Golden Hero

Golden Hero
Episode 21



Sihir pelindung putri sudah mulai retak tidak bisa menahan serangan dari luar lagi.


“Bagimana ini? Aku sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi. ” ucap putri sedang berusaha keras.


“Jangan khawatir putri. Aku tidak bisa membiarkanmu berusaha lebih dari ini. Akulah yang akan menghentikannya, jadi jangan khawatir. ” Dicky bersiap-siap mengeluarkan pedangnya.


Retakan semakin merambat kemana-mana, pelindung sudah mencapai batasnya dan akhirnya pecah lalu hilang.


Saat pelindung pecah tiba-tiba Dicky diserang Iblis Kara dengan cepat. Membuat Dicky terdorong ke belakang, karena menahan serangan cakarannya yang terus bergerak maju dengan sayapnya.


“Aku akan pergi sebentar, kamu lindungi putri aku akan mengurus dia. ” Ucap Alfort sebelum didorong menjauh pergi.


“Baiklah serahkan urusan melindungi putri padaku, Kau fokuslah melawannya. ” teriak Alfort sambil menarik busurnya kembali bersiap untuk bertarung lagi.


(Jangan sampai lengah Dicky, dia adalah lawan yang hebat. Aku bisa tahu hal tersebut, kuharap kau kembali dengan selamat. Jangan memikirkan putri aku akan menjaganya. ) Dalam hati Alfort.


Putri juga ikut membantu dengan melakukan beberapa sihir penyerangan.


(Aku bukanlah putri yang lemah. Jadi jangan khawatir Dicky, aku akan menjaga diriku sendiri. Jadi lakukanlah tugasmu dan kembalilah ) dalam hati putri.


———————————————————————


Dicky terus terdorong jauh saat menahan serangan Kara.


“Hmm, jadi ini kekuatan pengganti pengawal putri. Tidak cukup hebat sampai membuatku berkeringat. Aku heran kenapa kamu bisa terpilih putri, bukankah ada yang lebih hebat. ” Iblis Kara menyindir Dicky.


“Sialan kau.... Akan aku tunjukkan bahwa putri tidak salah dalam memilihku. Akan aku tunjukkan aku bisa!!!! ” Dicky menggertakkan giginya.


“Hahahaha, apa yang akan kau lakukan? Manusia lemah. ” tawa Iblis Kara terus mendorong dia cukup jauh.


Dicky menggertakkan giginya dan tetap menahan serangan Iblis Kara dengan menggunakan pedangnya. Dicky mengangkat kaki kanannya dan menghentakan ke dalam tanah dengan kuat.


Hingga membuat lubang, membuat kecepatan Iblis Kara agak lambat. 


“Hah, apa kau pikir bisa menghentikanku dengan cara itu. Jangan meremehkanku manusia... ” ucap Iblis Kara semakin mengepakkan sayapnya dengan cepat.


Mendorong Dicky lebih cepat lagi menjauhkannya dari putri. 


“Kau juga, jangan meremahku Iblis. ” Dicky mengangkat kaki kiri dan menghentakannya hingga buat lubang kecil.


Dicky menghentikan serangan Iblis Kara menggunakan kedua kakinya.


“Hahhhhhhhhhh. ”  Dicky berteriak kesakitan sepatunya mulai mengeluarkan asap karena bergesekan dengan tanah begitu lama.


Setelah berjuang cukup lama, Dicky akhirnya bisa menghentikan dorongan Iblis Kara yang menjauhkannya dari putri. Dengan nafas yang terengah-engah dan sekujur badan yang gemetar Dicky tersenyum menahan serangan Iblis Kara.


“Kau tidak bisa menjauhkanku dari putri. ” ucap Dicky.


Iblis Kara sangat terkejut melihat Dicky bisa menahan serangannya. Dicky menggunakan kesempatan itu untuk mengayunkan pedangnya yang masih ada ditangan Iblis Kara, mencoba untuk menebasnya saat dia lengah.


Iblis Kara tidak akan kalah semudah itu, ia refleks menghindar dengan cepat dan terbang ke langit.


“Aku sungguh sangat terkejut kau bisa menghentikan seranganku yang itu. Sepertinya ini akan jadi menarik. ” ucap Iblis Kara dari langit.


Iblis Kara mempunyai tangan yang kurus dan panjang , tangannya tampak sangat kuat seperti terbuat dari batu. Dicky baru tahu hal tersebut karena ia tidak melihatnya sebelumnya karena pergerakan Iblis Kara yang tidak terdeteksi.


