
“Akan kuhancurkan rantingmu dan badanku dengan pedangku ini ” Bos kelelawar hitam itu mengarahkan pedangnya ke Haru.
“Hmm(tersenyum), sepertinya aku bisa menguji tongkatku ini sekarang. ” ucap Haru diiringi tongkat nya yang mulai memanjang.
“Apaaa... Tongkatnya bisa memanjang ” teriak bos gendut tak percaya apa yang barusan ia lihat.
Ia mengira kalau kayu yang dibawa oleh Haru adalah kayu biasa. Hal itu bukan dugaan saja, apalagi Haru dari desa. Jadi tidak bisa membeli peralatan yang mahal.
——————————————————————
2 tahun sebelumnya....
Disaat Haru dapat bimbingan dari sang guild master... Disuatu hari....
“Apa ini yang akan jadi senjatamu. Tidak... Tidak... Jika ini jadi senjata sucimu kau akan mati seketika saat itu juga. Akan aku carikan senjata yang lebih bagus darimu kau simpan saja itu. ” Ucap guild master.
“Tetapi guild master ini lebih kuat dari yang kau kira. Lagian senjata inilah yang menyelamatkan ku saat itu, aku yakin ini senjata yang terkuat yang pernah aku lihat. ” ucap Haru memohon.
Senjata suci adalah senjata yang membantu para ksatria atau petualang untuk mengeluarkan kekuatan asli dalam diri mereka. Dengan senjata suci mereka dapat mengeluarkan kekuatan beberapa kali lipat berbeda jika tidak menggunakannya. Sekarang senjata suci mudah didapatkan dimana-mana.
Jadi karena itulah guild master sangat menentang Haru menggunakan senjatanya sekarang. Karena itu akan membahayakannya jika ia pergi bertarung.
(Dia tidak akan menyerah menggunakan senjatanya itu jika aku tidak menghentikannya. Apalagi akan memalukan jika muridku menggunakan tongkat kayu seperti itu. Aku harus menghentikannya sekarang juga... ) Ucap dalam hati guild master.
“Baiklah aku mengizinkan kamu menggunakan itu sebagai senjata sucimu....”
“yeay...”
“Tapi ada syaratnya kamu harus membuktikannya bahwa kau lebih baik menggunakan senjata mu itu. Dan membuatku mempercayaimu bahwa itulah senjata terkuat mu!!!! ”
“Baiklah, aku akan membuktikannya ” ucap Haru terbakar semangat.
Mereka akhirnya bertanding lagi 1 vs 1 di area guild dengan resepsionis Mei sebagai jurinya. Haru menggunakan tongkat saktinya dan Guild master menggunakan sebuah pedang biasa.
“Apa kau yakin Haru kau akan menggunakan itu sebagai senjata. Walau kau percaya diri bahwa Guild master tidak menggunakan senjata sucinya tapi dengan pedang biasa guild master tetap kuat. Ia bahkan selalu menghancurkan senjata suci orang lain dengan pedang biasa.... ” Ucap resepsionis Mei menghampiri Haru yang bersiap-siap.
“Ohh.. ” Haru bersikap biasa saja.
“reaksimu kok biasa saja sih. Sekarang lawanmu guild master loh yang tidak pernah ada yang mengalahkannya. Apa kamu tidak takut??? ”
“Aku takut kok, tapi soal senjata aku percaya dengan senjata suciku ini. Inilah adalah tongkat yang sakti, kau akan percaya saat melihatnya. ” Haru menunjukkan senjatanya dengan percaya diri.
Haru selesai bersiap dan berjalan ditengah area pertarungan. Sebelum berjalan ia mengucapkan sesuatu terhadap resepsionis Mei.
“Aku tidak boleh takut, karena aku akan jadi lebih kuat untuk menyelamatkanmu dan desa ini suatu hari nanti. Hingga tidak ada yang perlu kehilangan seseorang lagi. ” ucap Haru dengan tatapan kosong.
“Haru... ”
“Hei cepat lah Haru... ” panggil Guild master
“Iya master aku kesana. ”
“Ayo.... ” Haru menggenggam tangan resepsionis mei untuk segera menemui guild master.
————
“Sebaiknya kau menjaga baik hati-hati senjatamu itu atau aku hancurkan beserta tanganmu ” ucap guild master mencoba mengintimidasi Haru.
