
"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." ( Mazmur 34:19 )
"Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur."~ ( Matius 5:4 )
Sebagian Penggalan ayat kitab injil yang dibacakan oleh Penatua Gereja.
"Kematian pasti datang, namun itu bukanlah akhir kehidupan," ucapan Penatua mengakhiri kutbah singkatnya.
Lalu mengambil sengengam tanah dan menaburnya keatas peti. Sebagai tanda pelaksanaan penimbunan tanah .
Gundunkan tanah telah tertabur penuh serpihan kelopak mawar merah. Menyeruak harumnya , hari dimana kisah ini takkan terlupakan.
Roda kehidupan terus berputar. Ada kalanya orang berada di atas, kadang juga ada di bawah.
Peristiwa hidup silih berganti, ada rasa bahagia, kecewa, senang, sedih, marah. Semua itu pernah dirasakan setiap orang.
Dalam menjalani kehidupan, terkadang mengalami kesedihan yang mendalam.
Manusia adalah makhluk Tuhan, dikaruniai perasaan dan juga akal.
Meskipun begitu sebagai manusia janganlah terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.
Serahkan diri pada Yang Maha Kuasa dan kembalilah untuk bangkit.
●●●●●●●●
Hari hari berlalu , tak terasa sudah dua bulan kami tak mendengar suara ayah. Walau air mata masih tak kuasa menetes, saat mengingatnya.
"Gimana dek, besok hari kelulusanmu kan? " tanya ka Yunar kepadaku.
"Iya kak, doain lulus yaa "
"Ya kalau nggak lulus, nggak usah sekolah lagi aja! hahaha," candanya sambil mengacak acak rambutku
"Oh iya kak, dedek keluarnya kapan, kak " sambil kutatap perut besar kak Yunar.
" Tunggu saja, kalau sudah waktunya pasti dikeluar juga. Kalau udah lahir kamu mau ngasih apa?"
"Kasih doalah, apalagi emang?"
"Itu aja, pelitnya adek aku satu ini. Emang g ada cita cita apa, buat pecahin kepala babi "
"Ih.. jangan kak belum waktunya sibabi buat pecah," jawabku segera
"Kepala babi kan ada dua dek, satu buat kaka yaa.. "
"Big No. Hahaha!!" aku tertawa lepas tak merelakan celengan tanahku berpindah kepemilikan.
_____________
Suasana damai dihalaman sekolah seakan akan menghipnotis kita semua untuk berdamai dengan hari yang menegangkan ini.
Pengumuman kelulusan dan nilai ebtanas juga akan kita ketahui hari ini.
Minggu lalu Doni memberi tahu kalau untuk masuk di SMP NEGERI , minimum nilai DANEM harus 27.00.
Semakin berdebar debar jantungku. Membayangkan jika Daftar Nilai Ebtanas Murniku kurang dari 27.
Maka aku harus berpisah sekolah dengan para sohib sohib terbaikku.
"Jangan melamun Nin. Nanti kesurupan," bisik Susi ditelingaku.
"Tes tes," suara toa indoor sekolah.
Semua siswa bersiap mendengarkan pengumuman dangan raut wajah cemas . Berbaris rapi disamping teras kelas.
"Selamat pagi semua, anak anak hari ini adalah hari penentuan buat kalian semua. Dan nilai Ebtanas juga akan kami berikan hari ini. Untuk kelulusan tahun ini, alhamdulillah semua LULUS," tepuk tangan dan riuh teriakan kebahagian, memenuhi halaman kelas.
"Selamat buat kalian semua, untuk nilai sekolah kita masuk sepuluh besar nilai terbaik se KABUPATEN dengan jumlah nilai 34.60 dan diraih oleh siswi terbaik kita. Susiana Wulandari. "
Wow
Spontan aku memeluknya, dengan tangis bahagia.
"Selamat ya Sus, aku bangga jadi temanmu," ucapku.
"Makasi yaa," kita saling berpelukan erat.
"Untuk nilai siswa siswi yang lain boleh dilihat dipapan pengumuman , sebentar lagi. Dan untuk Susi silahkan ke Ruang Guru.
Dan tolong untuk tidak berebut. Sekian dan Terima kasih."
Masih terdengar riuhnya anak anak yang lain , sambil menunggu kertas tertempel.
"Sudah tahu berapa nilaimu " tanya Susi setelah keluar dari ruang guru.
"Sudah, nilaiku 29,99 hihihiii . Aku bisa masuk SMP terdekat. Kamu ngapain dipanggil. Dikasi hadiah? Dapet apa? " Rentetan pertanyaan dariku.
"Sabar ah, satu satu dong tanyanya "
" Ya udah, kan tinggal jawab aja, cepetan ih penasaran "
"Kepala sekolah memberiku peluang masuk SMP Favorit dikota, tapi aku gak mau. Aku bilang kalau kami tidak mampu untuk biaya hariannya. Kalau dikota kan gak bisa ditempuh pake sepeda miniku "
"Terus terus dikasih apalagi, masak itu doang "
" Dikasi uang saku segebok ,kamu mau hahahhahaa," candaku.
"Mama, aku lulus. Nilaiku lumayan Ma! Aku bisa masuk di SMP terdekat Maa. Belikan aku sepeda yaa ma?"
