
Iblis Kara telah berubah sekarang ia tidak hanya berubah jadi lebih hitam tetapi dia juga bertambah jadi lebih cepat dari sebelumnya. Dengan kecepatan barunya itu, ia langsung terbang ke arah Dicky tapi ditangkis oleh Dicky menggunakan instingnya.
Dicky terlempar cukup jauh ke belakang, Dicky berdiri lagi sambil mengelap darah yang menetes di wajahnya. Dicky menatap kearah Iblis Kara dengan tajam.
Sedangkan Iblis Kara sedang melihat tubuhnya yang jadi kuat. Sayangnya sayapnya yang dipotong oleh Dicky beserta perutnya tidak bisa kembali. Sayapnya sepenuhnya hilang dan perutnya menimbulkan bekas luka yang dalam.
“Hmm, apakah kau bisa melawanku dengan satu sayap itu. ” Ejek Dicky yang mulai berdiri dan mengambil pedangnya bersiap untuk bertarung kembali.
“Sialan kau, kenapa ini tidak pulih kembali. Apa yang kau lakukan sebenarnya, hah!!! ” marah Iblis Kara.
Sekilas ia melihat pedangnya, ia jadi mengerti. Tubuhnya tidak bisa pulih kembali bahkan setelah minum obat karena pedang silver Dicky yang baru didapatkannya karena sebelumnya tidak begitu. Kelihatannya pedang silver Dicky bisa menangkal pemulihan Iblis Kara.
Dicky juga berpikiran begitu oleh karena itu ia sempat melihat ke arah luka Kara. Dalam hati, Dicky tidak punya kesempatan lagi karena kecepatan Kara tidak berkurang sekali malah makin bertambah karena pil yang sudah diminumnya.
Mereka saling menatap satu sama lain. Dalam hati, mereka bersiap bertarung satu sama lain. Dicky dan Kara langsung menghilang dengan cepat dari tempat semula mereka berdua.
Mereka sudah ada ditengah-tengah udara dan saling beradu senjata masing-masing. Mereka berdua bertarung dengan cepat hingga hanya terdengar suara pedang saja dalam pertarungan mereka.
Hingga terdiam saling berhadap-hadapan satu sama lain. Dimana Kara sudah menancapkan kukunya yang tajam ke tubuh Dicky cukup dalam. Dicky terdiam memuntahkan dari dari mulutnya dan pedangnya jatuh tergeletak di tanah.
Kara tertawa gembira karena sudah menang, ia membuang tubuh Haru dari kukunya dan tubuhnya menabrak pohon dengan keras. Kara menghampiri tubuh Haru dan bersiap untuk segera membunuhnya sesuai ucapannya.
Dicky hanya bisa menatap Kara dengan lemas, tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Ia pasrah dan hanya menatapnya saja menerima takdirnya.
Kara mengangkat tangannya yang berlumuran darah, kuku tajamnya bersiap untuk menusuk Dicky.
Tapi saat mau menusuk, tiba-tiba Kara mendongak keatas dengan panik. Matanya melebar ketakutan, Kara menggertakkan giginya dan menggigil ketakutan. Kara mundur secara perlahan-lahan sambil melihat ke arah langit-langit.
“Kamu cukup beruntung aku sedang buru-buru pergi. ” Ucap Kara melesat pergi ke tempat putri berada.
Selang beberapa detik Kara pergi, seseorang datang menuju ketempat Dicky. Dicky perlahan kehilangan kesadarannya hanya bisa mendengar suaranya sedikit dan tidak bisa melihat wajahnya secara jelas.
Dicky hanya bisa mendengar sedikit kata-kata darinya.
“Kau sudah cukup bekerja keras. Biar aku yang urus sisanya. ” ucap orang itu sambil memberikan sihir penyembuhan pada Dicky.
Tapi Dicky sudah banyak kehilangan darah, ia akhirnya pingsan menutup matanya. Selesai memberikan penyembuhan orang itu berdiri dan bersiap mengejar Iblis Kara.
Dia adalah Haru dengan tatapan tajam dan tampak marah. Ia berjalan cepat dan akhirnya berlari masuk hutan.
