
Diruangan yang gelap dan hanya diterangi oleh 1 lampu saja.
Bos besar dengan kesal melempar botol anggur ke tembok. Bos besar sangat marah sekali sekarang, karena semua pasukan kalah begitu saja.
“Dasar Kara, sia-sia saja aku berikan semua pasukan padanya. Ternyata dia juga gagal membawa 1 perempuan saja padaku. Sialll, siapa yang menghambatku!!!!. ”
“Tenang, bos. Kami akan mencari penyebab kekalahan Kara. ” Pendampingnya mencoba menenangkannya.
“Argggg(teriak marah), Aku tidak mau tahu lagi, bagaimanapun caranya. Pokoknya putri itu harus dibawa ke hadapanku hidup atau mati. Aku sudah tidak peduli lagi dia hidup atau tidak. Inilah adalah kesempatanku karena putri datang wilayah timur ini sendiri. Ini adalah kesempatanku untuk mendapatkan posisi di kerajaan Iblis." Ucap bos besar
”Panggil jumbei sekarang, tugaskan dia untuk membawa putri bagaimanapun caranya. Hidup atau tidak, pokoknya dia harus berhasil membawanya kesini. “ ucap bos besar dengan nafas yang menggebu-nggebu, kemarahannya sudah memuncak.
”Baiklah bos. “Pendampingnya hanya bisa menyetujuinya dan pergi melaksanakan tugas.
”Lihatlah kau manusia, kau tidak akan bisa menghancurkan rencanaku lagi. “ Bos besar meminum anggurnya dengan marah.
——————————————————————
Ditempat lain ditaman Akademi
Leo terlihat sedang memarahi Alfort dan Dicky karena membiarkan putri keluar tanpa penjagaan yang ketat. Keduanya hanya bisa berlutut terdiam menunduk dengan rasa bersalah.
Putri datang dan menyuruh Leo agar tidak memarahi mereka karena itu adalah ide darinya.
”Bukan, ini bukan salah putri. Ini salah kami karena tidak menghentikan putri. Walaupun tahu akan sangat berbahaya kami tidak menghentikannya. “
“Oi..oi...oi aku sudah berusaha menghentikan kalian loh waktu itu. ” gunam Alfort melirik Dicky.
“Lagian jika aku kuat putri tidak akan dalam bahaya seperti ini. “ Dicky terlihat sedih.
Alfort juga terdiam karena ia juga tidak begitu kuat.
”Dicky... “ Putri juga ikut bersalah.
Leo memarahi putri karena sudah mengabaikan peringatannya dan masuk dalam hutan tanpa pengawalan. apalagi dia adalah seorang putri jika ada luka serius pada putri itu akan menimbulkan masalah bagi orang sekitarnya.
Alfort dan Dicky diam saja menunduk bersalah. Haru hanya bersikap diam cuek. Putri menutup telinganya menggunakan tangan karena sudah tidak tahan mendengar ocehan Leo. Leo pun akhirnya menyerah karena beberapa kali pun ia mengomel putri tetap akan bersikap begitu.
Putri melihat Haru yang sedang duduk menjauh. Putri menghampirinya dan meminta maaf secara tiba-tiba. Haru bingung kenapa putri meminta maaf padanya, dia tidak berbuat apapun.
”Aku sempat mengira kalau Haru adalah teman masa kecilku dulu tapi ternyata selama ini dugaanku salah. Aku meminta maaf karena kesalahpahaman itu aku melakukan beberapa hal yang merepotkan saat awal kamu masuk sekolah.“
”Baguslah kalau kamu tidak salah paham lagi.“ ucap Haru bersikap cuek
”Emmm, maaf bertanya. Apakah ada seseorang bernama Haru di desa Thea selain kamu??? “
Haru sadar kalau putri masih mengira dirinya ada 2. Putri mengira kalau dirinya yang kemarin adalah teman masa kecilnya karena tongkat kayu yang dia gunakan mengalahkan Iblis Kara.
