
Hari pertandingan antara anggota Osis melawan anggota Beasiswa sudah tiba.
Banyak orang menantikan pertandingan besar ini. Whill sengaja mengundang banyak orang agar Putri Alicia tidak bisa mengelak saat dirinya kalah.
Putri dan Anggota beasiswa lainnya sudah bersiap di dalam ruang tunggu dekat arena pertandingan.
Sedangkan Anggota Osis berada di ruang khusus di atas arena. Anggota Osis tersenyum melihat rakyat jelata yang ada di bawah sambil minum anggur.
Sebelum Pertandingan dimulai ketua Osis memberikan pertandingan terlebih dahulu.
Pertandingan ini adalah pertandingan 1 lawan 1, pertandingan selesai jika salah satu anggota pingsan atau sudah tidak bisa melanjutkan lagi. Lalu pemain selanjutnya masuk. Pertandingan terus berlanjut hingga hanya 1 tim yang bertahan.
Whill juga menjelaskan kesepakatan antara dirinya melawan putri kalau yang kalah akan mengabulkan permintaan pemenang nantinya. Putri semakin tidak bisa berkutik lagi.
Whill dengan tenang minum anggur, Whill sudah merasakan kemenangannya sudah ada ditangannya. “Ini sudah jadi kemenanganku putri. Aku akan melihat wajah putus asa mu itu nanti.
Pertarungan pertama dimulai
Banyak orang sudah datang untuk melihat.
Untuk Anggota putri, Alfort lah yang pertama maju dan untuk anggota pertama Osis adalah Alex.
Mereka saling memasuki arena pertandingan dan memberi hormat satu sama lain. Arena akan ditutup agar efek serangannya tidak sampai keluar mengenai penonton. Saat arena sudah tertutup oleh sihir pelindung pertandingan mereka baru dimulai.
Alfort langsung mengeluarkan busurnya dan Alex mengeluarkan pedang apinya. Alfort terus memanah ke arah Alex dengan cepat. Tapi Alex dengan mudah berlari, menangkis dan menghindari anak panah Alfort, hingga jarak mereka semakin dekat.
Alex langsung menebas tubuh Alfort dengan pedang apinya. Alfort sudah tidak bisa bergerak lagi. Tubuhnya langsung terjatuh kalah... Pertandingan pertama berakhir dengan cepat dan dimenangkan oleh anggota osis.
Alex mengangkat pedangnya merayakan kemenangan pertama. Semua langsung bersorak melihat pertandingan yang begitu cepat dan hebat.
Di Ruangan Osis, Whill bertepuk tangan senang karena mereka lebih lemah dari yang ia duga. Sedangkan di ruangan tunggu putri, mereka tampak kecewa dan malu karena berakhir terlalu cepat.
—————————————————————
Alfort sudah disembuhkan, tapi karena lukanya tidak begitu serius jadi dia bisa berjalan sekarang. Alfort memasuki ruang tunggu sambil meminta maaf dengan rasa yang bersalah.
”Tidak, apa2. Lain kali kamu pasti menang. “ ucap putri mencoba menyemangatinya.
”Iya, tidak perlu khawatir biar aku yang babat habis semuanya. “ ucap Dicky bersiap untuk bertarung selanjutnya.
Saat mereka berbicara, pengumuman pertandingan selanjutnya telah diumumkan. Dicky langsung pergi menuju ke arena pertandingan untuk bertarung selanjutnya.
Saat berjalan pergi, Leo menghentikannya.
”Babat habis semua anggota osis!!! “
”Siap!!!! “ jawab Dicky dengan tegas
————————————————————
Dicky memasuki arena pertandingan dan arena sudah ditutup.
Pertandingan Dicky melawan Alex dimulai!!
Mereka berdua saling mengeluarkan senjata suci. Mereka berdua mempunyai senjata yang sama yaitu sebuah pedang. Banyak orang terkejut melihat senjata baru Dicky.
Pedang silver Dicky pertama muncul saat melawan Iblis Kara di hutan. Jadi banyak orang yang masih belum tahu juga. Semua orang kagum melihat bentuk baru pedang Dicky.
”Hmm, sepertinya kau memiliki pedang baru ya. Tapi sayangnya itu percuma saja. Kau tahu kenapa, karena kau menghadapiku!!! “ ucap Alex berbasa basi.
”Apa maksudmu??? “ tanya Dicky.
”Yahh.. kau lihat saja. Karena aku akan menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya. “
Punggung Alex tiba2 mengeluarkan cahaya api berwarna merah membentuk sebuah sayap yang terbuat dari api. Energi panas dari sayapnya meluap-meluap membuat penonton berkeringat dan takjub.
