Golden Hero

Golden Hero
Episode 20



Putri Alicia, Alfort dan Dicky sedang berlari mengikuti pria tersebut menuju ke tempat temannya berada.


“Hei, Apakah masih jauh? ” tanya Dicky pada pria tersebut.


“Tidak tuan, sebentar lagi kita akan sampai ke tempat temanku berada. ” Jawab pria tersebut tersenyum lebar.


“Putri, apakah kamu tidak. Apakah kita istirahat terlebih dahulu? ” tanya Dicky khawatir melihat putri yang tampak sudah tidak kuat lari lagi.


“Tidak, aku tidak papa. Jangan khawatirkan aku, lebih penting kita harus cepat menolong mereka. ” jawab putri dengan nafas yang terengah engah.


Mereka berempat terus berlari didalam hutan yang lebat bahkan sinar matahari hanya sedikit yang masuk. Akhirnya mereka menemukan cahaya diujung tak jauh didepan mereka.


“Itu dia, tepat di depan. Temanku berada!!! ” Pria menunjuk ke depan.


Putri, Alfort dan Dicky menyiapkan senjata suci mereka sendiri, bersiap untuk bertarung. Jarak mereka makin semakin mendekat ke tujuan dan sampailah mereka di sebuah lapangan yang luas.


Mereka sangat terkejut sesampainya disana. Karena lapangan ditengah hutan tersebut ada sekumpulan iblis beserta para monster serigala mengepung mereka.


“Apa yang terjadi disini. Kenapa banyak sekali monster mengerikan? ” putri sangat terkejut dengan kumpulan monster.


“Sialan, sepertinya kita ditipu oleh pria tadi. ” Dicky jadi kesal.


“Hei, kau beraninya membohongi putri dan bersekongkol dengan mereka!!! ” teriak Dicky marah.


“Hehehe. Apa kau pikir aku akan memikirkan itu? Aku adalah iblis, mana mungkin akan patuh pada putri. Malah dia adalah incaran kami sebenarnya. Hahaha ” ucap pria tadi lalu berbuah jadi iblis secara perlahan dan berkumpul bersama temannya..


Kulitnya berubah jadi hitam, giginya berubah jadi sedikit tajam dan matanya jadi merah menakutkan. 


“Jadi dia iblis yang dirumorkan, muncul beberapa tahun lalu ” ucap Alfort


“Tidak mungkin, jadi benar iblis itu ada. ” ucap Putri terkejut sekali.


“Sial, sepertinya kita memiliki lawan yang merepotkan. ” Dicky mulai waspada melindungi putri.


“Hahaha, seperti yang diharapkan dari putri. Sudah mendengar berita tentang munculnya kami. Pasti itu dari raja. ” Suara muncul dari atas langit.


———————————————————————


“Hahaha, apakah aku mengejutkanmu putri. Kalau gitu maafkan aku. Izinkan aku memperkenalkan diriku, namaku adalah Kara salah satu iblis yang tercepat dilangit. Sepertinya rencana kita, berhasil membawa putri keluar. Aku tidak mengira akan semudah ini ” Ucap Iblis itu dari langit.


“Kalian berdua boleh pergi. Aku hanya disuruh membawa putri itu saja. Jika kalian tidak ingin mati sia-sia maka lebih baik pergi. ” Iblis Kara  menawarkan kesempatan.


“Hah, apa kau pikir kami akan menurutimu begitu saja. Jangan pikir rencanamu akan berhasil, aku akan melindungi putri dan mematahkan sayapmu itu. ” Ucap Dicky memprovokasi.


“Iya benar, mana mungkin kami akan meninggalkan putri. Kami akan siap untuk mengorbankan nyawa kami untuk putri. ”


Putri tersenyum karena mereka tidak mengkhianatinya.


“Hmm, sepertinya kalian tidak bisa diajak bekerja sama ya. Padahal sudah diberikan kesempatan bagus. Maka tidak ada pilihan lain semuanya serang mereka bertiga. ” Iblis Kara memberi kode untuk menyerang.


———————————————————————


Para iblis itu pun langsung maju seketika secara bersamaan menyerang Mereka bertiga di tengah. Mereka langsung memasang kuda-kuda.


