
Maaf cerita masih flat yaa. MC nya masih kecil.
💕💕💕💕💕💕💕
Beberapa minggu berlalu setelah aku mengamuk disamping kelasku. Banyak diantara mereka yang merubah cara pandangannya padaku. Aku juga sudah menceritakan masalah ini pada Bang Tito dan menjelaskan bagaimana kejadian waktu itu.
Sekarang setiap hari jum'at, aku selalu bawa motor warisan Ayah, Vespa Congoku. Aku titip motoŕku ditempat tinggal warga sekitar sekolah, begitu juga dengan Gankku.
Seperti hari ini aku berboncengan dengan Susi, Doni pun membawa motor Rx kingnya berboncengan dengan Bram. Anjas pun tak mau kalah dia bawa motor Susuki Bravonya.
Banyak kasak kusuk terdengar sejak aku bawa motor. Dan setiap pulang kita semua berganti posisi. Aku bersama Doni dengan congoku dan Bram bersama Susi.
Setiap jum'at siswa siswi hanya bersekolah sampai jam 11 siang saja. Dan kebetulan hari ini kami akan mengunjungi rumah wali kelas Doni, Pak Bambang karena beliau tertimpa musibah. Beberapa hari lalu kecelakaan tunggal sepulang mengajar.
Sebelum pergi kerumah Pak Bambang kami singgah dimasjid, sedangan kami para ciwi ciwi menunggu diwarung kopi sekitar masjid. Kami membawa buah tangan ,dan buah tangan yang kami bawa adalah hasil dari donasi beberapa siswa. Karena terhalang masalah kendaraan, siswa yang lain tidak bisa ikut menjenguk.
Ternyata rumah Pak Bambang jauh juga, sesampainya disana kami disambut oleh istri beliau yang berprofesi sebagai Bidan dan sudah memiliki ijin praktek dirumah. Kami langsung dibawa menuju kamar Pak Bambang, karena beliau belum mampu duduk.
Luka memar dan luka baret menghiasi disekujur tubuh beliau. Nasib baik tidak ada cidera yang serius. Kita semua berbincang bincang, dan Pak Bambang pun bertanya masalah kegaduhan yang terjadi padaku. Lalu aku menjelaskan duduk perkara mulai dari masalah PERSAMI. Dan beliau mengangguk angguk paham.
"Berhati hatilah dalam bergaul, berteman sewajarnya, jangan kalian sia siakan masa masa sekolah. Karena masa masa ini tidak akan terulang lagi. Gunakan sebaik baiknya waktu kalian untuk belajar. " Pesan panjang lebar dari Pak Bambang, beliau selaku kesiswaan disekolah kita.
Sore menjelang, kita semua pamit undur diri. Tapi karena takut kehabisan waktu sholat ashar, mereka sholat dulu dimasjid dalam perjalanan pulang.
"Ma, aku pulang. Ma. Mamaaaaaa...." Teriakku mencari mama.
Saat kulihat Mama berada dikandang ayam, sedang menutup pintu.
"Ma, aku bawakan batang anggrek Dendobrium. Tadi aku minta dirumah Pak Guruku." Aku menyerahkannya kepada Mama. Sebetulnya ini hanya tipu daya agar aku tak kena marah.
Mamaku suka sekali mengoleksi bunga bunga. Segala macam bunga ada dihalaman depan. Dan disamping rumah sebelah barat ada rumah jaring untuk anggrek.
Setelah aku selasai mandi, Kak Yunar memanggilku.
"Dek, besok jangan keluyuran yaa. Kalau bisa ajak teman temanmu kerumah, kita mau repot. Bima mau Aqiqah." Kata Kak Yunar memberi tahu.
"Aqiqah apaan sih Kak?" Tanyaku
"Ayo kita kekamar, Bima sudah lelap. Tapi mau magrib, kamu pangku ya ?" Jawabnya sambil berjalan kekamar.
"Siniin, aku pangku pake bantal bulat gede ini yaa ." Pintaku saat sampai dikamar Kak Yunar
"Nah gini dek, Aqiqah dapat diartikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran bayi. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan memotong kambing dan dibagikan kepada saudara, tetangga, dan mereka yang membutuhkan.
Aqiqah kerap diidentikan seperti pemotongan hewan kurban saat Idul Adha, namun tentu niat dan tata cara pelaksanaannya berbeda. Dan tiap kambingnya juga berbeda jumlah yang dipotong. Kalau laki laki 2 ekor kalau perempuan 1 ekor saja."
"Oh gitu, berarti nanti kita makan daging embek dong Kak.?"
"Iya, nanti kita bikin sate dan gule, kamu mau masak kecap g ? Nanti biar dibuatin dikit, kamu kan suka dikecapin pedes gitu."
"Iya mau dong Kak, kecap sere yaa." Sambil kubayangkan makanan kesukaanku. Biasanya dari tulang rusuk sapi. Tapi ini akan jadi berbeda jika dari tulang rusuk kambing.
"Undang semua temen temenmu yang mau diundang, kita potong 3 kambing. Temen temen Abang bakalan datang banyak kayanknya."
