
Rotaro diterkam secara menyamping jadi hanya perutnya yang ada mulut jumbei sekarang. Kaki dan tangan masih bebas. Rotaro beruntung karena Jumbei tidak suka daging mentah makanya dia tidak berniat memakannya sekarang, tetapi jumbei tetap akan membunuhnya sekarang.
Tapi kesempatan itulah yang sebenarnya diincar Rotaro. Dengan seluruh kekuatannya, rotaro menusuk sisi kiri Jumbei secara diam-diam. Jumbei terkejut kesakitan, ternyata Rotaro mengincar dirinya yang lengah sedari tadi. jumbei dengan wajah yang amat kesakitan mengeluarkan Rotaro dari mulutnya bersamaan dengan dirinya yang muntah darah akibat tusukan Haru.
Jumbei berteriak kecil sambil terjatuh kesakitan, putri yang sedari tadi dalam pelindung batu Rotaro, ia berteriak dari dalam memanggil Rotaro karena mendengar suara seperti orang kesakitan. Didalam pelindung Putri tidak dapat melihat apa yang sebenarnya yang terjadi di luar.
Rotaro berguling2 menjauh dari Jumbei sambil memegangi luka gigitan jumbei. Rotaro berkeringat dingin, ia bilang pada putri kalau dirinya baik2 saja. Rotaro sebenarnya sudah tidak kuat lagi karena sisa sihirnya dibuat untuk serangan tadi dan juga untuk pelindung putri.
Jumbei menarik tombak rotaro dengan perlahan, sampai akhirnya terlepas dari tubuhnya. Jumbei menjadi marah, darah mengucur dari tubuhnya. Jumbei berdiri, ia mengeluarkan ludah dari mulutnya. jumbei membuat ludah tersebut jadi menggumpal dan menutupi lukanya dengan itu. Darah yang keluar akhirnya berhenti juga, itu untuk menghentikan sementara.
Jumbei berdiri dengan kesakitan dan mendekati Rotaro. Jumbei bilang kalau rotaro beruntung karena dia sedang buru-buru kalau tidak ia akan memasaknya sekarang juga. Jumbei menendang dengan keras tubuh rotaro. Membuat rotato terlempar cukup jauh dengan lemas. Energi sihir nya semakin menipis.
Jumbei menuju pelindung batu yang sedari tadi melindungi putri. Jumbei melayangkan tinjunya mencoba menghancurkan pelindung batu yang dibuat oleh Rotaro tapi ia tidak berhasil walau sudah dicoba berulang kali.
jumbei melihat ke arah Rotaro yang masih menjulurkan tangannya untuk memperkuat dinding tersebut menggunakan 3 batu dikalungnya.
“Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh putri.”
Ucap Rotaro dengan gemetar .
“Percuma saja, kau tetap melindunginya. Karena kau akan semakin hancur saat ini juga!!!. ” Jumbei mengeluarkan ludah ke arah Rotaro.
ludah Jumbei seperti peluru yang terus menembak kearah perut rotaro berkali-kali. Tapi Rotaro tetap masih menahannya dan Jumbei terus menyerangnya berulang kali dengan ludahnya. Putri yang mendengar hal itu. Ia berteriak ke arah Rotaro menyuruhnya untuk membiarkan dirinya.
“Aku tidak akan membiarkan hal itu. Apapun yang terjadi. ”ucap Rotaro dengan nada yang semakin lemas lalu akhirnya ia sudah tidak kuat lagi dan hanya bisa berbaring saja.
Jumbei tersenyum dan menghancurkan pelindung batu tersebut dengan mudah akhirnya. Putri terkejut dan melihat Rotaro sudah terkulai lemas disana. Putri akhirnya pasrah, dirinya tidak ingin ada orang yang terluka lagi. Jumbei senang karena putri nurut juga akhirnya. Putri dibawa pergi keluar dengan tangan besar Jumbei.
