
Alfort menutup matanya fokus untuk membuat busur besar, setelah cukup lama membuat busur. Akhirnya busur buatannya sudah jadi dan siap untuk ditembakkan ke atas.
“Putri, busurku sudah siap. Tolong buka pelindung bagian atas sebentar saja. Aku akan menembakkannya dengan cepat. ” Ucap Alfort menarik tali panahnya sampai kencang.
“Iya, tolong cepatlah kalau tidak, para monster akan masuk kedalam. ” Ucap putri.
“Baik, putri. Aku akan cepat melakukannya. ” jawab Alfort.
Putri membuka pelindung bagian atas dan Alfort langsung melesatkan busurnya keatas dengan cepat. Setelah melesat keluar putri menutup kembali pelindung bagian atas sebelum para prajurit iblis datang melompat masuk kedalam pelindung.
Bahkan walau hanya sepersekian detik dibuka, ada beberapa tangan iblis yang tersangkut di dalam pelindung dan terpotong.
Busur melesat dengan cepat ke langit.
'Swiiiiiitttt.... Dorrrr ' menimbulkan ledakan besar dan asap hitam dilangit.
Haru mendengar suara ledakan tersebut di pusat festival kota. Warga sekitar tidak mendengarnya, mereka sedang asik menikmati acara festival hanya Haru yang mendengar suara tersebut. Refleks Haru melihat kearah suara ledakan tersebut berada.
“Aku mempunyai firasat buruk tentang hal ini. Sepertinya aku harus pergi kehutan untuk mengeceknya, mungkin bisa ketemu dengan mereka. ”
Haru sampai di dekat kota. Para penjaga tampak bingung.
“Ada apa penjaga? Kenapa ribut-ribut sekali disini.” tanya Haru pada penjaga disana
“Itu ada ledakan di tengah hutan. Kami mencoba untuk mengkonfirmasinya dengan mengirim beberapa orang. Apakah itu tadi adalah serangan dari musuh atau yang lain. Kami akan menyelidikinya terlebih dahulu. ”
“Emmm, terima kasih. ” ucap Haru pergi keluar gerbang.
Para penjaga sibuk menyiapkan pasukan untuk melindungi kota. Mereka takut ledakan tersebut adalah sebuah serangan.
“Aku harus mengeceknya sebentar. ” ucap Haru pergi berlari menuju hutan.
———————————————————————
“Ahh, sial. Aku tidak tahu kalau dia bisa melakukan ledakan itu. Aku harus segera membawa putri pergi sebelum bantuan datang. ” ucap Iblis Kara kesal sambil mengepakkan sayapnya terbang.
Dicky tergeletak masih ditempat yang sama. Tiba-tiba ia teringat akan masa lalunya yang selalu diremehkan karena anak seorang prajurit biasa. Mereka tidak mengharapkan apa-apa untuk Dicky ia tidak akan bisa bertambah kuat.
Dicky teringat semua pertemuannya dengan putri membuat dirinya bersemangat lagi dan menemukan mimpi baru. Kata yang putri yang teringat di pikiranku adalah ' Kamu pasti jadi jenderal besar'
Dengan mengingat kata itu Dicky bangkit memegang pedangnya. Saat Dicky memegang pedangnya tiba-tiba keluarlah lingkaran sihir dibawah Dicky terbentuk dari darahnya.
Cahaya merah keluar dari lingkaran tersebut. Membuat Iblis Kara langsung berhenti dari beberapa meter setelahnya karena merasakan sesuatu yang kuat.
“Kekuatan ini. Apa yang telah terjadi? ” Iblis Kara berbalik melihat ke arah Dicky yang sudah tertutup cahaya merah.
Perlahan cahaya merah itu menghilang. Terlihat Dicky sudah bangkit lagi dengan nafas yang terengah-engah, luka di badannya menghilang seolah itu tidak pernah ada. Bajunya sudah hilang dan tinggal celananya saja. Dicky membawa sebuah pedang kecil berwarna perak mengkilap di tangan kanan bukan pedang besar biasanya.
“Apa yang kau lakukan? ” tanya Iblis Kara terkejut.
———————————————————————
Beralih ke Alfort dan tuan putri sekarang yang masih dikelilingi oleh prajurit Iblis. Mereka mengepung dari berbagai arah. Putri masih menahan mereka menggunakan sihir pelindung.
Setelah melepaskan panahnya, Alfort terjatuh sudah agak lemas.
“Apa kau tidak apa-apa Alfort? ” tanya putri.