“Alfort aku serahkan bagian belakang pada mu dan tetaplah berada didekat putri, kita harus tetap melindungi putri apapun caranya. Jangan biarkan mereka menyentuh seujung jari sekalipun” ucap Dicky mulai


“Baiklah, tidak usah dipikirkan bagian belakang ” ucap Alfort menarik busurnya menyerang kawanan serigala dengan panahnya sebelum mendekat.


Begitu juga dengan Dicky, ia mengayunkan pedang besarnya dengan cepat seolah pedang itu adalah pedang kecil. Tanpa ampun Dicky menebas semua musuh dengan sekali tebas. Ia beberapa kali mengeluarkan jurus api dan air untuk mengurangi jumlah mereka.


Saat mereka fokus dalam bagian belakang dan depan. Tiba-tiba ada serigala yang lolos dari pandangan mereka dan menyelinap menerkam putri dengan cepat.


“PUTRI AWAS!!!! ” Mereka berdua berteriak secara bersamaan.


'Boom ' Serigala itu terkena bola api dan terpental ke belakang cukup jauh.


“Aku bukanlah putri yang menunggu tanpa bertarung. Jangan remehkan aku, aku akan bisa melindungi diriku sendiri jadi fokuslah pada pertarungan kalian. ” ucap putri dengan tegas.


“Baiklah putri. Kami tidak akan menghancurkan harapanmu. ” ucap mereka berdua secara bersamaan dan kembali bertarung dengan semangat.


“Cih, sungguh merepotkan. ” Iblis Kara mulai melihat dengan khawatir dari atas melihat pasukannya berkurang sedikit demi sedikit.


———————————————————————


Sesaat mereka sedang fokus bertarung, tiba-tiba ada api dari atas. Putri menyadari hal tersebut dan melindungi Dicky.


“Terima kasih putri. ” ucap Dicky.


(Asik, putri melindungiku. Ini terlihat kita sedang bertarung bersama saling melindungi. Ehehehehe) dalam hati Dicky senang tanpa alasan.


Putri menatap ke arah Iblis Kara sedangkan Dicky masih fokus menyerang iblis di depannya yang masih banyak begitu juga dengan Alfort.


Alfort membuat serangan panah api dadakan ke arah iblis Kara. Saat iblis Kara menangkapnya, panah tersebut meledak. Mereka bertiga sempat senang tapi saat asap hitam telah hilang. Tampak Iblis Kar masih baik-baik saja.


“Apa kau pikir mainan ini dapat menghancurkanku hahhh. ” bentak Iblis Kara mulai serius.


———————————————————————


“Baiklah akan ku tunjukkan yang sebenarnya ati serangan itu!!!! ” ucap Iblis Kara disertai datangnya Iblis terbang yang datang dari belakang.


Iblis Kara dengan cepat terbang ke arah mereka bertiga dengan tangan yang sudah bersiap mencabik cabik. Saking cepatnya, dengan mata normal Iblis Kara seperti sedang teleportasi ke tempat mereka karena kecepatannya tidak dapat ditangkap oleh mata biasa.


Melihat Iblis Kara menghilang, membuat Putri secara refleks membuat sebuah lingkaran sihir di sekitar mereka bertiga dengan terburu.


Keputusan putri sangat benar, karena selang beberapa milidetik terdengar suara dan getaran disihir pelindung yang dibuat putri.


'Cringgg...tinggg.“ Suara cakaran di kaca yang tebal berulang kali.


Para pasukan iblis langsung terdiam menunggu diluar pelindung tidak menyerang lagi seolah sudah diberi koordinasi. Dalam pelindung tersebut Alfort dan Dicky bisa beristirahat sebentar mengambil nafas.


Lama kelamaan pelindung putri tidak bisa menahan serangannya dan mulai retak karena serangan yang besar berulang kali. 


”Apa yang terjadi ini aku tidak bisa melihat serangannya. “ ucap Dicky melihat dari dalam pelindung.


”Dia sangat cepat, kita tidak bisa mengalahkannya. “ ucap Alfort mulai panik.


”Aku sudah tidak bisa menahan pelindung ini lebih lama lagi. “ putri mulai merasa kewalahan.


”Sampai kapan kalian akan berada di dalam sana seperti burung dalam  sangkar, manusia. Hahaha. “ tawa iblis Kara terdengar di berbagai macam arah.


”Kita tidak punya pilihan lagi kita harus bertarung. “ Dicky mengangkat pedangnya.


————————————————————————