
Di Suatu ruangan dengan dinding beserta lantainya terbuat dari batu. Intinya semua terbuat dari batu, ruangannya luas dan hanya beberapa cahaya api sebagai penerangan didalam ruangan.
Didalam sana terdapat putri yang pingsan. Tak lama setelahnya Putri bangun terbatuk-batuk mengeluarkan air dari mulutnya. Putri perlahan sadar dan melihat sekeliling, yang ia lihat hanyalah obor sebagai penerangan. Tidak ada hal lain di ruangan tersebut seperti penjara.
Putri berusaha bangkit tapi tidak bisa karena tangan dan kaki putri diikat dengan tali. Pitri berusaha untuk membuka paksa talinya, saat dia berusaha membuka talinya. Tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan tersebut. Putri sontak menjadi terdiam takut melihat kearah pintu.
Ada pria botak yang masuk dengan pakaian serba hitam sambil membawa tombak di tangannya. Mereka saling bertatapan agak lama hingga putri membuka suara terlebih dahulu.
“Siapa kamu???? ”
“Ah, putri untunglah kamu sudah sadar. Aku khawatir padamu. ” Pria botak itu dengan senang menghampiri putri.
Tapi putri tidak bisa begitu percaya dengannya, jadi saat Pria botak mendekat. Putri refleks berusaha mundur.
Melihat putri terlihat ketakutan, Pria botak itu memperkenalkan dirinya.
“Ah, maafkan aku. Karena tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu. Tapi aku adalah salah satu siswa akademi juga dan juga terdaftar sebagai murid beasiswa juga. Namaku adalah Rotaro ” ucap Pria botak itu sambil memperlihatkan pambang siswa akademi.
Putri jadi sedikit ngelag sebentar dan akhirnya sadar.
“Eh, maaf. Kamu adalah Rotaro dari murid beasiswa. Eh!!! ”
Rotaro membantu putri dengan melepaskan ikatan tali yang ada ditubuh putri.
“Eh, maaf karena tidak mengenalmu dan sempat takut tadi???
”Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa. “
Putri jadi semakin tidak enak...
”Kita ada dimana sekarang??? Kenapa gelap sekali disini??? “ tanya putri ketakutan melihat sekeliling.
”Sebenarnya, kita sedang di tempat markas iblis.. “
”Apa!!! Kenapa kita bisa disini ???“ putri terkejut
Rotaro langsung bersujud pada putri.
”Putri maafkan aku, ini semua salahku!!! “ ucap Rotaro dengan keras.
”Iya... Iya. Jangan keras-keras. Nanti iblis dengar. “ ucap Putri.
”Oh, maafkan aku. Sebenarnya beberapa hari lalu.“
Cerita Flashback sebelum Rotaro sampai tempat itu.
Rotaro adalah anggota beasiswa, ia tidak memiliki teman di akademi. Ditambah lagi kondisi akademi yang memandang rendah anggota beasiswa, semakin membuat Rotaro jadi tidak ikut kelas sama sekali.
Rotaro awalnya coba2 untuk menenangkan diri di sungai kecil yang dekat akademi. Tapi akhirnya ia keterusan disana dan jadilah tempat tinggal. Dengan adanya Rotaro banyak siswa mendengar kabar menyeramkan di tempat itu membuat Rotaro semakin nyaman.
Tetapi karena beberapa hari lalu ada orang(Alfort dan Haru) yang mengganggunya akhirnya Rotaro pergi mengungsi dan setelah mencari tempat yang cocok sampailah dia di danau ini.
Kebetulan saat ia berada disana tiba-tiba keluar iblis dari dalam air danau sekitar 6 Iblis yang ada. ada 1 orang berbentuk seperti hiu yang memiliki tangan, kaki kulitnya hitam dan Badannya besar. Dari sekali lihat Rotaru tahu kalau dia adalah bosnya dan 5 orang sekitarnya terlihat seperti manusia ikan kecil berkulit hitam terlihat pasukannya.
Mereka tampak seperti melihat daerah sekitar. Rotaro merasakan adanya bahaya jadi ia mengendap endap pergi. Tapi sudah terlambat, Mereka melihat Rotaro membawa tas dengan pakaian serba hitam begitu juga masker hitam. Bos mereka memanggil Rotaro.