“Coba lakukan saja master. Tapi aku menyarankan sebaiknya kamu menggunakan pedang sucimu daripada pedang abal-abal itu. Karena tongkat sakti ku akan menghancurkannya dalam sekejap ” Haru bersemangat
“Hmm, Tidak perlu. Dengan ini saja aku bisa menghancurkan pedangmu. Kita langsung mulai saja. Asal kau bisa memukul 1 kali kau menang”
“Baik, 1..2...3... mulai... ” aba-aba resepsionis Mei memulai pertandingan.
Setelah memulai aba-aba dengan cepat Guild master langsung maju menyerang Haru dengan pedangnya sekuat tenaga. Dengan cepat ia sudah berada didepan Haru.
(Maafkan aku Haru. Aku harus menghancurkan tongkatmu itu, ini untukmu agar jadi lebih kuat ) ucap dalam hati Guild master sambil mengayunkan pedangnya diatas kepala Haru.
Haru agak terkejut tetapi itu sesuai prediksinya kalau guild master langsung menyerang dari atas karena meremehkan tongkatnya.
Haru juga tak kalah cepat ia langsung menghadang pedang Guild master dengan tongkat saktinya. Dengan kedua tangannya, untuk menahan kekuatan guild master.
Guild master tak menghentikan kecepatannya ia langsung menyerangnya begitu tahu Haru menghadangnya. Karena tujuan Guild master adalah untuk menghancurkan tongkat Haru.
Dua senjata telah bertemu dan saling adu kekuatan untuk menentukan siapa yang lebih kuat. Tetapi tidak lama pedang Guild master menghantam tongkat Haru. Pedang guild master langsung terpecah jadi beberapa bagian, itu mengejutkan Guild master dan resepsionis Mei. Mereka tak mengira pedang guild master langsung hancur begitu saja tak sesuai dugaan.
Beberapa pecahan mengenai pipi Haru. Tapi itu tidak menghentikan Haru untuk terus bertarung, Haru langsung tersenyum saat pedang Guild master patah. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dengan kecepatan penuh ia mencoba menyerang perut guild master dari sisi kanan dengan tongkat kecilnya.
Tetapi sesuai dugaan dari veteran, Guild master dapat menghindarinya apalagi tongkat Haru yang kecil. Tapi karena itulah Haru dapat memukulnya. Karena guild master belum tahu kalau tongkat Haru bisa memanjang.
Haru membuat kesempatan itu agar Guild master lengah dan Haru mengeluarkan senjata pamungkasnya. Ia memanjangkan tongkatnya agar ia bisa memukul Guild master. Guild master pun akhirnya terkena pukulan Haru dan membuatnya jatuh cukup jauh.
Pertandingan dari sepersekian detik itu Haru lah yang memenangkan ini. Haru berteriak kegirangan.
“Wahhhhhh akhirnya aku menang. ”
Guild master syok karena pedangnya patah begitu saja apalagi tongkat Haru bisa memanjang.
(Apa yang terjadi mengapa pedang itu bisa patah dari tongkat kayu itu. Tidak... Itu bukan tongkat biasa itu bisa memanjang. Berarti itu bukan senjata sembarangan. Jadi ini maksudnya, sepertinya aku kalah ) Guild master bangkit dan menerima kekalahannya.
“Baiklah aku mengaku kalah Haru. Senjatamu memang kuat dan bukan senjata sembarangan. Karena kecerobohanku aku kalah. Tapi kelihatannya senjatamu kuat dan bisa memanjang. Aku ingin mengadunya dengan pedangku suciku dan mengetahui siapa yang kuat ” ucap guild master ingin menguji senjata siapa yang lebih kuat.
“Hhehe... Aku juga penasaran ” ucap Haru tertawa bersemangat
“Benarkan, itu membuatmu penasaran kan ” ucap guild master tersenyum licik.
“APA YANG KALIAN BICARAKAN. Haru kau terluka di wajahmu kau harus diobati dan guild master apa yang kau lakukan mengarahkan kekuatan serangan penuh ke Haru begitu saja. Untung saja dia hanya tergores bagaimana jika tongkatnya tidak bisa menahannya dan Haru terluka dalam.... ”
Hari itu Guild master dimarahi oleh Resepsionis Mei. Guild master juga merasa bersalah karena ia kelepasan.
Flashback end
———————————————————————