
“Tenang saja... Aku akan mencoba menghentikannya dengan segenap tenagaku. Kamu segera larilah ” ucap Haru tersenyum kaku.
Dengan cepat serangan peluruh tanah mendekat kearah Haru dan Alfort. Haru mengarahkan tangannya ke samping.
“Keluarlah pedangku...”
Lingkaran sihir tiba-tiba muncul, Haru memasukkan tangannya kedalam lingkaran tersebut.
Haru menarik tangannya dan keluarlah pedang besi milik Haru. Haru langsung mengayunkan pedangnya dengan cepat menepis semua peluru tersebut. Ada beberapa yang lolos, yang sedikit melukai Haru.
“Sial, dia hebat juga. Aku tidak bisa terus menghalangi serangannya. Aku harus melakukan sesuatu.... ” gunam Haru.
Tiba-tiba jubah hitam itu komat kamit dan menggambar lingkaran dengan tangannya. Lalu keluarlah lingkaran besar didepan jubah hitam. Haru waspada jika saja ia mengeluarkan peluru tanah lagi, ia sekarang sudah siap menerimanya.
Perlahan sebuah batu keluar sedikit demi sedikit dan tiba-tiba whoosh. Batu itu dengan cepat seperti meriam mengarah ke arah Haru. Haru sangat terkejut karena tidak menduga kalau yang muncul adalah batu besar.
Batu itu dengan cepat mengenai Haru dan menimbulkan ledakan besar. Asap langsung menutupi sekitarnya akibat dari ledakan batu menabrak Haru.
Jubah hitam itu terdiam melihat ke arah ledakan tersebut seperti mencoba memastikan. Jubah hitam itu mau berdiri mendekat tetapi tiba-tiba saat dia lengah.
Ada api yang menyala-nyala di balik gumpalan asap tersebut. Asap mulai menghilang dan Haru sudah bersiap mau menebas.
“Kau jangan sampai akhir bodoh!!! ”
Ternyata sebelum batu besar itu mengenai Haru. Haru sudah membuat sihir pelindung dibantu oleh Alfort yang belum lari. Haru tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan memulai serangan pamungkas.
“Rasakan!!! Ini hahhhh!!!!! ”
Haru mengayunkan pedangnya yang sudah panas kedepan dan muncullah sebuah tebasan api yang besar hingga menimbulkan jejak tebasan ditanah.
Jubah hitam segera membuat tembok batu untuk melindunginya dari tebasan api Haru. Jubah hitam terus menahan serangan api Haru dan akhirnya tembok batunya tidak bisa bertahan lama lagi. Tembok batu tersebut retak dan pecah jadi beberapa keping.
Hingga akhirnya tebasan api mengenai jubah hitam dan meledak kedalam air. Ledakan tersebut membuat air didalam danau sedikit meluap atau menyembur sehingga terjadilah hujan di sekitarnya.
Beberapa murid akademi terkejut kenapa di cuaca yang panas ini tanpa ada awan tiba-tiba muncullah hujan.
Dicky yang sedang berlatih di taman terkejut karena tiba-tiba turun hujan.
“Apa yang sedang terjadi??? ” sambil memandang langit.
———————————————————————
Afort berlari cukup kencang dengan membawa Haru di pundaknya seperti karung. Haru agak lemas karena dia belum pulih sepenuhnya. Haru pasrah dibawa seperti itu karena takut jubah hitam akan mengejarnya.
Akhirnya mereka sudah selamat di dalam UKS. Haru dan Alfort sedang istirahat dalam ruangan, Alfort juga ikut karena ada sedikit peluru tadi yang mengenainya. Terlihat ada perban sedikit di badannya sedangkan Haru semakin tambah perbannya.
Alfort dan Haru berada diruangan yang sama hanya saja tempat tidurnya yang berbeda dipisahkan oleh kain. Seperti UKS pada umumnya.
“Lukaku semakin nambah gara gara dirimu. ” kesal Haru.
“Maaflah Haru, aku tidak tahu kalau dia akan menyerang begitu. Tapi seranganmu tadi hebat aku yakin dia langsung modar disana . ” Ucap Alfort agak bersemangat.
“Aku tidak tahu apakah seranganku cukup berpengaruh pada dirinya melihat serangan yang ia luncurkan sebelumnya. ” Haru ragu
Alfort terdiam memikirkan hal yang sama dengan Haru. Mana mungkin dia kalah begitu saja.
