Golden Hero

Golden Hero
Episode 32-2



Alex diatas sedang melihat tangannya yang gemetar. 


”Apa yang sebenarnya terjadi padaku??? Kenapa tiba2 aku gemetaran begini melihatnya. Apa yang terjadi padanya. “ 


Ruang VIP


Whill berdiri tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.


”Apa yang terjadi??? Apa yang sebenarnya terjadi??? Kenapa api Alex hilang begitu saja??? “


Anggota Osis lain tidak berani menjawab karena takut melihat Whill marah.


Whill kembali duduk dan mencoba tenang.


”Aku harus tenang... Mungkin tadi Alex melakukan kesalahan. Yang penting sekarang Alex habisi dia sekarang sebelum sesuatu terjadi!!! “


————————————————————


Alex masih terbang diatas, dia melihat Dicky dengan perasaan bingung. 


"Mungkin tadi hanya kebetulan saja, sihir ku hilang. Aku harus menghajarnya lagi. ”


Alex menyiapkan pedang apinya lagi dan terbang dengan cepat menyerang Dicky.


Tapi saat menebas tubuh Dicky, dalam sepersekian detik saat pedangnya menyentuh tubuhnya. Dicky tiba2 hilang dari tempatnya dan sudah ada dibelakang Alex. Alex terkejut dan menyadari keberadaanya.


Alex langsung berbalik dengan cepat, memberikan serangan lagi dan hal yang sama terulang lagi. Dicky sudah ada di belakangnya dengan cepat, tapi ini agak berbeda. Ada luka goresan di bahu Alex. Alex memegang luka tersebut ketakutan.


“Bagaimana bisa, dia!!!! ”


Dicky mengangkat kepalanya, matanya kosong dan seperti haus darah. Sedikit demi sedikit ia menggerakkan pedangnya dan akhirnya berlari dengan cepat mengejar Alex. Alex refleks langsung terbang ke atas.


Dicky berhenti ditempat Alex sebelum terbang. Dicky melihat ke arah Alex yang terbang diatas.


“Hahaha, apa yang kau lihat. Hah, meskipun kau cepat kau tidak akan bisa terbang kesini hahaha. ”


Dicky melihat sekeliling, lalu akhirnya berlari ke depan menuju dinding pelindung. 


“Apa kau mau lari, hah. Kau tidak bisa lari. ” Alex mengejar Dicky dan mau menyerangnya dari belakang.


Alex dengan cepat sudah dekat dengan Dicky. Dicky pun juga sudah ada di dekat dinding pelindung. Saat Alex mau menyerang, Dicky tiba2 melompat kedinding dan membuat dinding tersebut sebagai pijakan untuk mencapai Alex.


Alex terkejut, konsentrasinya jadi buyar dan jadi panik. Dicky pun menggapai Alex dengan mudah karena Alex sendirilah yang mendekati tadi.


Dicky dengan tegas menebas sayap Alex dan beberapa luka di badannya. Itu membuat Alex jadi terjatuh tak berdaya beberapa saat.


Alex segera berdiri lagi dan melihat Dicky sudah ada di depannya hanya ada beberapa meter.


“Kau, rakyat jelata sialan. Beraninya kau!!!!! ” 


Alex mengeluarkan seluruh kekuatannya. 


Sayap api dan pedang apinya kembali berkobar besar. 


“Akan kubunuh KAU!!!!! ” Alex dengan kecepatan penuh terbang ke arah Dicky.


Dicky pun mulai berlari ke arahnya dengan cepat juga. Hingga akhirnya mereka saling berhadapan lalu menebas diwaktu yang bersamaan.


—————————————————————


Mereka berdua saling membelakangi satu sama lain.


Tidak lama setelahnya, Api di tubuh Alex langsung hilang seketika. Pedangnya hancur dan Alex pun terjatuh tak sadarkan diri, tubuhnya penuh dengan luka tebasan Dicky.


Dicky mengangkat tangannya, semua penonton bersorak. Pengumuman mengumumkan kalau Dicky yang memenangkan pertandingan babak ini.


Whill memukul meja dengan marah.


“Sial, kita kalah. Aku tidak menduga hal ini akan terjadi!!!”


—————————————————————


Ditempat lain, putri dan yang lain sedang menunggu Dicky keluar arena. Mereka senang karena Dicky telah menang.


Saat keluar arena menuju ruang tunggu tiba2 Dicky  mau terjatuh pingsan. Tapi untungnya ada Leo yang menangkapnya.


“Maafkan aku, aku sepertinya sudah tidak bisa melanjutkannya lagi. ” ucap Dicky yang perlahan kesadarannya mulai menghilang.


Dicky pun pingsan, Ia akhirnya dibawa ke ruang Uks yang terpisah dari anggota Osis untuk mendapatkan perawatan karena kondisinya yang sudah kehabisan darah.


