Golden Hero

Golden Hero
Episode 11



“Wahhh. Jadi begini berada pusat kota. Disini berbeda sekali dengan desa. Disini ramai sekali. ” Haru terpukau melihat sekitar.


“Jangan terlalu semangat. Kita harus mencari penginapan sampai kau masuk akademi. Kita akan pergi ke penginapan yang biasa aku kunjungi sekarang. Jika kau sedang kesulitan kau bisa meminta tolong kepada pemilik penginapan karena aku mengenal baik mereka. ” ucap pak slamet memberikan saran.


“Iya... Iya. Lagian disini aman sekali ya. Berbeda dengan desa yang selalu terbuka tidak ada dinding di sekitarnya. Mereka harus bertahan sendiri. ”ucap Haru 


Pak Slamet hanya bisa mendengarkan, tampak ia juga iri dengan keamanan di pusat kota yang terjamin.


———————————————————————


Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah penginapan. 


“Aku akan mengurus biaya penginapan dan beberapa urusanku disini. Ini kuncimu, kau boleh pergi berkeliling dan jika kau ingin kembali. Maka kamarmu ada di lantai 2 nomor 5. ” Pak slamet menjelaskan.


“Baik paman santai aja. Aku pergi dulu ya” ucap Haru pergi dengan semangat.


“Iya... Hati-hati jangan sampai tersesat. ”


“Iya...iya baiklah ”


———————————————————————


Haru berkeliling dan memberi beberapa makan pedagang di pinggir jalan dan beberapa sate daging kadal. Tapi saat Haru mau berjalan pulang dia tersesat dan terdengar sebuah teriakan dari gang petang. Haru mendekati suara tersebut...


“Lepaskan aku. Aku mau pergi...” ucap seorang perempuan yang memberontak.


“Diamlah, atau aku hajar kamu..”


Kedua tangan perempuan itu dipegang oleh 2 orang pria yang tampak jahat. Satu ditangan kanan dan satu ditangan kiri. Saat mereka akan mau pergi Haru menghentikan mereka.


“Hei, apa kalian tahu jalan disini? ” Tanya Haru membuat langkah mereka berhenti dan menengok ke arah Haru yang berada di belakangnya.


“Apa yang kau lakukan disini bocah. Jika kau tidak ingin mati lebih baik kau pergi dari sini dan jangan ikut campur. ” ucap pria jahat dari sisi kanannya.


“Tolong aku aku mau diculik sama mereka ”


“DIAM.... ” Bentak pria sisi kiri


“Hei, anggaplah tidak ada apa-apa disini dan pergilah beli jajan sana ” ucap sisi kanan.


“Tolong selamatkan aku ” ucap perempuan itu memelas.


“Baiklah, aku tidak melihat apa-apa disini.... Apa kau pikir akan bilang begitu. ” ucap Haru menantang


Perempuan itu senang Haru tidak meninggalkannya.


“Keliatannya, kau tidak bisa diajak kerja sama. ” Pria sisi kanan menyuruh pria sisi kiri untuk maju dengan tatapannya.


Pria sisi kiri tersenyum mengerti, ia pun melangkah maju sambil melakukan pemanasan di tubuhnya. “Hahhh, sudah lama aku tidak membunuh orang. ” 


Pria kiri mengambil pisau dan maju dengan cepat. Ia sudah berada di depan Haru dan mau menikam lehernya.


“Hati-hati. ” teriak perempuan khawatir.


Tetapi kecepatan pria itu seperti video diperlambat bagi Haru. Sehingga dengan mudah Haru mengetahui arah serangannya.


Selagi serangannya mau menuju lehernya, Haru langsung melakukan tendangan kanan ke paha dan perut pria tersebut dengan cepat.


Tendangan Haru membuat pria kiri itu terjatuh. Saat pria kiri itu terjatuh, Haru dengan santainya memakan 1 sate kadal melewati pria kiri tersebut. Merasa diremehkan pria kiri tersebut marah dan mengambil pisaunya kembali untuk menyerang Haru dari belakang.


“Beraninya kau meremehkanku. Melihat kearah mana kamu.... Akan kubunuh kau... ” ucap pria tersebut melompat ke atas.


Haru melahap daging satenya dan meninggalkan batang tusukannya. Dengan cepat Haru melempar tusukan satenya ke arah kaki pria kiri tersebut tanpa berbalik ke arah belakang. Walaupun tanpa berbalik lemparan Haru sangat tepat sasaran dan mengenai kaki pria kiri tersebut.


