
Haru dengan santainya maju kedepan tanpa rasa takut sekalipun di wajahnya. Dengan permainan tongkatnya ia memutar tongkat itu dengan cepat dari tangan kiri kekanan.
Jarak mereka sudah dekat dan bos gendut itu melancarkan tebasan kearah Haru dari atas. Haru tidak menghindar dan menangkis pedangnya dengan satu tangan. Terjadi aduan antara senjata suci tersebut membuat bos gendut itu terpental mundur beberapa langkah ke belakang.
Seolah tidak tak percaya apa yang telah terjadi barusan Bos gendut menyerang Haru kembali secara acak. Yaitu tebasan samping kanan, terjadi hal yang sama lagi pedangnya dibuat terpental dan kali ini Haru menambahkan tusukan tongkat ke perut Bos gendut. Membuatnya jadi semakin kehilangan sebentar dan jatuh.
“Apa yang kau lakukan katanya mau menghancurkan tongkat kayuku ini. Tapi kenapa malah duduk disitu... ” tanya Haru dengan tersenyum santai.
“Sialan kau bocah. Pasti ada trik disini, berani kau membodohiku. Aku akan membuat mati sekarang juga.... ” bos gendut lanjut berdiri.
Bos gendut mengangkat pedangnya dan mengarahkan tebasan secara asal-asalan lagi. Tapi hal yang sama terjadi lagi. Pedang bos gendut dibuat terpental dan ditambah serangan kecil Haru.
(Sial kenapa tongkat itu sangat kuat sekali. Seolah aku memukul batu besar yang tidak bergeming sekali. Siapa sebenarnya dia??? ) Dalam benak bos gendut yang curiga.
Sedangkan dalam benak Haru, ia seolah tidak percaya kalau dia adalah bandit terkenal.
(Kukira penguasa disini kuat tapi ternyata hanya serangan asal-asalan begini. Bagaimana bisa ia mengalahkan banyak orang yaaa... Mengherankan)
Melancarkan beberapa serangan membuat bos gendut kehabisan nafas. Keringat bercucuran di badanya dengan deras.
“Apa yang terjadi. Apa hanya ini kekuatanmu???”
“Sial, aku harus menggunakan kekuatanku yang sebenarnya. ” bos gendut masih memiliki serangan lain
“Bagus, apa itu serangan yang terkuat??? Cobalah tunjukkan padaku ” Haru bersemangat melihat serangan baru.
“Jangan sombong dulu bocah, kau akan menyesal karena membiarkan aku menggunakan serangan pamungkasku. ” ucap bos gendut sembari mengangkat pedangnya ke belakang bersiap mengayunkan pedangnya.
Bos gendut mulai merapalkan mantra dan tiba-tiba tangannya ada lingkaran sihir. Pedang besinya mulai bersinar merah dan beruap-uap dengan cepat.
“Rasakan jurus besarku bocah, tebasan api level maxxx... ” Bos gendut mengayunkan pedangnya ke arah depan yaitu arah dimana Haru berada dengan kecepatan penuh.
Serangannya menghancurkan tanah disekitar dan keluar sebuah api yang berbentuk seperti sebuah tebasan. Tebasan tersebut sangat cepat dan besar sekali mengarah ke arah Haru berada. Tanah yang dilewati tebasan itu mengeluarkan jejak api juga.
“Haru awas.” teriak pak slamet sangat khawatir pada Haru
Haru tersenyum tenang memutar tongkatnya seiring jaraknya semakin dekat.
“Hahaha, sudah terlambat untuk kabur. Rasakan serangan dari bandit kelelawar hitam. ”
Dan saat tebasan itu sudah dekat dengan mudahnya Haru menebasnya menggunakan tongkat. Seketika api yang besar itu lenyap dari pandangan Haru. Pak slamet dan bos gendut terkejut dengan yang terjadi.
“Jadi begitu akan aku coba juga. ” ucap Haru seolah menemukan mainan baru.
“Apa yang kau katakan. Jurus itu sangat susah sekali, aku perlu beberapa tahun untuk menguasainya. Tapi kau bocah mana bisa?? ” ucap bos gendut tak percaya.
“Kalau belum dicoba belum tahu juga. Kalau tidak salah seperti ini....” Haru mulai melakukan apa yang barusan ia lihat.
Ia mengangkat tongkatnya ke atas dan agak ke belakang sedikit.
“Kalau tidak salah aku harus menambahkan sihir api kedalamnya dan tebaskan. ”
Tongkat Haru mulai mengeluarkan api sedikit demi sedikit di tongkatnya.
“Tidak...tidak mungkin itu berhasilkan ” bos gendut bersiap menghindar jika serangannya berhasil.