—————————————————————
Walau hanya menggunakan 1 sayap tapi dengan pil yang barusan ia minum, itu tidak mempengaruhi kecepatannya untuk terbang dan sampai di tempat putri berada. Putri ketakutan melihat wujud baru Iblis Kara, putri berusaha mundur tapi ia tidak bisa meninggalkan Alfort begitu saja. Jadi ia berusaha memberanikan diri di samping Alfort.
“Kau sudah tidak mempunyai pengawal yang melindungimu lagi. Mereka semua sudah kalah, lebih baik kamu menyerah lebih awal jika tidak ingin korban lagi. Sudahlah menyerah saja, aku akan melepaskan mereka. Jadi kemarilah... ” ucap Iblis Kara.
Putri melihat Alfort, putri sadar kalau itu karena dirinya. Ia juga tidak dapat melihat Dicky, putri bertanya-tanya apakah Dicky sudah mati. Tidak ingin menimbulkan masalah lagi putri berjalan menuju ke arah tempat Iblis Kara.
Selangkah demi selangkah, dalam hati ia mengucapkan penyesalannya.
(Maafkan aku Leo. Jika saja aku menuruti kata-katamu. Mungkin ini tidak terjadi, jika saja pahlawan masa kecilku datang menyelamatkanku lagi... Tapi itu tidak mungkin kami sudah tidak bertemu lagi semenjak saat itu. Selamat tinggal semua...)
Iblis Kara tersenyum misinya hampir selesai saat Putri semakin dekat. Saat semakin dekat ada seseorang datang dari arah hutan dengan cepat menendang Iblis Kara hingga terpental cukup jauh merobohkan beberapa pohon karena saking kuatnya.
Putri terkejut dan menutup matanya karena anginnya sangat kencang.
(Apakah kamu datang, menyelamatkanku Haru) ucap putri dalam hati melihat seseorang yang semakin terlihat jelas.
Tapi sayangnya dia bukan Haru, dia adalah orang lain yang tampak seumuran dengan putri. Putri terkejut dan bertanya “Siapa”
———————————————————————
Kembali beberapa waktu sebelumnya.
Haru menyadari bahwa ada masalah dalam hutan dan mengira kalau putri dan yang lain dalam masalah itu. Haru berlari cukup jauh tapi dengan kecepatannya sekarang, ia bisa-bisa sampai kesana memakan waktu tengah hari.
Karena para Iblis tersebut menggunakan alat sihir teleportasi untuk membawa putri pergi cukup jauh. Haru sudah berlari cukup jauh, hingga nafasnya sudah tidak kuat lagi. Haru terjatuh dengan nafas yang agak berat.
Saat ia menatap langit cukup lama tiba-tiba waktu terasa berhenti semua daun yang mau jatuh. Mereka semua terdiam di posisi sama. Haru menyadari hal itu.
Tidak lama setelah itu Haru mendengar suara kecil minta tolong. Matanya membesar dan segera menoleh ke arah tempat suara itu berasal. Jantungnya berdetak sangat cepat, tubuhnya mengeluarkan aura kuning emas. Haru berdiri dan menutup matanya. Haru merasakan adanya ingatan yang masuk dalam otaknya dan untuk menyuruhnya melindungi putri.
Haru membuka matanya dan menjawab dengan tegas.
“Baiklah serahkan padaku!!! ”
Tubuh Haru mengeluarkan aliran listrik kuning dari tubuhnya. Haru tersenyum berlari maju secepat kilat dan akhirnya terbang menuju Putri. Lalu akhirnya ia menemukan Dicky tergeletak di tanah, Haru berlari lagi setelah menyembuhkan Dicky.
Haru berlari cepat seperti anjing gila mengejar mangsanya. Haru merasakan sihir Iblis Kara. Haru mengeluarkan tongkatnya dan bersiap untuk menerobos sekuat tenaga. Tapi sebelum itu dia mengubah wajahnya, Haru mendapatkan sihir berubah wajah bersamaan dengan dia mendapatkan sihir terbang tadi dan kecepatan kilat.
Hingga akhirnya Haru bisa menendang Iblis Kara dan membuat Iblis Kara terpental cukup jauh. Merobohkan beberapa pepohonan di hutan.
Haru bersiap bertarung dengan wajah yang berbeda dan tubuhnya yang mengeluarkan aura kuning beserta kilat kuning keluar dari tubuhnya.
“Yo... aku datang ” Haru mengarahkan tongkatnya ke arah Iblis Kara.