Rotaro bersiap bertarung, tapi manusia hiu itu tiba-tiba berteriak. “Hai mau kemana kau, apa kau mau kabur? Jangan lari dari tugas bodoh”
Bos hiu menyuruhnya untuk mendekat. Dia melihat Rotaro membawa tas kain, dia bilang padanya. Hiu menyuruh Rotaro untuk melihat Kota yang tertutup kastil. “Kau lihat disana apa itu. ”
“Dinding batu” jawab Rotaro polos.
Bos hiu bilang bukan bodoh itu adalah “rintangan yang harus kita lewati, meskipun itu sangat susah bagi iblis laut seperti kita. Tapi bos besar mempercayai kita untuk mengambil tugas ini. Itu artinya bos mau menguji kita. Jadi kamu jangan menyerah dulu walau kita lemah di darat tapi kita sangat kuat di dalam laut. Jadi kita harus apa” tanya hiu sambil tersenyum.
“Emm, kita harus membawa laut? ” Rotaro menjawab lagi dengan polosnya
Sontak membuat iblis ikan yang lain tertawa juga.
“Bukan bodoh!!!. Mana mungkin kita bisa membawa air, jadi rencana kita adalah membawa putri kesini. Hahahaha, pintarkan rencanaku. ”
“Tenang saja, aku sudah mengirim seseorang. Dan bilang kalau salah satu murid akademi di bawah kesini dan dia pasti akan kesini. Hahaha ” ucap Iblis itu tertawa keras bersama ikan lain.
“sekarang tinggal kita menunggu waktu. Saat putri sudah sampai disini kemenangan jadi milik kita. Aku jumbei dari pasukan laut bos besar akan membawa kemenangan bagi kaum kita. ” ucap Iblis jumbei sambil disoraki prajurit ikan dengan semangat.
Kebetulan dialah yang ditugaskan sebagai penjaga penjara ini dan begitulah begitu Rotaro tahu putri disini. Makanya ia mencari waktu untuk masuk. Mendengarnya Putri merasa senang karena Rotaro tidak jadi tawanan dan berita bahwa ada yang diculik disini ternyata bohong.
Sebenarnya awalnya putri tidak percaya. Tetapi saat ia meminta daftar yang tidak hadir dalam akademi ada Rotaro jadi dia khawatir dan percaya pesan tersebut.
Rotaro meminta maaf karena dirinya putri akhirnya terjebak disini.
“tidak ini bukan salahmu ” ucap putri
“TIDAK INI SALAHKU. KARENA AKU BODOH MAKANYA JADI BEGINI.” ucap Rotaro dengan nada yang kesal.
“Maafkan aku karena berteriak. Sebenarnya alasan aku bisa disini adalah karena aku bodoh. Jadi sejak kecil....”
Menceritakan masa kecil Rotaro
Rotaro tidak memiliki orang tua jadi dia hanya diasuh oleh neneknya. Tapi dia meninggal beberapa tahun lalu sebelumnya sekarang dia hanya punya kalung batu dan cincin giok berwarna biru serta sebuah gelang dari rotan yang diturunkan olehnya.
Semenjak neneknya meninggal, Rotaro jadi suka pergi ketempat yang ada airnya untuk menenangkan diri dan menjauh dari ocehan orang-orang tentang dirinya. hingga walikota datang menawariku untuk masuk akademi tapi itu percuma karena dia bodoh. Rotaro bercerita kalau ia sempat mempercayai teman2 nya kalau mencukur rambutnya bisa membuat semua orang jadi pintar.
Rotaro menyalahkan dirinya karena sangat bodoh untuk tetap mempercayainya bahkan saat dirinya tahu kalau itu bohongan.
Jika saja bukan karena kekuatan senjata suciku walikota pasti tidak akan memanggilku. Jika bukan karena senjata peninggalan orang tuaku ini pasti walikota tidak akan memanggilku dan pasti ia sangat sangat tidak berguna.
“Aku orang bodoh ini. Sebaiknya tidak hidup ” Rotaro memukul kepalanya dengan menangis. Putri menghentikan Rotaro menyakitinya sendiri.
Putri menghentikannya dan bilang
“Itu tidak benar. Rotaro adalah orang yang hebat, Aku datang kesini karena ingin minta bantuanmu dan meminjam kekuatanmu. Kau adalah orang yang berguna, jangan bilang kalau kau tidak berguna atau nanti aku sangat marah!!! Semua orang punya kekurangan dan aku akan membantumu mengisi kekuranganmu. Lalu kamu akan membantumu mengisi kekurangan.”