Sebelum pergi, Jumbei menyuruh para prajurit untuk memasak penyusup ada di penjara. Jumbei ingin merayakan kemenangannya dengan makan daging manusia. Jumbei akhirnya melompat keluar tempat itu gelap itu.
para prajurit membawa rotaro untuk dibawa pergi keruang masak. Rotaro sadar dan menangis karena tidak bisa apa-apa. Dirinya hanya bisa dibawa saja untuk sekarang. Tapi saat mau dibawa untuk dimasak tiba2 seseorang datang dari atas menghantam ke tanah dengan keras membuat semua prajurit yang ada terpental.
Dialah Haru dengan mata emas dan tubuhnya mengeluarkan aura warna emas, dengan nafas yang menggebu nggebu. membuat semua orang yang ada jadi tegang.
———————————————————————
beberapa saat sebelumnya...
Haru dan alfort mencari lebih dalam ke air untuk mencari putri, mereka tidak menemukan tanda keberadaan putri. Dalam air tersebut mereka melihat kabut hitam, mereka berenang kedalamnya mencoba mencari tahu. Saat menyelam lebih dalam mereka menemukan lingkaran sihir yang bersinar.
Mereka mencoba menyentuhnya tapi tersetrum. Akhirnya mereka berdua naik. Alfort mengenali lingkaran sihir tersebut. Lingkaran tersebut adalah sebuah lingkaran menuju dimensi lain sebuah sihir yang lama hilang.
Mereka akhirnya memaksa untuk masuk tapi tidak berhasil. Seperti ada penghalang yang menghalangi mereka masuk. Haru tidak bisa menunggu saja, mereka perlu rencana. Hingga akhirnya mereka ada rencana.
Haru akhirnya menyelam dan Alfort mengeluarkan senjata sucinya berupa panah. Ia mengeluarkan busurnya dan menimbulkan angin mendorong Haru dengan cepat masuk kedalam sebelum kehabisan nafas. Alfort menembaknya lagi dan ia sudah sampai di lingkaran sihir itu berada.
Tinggal tembakkan terakhir, Haru memaksa untuk masuk kedalam. Alfort membuatnya tembakan yang terakhir lebih kuat dari sebelumnya. Alfort melepaskan tembakkan terakhir. Haru semakin terdorong ke dalam lingkaran sihir tersebut dan listrik yang dikeluarkan semakin kuat.
Efek tembakkan Alfort makin hilang dan Haru mulai keluar lagi dalam lingkaran tersebut. Haru mengeluarkan tongkat kayunya dan menusuk lingkaran sihir tersebut mencoba memaksa membuka.
“Arghhhh, aku sudah berjanji akan menolongnya. Jadi tolong aku untuk membantunya!!! ” teriak Haru dengan kesal.
“Ahhhhhh” Matanya mulai bersinar dan muncul lagi aura warna emas di sekitar tubuhnya. Tubuh Haru mulai masuk kedalam lagi dan akhirnya Haru sudah bisa masuk semua.
Alfort melihat dari atas, ia lega karena kabutnya sudah hilang dan Haru juga sudah tidak ada jadi Haru pasti sudah berhasil masuk.
“Jangan khawatir Haru, biar aku yang mengawasi luar. Kau mengamuklah sesuka hatimu didalam. ” ucap Alfort seperti ada maksud tertentu.
——————————————————————
Haru mengambil langkah pertama dan dengan cepat Haru menghajar satu persatu para prajurit tersebut. Haru bergerak dengan cepat dan menghajar satu persatu prajurit secara terus dan seterusnya. Hingga tinggal Rotaro. Rotaro hanya bisa berlutut lemas dengan tenaganya yang semakin menipis.
Saat mau pingsan kembali, tiba2 tenaganya kembali lagi. Ternyata Haru memasukkan sihir ke dalam Rotaro. Hingga Rotaro akhirnya bisa bicara lagi. Ia segera mencoba untuk berdiri dan mengejar jumbei. Tapi tenaganya tidak sepenuhnya kembali dan Rotaro hanya bisa berdiri sebentar dan jatuh lagi terkulai lemas.
“Jangan bergerak dulu, kamu masih lemas. Tapi dimana putri sekarang? ” tanya Haru
“Putri sudah dibawa pergi dari tempat ini oleh Iblis berbentuk hiu” jawab Rotaro
“Iblis Hiu. Oke, ayo kita segera keluar. ” ajak Haru.