“Tapi aku terkejut kamu bisa lari cepat juga. ”
“Hahhh, dah lah aku mau tidur. ” Haru memejamkan mata.
“Ehhhhhh, kok tidur ” Alfort merengek.
Di Dalam danau sekarang, terlihat sepasang mata muncul dari dalam air secara perlahan. Seluruh badannya mulai terangkat naik dari dalam air. Saat seluruh badannya terlihat, muncullah sebuah akar tumbuh dari dalam air mengangkat sang jubah hitam naik.
———————————————————————
Beberapa hari setelahnya....
Alfort dan Haru bersenda gurau seperti biasa. Mereka tidak mau ke danau lagi untuk sementara ini. Mereka sekarang berada di kantin sedang menikmati makan.
Beberapa menit kemudian...
Muncul Putri Alicia dan Dicky sedang membawa makanan.
“Apakah kami boleh duduk disini? ” tanya putri ke Haru.
“Eh, putri silahkan. ”Alfort sontak berdiri dan mempersilahkan putri.
Haru bersikap cuek dan memperbolehkan putri untuk duduk dan itu membuat Dicky tampak agak marah pada Haru yang tidak menghormati putri.
(Beraninya, kau bocah pengganggu. Tidak menghormati putri yang membantumu ) dalam hati Dicky marah sekali.
Mereka akhirnya duduk berempat dengan Haru dan putri saling bersebelahan. Lalu Alfort dan Dicky juga bersebelahan, disebrangnya.
“Jadi, tumben sekali putri tidak bersama Leo hari ini?? ” Tanya Alfort memulai pembicaraan.
“Emmm, sebenarnya Leo sekarang ada panggilan dari keluarganya yang berada di tengah wilayah ibu kota. Jadi untuk saat ini dia libur dahulu. ” putri memberi penjelasan.
———————————————————————
Leo mendapatkan surat dari keluarganya untuk datang pulang kerumah sementara waktu karena ada urusan mendesak. Leo sebenarnya tidak mau tapi karena orang tuanya sangat tegas. Jadi mau tidak mau ia harus pergi.
Walau berat meninggalkan putri, ia akhirnya mencari pengganti dirinya yaitu Dicky. Awalnya putri menolak karena di dalam akademi ia pasti aman jadi tidak perlu pengawalan. Tetapi Leo sangat bersikukuh untuk menyuruh Dicky menjaga putri.
Dicky yang mendapatkan tugas menjaga putri langsung bersemangat karena dapat menjaga orang yang dia suka. Ia tidak melewatkan kesempatan ini untuk bersama putri. Leo mengancam jika Dicky menyentuh putri walau sehelai rambut, Leo akan membunuhnya.
(Akhirnya aku bisa makan bersama putri, tapi kenapa sih Haru sialan ini berada disini. Mengganggu waktuku dengan putri. ) Dicky melirik tajam ke arah Haru.
“Jadi seperti itulah. Dicky jadi pengawalku beberapa hari ini. Tapi sepertinya aku tidak perlu pengawal, karena tidak ada gunanya menyerang diriku. ” ucap putri Alicia tersenyum.
“Jangan bilang begitu putri anda adalah putri seluruh dunia. Akan berbahaya kalau orang secantik anda berjalan sendirian. Apalagi mata para buaya itu yang pura-pura baik pasti ada maunya. ” Dicky melirik kearah sekeliling melihat banyak siswa memandang putri Alicia terakhir ia melirik Haru dengan tajam.
“Eh, mana mungkin begitu. Hahaha.” Jawab putri dengan agak malu.
(Hmm...sepertinya putri belum mengetahui seberapa menariknya dirinya. Pantas Leo agak khawatir dia dibodohi) ucap Haru dalam hati sambil memakan
———————————————————————
Putri Alicia melirik Haru yang cuek memandang keluar gedung kantin.
“Eh, apakah kalian mau ikut pergi ke kota. Katanya ada perayaan besar loh di kota. Pasti ada barang bagus disana. Kalian pasti ikutkan denganku??? ” Tanya Putri Alicia penuh harap.
“Ehhh, begitu. Aku mau ikut, sudah lama aku tidak melihat perayaan. Aku sangat menantikannya. ” ucap Alfort penuh semangat.