“Ah,aku oke. Aku hanya kelelahan saja karena hampir menggunakan semua tenaga sihirku. ”
“Putri!!! ” Alfort langsung menahan agar pitri tidak jatuh.
Tapi putri menahan rasa lemasnya agar sihir pelindungnya tidak menghilang.
“Sepertinya aku juga mulai kehabisan sihir. ” Ucap putri mulai kelelahan sambil menahan pelindung agar tetap terjaga.
“Kita sudah menghabiskan tenaga kita saat menyerang mereka. Kita tidak bisa terus bertahan disini. Putri sebaiknya minum cairan pengembali tenaga sihir ini. ” Alfort mengambil sebuah botol berwarna biru dan memberikannya pada putri untuk diminum.
“Tidak kamu saja. Aku tidak perlu meminumnya, aku kan tidak terlalu berguna disini” Putri menolak obat Alfort.
“Jangan begitu, tuan putri. Aku punya rencana dan aku perlu sihir pelindungmu ini tetap berjalan untuk rencanaku ini. Jadi aku mohon jangan merendahkan dirimu sendiri. Kau Yang selalu membela kami, jadi biarkan kami sekarang yang mendukungmu. ” ucap Alfort memberinya obat lagi.
“Apa kamu yakin? Kalau aku saja yang minum. ” Tanya putri kembali.
“Iya, kau kuat putri. Kami membutuhkanmu untuk mendukung kami. " Ucap Alfort menyakinkannya.
Putri meminum obat tersebut dan segera bangkit. Sihir pelindung yang agak remang-remang tadi kini kembali menjadi kuat.
”Jadi apa yang kau rencanakan? “ Tanya putri kembali berdiri sambil menahan sihir pelindungnya.
”Beri aku waktu sebentar lagi putri aku akan membuat busur. Aku ingin kau membuka pelindung sama seperti tadi saat kukatakan untuk membukanya. “ ucap Alfort duduk kembali bersila menarik tali panahnya dengan kencang dan mengarahkannya ke atas.
”Tolong berilah aku kekuatan wahai senjata suciku. “ sebuah busur terbentuk dengan kekuatan yang besar.
”Sekarang putri!!!! “ teriak Alfort.
”Tapi diatas ada iblis, kalau ku buka mereka akan masuk “Balas putri.
Iblis dengan tidak membiarkan Alfort dan putri untuk melakukan tindakan itu lagi. Jadi ada dari mereka yang menunggu di atas pelindung.
”Tidak, apa-apa putri dengan busurku ini mereka tidak akan masuk. “
Putri memilih percaya lalu membuka pelindung bagian atasnya dan saat Iblis mau masuk. Putri menutup matanya ketakutan melihat Iblis jatuh.
Tapi Alfort tidak membiarkannya begitu saja, 'Wuss. ' busur buatannya langsung menghancurkan iblis yang mengenai panahnya dan menuju langit hitam.
”putri sekarang tutup pelindungnya!!!! “ teriak Alfort sebelum Iblis lain melompat masuk kedalam.
”Eh, iya. “ Putri terkejut dan langsung menutupnya.
Iblis tersebut gagal untuk masuk kedalam pelindung yang dibuat tuan putri. Alfort terjatuh terlentang lemas setelah meluncurkan busurnya itu. Tetapi putri Alicia terlihat heran melihat sekitar.
”Anu, Apakah rencanamu gagal. para Iblis tidak mengalami apa-apa tuh. “ tanya putri melihat iblis sekitar yang tampak normal aja.
”Tenang aja. Kita tunggu sebentar, aku juga tidak tahu apakah berhasil atau tidak. “ ucap Alfort tersenyum.
”Eh, apa yang akan kau lakukan? “
”Putri, lihat saja nanti. “
Tiba-tiba langit hitam itu mengeluarkan petir yang menyambar secara terus menerus tidak seperti sebelumnya sebelum Alfort menembakkan panah. Alfort tersenyum melihat sambaran petir tersebut.
”Datanglah, dan hancurkanlah mereka. “ ucap Alfort sambil mengangkat tangannya ke langit.
Tiba-tiba saat Alfort bilang begitu. Datang lah sebuah panah yang muncul dari langit begitu banyaknya secara bersamaan seperti air hujan. Panah tersebut turun dengan cepat tak terhitung jumlahnya. Putri terkejut dengan turunnya panah begitu banyak.
”Inilah jurus rahasia ku....“ ucap Alfort tersenyum kemenangan.