Pria kiri tersebut tersebut tertusuk sangat dalam membuatnya berteriak kesakitan. Tanpa membiarkan kesempatan yang ada Haru langsung berbalik melancarkan beberapa pukulan dan tendangan akhir untuk membuatnya jatuh tak sadarkan diri.


Terpaksa ia harus turun tangan untuk menghabisi Haru dengan tangannya sendiri. Ia mulai mengambil pisau dari sakunya bersiap untuk bertarung.


Pria kanan langsung maju, tetapi Haru juga maju. Dengan cepat Haru sudah didepan pria kanan tadi tanpa disadarinya meninggalkan kantong berisi satenya dibelakang. Haru dengan cepat mengambil pisaunya dengan beberapa gerakan bela diri lalu melancarkan beberapa pukulan cepat di badannya. Diakhiri lemparan bahu dari Haru. Hal itu terjadi sepersekian detik hingga membuat perempuan itu kagum.


“Apa kau tidak apa-apa? ”Tanya Haru.


“Eh, iya aku gak papa kok. Lebih baik kita pergi dari sini”perempuan itu mengajak Haru untuk cepat pergi dari sana karena tidak aman berlama-lama disana.


———————————————————————


Mereka berdua akhirnya berlari sudah cukup jauh dari sana. Mereka akhirnya pergi ke tempat yang lebih aman.


“Siapa mereka tadi? ” Tanya Haru 


“Ah, entahlah aku tidak tahu. Ketika aku mau mengantarkan anak kecil yang mau pulang tiba-tiba aku dibawa sama mereka di tengah jalan ”


“emmmm ” Haru mengangguk mengerti keadaanya.


“Lalu kamu kenapa bisa berada disana tadi dan kamu siapa ” tanya perempuan itu.


“Ah. Maaf belum memperkenalkan diri. Aku Haru dari desa pinggiran. Aku jalan-jalan tadi tapi ketika aku mau pulang ke penginapan aku agak tersesat tadi. ”


“Hmm, memang sih kalau pertama kali ke kota. Pasti akan tersesat. Baiklah karena kamu sudah menolongku aku akan mengantarmu ke penginapan. ” ucap perempuan itu menyarankan.


“Benarkah, aku tertolong terima kasih. ” ucap Haru lega.


“Sama-sama. Oh, kalau namaku Alicia mohon bantuannya Haru. ” tersenyum.


“Iya. Mohon bantuannya. ”


Saat mereka berbicara tiba-tiba terdengar suara 'kruyuk' dari perut Alicia. Mukanya langsung merah karena saking malunya.


“Mau sate, sebelum pergi ” Haru menawarkan beberapa sate.


“Iya terima kasih ” dengan malu mengalihkan pandangannya.


———————————————————————


Mereka berdua akhirnya pergi keliling kota. Sekalian Alicia memperkenalkan beberapa tempat untuk Haru yang masih baru disana. Sore sudah mau datang, Haru sudah mau sampai di penginapan diantar oleh Alicia.


Mereka sudah sampai di depan penginapan.


“Terima kasih ya. Karena sudah membawaku berkeliling ” ucap Haru.


“Iya, sama-sama. Lagian aku senang kok sudah dapat berkeliling kota. Terima kasih sudah menyelamatkanku tadi. Semoga kita bertemu kembali ya. ”


“Byeeee. ” mereka berdua saling melambaikan tangan untuk berpisah.


“Senang juga dapat teman baru di kota ini ” gunam Haru lalu masuk kedalam penginapan


———————————————————————


Di Suatu tempat yang gelap terdapat 1 cahaya yang menyinarinya. Terlihat ada seseorang yang sedang duduk tak jauh dari lampu. Dimana wajahnya tidak kelihatan hanya kepala dan bagian wajahnya saja yang terkena sinar lampu.


Terdengar langkah kaki menuju kearahnya.


“Kami sudah membawanya bos. Mereka gagal menjalankan misi bos” ucap seseorang membawa seseorang dan ditempatkan dibawah lampu dengan keadaan berlutut.


Terlihat pria kanan dan pria kiri yang mencoba menculik Alicia tadi.


“Ma...maafkan kami bos. Kami sudah berusaha semampunya. Tapi kami tadi dihalangi bos ” ucap pria kanan dengan gemetar ketakutan.