
Sejak saat itu Dicky berjanji untuk jadi satria sang putri Alicia selama hidupnya. Kebetulan juga Putri meminta bantuan Dicky, agar anggapan Ketua Osis(Ketos) selama ini salah.
Dan hingga hari ini Dicky selalu berlatih untuk menjadi kuat. Karena itu dia tidak mengikuti kelas selama ini. Dicky menganggap belajar tidak penting dan itu tidak akan membuat dirinya kuat.
———————————————————————
“Beraninya kau menolak permintaan putri yang sudah baik kepada mu. Ia seorang putri dan tetap memohon kepada mu, seharusnya kau membalasnya. Akan ku cari tahu seperti apa kekuatan mu. ” gunam Dicky bersiap di pinggir arena pertarungan bersiap-siap.
Dicky tak sengaja mendengar percakapan mereka dan marah karenanya.
Di sisi lain Haru juga bersiap. Tetapi ia tidak tahu apa yang dipersiapkannya. Ia tidak mengerti kenapa nasibnya bisa begini. Haru menghela nafas panjang.
“Apa kau yakin mau menerimanya, Haru. Apa kau tidak ingin menolaknya??? ” Tanya Alfort
“Apa kau pikir dia akan diam saja jika aku menolaknya. ” Haru melihat Dicky yang sudah berada di tengah arena dengan wajah penuh amarah.
“Kelihatannya tidak... ” Alfort menarik perkataannya kembali.
“Ahhhh, ini akan jadi kesempatan ku juga. Bahwa aku tidak sehebat yang mereka kira. Aku pergi dulu, Alfort. ” Haru berjalan menuju tengah area juga menghampiri Dicky.
“Hati-hati Haru!!! ” Alfort memberi semangat.
———————————————————————
Sebenarnya pertarungan antar siswa itu diperbolehkan asalkan mereka bertarung di arena khusus yang diberikan oleh sekolah. Disitu mereka bisa saling bertarung sekuat tenaga karena ada pelindung yang amat sangat kuat untuk bisa ditembus. Dan juga ada juri sehingga aman untuk mereka bertarung asal ada persetujuan kedua belah pihak.
Sekarang mereka berdua sudah berada di tengah arena dan bersiap untuk bertarung. Banyak siswa yang mendengar kabar pertarungan mereka berdua, jadi para siswa datang memenuhi kursi penonton seolah sedang menonton pertunjukkan.
Kabar pertarungan mereka berdua bahkan terdengar oleh putri. Terlihat ia sedang berada di bangku penonton melihat pertarungan mereka.
“Apa yang kau lakukan Dicky kenapa kau meminta bertarung dengannya sesama murid beasiswa. Apa kau tidak mencoba untuk menghentikan mereka putri??? ” keluh kesah Leo di utarakan.
“Putri... Ada apa? Apa kamu sakit. ”Leo memanggil sekali lagi karena putri tidak menjawabnya.
“Eh, tidak. Aku baik-baik saja. Aku hanya ingin melihat kekuatan Haru sebenarnya. Aku yakin dia kuat sebenarnya?? ” ucap putri Alicia tidak tahan melihat pertarungan di antara mereka berdua.
(Jadi kamu masih berharap padanya, putri. Aku juga ingin tahu seberapa kuat Haru hingga putri yang tidak memperbolehkan ku melawan Ketua Osisi. Tapi lebih percaya kepadanya. ) Dalam hati Leo penasaran.
———————————————————————
Tidak hanya Putri dan para siswa. Pertarungan mereka dilihat oleh anggota osis di ruangan khusus. Mereka melihat pertarungan mereka secara diam-diam.
“Jadi Haru dan Dicky yaa. Seorang siswa pilihan dari putri dan wali kota. Aku mau melihat sehebat apa mereka, hingga mereka berdua di pilih. Aku sudah tidak sabar... ” ucap Ketos sambil duduk di ruangan VIP melihat pertarungan mereka.
“Hehehe aku juga ingin tahu ” ucap anggota osis lainnya tertawa.
“Tapi aku juga terkejut, putri tidak menghentikan mereka berdua. Apa dia bodoh??? Ini akan menguntungkan anggota osis. ” ucap Ketos dengan angkuh.
