
“Apa kau datang menyelamatkanku. ” putri tampak terkejut melihat Haru yang sudah berubah wajah.
“Ahhhhh, siapa lagi yang berani menggangguku. ” Iblis Kara bangun dengan amarah yang meledak.
Iblis Kara melihat Haru.
“Jadi kau yang memiliki kekuatan besar itu. Tapi maaf saja kau akan mati ditanganku. Karena kekuatanku juga bertambah lebih kuat dari yang kau duga. Bersiaplah jadi korban selanjutnya. ” Iblis Kara mengepakkan satu sayapnya itu dan terbang cepat menuju Haru.
“Hati-hati. Dia sangat cepat... ” teriak putri memperingatkan.
“Sudah terlambat. ” Iblis Kara sudah ada didepan Haru dan bersiap menusuk kepala Haru dengan kukunya yang panjang.
Tetapi Haru tidak terkejut, Haru tersenyum tenang menghindari semua tusukan Iblis Kara dengan hanya menggerakkan lehernya ke samping kanan dan kiri dengan cepat. Iblis Kara masih terus fokus menusuk kepala Haru dengan kedua tangannya. Tapi tidak berhasil juga, membuat Putri dan Kara terkejut.
Setelah lama menghindar serangan itu Haru mendorong tubuh Kara menggunakan kakinya, membuat Kara terlempar ke belakang. Tapi Kara masih bisa menjaga keseimbangan dan tidak jatuh. Kara jadi agak takut setelah melawannya.
Haru menguap mengejek Kara.
“Kamu sangat lambat hingga membuatku mengantuk menunggumu. ”
“Sialan kau... ” Kara marah tapi melihat kecepatannya tidak ada apa-apa dihadapannya membuat Kara agak takut.
“Kelihatannya kau adalah penyerang di udara. Mungkin kau akan cepat jika berada di udara. Baiklah aku akan mengikuti keahlianmu di udara, mari kita bertarung di langit. ” ucap Haru.
“Hmm, apa yang kau katakan manusia. Bagaimana kau bisa terbang jika kau tidak punya sayap. Hahaha ” tawa Kara dengan ide Haru.
“hmpt... Siapa yang bilang kalau terbang harus punya sayap. ” Haru mulai terbang naik secara perlahan.
Kara dan Putri terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya. Dalam pikiran mereka sekarang, mereka bertanya-tanya kenapa Haru bisa terbang.
“Kemarilah akan aku layani kau pertarungan di udara. ” tantang Haru.
Kara jadi serius karena harga dirinya sebagai petarung udara paling cepat.
“Baiklah, kau jangan sampai menyesal karena telah menantangku bertarung di udara. ”
(Hmpt... Betapa bodohnya dia mencoba melawanku di udara. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa terbang tapi aku pasti akan menang. Aku sudah terbang cukup lama jadi pengalamanku cukup banyak. Dan kau manusia pantasnya di tanah saja) Iblis Kara mulia terbang menuju Haru dengan cepat.
Kara dengan cepat sudah ada didepan Haru dan mengeluarkan beberapa tusukan, tusukan pertama mengenai sedikit wajah Haru. Seperti sebelumnya Kara menusukkan ke arah kepala dengan brutal.
“Hahaha, apa kau menyesal. Apa kau sudah lihat kecepatanku ini. Kau terlalu sombong melawanku di udara. ” ucap Kara sambil terus maju sambil menyerang Haru.
“Menyesal, memang aku menyesal... ” ucap Haru mengeluarkan tongkatnya dan tiba-tiba sudah ada dibelakang Kara sambil memutar-mutar tongkatnya.
“Aku menyesal karena kecepatanmu saja. Ini membuang waktuku. ”
Kara terdiam setelah Haru berada di belakangnya, selang beberapa detik setelah Haru bilang itu.
“Ark ” Tubuh iblis Kara mulai merasakan kesakitan, darah keluar dari tubuh Kara membentuk tanda x di badannya dengan rapi seolah itu adalah tebasan pedang. Selain tubuhnya sayap Kara juga terpotong dan membuatnya jatuh ke bawah.
———————————————————————
Haru turun di belakangnya. Kara dengan tubuh kesakitan, berusaha lari merangkak dengan sisa tenaganya. Saat ia berusaha lari Kara teringat jika dia kembali. Maka ada bosnya, jadi ia tidak punya pilihan mati ditangan bosnya atau sekarang.
