
Mereka berdua terdiam saling menatap dan pada akhirnya mereka berenang menuju satu sama lain. Mereka saling menyerang dan menghindar menggunakan senjata mereka masing2 dengan sangat cepat, hingga pada akhirnya senjata mereka saling terjatuh.
Mereka berdua akhirnya menggunakan tangan, saling memukul dan memukul lagi dalam air. Hingga wajah mereka berdua jadi babak belur.
“Kau cukup kuat juga, hah...hah...hah.. ” ucap Troy terengah-engah.
“Kau juga sama... ” jawab Rotaro yang sama lelah.
Mereka berdua tersenyum saling menatap satu sama lain.
“Sepertinya kita memikirkan hal yang sama. ” ucap Rotaro
“Yahh mari kita akhiri ini. ” Jawab Troy.
Mereka berdua berpikiran sama untuk saling mengerahkan semua kekuatan yang mereka miliki sekarang. Karena jika tidak, mereka tidak tahu lagi selanjutnya bisa bertarung atau tidak.
Mereka berdua saling menarik tangannya masing dan mengumpulkan kekuatan dengan cara yang sama2. Mereka mengumpulkan kekuatan di tangan mereka, seluruh air dalam arena langsung terkuras kering seolah tidak pernah ada air. Berkumpul di tangan Troy dan Rotaro.
Air tersebut membentuk lingkarang di tangan mereka masing2. Troy dan Rotaro saling memukul dan menimbulkan ledakan air di dalam arena yang menyebabkan air memenuhi arena pertandingan lagi.
Tak lama berselang setelah air cukup tenang mereka ditemukan sudah pingsan mengambang. Mereka berdua sudah tidak bisa bertarung lagi dan skor akhirnya mereka berdua adalah imbang.
——————————————————————
Istirahat agak lama untuk membersihkan air di dalam arena dan beberapa pengeringan arena. Leo kembali ke dalam arena bersama dengan Dicky, Rotaro, Afort, dan putri Alicia.
Dicky, Rotaro, dan Alfort berlutut meminta maaf karena tidak bisa melanjutkannya. Putri berulang kali bilang itu tidak apa2, putri tahu kalau mereka juga sudah berjuang semampu mereka
Tapi tetap saja mereka bertiga tetap merasa bersalah.
“Tidak apa2 kalian, kalian jangan berkecil hati. Ini memang sebuah pertandingan ada yang kalah dan menang jadi karena itu jangan merasa bersalah. ” ucap Alfort.
“Kalian duduk tenang disana saja. Biar aku yang selesaikan ini semua. ” ucap Leo sambil berjalan pergi ke arena.
Arena sudah dibersihkan, pertandingan akan segera dimulai. Para pemain segera memasuki arena dan sihir pelindung di aktifkan.
Leo melawan Chamen.
Chamen memiliki wajah yang gondrong dan mata yang agak gila. Wajahnya juga sedikit kurusan.
“Hahaha aku tidak sabar ingin membunuhmu. Kau akan mati!!! ” Ucap Chamen sambil menjulurkan lidahnya.
“Jangan, banyak bicara. Cepat mulai pertandingannya. ”
“Hahaha, apakah kau takut??? ”
Pertandingan dimulai.
Chemen berlari seperti orang gila ke arah Leo. Senjata Chamen adalah kukunya, kukunya bisa menebas apapun jadi dia tidak butuh senjata lagi.
Chamen sudah semakin dekat bersiap membunuh, sedangkan Leo masih diam ditempat tanpa menyadarinya.
“Mati!!!! ”. Kuku Chamen sudah tepat dijantung Leo.
“Hahhh, kau masih perlu 100 tahun untuk jadi pembunuh. ” Leo sudah ada dibelakangnya dan Chamen sudah tergeletak penuh dengan luka tebasan disekujur tubuhnya.
Pertandingan berakhir dengan cepat tanpa diduga. Membuat semua orang terkejut melihatnya.
————————————————————
Whill tersenyum di ruang VIP.
“Kau tadi beruntung Leo, itu tadi hanyalah percobaanku saja. Tapi sekarang kau sedang melawan orang yang memiliki darah Orc di tubuhnya. Kau pasti akan kalah. ”
Gino merupakan salah satu objek percobaan Whill, Whill dengan khusus minta pada bos besar untuk percobaan dan disetujui olehnya. Karena memiliki darah Orc, Gino memiliki tubuh yang agak besar dari pada orang normal. Gino juga memiliki tubuh kuat dan sihirnya menjadi kuat juga seiring waktu.
