Golden Hero

Golden Hero
Episode 12



Cerita sebelumnya Pria kanan dan pria kiri sedang dibawa ke sebuah tempat yang gelap dan hanya 1 lampu sihir yang menerangi. Disekitarnya sangat gelap dengan adanya 1 lampu yang menyinari, suasana didalam sana tampak seperti ruangan introgasi.


“Jadi siapa yang cukup hebat berani untuk mengalahkan kalian berdua dan berani untuk menghentikan rencanaku ini ” ucap seorang yang tampaknya bos mereka berdua.


Wajahnya tidak terlihat hanya badannya yang terkena cahaya lampu. Pria kanan dan pria kiri tersebut ragu untuk menjawab, mereka malu karena diserang oleh anak kecil.


“JAWABBB ” Bentak pengawal yang membawa mereka karena lama sekali untuk menjawab.


“I...i...iya bos. Kami diserang oleh pria berbadan besar yang sangat kuat sekali.... Kami tidak tahu siapa dia bos. Kami baru pertama kali bertemu dengannya....” ucap pria kanan berbohong agar dirinya tidak malu dan kepercayaan bosnya tidak hilang.


“Benarkah begitu. Jadi orang yang besar yang melawan kalian. ”


“I.. iya bos kami dibuat tidak berkutik olehnya... ” ucap pria kiri mencoba membenarkannya.


“Hmmm, begitu. Pengawal bawa mereka pergu dan habisi mereka berdua. Kita tidak butuh orang yang tidak berguna. ” ucap bos yang menyuruh mereka.


“Maafkan kami bos. Kami berjanji untuk lebih baik lagi. Jadi tolong ampuni kami. ” ucap pria kanan dan pria kiri tersebut memelas meminta ampun dengan bersujud mencium sepatunya.


Bukannya senang dengan tindakan mereka berdua. Malahan tampaknya ia menjadi jijik dan tidak suka pada mereka berdua. Ia langsung menendang mereka berdua dengan keras.


“BERANINYA KALIAN MENYENTUHKU DENGAN TANGAN KOTOR ITU. KALIAN MEMBUATKU JIJIK DASAR PECUNDANG ”


“Erk...” mereka berdua terkejut dengan apa yang barusan mereka lihat, sebuah energi yang luar biasa keluar.


“Segera habisi mereka berdua... Dan cari siapa yang berani melanggar rencanaku dan bawa kesini ” ucap bos sambil berjalan pergi dalam kegelapan.


“Baik bos. ”


Pengawal tersebut langsung membawa pria kanan dan pria kiri ke suatu tempat. Mereka berdua berteriak meminta ampun tetapi tidak ada yang mendengar mereka berdua , hingga suara mereka tidak kedengaran lagi cukup lama.


———————————————————————


Beralih ke Haru yang berada di penginapan. Haru dan pak slamet sudah berada didepan penginapan.


“Ini hadiah uang dari mengalahkan beberapa bandit itu. Jaga uang itu baik-baik ” Pak Slamet menyerahkan sekantong uang.


“Baiklah.... ”Haru sekantong uang tersebut dan mengambil 1 koin didalamnya.


Haru menyerahkan kembali kantong yang penuh uang tersebut ke pak Slamet. Pak Slamet jadi bingung dengan apa yang Haru lakukan.


“Tolong berikan uang itu kepada guild master. Aku yakin ia bisa mengelola uang itu lebih baik untuk desa. ” ucap Haru tersenyum.


“Tetapi...” Pak Slamet ragu untuk menerima uang tersebut.


“Tenang saja, pak slamet sudah liat kan  kekuatanku. Aku bisa dengan mudah mencari uang lagi. Lagian aku sekarang tinggal di asmara akademi jadi tidak perlu uang yang banyak ” ucap Haru menyakinkannya.


Pak Slamet mau tidak mau harus menerimanya.


“Kamu masih nemikirkan desa, entah kapan kamu sudah jadi dewasa seperti ini. Aku mengharapkan kesuksesanmu ” ucap pak slamet dengan sedih sambil memegang pipi Haru seperti anaknya sendiri.


Haru hanya bisa tersenyum dan menerima perlakuan hangat pak Slamet.