“Jadi kita sebagai teman harus saling membantu dan saling mengisi. Sampai impian kita terwujud. Janji!!! ” ucap putri menenangkan Rotaro.
Rotaro mengangguk tersentuh dan menangis.
Saat rotaro menangis tiba-tiba datang Iblis jumbei dengan 2 orang prajurit. jumbei terkejut bilang
“siapa Kau, bagaimana kau bisa sampai sini. Arghh aku tak mau tahu siapa kau, aku sudah tidak punya waktu lagi. Kau minggir sana!!! ” teriak Iblis jumbei yang tidak ingin gagal dalam membawa putri.
Rotaro mengelap air matanya “Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.” Rotaro menghadang jumbei.
jumbei menyuruh anak buahnya untuk menangkap rotaro.
Rotaro tidak membiarkan dirinya tertangkap, ia bukanlah orang yang lemah. Dengan sihirnya ia membuat sebuah peluru batu dengan mudah membuat kedua prajurit tersebut terbunuh seketika.
“Hahaha, aku terkejut. Sepertinya kau bukan manusia biasa. Melihat dirimu bisa sampai sini. Kau pastilah orang hebat. Tapi kau membuat kesalahan karena sudah datang ditempat ini dan melawanku. ”
jumbei mulai maju, Rotaro mulai mengeluarkan peluru batu lagi ke arahnya. Tapi tampaknya itu tidak mempan bagi tubuhnya. Tubuhnya seperti terbuat dari baja. Rotaro terus mengeluarkan peluru batu hingga jarak mereka sudah dekat.
mulut jumbei mulai membesar, giginya yang tajam bersiap menerkam Rotaro. jumbei mulai berlari untuk menerkam Rotaro. Peluru batunya sudah tidak berguna, Rotaro segera mengganti serangannya.
Rotaro memiliki Kalung yang terbuat dari seutas tali dan beberapa batu dengan sebuah ukiran di tengahnya.
Rotaro menjulurkan tangannya dan gelang rotan di tangannya mulai bergerak dengan cepat membentuk sebuah tongkat kuat dan satu batu dikalungnya bersinar lalu melayang terbang menuju ujung tongkat. Membentuk sebuah pisau berbentuk kerucut. Jadilah sebuah tombak yang tampak hebat.
Satu batu dikalungnya berubah jadi dinding batu yang melindungi putri dan satu batu lagi bersinar jadi perisai batu. Saat jumbei mulai menerkam Ritaro. Rotaro menghindar sambil menusukkan tombaknya tapi tubuh jumbei tidak tergores sama sekali.
jumbei terus menerkam rotaro dengan membabi buta tapi rotaro dengan gesit bisa menghindarinya dan menusukkan beberapa tusukan ke tubuhnya walaupun tidak memberikan damage.
Hingga jarak mereka cukup melebar, rotaro juga mulai tampak kecapekan walau hanya sebentar. Dalam hati Rotaro heran karena biasanya tidak mudah capek seperti saat ini.
“Hahaha, apa kau sudah capek. Kau tidak bisa mengalahkanku di tempat ini karena tempat ini bukanlah tempat biasa...” ucap jumbei
Tempat itu adalah sebuah tempat di dimensi berbeda yang mana merupakan hadiah dari bos besar untuknya dan tempat itu menyerap banyak sihir. Jadi serangan Rotaro tidak mempan bukan karena kulit jumbei kuat melainkan sihir Rotaro semakin melemah makanya Rotaro tidak bisa melukainya sama sekali.
Hal itu menguntungkan bagi jumbei karena dia murni tidak pakai sihir hanyalah kekuatan fisik saja. jumbei mulai berlari lagi mengejar Rotaro.
Rotaro dengan nafas yang ngos ngosan juga mulai kehabisan energi, ia tidak bisa terus terusan menghindar karena energinya akan habis. Rotaro terus menerjang dan menghilangkan perisainya. Tampaknya Rotaro sudah benar2 kehabisan sihir.
“Hahaha, apakah sudah tidak kuat lagi. ” jumbei menerjang lagi hingga akhirnya Rotaro berada di mulut jumbei.
Rotaro diterkam secara menyamping jadi hanya perutnya yang ada mulut jumbei sekarang. Kaki dan tangan masih bebas. Rotaro beruntung karena jumbei tidak suka daging mentah makanya dia tidak berniat memakannya sekarang, tetapi jumbei tetap akan membunuhnya sekarang.