—————————————————————


Pertandingan selanjutnya akan segera dimulai.


“Yosh, aku pergi dulu. ” Rotaro berjalan pergi dengan semangat.


“Semangat!!! ” ucap putri sambil berharap tidak ada lagi anggota yang terluka lagi.


Leo sedang bersiap2 untuk bertarung selanjutnya.


“Apa yang kau lakukan??? ” Tanya putri 


“Kau sudah lihat Dicky tadi kan. Aku tidak percaya kalau anggota Osis sekuat ini. Aku masih belum tahu kekuatan Rotaro tapi kemungkinan dia akan kalah juga!!! ”


“Aku pikir Rotaro bisa menang, aku yakin akan hal itu!!!! ” 


“Aku juga berharap hal itu, tapi kita akan lihat nanti. ” Jawab Leo.


—————————————————————


Rotaro memasuki arena pertandingan, disana ia disambut dengan anggota Osis bernama Troy. Dia agak kurus, memiliki kulit biru pucat dan gigi yang tajam.


Serta yang membuat dia semakin mencolok adalah dia membuka bajunya dan hanya memakai celana nya saja. Troy memberi hormat kepada Rotaro dan Rotaro juga berbalik memberi hormat juga. Mereka berdua sama2 agak kikuk.


Sihir pelindung di sekeliling arena mulai aktif, dan pertarungan mereka dimulai sekarang juga. Mereka berdua sama2 mengeluarkan senjata suci mereka. Rotaro : tombak, Untuk Troy menggunakan senjata berbentuk trisula.


“Aku memang lemah jika bertarung secara langsung tapi jika aku bertarung dalam air aku pasti akan menang. ” Troy di awal pertandingan langsung menancapkan trisulanya ke tanah.


Terbentuklah lingkaran sihir yang mengeluarkan banyak air, karena arena pertandingan memiliki sihir pelindung jadinya air nya tidak keluar. Jadi seluruh arena penuh dengan air, jadi ini adalah pertandingan dalam air seperti menonton aquarium besar. Membuat penonton bersemangat lagi.


Ruang VIP.


Whill tersenyum.


“Kali ini kalian tidak akan bisa berkutik lagi, sebuah mahakarya yang lain dari inti Iblis Jumbei sang penguasa air. Troy akan mendapatkan ketahanan dan penguatan fisik dalam air. Apalagi tidak ada manusia yang bisa bertahan lama dalam air. ” 


—————————————————————


Ruang tunggu putri.


Putri tampak khawatir dan Leo sudah bersiap2 bertarung, mereka yakin kalau Rotaro bakal kalah juga.


“Sepertinya ini sudah berakhir. ” ucap Leo berjalan menuju arena untuk bertarung selanjutnya.


Putri tampak tidak percaya kalau pertandingan ini akan berakhir secepat itu.


“Rotaro, apa kau akan kalah seperti itu saja!!! ”


“Maafkan aku karena berbuat begini. Tapi kami harus menang, sekali lagi maafkan aku. ”Troy berenang dengan cepat dan menyerang Rotaro dengan trisulanya.


Rotaro hanya terdiam mengambang di tengah arena. Trisula Troy semakin dekat ke tubuhnya dan mau menusuk jantung Rotaro. Tapi saat mau mendekat ke jantungnya, tiba2 Troy memiringkan sedikit tidak tega.


“Sudah berakhir, Leo tidak bisa apa2 lagi dalam air. ” ucap Leo yang sudah ada di tepi arena.


————————————————————


Tapi tentu saja itu bukan endingnya. Karena Rotaro mengeluarkan perisainya menghadang trisula Troy.


“Kau jangan ragu untuk membunuhku, jika kau ragu nanti kaulah yang akan dibunuh. ” Rotaro mencoba menusuknya juga menggunakan tombaknya.


Troy secara refleks langsung berenang mundur. Troy terkejut karena tidak menduga situasi ini.


“Terima kasih karena mengisi arena ini dengan air karena pertarungan dalam air adalah keahlianku. ” Rotaro memakai perisai di tangan kiri dan tombak di tangan kanan serta cincin warna biru bersinar di jarinya, yang sempat ia pinjamkan pada Haru sebelumnya saat melawan Iblis Jumbei.


Troy mengerutkan dahinya dan mulai serius juga.


Leo juga cukup terkejut karena Rotaro masih bisa bergerak dan bertahan dalam air.


Putri juga berteriak bahagia karena keadaan masih memihak Rotaro.


Ruang VIP


“Apa!!!! Siapa, dia. Bagaimana ia bisa bergerak cepat dalam air. Putri sialan, apa anggotamu ini juga akan merusak rencanaku lagi. ” Whill memegang dengan erat gelas anggurnya marah.