Mama mengganguk dengan mata masih menatap lembar kertas pendaftaran yang aku bawa dari sekolah.
" Kamu beneran gak mau sekolah di SMPK Santo Paulus, nanti di SMP itu kamu ikut pelajaran agama lain. Nanti nilai agamamu bagaimana? " tanya mama.
"Bukan aku tidak mau sekolah disana Maa , biaya sekolahnya mahal. Belum lagi untuk uang sakunya harus banyak. Buat jajan sama naik angkutan. Bolak balik loo "
"Kamu g usah mikirin persoallan itu , itu urusan mama. "
"Gimana gak mikirin Maa. Kalau mama sudah
menyerahkan surat keterangan meninggal Ayah dikantor . Secara otomatis pensiunan berubah jadi pensiunan janda. Dan Mama cuma dapet separo dari jumlah total pensiunan ayah,"
"Ditambah lagi Maa. Usaha yang Ayah tinggalin, mama nggak bisa kelola utuh. Karena sekarang harus dikerjakan oleh mbah Yono. Mama cuma dapat laba 30 %. Karena mama cuma terima bersih. Modal kan bukan dari Mama," tambahku panjang lebar.
Diam diam Mama menangis, air matanya menetes. Lalu memelukku.
"Mama cuma takut kamu berpindah keyakinan nak "
Aku hanya diam, tidak tau harus menjawab apa. Karena akupun tak tahu apa yang akan terjadi padaku dikemudian hari.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Hari hari berlalu, sekolah sudah tak ada mata pelajaran. Tapi kami harus tetap datang kesekolah untuk absensi.
Jadwal tiga jari untuk ijazah sudah terrealisasi. Sebetulnya kami hanya menunggu tanggal pengambilan ijazah.Setelah itu aku baru mendaftar ke SMP.
Sejak mama mengutarakan pendapat ingin menyekolahkan aku di SMPK.
Pada hari yang sama dimalam hari , kak Yunar juga memintaku bersekolah disana juga. Tapi jawabanku sama .
Aku tahu alasan sebenarnya , Mama takut aku berpindah agama seperti kak Yunar.
Kak Yunar mengikuti agama suaminya yaitu muslim. Dan Mama sepertinya kecewa , saat tahu kak Yunar lebih memilih cintanya daripada Sang Juru Selamat.
Sampai saat ini, aku dan Mama masih aktif dengan ibadah minggu kami. Tak urung juga terkadang kak Yunar antar mama kegereja dikala aku tak bisa pergi.
Aku dan mama beda tempat ibadah. Mama mengikuti ibadah besar sedangkan aku ibadah remaja. Hanya beda rumah saja tapi masih disatu gang yang sama.
Sebentar lagi akan ada acara Pengukuhan Geraja dan aku akan menjadi salah satu dari tiga jemaat yang akan dikukuhkan.
Pengkukuhan sendiri memiliki arti konfirmasi melimpahkan kepada penerima keanggotaan penuh dalam jemaat lokal.
Atau bisa dikatakan bahwa pengukuhan adalah “menjadikan ikatan dengan Gereja lebih sempurna” karena seorang anggota yang dibaptis sudah dianggap sebagai anggota.
Tapi pengukuhan ini mengkhususkan bahwa , aku adalah jemaat gereja yang sudah terikat. Jadi jika mau pindah gerejapun tidak bisa dengan mudah. Kalaupun pindah gereja hanya sebatas ibadah bersama aja.
"Anin" teriakan seseorang memanggil nama panggilan kesayanganku jika dirumah.
Dengan malas aku menoleh , aku tau siapa yang memanggilku.
"Kenapa kamu nggak mau sekolah bersama denganku. Aku bisa jemput kamu setiap hari."
Carens tetanggaku sejak diperkebunan dulu.
Sama sama sudah pindah , tapi ayah Carens satu tahun lebih dulu pensiun dari ayahku.
"Maaf aku tidak mau merepotkanmu, makasi kamu sudah baik selama ini " jawabku sambil kulepaskan genggaman tangannya.
Sebetulnya aku risih dan malu jika dekatnya. Seperti orang pacaran saja, umur juga masih bau kencur . Pikiranku yang selalu dihantui perasaan tak tenang jika Carens mendekatiku.
Apalagi dia lebih dewasa 2 tahun dariku. Banyak sih anak anak smp udah pacaran, tapi bagiku lebih baik belajar menikmati waktu kecil dengan hura hura.
Bahkan aku dengar temanku disekolah ada yang akan menikah. Usia baru 14 tahun , dia telat masuk sekolah dulu. Karena badan bongsornya dia terlihat seperti anak berusia 17 tahun.
"Ayo Ma kita pulang, kasihan kak Yunar sendiri dirumah."
Sesampainya dirumah terlihat dari kejahuan banyak orang berkerumun dihalaman depan. Seketika mama mencengkram pinggangku.
"Oh Tuhan, ada apalagi ini" batinku .
Menikah muda pada tahun 90an adalah hal biasa. Jadi jangan heran usia 50 tahun tapi sudah mau punya cicit ditahun melenial ini 😂😂😂
“Dan nikahkanlah orang orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang orang yang layak (menikah) dan hamba hamba sahayamu yang laki laki dan perempuan.
Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”
(Surah An Nur )