Kara menggenggam tanah, melemparkan ke arah Haru dan melancarkan tusukan. Tapi saat mau menusuk, Kara tiba-tiba jadi terdiam kaku. Ternyata tubuhnya sudah ditusuk oleh tongkat Haru.
“Sudah kubilang kau terlalu lambat. ” ucap Haru dengan tatapan prihatin.
Haru menarik tongkatnya, Kara langsung jatuh tumbang. Haru mengibaskan tongkat membersihkan darah yang menempel. Haru melirik putri sebentar dan akhirnya berjalan pergi.
“Tunggu, apa kamu adalah orang yang menyelamatkanku dulu??? ”tanya putri penuh harap.
“Sepertinya kau salah orang. Beberapa orang mungkin terlihat mirip. ” Haru berjalan pergi lagi.
“Tidak, kau adalah orang yang sama. Karena kau memiliki tongkat kayu yang sama seperti teman masa kecilku. ” Putri menunjuk tongkat Haru.
Haru langsung terdiam.
——————————————————————
Kembali ke masa sebelumnya....
Dimana Haru masih belajar bersama Guild master.
Putri berkunjung ke desa Thea bersama komandan Gautama yang menyelidiki kemunculan Iblis pertama. Putri memaksa ikut karena bosan berada di istana. Karena Komandan Gautama memiliki urusan dengan Guild master, jadi putri ditinggal bersama dengan 2 prajurit.
Putri berjalan dalam hutan merangkai bunga. Tiba-tiba ada suara dalam semak, putri penasaran dan melihatnya. Ternyata dibalik semak-semak ada serigala. Putri berteriak terkejut, membuat serigala tersebut menyadari kehadiran putri dan 2 prajurit. Prajurit langsung berada di depan tuan putri untuk melindunginya.
Saat 2 prajurit mencoba melawan serigala tiba-tiba ada serigala lain menyerang dari arah yang berbeda. Para prajurit lengah tidak menyadari keadaan serigala tersebut dan mereka terlambat untuk melindungi putri.
Tapi untungnya Haru datang melindungi putri. Haru memukul serigala itu cukup keras dan membuatnya mati, membuat serigala lain tampak terkejut dan kabur. Haru menolong putri untuk bangun.
“Apa kau tidak apa-apa? ” tanya Haru.
“Iya aku tidak apa-apa. Terima kasih. ” Putri agak melamun tapi segera sadar dan meraih tangan Haru.
“Wah, kamu hebat sekali. Ketika kamu mengalahkan satu semua langsung lari. ” ucap putri takjub
“Tidak, itu hanya kebetulan aku memukul bos serigala mereka. ”
2 prajurit mendatangi putri dan meminta maaf karena telah lengah tadi. Putri memaafkan dan memaklumi kalau mereka cukup lengah tadi.
“Putri, jadi kamu putri... ”tanya Haru cukup terkejut.
“Iya, apakah kamu main denganku. ” tanya putri
“Emmm, baiklah. Lagian guild master sedang sibuk sekarang jadi aku tidak berlatih untuk beberapa waktu. ”
Mereka bersama sedang mengumpulkan bunga.
“Kamu kelihatan cukup kuat. Apa kamu mau jadi pelayanku dan melindungiku? ” tanya putri.
Haru meminta maaf ia tidak bisa, karena Haru berjanji akan melindungi desa ini. Karena desa ini yang merawat nya. Haru menceritakan bagaimana ia bisa tinggal disini. Putri meminta maaf karena tidak tahu cerita Haru dan menawarinya jadi pelayannya.
Haru tersenyum bilang tidak apa-apa. Haru mengajak putri agar berteman saja. Karena teman saling melindungi nanti. Haru berjanji akan melindunginya jika putri dalam bahaya dan putri juga akan menolong Haru, jika Haru dalam masalah. Mereka akhirnya saling berjanji jari kelingking dan bertukar nama satu sama lain.
Beberapa tahun setelahnya, Putri mendapatkan permintaan tolong dari walikota untuk mengatasi sekolah timur. Walikota memberikan daftar nama murid yang mau dan kelihatan berbakat yaitu diantaranya ada nama Haru.
Putri terkejut dan senang mengingat janji mereka. Apakah mereka saling ketemu setelah sekian lama. Hingga akhirnya hari dimana Haru masuk sekolah telah tiba.
Putri dengan gugup berjalan ke kelas Haru berada. Ia membuka pintu dan tertuju pada 1 orang dia adalah Haru.
(Apakah kamu orang yang sama Haru? Apakah kamu masih ingat janji kita ) Tanya putri dalam hati.