Dicky mengangkat kakinya dari lubang yang ia buat sebelumnya akibat dari menahan serangannya. Tampak kaki Dicky penuh luka dan darah yang mengalir. Dicky berjalan gemetar dengan penuh kesakitan.


“Hmm, ini adalah kekuatan putri. Aku tidak akan membiarkanmu memisahkan kita. ” ucap Dicky mencari sesuatu di sakunya.


Ia mengeluarkan sebuah botol merah dan menuangkan di kakinya yang terluka. 'Chessh' suara mendesis saat Dicky menuangkan cairannya.


“Arkk... ” Dicky merasakan kesakitan yang amat intens.


Setelah cukup lama, kaki Dicky akhirnya kembali normal tanpa ada luka sekalipun.


“Bolehkah aku bertanya satu hal? ” 


“Apa itu manusia? ”


“Kenapa kau tidak menyerangku, bukankah itu adalah kesempatan bagimu. Melihat kecepatan mu tadi, aku pasti akan kalah jika kau menyerangku saat menggunakan cairan penyembuh? ”


“Apa bedanya, kamu akan mati juga di tanganku. Aku hanya tidak ingin kau membuat alasan dengan kakimu itu saat kau kalah nanti. ” Iblis Kara dengan nada yang mengejek.


“Hmm, aku ucapkan terimakasih atas hal itu. Tapi nanti kau jangan menyesal karena telah melepaskanku. ” Dicky menunjuk Iblis Kara mencoba menantangnya.


“Hahaha. Tidak akan. ”


———————————————————————


Dialog mereka berakhir dan Dicky mengangkat pedangnya kembali bersiap untuk duel melawannya. Iblis Kara tersenyum dan melesat ke arah Dicky dengan cepat.


Dicky menepis serangan Iblis Kara tapi tidak semua serangannya ia bisa tepis. Ada beberapa serangannya yang mengenai tubuhnya berkali-kali menimbulkan luka goresan di tubuh dan robekan di bajunya. 


Dicky mencoba untuk melawannya tapi serangannya tidak ada yang bisa mengenainya sama sekali. Hanya dirinya yang terluka akibat serangan cakaran Iblis Kara.


Saat Dicky lengah mencari cara mengalahkannya tiba-tiba Iblis Kara sudah berada disampingnya menusuk perut Dicky menggunakan ketajaman tangannya. Dicky langsung muntah darah seketika itu juga.


“Kau pikir bisa mengalahkanku setelah menghentikanku. Kau sungguh naif sekali, kekuatan cinta. Kau akan bertemu dengan cintamu lagi setelah kau mati. ” Iblis Kara menarik tangannya dan darah keluar dari tubuh Dicky.


———————————————————————


Sekarang ditempat putri dan Alfort. Mereka masih menembakkan beberapa panah dan sihir ke arah Iblis.


“Kenapa mereka tidak ada habis-habisnya. Ada berapa banyak sih mereka. Aku sudah kehabisan sihir ini ” ucap Alfort mulai khawatir.


“Iya aku juga sudah kehabisan sihir. ”


(Sial, aku tidak bisa begini terus. Disini tidak ada petualang, karena ada festival di kota jadi jarang petualang disini. Aku harus mengeluarkan sinyal untuk meminta bantuan dari kota. Kita tidak bisa mengharapkan Dicky kembali.) Alfort memikirkan sebuah rencana.


“putri tolong buat pelindung sebentar, aku sedang membuat sesuatu untuk sinyal bantuan . Ini tidak akan lama, jadi tunggu sebentar. ” Alfort mulai mengarahkan panahnya ke atas mengumpulkan sihir untuk membuat busur yang bisa membuat sinyal SOS.


Dengan sihir yang tersisa hanya setengah saja, ia berharap pengorbanannya tidak sia-sia. Busur mulai terbentuk berwarna merah menyala.


Para iblis tidak membiarkan hal tersebut dan mencoba menyerang pelindung tersebut dengan pasukan yang ada.


“Seseorang tolong sadari hal ini aku mohon. Kami sudah tidak sanggup lagi jika bertahan lebih lama lagi. ” Harapan kecil Alfort 


———————————————————————


Dicky tergeletak lemas dengan posisi tengkurap, Dicky sudah tidak bisa berbicara lagi. Dirinya hanya bisa melihat dan mendengarkan Iblis Kara yang mengoceh.


“Ahhh, akhirnya satu pengganggu sudah selesai dibersihkan. Jika saja kau pergi dari awal, kau tidak akan mengalami nasib seperti ini. ” ucap Iblis Kara