———————————————————————
“Apa yakin kau mau bertarung dengan ku??? Aku orang lemah loh ” Tanya Haru
“Tidak, aku tidak percaya dengan mu. Kata putri kamu orang yang kuat. Jadi aku akan ingin membuktikan seperti apa kekuatannya. ” ucap Dicky tetap dengan pendiriannya.
(Sepertinya, dia tidak akan percaya begitu saja jika aku kalah langsung. Aku harus bertarung dengan serius dan mengalah di waktu yang tepat. Kalau tidak dia mengusikku terus menerus. )
Juri datang di tengah percakapan mereka...
“Apa kalian sudah siap. ” Tanya juri untuk kedua belah pihak.
“Aku siap. ” ucap mereka berdua secara bersamaan yang mana Haru mengatakannya dengan lemah dan Dicky terdengar bersemangat.
“Siapkan senjata suci kalian dan bersiap!!! ” ucap juri dengan tegas.
“Keluarlah pedang suciku mari kita bertarung bersama ” Dicky mengulurkan kedua tangannya kedepan.
Saat Dicky melakukan hal tersebut, tiba-tiba di lantai terdapat lingkaran sihir kecil yang mengeluarkan sinar. Perlahan keluarlah pedang besar dalam lingkaran sihir tersebut.
Sesudah keluar semua, Dicky mengangkat pedang itu dengan entengnya dan membawanya di dibahu. Sontak itu membuat terkejut penonton dan yang lain. Begitu juga dengan Osis....
“Hoo Jadi itu senjata suci Dicky. Sepertinya ia berlatih sangat keras hingga bisa membawa pedang tersebut dengan mudah. Tapi kekuatan itu tidak ada apa-apanya banding kami” ucap Ketos menganggap remeh.
“Hahahaha ” seluruh anggota osis tertawa.
———————————————————————
(Hooo, jadi memang benar apa yang dikatakan alfort kalau pertarungan di sini boleh menggunakan senjata suci. Tapi aku tidak boleh menggunakan tongkat sakti ku, itu akan terlalu mencolok. Untungnya aku masih punya senjata yang lain yang cocok untuk saat ini ) ucap Haru dalam hatinya.
Haru juga mulai memanggil senjata sucinya.
“Keluarlah senjataku... ” Haru menjulurkan tangannya ke atas lalu keluarlah lingkaran sihir dari atas dan jatuhlah pedang dengan keras.
Membuat lantai arena hancur akibat pedang Haru dan semua orang terkejut karena suara dentuman besi yang keras. Terlihat pedang besi besar yang tebal dan tampak tumpul keluar dari lingkaran sihir Haru.
Berbeda dengan Dicky yang memiliki pedang besar yang tipis dan tajam sehingga memudahkan Dicky bergerak.
“Pedang apa itu ... Darimana dia mendapatkannya ” Leo terkejut dengan datangnya pedang tersebut.
Putri Alicia hanya bisa tertegun tidak percaya apa yang dilihatnya.
Sedangkan di dalam ruang VIP.
Anggota osis tertawa melihat pedang Haru yang berkarat. Berbeda dengan Ketua osis, tampaknya dia hanya terdiam melihat pedang Haru. Ia menatap Haru dengan serius.
———————————————————————
Para penonton dibuat terkejut dan heboh dengan munculnya pedang besi Haru. Mereka tak mengira kalau muncul juga pedang besar yang lain selain pedang Dicky.
(Eh, Aku tidak menyangka kalau ini membuatku terlihat lebih mencolok lagi. Sepertinya lebih baik aku mencari senjata lain tetapi kelihatannya sudah terlambat. Tapi aku tidak sabar untuk menguji pedang ini) ucap Haru dalam hati.
Pedang besi Haru adalah sebuah pedang besi yang ia dapatkan pemimpin kelelawar. Ia mengambilnya karena terlihat menarik, jadi pedang tersebut jadi koleksinya. Tapi tampaknya itu sangat berguna sekarang.
“Jadi kau memiliki senjata pedang besar juga. Itu malah lebih baik. Itu akan membuatnya lebih mudah. Kita akan lihat siapa pengguna pedang besar yang lebih hebat di antara kita dan jadi pendamping tuan putri. ” ucap Dicky.
Ini adalah pertandingan antara dua pengguna pedang besar yang dinantikan seluruh murid akademi. Siapakah yang akan memenangkan pertarungan ini.