"Ah siyap Kak, udah yaa. Aku mau kekamar. "
••••••••••••••••••••••••
Sabtu sore pun tiba, kami disibukkan dengan berbagai hal. Acara aqiqah akan dilaksanakan esok hari minggu. Dalam hati aku bersorak riang karena tak perlu datang kegereja.
Aku, Susi dan Husna melipat kardus makan, dibelakang mama membuat kue bersama ibu ibu sekitar. Nanti malam penyembelihan kambingnya, biasanya kambing disembelih tengah malam. Dan dibakar pada pagi hari setelah selesai pengulitan.
Jam 10 malam Susi and the Genk sudah pulang semua. Tinggal para ibu ibu sekitar yang menyelesaikan kue kue. Sudah menjadi kebiasaan bersama, jika ada tetangga yang mempunyai hajat seperti ini. Para tetangga saling bantu membantu, kami biasa menyebutnya Rewang.
Pagi menyapa, Bang Tito sudah bangun sambil menimang nimang Bima. Bau asap daru daging yang dibakar sudah mencemari udara pagi ini. Bau embun berganti bau sate kambing.
Aku bergegas membersihkan diri sebelum boom molotop meledak karena berleha leha. Jam masih menunjukkan pukul 5 kurang. Tapi suasana dibelakang sudah ramai ibu ibu, membuat bumbu. Ada yang memasak nasi dan sayur serta lauknya untuk sarapan bersama.
Dan biasanya ibu ibu yang datang paling awal, akan mengambil sedikit sarapan untuk dibawa kerumahnya. Untuk anggota keluarganya yang sudah ditinggal rewang. Biasanya itu untuk tetangga terdekat saja.
Setelah sarapan banyak para bapak bapak datang untuk membantu memasang tenda terop darurat. Karena pakai tenda terop milik Balai Rw setempat, jadi pemasangannya gotong royong.
"Dek, lihat suamiku. Ganteng sendiri yaa. Duh cakep banget papanya BimBim. Suamiku itu lo dek."
"Iya iya Kak cakep tiada duanya, udah ah g usah narsis deh. Dimana mana tuh ya. Milik sendiri itu emang top banget. Mau kayak apa juga paling bagus sendiri." Jawabku kesel.
Kak Yunar terus menatap suaminya lewat kaca riben kamarnya ya g berada didepan. Jadi kegiatan pasang terop jelas terlihat.
"Kak Minta uang buat ambil Ayam, kan masih kurang kemarin. Mama udah g ada uang." Lanjutku berkata setelah ingat tujuanku mencari Kak Yunar
Lembaran uang merah diserahkan padaku. "Kamu pegang ini semua, nanti klo lebih kasi Mama. Atau kamu kasi Mama aja dulu. Kurang ayamnya berapa duit ?" Tanyanya sambil menyusui Bima
"Kan kemarin udah dibayar separo Kak, tiga ratusan mungkin. Aku tanya Mama dulu deh ."
"Ya udah ini bawa kasi Mama, ambil buat pegangam kamu juga biar kalau mau beli beli apa langsung pergi. Motornya jangan lupa, diisi full yaa.?" Aku jawab dengan isyarat jempol dan telunjuk bertemu.
••••••••••••••••••••••••••••
Sore menjelang dan acara aqiqah akan digelar dengan mendatangkan seorang penceramah dari kalangan kepolisian. Beliau biasa mengisi acara acara keagamaan dikantor Polres , tempat Bang Tito dinas.
"Dari Samurah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya; ia disembelih hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih dari Tirmidzi."
Beliau sudah mulai berceramah
"Setiap amalan yang kita lakukan pasti ada hikmah maupun pelajaran yang bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita masih belum mengetahui sebenarnya apa tujuan atau manfaat dari setiap amalan yang dilakukan."
"Selain itu, dalam aqiqah kita juga membagikan daging dari hewan aqiqah yang telah disembelih dengan ketentuan sudah diolah terlebih dahulu (matang). Masakan yang sudah matang tersebut bisa kita bagikan kepada tetangga, teman, sahabat, dengan demikian bisa memperkuat ukhuwah (persaudaraan) di antara masyarakat Muslim."
"Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari ibadah aqiqah untuk anak-anak Muslim. Aamiin."
Acara aqiqah ditutup dengan doa, lalu Bima digendong oleh sang Papa berkeliling untuk dipotong rambutnya. Sambil bersholawat.
"Sus, ini lagu apa sih kok adem banget aku dengernya." Aku bertanya
"Ini namanya sholawat, sholawat merupakan salah satu bacaan umat muslim untuk memanjatkan doa dan memuji Nabi Muhammad SAW." Jawab Susi, tapi aku tak sepenuhnya paham
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Kita tidak pernah tau kapan Allah datang menyapa hambanya yang lalai atau sedang tidak dijalanNya.
"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)".Quran surat al-A'raf:178
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetar hati mereka. dan apabila dibacakan ayat-ayatnya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal," (QS Al-Anfal: 2)
Happy membaca. Jan lupa like dan komentnya