Rotaro menghentikan Haru, Rotaro menyuruh Haru agar segera pergi saja menyelamatkan putri saja.
“Tidak, jika aku meninggalkanmu putri nanti akan sedih. ” Haru segera mengajaknya pergi keluar dari tempat itu.
Saat keluar lingkaran tersebut, Haru segera membawa Rotaro ke tepi danau dengan cepat dan segera pergi menyelam kedalam air. Sebelum pergi Rotaro memegang tangannya dan menyuruh Haru memakai cincin warna birunya.
“Ini agar kamu bisa bergerak bebas didalam air dan bernafas lebih lama dalam air. Tolong selamatkan putri. ”
“Baiklah, terima kasih. Aku pasti akan menyelamatkan putri dan membawanya kembali. ” Haru menerima itu dan pergi melompat dalam air.
——————————————————————
Ditempat lain....
Alfort tidak ada ditempat sebelumnya, karena saat Haru masuk dalam lingkaran jumbei keluar membawa keluar putri. Alfort yang tahu itu, ia segera mengejarnya dan menembakkan beberapa panah. Dengan banyaknya yang keluar salah satu panahnya menggores tubuh Jumbei. Membuat jumbei semakin lambat dalam berenang.
Jumbei terus berlari dari incaran Alfort tapi karena jumbei adalah spesialis laut. Mudah bagi jumbei mengecoh Alfort dan membuatnya semakin jauh darinya. Tapi untung saja saat itu Haru datang dengan cepat terbang dari atas menerkam jumbei.
Jumbei terkejut dan melepaskan putri dari cengkramannya. Putri sedari tadi pingsan karena kebanyakan minum air dalam laut.
Haru langsung membawa putri keluar dari langit tapi jumbei lebih cepat. Ia segera menggigit kaki Haru membuat Haru terhenti. Haru berniat untuk menuju ke atas tapi gigitannya sangat menyakitkan membuat Haru tidak bisa bergerak.
Untung disana ada Alfort, Haru segera mengoper putri padanya. Walau dalam air, Alfort juga tidak kalah cepat untuk berenang. Alfort membawa putri pergi sedangkan Haru akan menahan Jumbei.
Tentu saja jumbei tidak akan membiarkan itu terjadi. Jumbei segera melepaskan gigitan di kaki Haru dan mau mengejar Alfort.
Tapi Haru tidak akan melepaskannya ia mencoba menahan dengan segenap kekuatannya. Tapi tenaga Jumbei lebih besar, jadi dengan mudah ia terus berenang dan cepat mengejar Alfort walaupun dipegang Haru.
Haru mengeluarkan tongkatnya dan melilitkan tubuh jumbei dan menahannya didekat batu besar. Jumbei jadi terhenti dan jarak Alfort jadi semakin melebar lagi.
Jumbei kesal dan mendekat kearah Haru , Jumbei menggigit tubuh Haru Membuat lilitan Haru agak longgar. Tapi Haru tidak bisa begitu saja langsung kalah mereka saling adu kekuatan. Haru melakukan lilitan di tubuh Jumbei dan jumbei menggigit Haru dengan keras.
“Tidak ada yang lebih cepat dan kuat didalam air selain dirinya. ” ucap Jumbei menatap tajam dan mengeluarkan gelombang ultrasonik.
Lalu datanglah segerombolan ikan kecil yang memiliki gigi yang tajam. Ikan kecil tersebut mengerubungi Haru dengan cepat. Ikan tersebut menggerogoti tubuh Haru.
Haru seketika itu melepaskan ikatannya dan jumbei dapat bergerak bebas lagi akhirnya. Jumbei mengejar Alfort kembali dan tidak menghiraukan Haru.
Haru semakin lemas jatuh kebawah. Darahnya semakin keluar banyak, karena gigitan gerombolan ikan kecil tersebut yang terus terusan menggigit dirinya.
Tiba-tiba saat itu ada suara yang bilang kalau dia tidak boleh mati disana begitu saja. Dan seketika itu tubuhnya seperti ada kejutan listrik. Tubuhnya mulai mengeluarkan warna emas lagi matanya berubah jadi api berwarna emas.
———————————————————————