Ruang VIP
Ketua Osis tersenyum
—————————————————————
”Akan aku tunjukkan perbedaan kekuatan kita!!! “ Alex tiba2 melayang terbang menggunakan sayapnya.
Membuat semua orang membuka mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Karena sihir terbang adalah sihir yang hilang dan tidak pernah ada manusia yang terbang lagi dalam beberapa ratus tahun, makanya semua orang takjub. Bahkan anggota putri juga terkejut, Leo dan yang lain juga agak panik karena tidak menduga situasi ini.
”Akan aku hancurkan kau!!! “ Ucap Alex di atas Dicky.
Sayap api di punggung Alex langsung terbakar dengan membara-bara. Alex terbang dengan cepat, lalu melakukan serangan ke arah Dicky.
Dicky menangkis dengan mudah menggunakan pedangnya, pedang mereka saling beradu. Suara pedang mereka yang beradu membuat penonton tegang mendengarnya.
Disaat pedang mereka saling beradu,
”Sudah kubilang kalau kau akan kalah... “
Alex tiba2 memperbesar sayap di punggungnya lalu menebaskan pedangnya dan ia sudah ada di belakang Dicky.
Dicky terjatuh dengan posisi berlutut, ia memegang perutnya yang sudah berdarah karena tebasan tadi.
”Kau tidak akan bisa mengalahkan aku. " Ucap Alex
“Hah, ini belum berakhir, sampai benar2 berakhir. Bodoh ” Dicky berdiri lagu dan memegang pedangnya kembali.
“Baiklah jika itu pilihanmu aku tak akan sungkan2. ” Alex memegang pedangnya dan mengalirkan mana padanya.
Pedang Alex seketika itu mengeluarkan api yang membara. Alex terbang dengan cepat ke arah Dicky lagi dan menebasnya dan Dicky tidak bisa menangkisnya lagi sekarang karena efek tebasan di perutnya.
Alex terus menyerang dan terbang lagi berulang kali. Menimbulkan banyak goresan di tubuh Dicky. Dicky tidak bisa membalas ataupun menangkis serangan Alex, Dicky sudah tidak kuat lagi. Ia hanya bisa memegang pedangnya dengan tangan gemetaran sambil menerima serangan Alex.
Putri yang berada di ruang tunggu sangat khawatir. Melihat Dicky yang terus diserang oleh Alex, putri memohon keselamatan pada Dicky. Dalam hati, putri ingin pertandingan ini selesai tanpa ada yang terluka.
Sedangkan Di Ruang VIP, Whill sangat bersemangat melihat kehancuran anggota putri didepan mata.
“Serang terus3×, hancurkan harapan mereka semua. Hahaha ”
——————————————————————
Alex terus terbang ke atas hingga menyentuh sisi atas sihir pelindung. Alex mengangkat pedangnya, api yang ada di pedangnya tiba2 mulai membesar dan sayapnya mulai sedikit mengecil. Alex memusatkan sihirnya di pedangnya untuk serangan terakhir.
“Kau pantas memang mendapatkan penghormatanku Dicky. Tapi sayangnya rakyat jelata harus tetap dibawah bangsawan. Kau harus ingat itu. ”
"Rasakan ini!!!! " Alex mengayunkan pedangnya ke bawah, untuk tebasan penuh ke Dicky. Pedang api yang besar membara mengarah ke Dicky secara langsung. Dicky menunduk tidak bisa berdiri lagi, tenaganya sudah habis.
“Tidakkkk!!! ” Putri menutup matanya tidak ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tapi ada hal yang mengejutkan, setelah Alex mengarahkan pedangnya dengan kekuatan penuh. Tiba2 saat mengenai Dicky api yang ada di pedangnya lenyap seketika, membuat semua orang terkejut dan ingin tahu apa yang terjadi.
Ternyata Dicky masih menangkisnya dengan satu tangan dengan wajah yang masih menunduk. Membuat Alex terdiam dan bingung kenapa tiba2 serangannya hilang.
(Apa yang sebenarnya terjadi??? ) Alex bertanya2
Dicky tertawa kecil.
”Kikikiki... Akhirnya. “ gunam Dicky.
Alex bingung dengan keanehan Dicky.
”Akhirnya kutemukan kau, kekuatan ini. Perasaan ini, kau Iblis Kara.... “ Ucap Dicky mengangkat wajahnya tersenyum seperti serigala sedang memburu mangsa.
”...“ Alex mendengar hal itu langsung terbang ke atas kabur dari Dicky spontan begitu saja.
Alex diatas sedang melihat tangannya yang gemetar.
”Apa yang sebenarnya terjadi padaku??? Kenapa tiba2 aku gemetaran begini melihatnya. “