Pertarungan dimulai.
Leo dengan kecepatan seorang assasin langsung menyerang tubuhnya dari belakang. Serangan Leo memberikan sedikit luka goresan karena tubuh Gino yang agak besar. Leo agak terkejut karena agak tidak mempan.
Gini langsung berbalik dengan cepat dan memukul Leo. Leo tidak mengetahui kalau Gino bisa bergerak cepat seperti itu. Jadi dia tidak sempat untuk menghindar, jadinya ia terpental mengenai dinding pelindung.
Leo tidak diberikan waktu untuk istirahat, karena Gino dengan badan besarnya dengan cepat memantul mengejar Leo.
Leo mencari timing waktu sambil berlari menghindari kejaran Gino. Gino tertawa memantul dengan tubuh besarnya mengejar Leo. Leo sedikit kewalahan melawannya.
Tapi saat itu tiba-tiba Gino tiba-tiba berhenti tubuhnya merasakan kesakitan dan jantung berdetak cepat. Leo yang melihat hal itu tidak membiarkan kesempatan itu pergi, ia segera mengakhiri pertarungan tersebut dengan sekuat tenaga.
“Kesempatan!!! Dalam pertandingan jika kau lengah. Maka kau pasti akan terbunuh. ”
Gino dengan tubuh kesakitan berusaha untuk menghindar. Tapi dia tidak secepat sebelumnya, jadi dengan cepat Leo sudah sampai di belakangnya. Dengan belati kecil Leo mencincang Gino dengan kecepatan penuh dan akhirnya selesai, Gino pun kalah pada pertandingan ini.
Setelah diumumkan pemenangnya Leo langsung terduduk dilantai arena karena saat menghindar tadi ia sedikit terkena pukulan dan sihir Gino. Jadi ia sangat lelah sekarang. Untungnya Gino tadi agak lengah jadi Leo bisa menang.
Sayangnya Leo tidak bisa mendapatkan penyembuhan sekarang. Di Dalam pertandingan ini para peserta tidak boleh mendapatkan sihir penyembuhan sampai peserta itu sudah kalah.
Pertandingan selanjutnya segera dimulai dengan cepat. Sekarang Leo melawan wakil Osis, dia adalah seorang perempuan dengan banyak otot. Dia memiliki pedang dan banyak armor di badannya, ia juga memiliki wajah yang serius namanya adalah Kooru
—————————————————————
Gino dibawa pergi ke ruang UKS khusus Osis, di sana adalah ruang khusus Osis selain Osis dilarang masuk. Selang beberapa lama saat Gino masuk Whill datang.
“Tolong...tolong sembuhkan aku bos. Tubuh terasa terbakar. ” Gino memohon ditempat tidur.
“Hehehe(tawa kecil), maafkan aku sepertinya obat itu gagal. Kau tidak bisa ditolong lagi, tapi kau akan berguna untukku tenang saja. ”
“Apa maksudmu bos??? Dimana anggota lain. ”
“Tenang saja, mereka sudah berada di tubuhku. Mereka akan jadi berguna jika kekuatan itu berada di tubuhku, jadi kau juga akan sama seperti mereka. ” Gino berteriak sekuat tenaga tapi dari luar tidak ada yang mendengar.
Merek semua sedang melihat pertandingan berlangsung.
—————————————————————
Whill membersihkan tubuhnya menggunakan sebuah kain dan keluar dari ruang Uks dengan terburu2.
Whill sudah menyelesaikan urusannya dan datang ke ruang Vip. Whil melihat ke layar, ia langsung tersenyum bahagia.
“Hahaha, bagus. Seperti yang diharapkan dari wakil Orc namanya bukan bualan saja. ” Ucap Whill tertawa bahagia.
Apa yang dilihatnya???
Whill melihat Kooru sudah menusuk Leo. Dan Leo tampaknya sudah tidak sadarkan diri.
Putri menangis segera berlari keluar dari ruang tunggu menuju arena pertandingan dan diikuti anggota lain. Putri memohon dalam hati agar tidak terjadi hal buruk pada Leo.
———————————————————————