Beberapa menit kemudian pak Slamet berangkat pergi untuk kembali ke desa karena urusan di sini sudah selesai. Haru melihat kepergian pak slamet dari jauh hingga tidak kelihatan.


“Akhirnya, kehidupan baruku dimulai. Aku sudah tidak sabar melihat akademi ” ucap Haru yang terlihat semangat.


———————————————————————


Sekarang ia berada dalam kelas untuk memperkenalkan diri untuk pertama kalinya.


“Perkenalkankan namaku Haru berasal dari desa paling timur sendiri bernama desa Thea. Salam kenal semuanya. 


Tampak semua berbisik bisik sesuatu yang tidak jelas seolah membicarakan dirinya dan suasanya jadi suram.


(Apa aku berbuat salah kenapa jadi begini. Seseorang tolong jelaskan apa yang ku perbuat ) ucap Haru dalam hati.


”Semuanya diamlah, kelas kita akan mulai sekarang. Dan semuanya mohon bimbing Haru. Walaupun dia masih baru bergabung karena keadaan tertentu. Lalu perkenalkan namaku guru Elmera. “


 Haru duduk dikursi kosong, tampak semua menghindarinya.


———————————————————————


Pelajaran telah usai, Haru jadi sendirian disana. Tampak semua terlihat mencoba untuk menghindari Haru. Haru menjadi sedih karena untuk pertama kalinya di akademi ia tidak mendapatkan teman-teman sesuai ekspetasi.


Saat Haru bersedih tiba-tiba ada beberapa murid menghampiri Haru.


”Hai, apa kau sendirian...“ ucap seseorang dari jauh.


”Siapa??? “ Tanya Haru yang terkejut.


”Ah, maaf karena belum memperkenalkan diri namaku adalah Alfort. Kuharap bisa akrab “ ucap Alfort dengan senyum.


Haru akhirnya bisa lega karena ada yang mengajaknya berteman setelah sekian lama duduk disana dengan memelas.


“Anooo apa yang sebenarnya terjadi disini. Kenapa mereka semua menghindariku. ” tanya Haru memberanikan diri.


“Hmmm, jadi kau masih belum tahu yang terjadi dengan akademi ini dan penyebab kau dihindari...”


Haru tampak belum tahu kejadian yang telah terjadi disini. Alfort pun nenjelaskan kepada Haru alasan kenapa ada beberapa orang bersikap aneh disini.


———————————————————————


Awalnya ini bermula di 2 tahun sebelumnya. Wali kota memasukkan anaknya kedalam akademi ini.


1 tahun pertama awalnya anak wali kota tersebut bersehabat dengan semua orang tanpa membedakan siapapun dalam akademi. Dia berkepribadian yang cerah dan sikapnya yang memimpin teman-temannya yang baik. Itulah kelebihannya yang dimilikinya. Tidak ada masalah dalam 1 tahun tersebut.


Entah kenapa saat ia masuk kelas 2 kepribadiannya berubah drastis seolah orang yang benar-benar berubah, ia mulai membeda-bedakan orang dan mencoba bersikap jahat kepada orang lain.


Lalu ia jadi ketua osis dan mulai menampilkan sistem bangsawan dan rakyat jelata. Ia berfikiran kalau bakat dan keturunan bangsawan lah yang benar-benar kuat. Jadi rakyat jelata dan orang yang tidak memiliki kekuatan tidak diperbolehkan untuk masuk akademi.


Untuk mencegah ideologi ini berkembang, putri kerajaan datang dan menentang keras ideologi tersebut. Ia menentang kalau rakyat jelata tidak ada yang berbakat. Kemudian dengan bantuan wali kota dibentuklah siswa beasiswa yang berada di kelas D.


Wali kota juga mengetahui masalah itu dan mencoba menyadarkan putranya dengan meminta bantuan putri.


Alasan kenapa tidak ada yang mau mendekati Haru adalah tidak semua kelas D adalah siswa beasiswa atau yang disarankan dari wali kota. Ada banyak orang dari kelas D yang bangsawan dan siswa beasiswa bisa dihitung dengan jari. 


———————————————————————