangan dan air mata. Dulu aku tuh deket sama Samuel, taukan adeknya Sis Yane yang rumahnya diGelugur Raya."
"Oh, yang itu yang banyak jerawatnya ya ?"
"Iya bener. Kita udah mau tunangan waktu aku mau wisuda. Tapi Tuhan Maha Segalanya. Semua yang buruk ditunjukkan-Nya, dia selingkuh dek. Ketauan temenku lagi nonton, aku dikabari terus aku cek dan ricek. Beneran dia lagi gandengan mesra sama cewek bahenol dek. Uhhhhh ."
"..."
"Aku samperi dek, aku tanyain siapa dia. Eh gelagepan. Terus aku bilang langsung, lusa aku dan keluargaku kerumahmu, kasi tau mami ya. Sambil aku tepuk bahunya dek, dia ngejar aku sih. Tapi aku udah sakit hati."
"..."
"Terus lusanya kita bertiga dateng kerumahnya. Aku ngabari mama lewat telepon kantor ADM. Kita acaranya mutusin pertunangan, dianya gak mau. Dia juga nggak ngaku kalau punya cewek. Tapi aku udah merasa diijak injak harga diriku."
"Terus ketemunya sama Bang Ito pigimana."
"Sabarlah, setelah putus. Samuel selalu neror aku, dengan segala cara. Nah suatu hari aku dicegat diperempatan dekat kampus. Dia seret seret aku, terus ada Bang Ito sedang lewat aku ditolongin. Aku udah babak belur dek, aku jatuh dari motor. Sebelum diseret aku dipepet dulu sampai jatuh."
"Dari sana aku kenal Bang Ito, tiap Bang Ito tugas selalu kawal aku. Kalau sedang gak bertugas dia malah antar jemput aku. Tapi pake motor sendiri sendiri. Samuel g berani berulah kalau diarea messku. Beraninya kalau udah deket kampus."
"Lah kenapa ?"
"Gak tau, udah ah ayo tidur."
"Ih belum cerita yang sampai Bang Ito membak terus, perjuangan Kakak sampai kepelaminan gimana." Geramku.
"Besok aja, lagi g mood cerita itu. Ingat samuel jadi sebel. Iiihhh "
"Eh Kak, tadi ya aku lihat wajah penceramahnya it..."
"Pak KYAI dek, beliiau Ulama. Panggilannya Pak KYAI." Potong Kak Yunar cepat.
"Ah iya, Pak KYAI nya tadi itu ya Kak bersinar banget Kak wajahnya. Padahal beliau gak putih Kak. Tapi auranya itu lo, berbeda sekali."
"Oh itu dari air wudhu dek, wudhu dapat membuat wajah kita nampak bersih bercahaya dan bersinar. Karena ketika berwudu kita membersihkan kotoran-kotoran serta debu yang menempel di wajah kita. Tidak hanya itu gerakan dalam berwudu seperti mengusap wajah dengan air seperi itu bagaikan kita sedang memijat atau merefleksi otot-otot wajah kita." Jelas Kak Yunar
"Oh gitu , aku mau ikutan ah berwudhu. Gimana Kak caranya ?"
"Dek syarat utama berwudhu itu, islam Dek. Kalau kamu mau wudhu boleh saja, tapi tidak akan ada fadilah apa apa."
"Fadilah ?"
"Manfaat Dek."
Aku mengangguk angguk paham.
•••••••••••••••••••••••••
Pagi menjelang, saat kubuka mata aku tak hanya tidur berdua dengan Bima. Karena masih suasana liburan, rasanya enggan beranjak dari gelungan selimut. Ditambah bersama Bima dengan posisi saling bergelut.
"Ayo bangun bangun, kita cari sarapan kealun alun kota, mumpung masih belum panas."
Aku langsung beranjak bangkit.
"Bang, aku pergi kealun alun yaa, sekalian cari sarapan."
"..."
"Oh oke, nanti aku liatin yaa"
Tut, bunyi suara telepon.
"Ayo Kak, Bima udah aku ganti bajunya. Tinggal pake jaket." Bayi gembul berusia 3 bulan ini sudah membuka matanya lebar lebar. Seperti tau akan diajak keluar.
"G papa Kak pake motor jauh jauh bawa si Bima ?"
"Kita pake mobil, tapi ambil dikantor Roxy Squer."
Alun alun kota sudah sangat ramai padahal waktu masih menjukkan pukul enam lewat dikit. Banyak orang berlalu lalang dengan segala kegiatannya.
Pagi ini kami sarapan nasi pecel yang disajikan dengan beralaskan daun jati. Ramai pembeli sedang antri, nasib baik kita dikasi dulu karena melihat Bima yang sudah gelisah waktu kita mengantri.
Nasi pecel yang murah dan enak, benar benar jadi tujuan utama kami hari ini.
"Dek, minggu depan aku udah mulai dinas lagi. Kamu bantu bantu mama jaga Bima ya. Aku mau cari orang buat asuh Bima, sama Mama g dikasi. Padahal biar Mama g capek, mauku Mama jadi mandor aja dirumah."
"Kerjaanya cuma tidur setelah pulang sekolah, sok sok'an minta jatah."
"Hahahaahahhaaaa, ya kalau ngantuk, tidurlah aku."
"Dasar."
•••••••••••••••••••••••
Sesampainya dirumah, Kak Yunar langsung sibuk dengan si kecil.
"Dek, bilangin sama si Bibi, gak usah masak. Entar lagi kita mau pergi kerumah Utinya Bima. Kamu cepet mandinya gantian."
"Oke, deh" jawabku riang.
Dalam perjalanan yang tak begitu jauh hanya 20km dari rumah dengan akses jalan yang sedikit ramai, membuat jalan sedikit lama.