“Sekarang. Rasakan ini tebasan api versi uji coba ” Haru merasakan momentumnya dan menebaskan kearah depan.
Dan berhasil juga tebasan api terbentuk semakin besar dan semakin besar. Bos gendut segera kabur menghindari serangan Haru tapi karena serangan Haru yang besar tidak seperti dugaan.
Akhirnya bos gendut terkena serangan tebasan api Haru sekuat apapun dia kabur. Api Haru menimbulkan ledakan besar membuat bos gendut pingsan dan jadi gosong seluruh badan.
——————————————————————
Haru dan pak slamet akhirnya membawa seluruh anggota bandit beserta bosnya. Walau sempat bangun, begitu melihat bos mereka sendiri yang pingsan dan gosong. Para anak buahnya langsung pasrah tidak berani berbuat apa-apa.
“Yay paman, tak disangka kita mendapatkan tangkapan besar begitu kita memulai perjalanan. Tapi apakah benar mereka bisa jadi uang. ” Haru menunjuk beberapa anggota yang ada di gerobak dengan tangan mereka sudah diikat.
“Benar sekali, ada sebuah quest untuk menangkap mereka karena mengganggu warga penduduk. ”
“Kalau tahu kalau mereka dapat jadi uang, maka kuperlakukan mereka lebih baik lagi. Apakah mereka menerima jika mereka ada yang gosong ya ”
“Tenang saja, jika wajah mereka masih bisa diidentifikasi maka masih bisa. Bahkan jika kau membawa kepalanya saja itu tidak apa-apa asal bisa diidentifikasi. ”
“Hehe kalau gitu kita potong aja leher mereka. Agar kereta tidak kelebihan kapasitas ” ucap Haru tertawa licik.
Anggota kelelawar hitam jadi menggigil ketakutan mendengarnya.
“Sudahlah jangan bercanda seperti itu. Hahhh, dimana Haru dulu yang polos dan ceria. Sekarang kok jadi begini. ”
“Hehehe, jika aku tidak begini aku tidak jadi kuat ” ucap Haru memandang langit.
“Sungguh, kau sudah kuat sekali. Senang melihatnya ” ucap pak slamet tersenyum bangga.
Haru melanjutkan perjalanan menuju pusat kota di bagian timur dengan lambat akibat kelebihan kapasitas kereta.
“Sudah kuduga lebih baik membawa kepala mereka, agar kereta ini bisa berjalan cepat. ” ucap Haru.
“Hiiiii. ” para bandit mengernyit ketakutan mendengarnya.
———————————————————————
Beberapa jam kemudian mereka akhirnya sampai di kota pusat di wilayah timur. Haru terpukau dengan benteng yang menyelimuti pusat kota dari jauh.
Selang beberapa menit mereka akhirnya sampai di depan pintu masuk kota. Mereka harus menjalani pemeriksaan agar diperbolehkan masuk kedalam.
“Berhenti!!!! Siapa kalian??? Apa yang kalian lakukan kenapa membawa orang gosong disini dan kenapa mereka di ikat. ” tanya penjaga melihat dengan penuh curiga.
“Ooh mereka. Mereka mengaku sebagai bandit kelelawar hitam jadi kami menghajar mereka dan membawanya kesini ” ucap Haru santai.
“Apppaaa ” semua orang yang mendengar kata bandit kelelawar hitam jadi terkejut.
———————————————————————
“Apa...apakah benar mereka bandit kelelawar hitam? Baiklah kami membawa mereka untuk identifikasi. Kami ingin konfirmasi terlebih dahulu, jadi bolehkah kami meminta identitasmu untuk laporan lebih lanjut. ” ucap ksatria penjaga kota
“Baiklah tidak masalah ini ” Haru menyerah surat identitas yang diberikan Guild master sebelum ia berangkat untuk ditunjukkan kepada penjaga.
Penjaga melihat dan mulai mencatat namanya,
“Maaf telah mencurigaimu, kami tidak menduga kalau kamu adalah yang direkomendasikan oleh wali kota. Sekali lagi kami minta maaf. ”
“tidak masalah tenang saja. Banyak orang yang salah paham juga kok. ” ucap Haru tenang.
“Untuk hadiahnya kami akan menghubungimu lagi selesai mereka di identifikasi. Maaf mereka harus diidentifikasi terlebih dahulu.”
“sudahlah santai saja.” ucap Haru.
“Terima kasih atas pengertiannya. Kami ucapkan selamat datang di pusat kota wilayah timur. ” ucap penjaga mempersilahkan Haru dan pak slamet masuk dengan keretanya.
——————————————————————