Putri terkejut dan mulai bingung. Apakah teman masa kecilnya yang ada di desa Thea berbohong soal namanya atau dia mengganti namanya. Putri berniat bertanya lagi, adakah pemuda yang menggunakan tongkat kayu di desa Thea. Tapi saat mau bertanya tiba-tiba segerombolan osis datang dengan penuh gaya.
——————————————————————
Para anggota beasiswa tidak senang melihat mereka datang. Dengan penuh gaya mereka menunduk hormat kepada putri
Dengan senyum di wajahnya ketua osis berkata“ Maafkan kami karena telat untuk datang melihat kondisi putri Alicia. Kami mendengar kalau putri sedang diculik oleh iblis tapi kelihatannya itu salah , kami senang melihat putri baik-baik saja. ”
“Tidak, berita itu memang benar dan merekalah yang melindungiku dari serangan para Iblis itu. Kami mengalahkan Iblis itu bersama” bantah putri.
Semua anggota osis tertawa dengan keras membuat anggota beasiswa bingung.
“Hahaha, putri candaanmu lucu sekali. Putri jangan bercanda seperti itu... ”
“Kenapa??? ” Putri bingung kenapa mereka tertawa.
“Karena mana mungkin mereka menang melawan para Iblis. Para kroco tersebut mengalahkan Iblis itu sangat membuatku tertawa. ” Ucap Whill dengan nada menghina.
Sontak Alfort dan Dicky berdiri menatap dengan penuh amarah, Haru hanya cuek. Untung Leo dapat menghentikan mereka untuk tidak bertindak jauh walaupun ia juga marah. Leo berdiri didepan mereka agar mereka tidak berbuat macam-macam.
“Itu tidak benar, mereka sebenarnya sangat kuat dari yang kau kira meskipun tidak ada darah bangsawan. Aku yakin mereka hebat karena darah bangsawan tidak ada hubungannya untuk siapapun menjadi kuat, semua orang bisa jadi kuat asalkan mereka mau. ” ucap Putri dengan tatapan yakin.
“Lagian aku yakin mereka cukup kuat untuk melawan anggota Osis sekarang. Karena mereka cukup lemah kelihatannya. ” ucap putri yang juga tidak terima karena mereka menghina temannya.
Para osis pun mulai marah. “Apa yang kau katakan ” ucap salah satu anak buah osis marah.
Leo, Dicky dan Alfort bersiap melindungi putri.
Ketua Osis menyuruh yang lain untuk diam dan tidak bertindak lebih jauh lagi. Ketua Osis mengajak yang lain untuk pergi karena berita yang disebarkan adalah hoaks, mana mungkin orang biasa melawan iblis. Itu pasti kebohongan putri untuk membela orang biasa.
Ketos dan yang lain pamit pergi dan tidak percaya ucapan putri. Tapi putri tidak bisa membiarkan usah teman-temannya dihina begitu saja.
“Hmmm, mana mungkin orang yang selalu berlindung dibalik orang-orang seperti kalian mengerti dengan perjuangan mereka. Kalian hanya takut dengan kehebatan orang biasa jadi kalian kabur sekarang. ” ketus Putri Alicia
Mereka semua terdiam di tempat, tapi salah satu anggota osis. Mulai berbalik maju sambil marah ia dengan cepat melontarkan pukulan pada putri. Tapi saat mau mendaratkan pukulan hal itu langsung ditahan oleh Leo ,Alfort dan Dicky sambil mengacungkan senjata sucinya masing-masing.
Mereka dengan sigap melindungi Putri Alicia. Begitu juga dengan Anggota Osis yang lain mereka saling mengacungkan senjata satu sama lain. Putri bersikap tenang dan yakin kalau bahwa yang lain akan melindunginya, itu terlihat dari matanya. Ketua Osis hanya tersenyum gila melihat anggotanya melakukan hal sembrono.
Sedangkan Haru hanya menguap dan bersikap cuek.