Bima langsung digendong oleh Bu Ajeng, dan jadi rebutan pas sudah sampai didalam rumah. Bima adalah cucu ketiga, dua cucu yang lainnya cewek cewek.
"Suamimu belum pulang ?" Tanya Kak Santi, Kakak tertua Abang Tito.
"Belum Kak. Nanti sore baru jalan pulangnya. Paling tengah malam baru sampai rumah. Makanya aku disuruh kesini katanya Kak Santi langsung balik . Kenapa g nginap Kak ."
"Besok ada acara pengajian dirumah, ini mau ngabari Mama supaya besok bisa datang. Kalau kamu mau ikut sekalian bawa Bima."
"Jauh Kak, nunggu Bima gedean sedikiit aja." Jawabku menolak. Lalu aku beralih menatap Anin yang sedang menggendong Bima.
"Anin, kamu jagain adek adekmu dulu yaa. Kita mau sholat jamaah." Pinta Kak Yunar.
Mereka semua berkumpul disebuah ruangan khusus sholat dirumah itu, mushola... iya mushola namanya. Sholat ini diimami oleh suami Kak Santi yang notabane nya seorang guru pengajar disebuah pondok didaerah rumahnya.
Kulihat dengan seksama setiap gerakan sholat mereka. Bima pun tenang dalam pangkuanku, kedua anak anak Kak Santi pun mengikuti gerekan sholat mereka tapi dengan diselingi candaan khas anak anak.
Setelah salam kanan kiri kulihat mereka saling berjabat tangan sungkem satu dengan yang lainnya. Pemandangan yang menyejukkan dimataku. Lalu aku bangkit dari dudukku dan berpindah keruang tamu.
"Kenapa aku selalu merasakan perasaan yang aneh seperti ini. Perasaan apa ini ?"
Saat Uti Bima datang dan mengambil Bima dari pangkuanku. Entah datang dari mana keberanian ini. Tiba tiba aku berucap
"Mama Ajeng, kenapa ya . Tadi pas aku lihat Mama Sholat kok ada ada rasa apa gitu dalam hatiku ya. Rasa yang ? apa ya , gak tau, gak bisa diungkapkan, hanya rasanya damai aja. "
"Saay kita sholat, banyak malaikat disekitar kita. Mungkin rasa itu timbul karena banyak malaikat turun dan sholat bersama. Makanya suasana berubah jadi adem, ayem, tenang dan damai."
"Oh gitu ya Ma."
"Ada apa Ma ?" Tanya Mas Irsyad suami Kak Santi.
"Oh ini lo, katanya adem liat kita sholat."
"Hemm, itu namanya iman dek. Semakin kamu rasakan akan semakin damai. Tapi kamu tidak akan bisa menemukan jawaban dari setiap pertanyaanmu kepada orang lain. Yang tau itu hanya hatimu. Coba rasakan dengan hatimu, nanti kamu akan dapat jawaban itu. Maka dari itu dek, pesan Mas buat kamu."
".."
"Bersiaplah menghadapi hal yang paling buruk dalam hidupmu, maka engkau akan selalu merasakan ketentraman ."
"..."
"Gak paham yaa, nanti kamu akan paham."
"Udah ayo kemeja makan, kita maem gadi gado cingur kesukaanmu, entar diabisi Busui lo." Ajak Mama Ajeng, dan membubarkan acara yang buat aku semakin bingung.
"Udah g usah bingung, sabar aja nanti kamu aka tau jawabannya."
"Hemmm SABAR TEROS." Jawabku dalam hati.
••••••••••••••••••••••••••••
Diriwayatkan, dahulu ada seorang laki-laki yang tinggal di pedalaman Arab. Orang ini memiliki seekor ayam, keledai, dan anjing yang sangat membantu dan berguna dalam hidupnya.
Ayam jantan membangunkannya untuk shalat Subuh, keledai membantunya mengangkat barang-barang bawaan dan anjing menjaganya dari gangguan orang-orang jahat.
Pada suatu hari datanglah serigala memangsa ayam jantannya. Orang ini sangat sedih dengan kematian ayam kesayangannya itu. Tapi, karena taat kepada Allah, ia berkata, Semoga keja dian ini menjadi kebaikan.
Beberapa hari kemudian, serigala itu datang lagi dan memangsa keledainya. Ia pun bersedih hati karena tidak ada lagi binatang yang akan membantunya membawa barangbarang.
Tapi, ia berkata, Semoga kejadian ini juga menjadi kebaikan.
Beberapa hari kemudian, anjing ke sayangannya pun mati sehingga mem buat ia makin bersedih hati. Namun, ia tetap saja mengatakan dengan penuh kesabaran, Semoga kejadian ini juga menjadi kebaikan.
Setelah kejadian yang membuat sedih hati itu berlalu beberapa waktu, ketika ia bangun pada suatu pagi, ia kaget karena melihat orang-orang di sekelilingnya telah ditawan. Yang tersisa hanyalah ia dan keluarganya.
Ternyata, mereka ditawan karena memiliki binatang-binatang peliharaan yang selalu menimbulkan keributan.
Sementara itu, ia dan keluarganya selamat karena ayam, keledai, dan anjing yang sebelumnya menjadi milik nya telah tiada dimangsa serigala.
Kematian binatang-binatang tersebut telah menjadi suatu kebaikan baginya sesuai dengan yang telah ditakdirkan Allah.
Ingatlah setiap kejadian yang menimpa pasti ada sebuah kebaikan, jika kalian orang orang yang mengetahui.
●●●●●●●●●●●●●●●●
Happy membaca ya gaes. Jan lupa like dan Komentnya. Rate juga.
Kalau ada recehnya juga boleh. 😘😘😘😘